Saya sudah mendengar lama tentang nama Kepulauan Togean, baik dari media daring, obrolan di media sosial, maupun dari kawan-kawan yang sudah pernah mengunjungi taman nasional yang terletak di Teluk Tomini, Kabupaten Tojo Una-una, Sulawesi Tengah tersebut. Dari cerita-cerita yang pernah didengar, saya mendapatkan tiga hal menarik tentang Togean, yaitu alamnya cantik, (namun) aksesnya susah, (juga) sinyalnya jelek.
Benarkah demikian? Jawabannya, ya dan tidak.
Perkara alamnya cantik, tentu saja benar. Taman Nasional Kepulauan Togean yang memiliki luas daratan sekitar 755,4 km² dan terdiri dari kurang lebih 66 pulau besar dan kecil yang masuk ke dalam zona transisi garis Wallace dan Weber ini dikenal kaya akan terumbu karang dengan berbagai biota laut yang langka dan dilindungi. Selain itu, akibat pembentukan yang disebabkan aktivitas vulkanis, banyak pulau di daerah Togean yang ditutupi oleh vegetasi subur dan rimbun, serta dikelilingi oleh formasi bukit karang. Batu karang dan pantai yang ada di sana inilah yang kemudian menyediakan tempat bagi beberapa binatang laut untuk tinggal dan berkembang biak, seperti misalnya kura-kura hijau yang tidak di dalam perahu.
Lalu bagaimana dengan akses transportasi dan kendala komunikasi yang saya sebutkan di atas? Perkara transportasi, nanti akan saya kemukakan di bawah, namun untuk komunikasi seluler antar pulau yang susah, hal tersebut benar adanya. Karena sampai saat ini, jaringan telepon belum bisa menjangkau semua pulau di Togean –paling hanya Pulau Wakai yang memiliki jaringan bagus dan sinyal internet karena dibangunnya BTS di sana, sementara sisanya masih mengkhawatirkan.
Ada pulau-pulau yang sama sekali tidak mendapat sinyal, dan ada pulau-pulau yang beruntung memiliki bukit cukup tinggi, sehingga penduduknya dapat memanjat bukit tertinggi hanya untuk mencari sinyal telepon. Seperti Arjuna mencari cinta.
Kalau sudah siap, saya akan mulai bahasan tentang aspek utama untuk tamasya ke Togean, yang meliputi transportasi, akomodasi, dan konsumsi. Baru setelah itu kita berlanjut ke hal-hal yang bisa dilakukan di Togean, selain mempertanyakan kenapa namanya Togean, bukan Tocilan, tentunya.
Tagged: Ampana, Bandara Tanjung Api, Sulawesi, Togean

