Buka Puasa Bersama 1000 Anak Yatim dan Obrolan Singkat dengan Seorang Boy Thohir
arievrahman
Posted on May 24, 2019
Saya adalah anak yatim, dan tahun ini memasuki tahun kesepuluh sejak Papa meninggalkan saya –si anak tunggalnya, dan Mama. Menjadi anak yatim, bukan berarti akhir dari dunia, melainkan awal dari sebuah perjalanan yang baru, awal di mana kita harus dapat melanjutkan hidup dengan berpegang pada kekuatan diri sendiri, tanpa mengandalkan pemberian seorang ayah yang telah tiada.
Kehilangan seorang ayah pada usia 20-an (usia saya, bukan usia papa saya), telah memberikan saya banyak sekali pelajaran dalam hidup. Mulai dari pelajaran tentang sabar dan ikhlas, pelajaran untuk menghargai apapun yang saya miliki (sebelum akhirnya hilang), hingga pelajaran tentang bagaimana hidup secara mandiri tanpa harus mengandalkan orang lain.
Orang bilang, masa-masa itu dinamakan Quarter-Life Crisis, sebuah periode kehidupan yang acap terjadi pada manusia yang berumur sekitar seperempat abad. Periode di mana kita akan mengalami hal-hal yang dapat mengubah hidup kita, hal-hal yang dapat menentukan arah kehidupan kita, hal-hal yang seharusnya dapat membuat kita kuat untuk menjalani hidup dan tidak berakhir tragis seperti beberapa anggota 27 Club yang bunuh diri dan overdosis.
Baca cerita saya tentang ayah, apabila kuat: Kepingan Kenangan tentang Papa
Saya, mungkin salah satu anak yatim yang cukup beruntung, karena ditinggal ayah di saat saya sudah memiliki modal untuk menjalani hidup. Ya, kehilangan tersebut telah membuat saya belajar untuk terbiasa mencari satu alasan untuk bersyukur, dibanding seribu alasan untuk bersedih. Saat itu, saya telah lulus kuliah dan diterima bekerja pada bidang yang sesuai doa dan harapan orang tua. Namun, bayangkan apabila saya kehilangan ayah pada usia dini, seperti 1000 anak yatim yang saya temui pada perhelatan acara buka puasa bersama yang diadakan oleh PT Adaro Energy Tbk (selanjutnya akan disebut sebagai Adaro Energy), Jumat, 17 Mei 2019, silam.
Seribu (atau kurang lebihnya seribu, karena saya tidak sempat menghitung saat itu) anak yatim tersebut didatangkan dari berbagai yayasan dan panti asuhan, dengan cara dijemput menggunakan puluhan bus sewaan selepas zuhur, diberikan kaus bergambar Rizky Febian untuk dipakai ketika acara, kemudian diajak buka puasa bersama di Kuningan City Ballroom, Jakarta.
#BukberAdaro merupakan acara rutin yang diadakan Adaro Energy setiap tahunnya, sebagai bentuk tanggung jawab sosial terhadap masyarakat. Setiap Ramadan, ribuan anak-anak dan ratusan karyawan Adaro Energy akan dikumpulkan untuk merayakan buka puasa bersama, dan menikmati sajian makanan dan hiburan yang disediakan di sana. Tentunya secara gratis, tidak seperti acara meet and greet anak-anak TikTok.
Tagged: Adaro, Anak Yatim, Boy Thohir, Bukber, Rizky Febian
