Kualitas atau kuantitas? Sedikit tapi berkualitas, atau banyak tapi tidak berkualitas? Kalau ditanya pertanyaan tersebut, pasti jawaban terbanyak adalah banyak dan berkualitas. Bangsat memang. Memang, kalau bisa banyak dan berkualitas, mengapa harus sedikit? Tapi kan dunia tidak selamanya adalah film Cinderella, karena ada kalanya kita menjadi Tom Hansen di 500 Days of Summer, kan? Berbeda dengan tahun 2017 di mana saya men-challenge diri sendiri untuk pergi ke luar negeri setiap bulan dengan memertaruhkan karier sebagai travel blogger, tahun 2018 silam saya justru mengurangi tempo tersebut. Inginnya sih pergi sedikit saja namun berkualitas, sebuah alasan yang didukung oleh jatah cuti yang sedikit dan minimnya uang di tabungan setelah 2017 yang menguras semuanya. Sedih? Memang. Tapi inilah fakta bahwa seorang travel blogger tidak selamanya selalu hidup…