Serba salah memang jadi travel blogger. Ketika sedang sering jalan-jalan, ditanya “Jalan-jalan terus, duit dari mana?” sementara ketika sedang tidak jalan-jalan ada saja yang bertanya, “Kok gak jalan-jalan lagi sih, Bang? Katanya travel blogger. Cemen ah.”. Jadi begini, Bambang, tidak selamanya, travel blogger itu jalan-jalan terus, karena ada kalanya mereka berdiam diri di rumah, beristirahat, internetan pakai XL GO IZI, dan melakukan hal-hal lain, seperti orang kebanyakan.

Ada kalanya, seorang travel blogger memutuskan untuk rehat sejenak dari dunia perjalanan, demi sesuatu yang lebih mulia, seperti misalnya membangun kehidupan berumah tangga, menabung demi masa depan, merencanakan kelahiran anak, ataupun karena sedang berhemat.

Halah, bilang saja lu sedang miskin, Bang. Bukan, bukan miskin, tapi memang sedang ada keperluan penting yang mengakibatkan tidak bisa ke mana-mana, yang juga mengakibatkan tabungan terkuras. Iye, itu miskin namanya, Bang.

Oke, saya akui, memang saya sedang tidak dapat ke mana-mana dalam beberapa bulan terakhir, dan mungkin juga untuk beberapa bulan ke depan. Tapi bukan karena miskin, atau miskin bukan menjadi satu-satunya alasan, melainkan karena saya baru saja dikaruniai seorang anak laki-laki bernama Prabu panerus Kabecikan yang lahir pada 22 Maret 2019 kemarin. Alhamdulillah.

Prabu Panerus Kabecikan

Tidak jalan-jalan, bukan berarti saya hanya diam saja di rumah dan melakukan pekerjaan rumah seperti anak sekolahan. Saya masih punya pekerjaan kantoran tetap dan beberapa bisnis serta kesibukan yang dapat dijalankan secara bersamaan. Namun, berhubung saya masih dalam paternity leave (iya, enak kan kantor saya) selama satu bulan, maka kesibukan saya lebih banyak diwarnai oleh kegiatan-kegiatan yang bisa saya lakukan di rumah dan sekitarnya.

Merapikan Rumah

Sejak Neng hamil besar, saya merasa bahwa apartemen kami menjadi terlalu kecil. Ruangan berukuran kurang 40m² dengan banyak barang yang berasal dari mana-mana sepertinya bukanlah suatu habitat yang tepat untuk hidup dan membina keluarga. Buku-buku di lantai bersama dengan goodie bag dari berbagai event, dokumen-dokumen penting di atas meja kerja bercampur dengan puluhan botol oil essentials, pakaian Neng di atas kasur dengan Neng di bawah kasur, uang suami di dompet istri dan diutangi klien, sementara remote TV entah ke mana, adalah gambaran singkat keadaan apartemen kami saat itu. Sungguh, apabila Marie Kondo melihat kondisi apartemen kami, mungkin dia akan langsung minta pensiun dini.

Kondisi tersebut yang membuat saya memutuskan untuk berpindah dari apartemen mungil di Kebayoran Lama ke sebuah rumah kontrakan yang cukup luas di daerah Bintaro. Rumah kontrakan berukuran luas lebih dari 150m² yang kemudian saya beri nama sebagai @rumakreasi, di mana saya percaya bahwa rumah adalah tempat untuk berkreasi dan mendapatkan inspirasi.

rumakreasi

Dua bulan terakhir, saya sibuk pindahan dan merapikan rumah yang akan kami tempati setidaknya untuk dua tahun ke depan. Halaman belakang yang berantakan, saya rapikan dengan memasang rumput sintetis; dapur yang sederhana, Neng permak dengan menambahkan kitchen set yang classy dan berkelas; sementara garasi yang masih a la kadarnya, tetap saya biarkan seperti semula karena tak punya uang.

Travel Blogging dan Creative Writing

Sejak memulai menulis di tahun 2010 dan mengawali travel blogging pada 2012, sampai saat ini saya tidak pernah absen barang sebulan pun untuk menghadirkan tulisan-tulisan bertema perjalanan di blog Backpackstory. Pun demikian dengan kegiatan menulis yang sudah saya lakukan beberapa tahun sebelumnya. Bermula dari Twitter, ke Tumblr, ke buku, hingga saat ini ke Instagram, saya senantiasa mencoba hal-hal baru di bidang penulisan kreatif.

Blogging

Apabila diperhatikan, saya hampir tidak dapat lepas dari yang namanya laptop, handphone, dan koneksi internet yang merupakan hal-hal penunjang kegiatan menulis tersebut. Apabila saya biasa mencuri waktu menulis di sela-sela jam istirahat kantor, maka kali ini saya dapat memanfaatkan waktu cuti seharian untuk menulis –apabila sedang tidak mengasuh anak.

Saat ini, saya sedang gemar memanfaatkan koneksi internet dengan menggunakan Mobile WiFi (modem) XL GO IZI yang didukung dengan ketersediaan jaringan 4G LTE dari XL Axiata yang memiliki kecepatan hingga 150 Mbps, dan dapat digunakan oleh 16 perangkat sekaligus. Sebuah device super, yang cocok digunakan untuk membuka bisnis warnet keliling, karena dimensinya yang ringkas (hanya berukuran 96.8 x 58 x 12.8 mm dan berat 75 gr) membuatnya nyaman untuk dibawa ke mana-mana.

Terdapat dua pilihan modem XL GO IZI di pasaran, yaitu Huawei E5573, yaitu sebuah device sederhana dengan kapasitas baterai 1500mAh seperti yang saya gunakan, dan juga Huawei 5577 Max yang memiliki kapasitas baterai lebih besar yaitu 3000mAh, walaupun memang hanya dapat digunakan untuk 10 perangkat sekaligus.

Netflix and Chill dengan XL GO IZI

Salah satu hobi baru saya sejak pindah ke rumah dan mempunyai banyak waktu luang adalah menonton film, atau “Netflix and Chill”, yang secara harafiah dapat diartikan sebagai menonton film di Netflix sambil bersantai bersama keluarga. Tercatat selama sebulan terakhir, saya sudah melahap berbagai serial dan film di Netflix, seperti Black Mirror, Dark, The Sinner, Triple Frontier, Velvet Buzzsaw, hingga Budapest yang memberikan inspirasi tentang bisnis open trip yang keren.

Untungnya, XL GO IZI tidak memblokir akses saya ke Netflix seperti operator sebelah, sehingga dapat saya gunakan langsung di Smart TV non Android yang sudah saya miliki sejak lima tahun lalu. Selain itu paket kuota besar yang murah dan berlaku selamanya dari XL GO IZI juga sangat tepat digunakan oleh sobat misqueen seperti kita-kita semua.

Pada saat kamu membeli modem XL GO IZI, kamu akan langsung mendapatkan kuota bundling sebesar 20 GB, dan apabila mau top up, hanya dengan Rp50.000,- kamu sudah bisa mendapatkan kuota 10 GB yang sudah dapat digunakan untuk menonton Netflix selama sepuluh jam, dengan kualitas standard definition video. Mantap bukan?

Menariknya lagi adalah bahwa kuota tersebut akan berlaku selamanya, yang berarti apabila masa aktif kartu habis, sisa kuota yang masih tersimpan tidak akan hangus. Nantinya, ketika kamu mengisi ulang kembali, kuota yang baru akan langsung terakumulasi dengan kuota yang lama.

XL GO IZI

Masih bingung? Jadi begini kisanak, misalkan saya masih ada kuota 2 GB tapi masa aktif kartu sudah habis, maka saya bisa melakukan top up sebesar Rp50.000,- sehingga kuota saya akan menjadi 2 GB + 10 GB = 12 GB. Hal yang membuat XL GO IZI ini unggul dari operator lain yang menghanguskan sisa kuota apabila masa aktif kartu sudah habis.

Mancing Maniaaaa!

Berolahraga

Apabila sedang bosan berada di rumah sendirian, papa sibuk, mama arisan, dan tak ada lagi yang bisa jadi perhatian, maka saya biasa memutuskan untuk melakukan kegiatan di luar rumah seperti berolahraga. Beruntung, komplek perumahan yang saya tempati saat ini berada dekat dengan fasilitas umum berupa jogging track yang mengitari sebuah danau penuh lumpur. Sehingga saya dapat berlari-lari kecil di pinggiran danau, atau sekadar berjalan-jalan sore sambil memerhatikan ABG-ABG yang lewat, kalau tidak ketahuan istri.

Apabila bosan keluar rumah namun masih perlu melemaskan otot-otot atas dan bawah, maka saya memilih untuk berolahraga di halaman belakang rumah yang sudah saya sulap menjadi sebuah lapangan hijau yang dapat digunakan untuk bermain mini golf ataupun futsal tuyul.

Memang benar rasanya ungkapan bahasa Latin yang berbunyi Men Sana in Corpore Sano, bahwa dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat, di mana tubuh sehat jiwa kuat akan mendatangkan rezeki yang berlimpah, kalau dapat.

Berkumpul bersama Keluarga

Banyak waktu luang ketika tidak ngantor, berarti banyak waktu yang dapat dimanfaatkan untuk berkumpul bersama keluarga –sebuah hal yang mungkin kurang dapat saya lakukan sewaktu sibuk di kantor dan berkutat dengan beberapa bisnis dan aktivitas lainnya.

Berkumpul bersama keluarga, tidak perlu harus jauh dan melakukan Mamacation, namun bisa dengan hanya berjalan kaki di taman dan memerhatikan ABG-ABG yang lewat lagi, kalau tidak ketahuan istri dan Mama. Dengan berjalan kaki di dekat rumah, selain lebih sehat, juga lebih hemat. Lumayan bisa untuk biaya lahiran dan biaya masuk Bambino Preschool, jika mampu.

Keluarga Ariev Rahman

“Di rumah terus, kapan jalan-jalannya, Bang?” Ah elah, Tong, baru juga di rumah tiga bulan. Walau di rumah terus, bukan berarti saya hanya diam-diam saja dan tidak memikirkan perihal jalan-jalan. Karena sebagai seorang travel blogger angkatan lama –yang bukan hanya sekadar menuliskan Travel Blogger di bio Instagram tapi tak pernah update blog ataupun hanya menulis sekadarnya di blog, jalan-jalan sudah menjadi bagian dari hidup saya.

Maka tak heran, walaupun kelihatannya hanya di rumah saja, namun saya diam-diam sedang…

Mempersiapkan Perjalanan Berikutnya

Walaupun lebih mudah minta maaf daripada minta izin, saya berencana untuk meminta izin secara baik-baik ke anak istri untuk melakukan perjalanan lagi tahun ini. Rencananya sih, ke Korea Utara dan Maroko, namun syarat dan ketentuan dari istri akan berlaku di sini.

Penginnya sih, ada negara baru yang dikunjungi tiap tahun, supaya dapat Kayang All Around The World seperti ini. Sekadar informasi, hingga artikel ini ditulis, saya sudah kayang di 41 negara, termasuk Indonesia.

Kayang - Nepal

Zaman sekarang, menyiapkan perjalanan tidaklah serumit dulu. Saya masih ingat, ketika awal-awal traveling pada tahun 2010 silam, kebanyakan informasi saya dapat dari buku catatan perjalanan Claudia Kaunang dan juga beberapa situs perjalanan terkemuka, bahkan ketika jalan-jalan pun masih mengandalkan peta lipat! Wajar saja, masa-masa itu belum banyak yang ngeblog, belum zaman pula Instagrammer yang mengaku Public Figure, zaman di mana akses internet masih terbatas, dan GPS hanya ada yang mahal dan segede gaban.

Berbeda dengan sekarang, di mana informasi bisa didapatkan dengan mudah, hanya dalam hitungan detik dengan menggunakan koneksi 4G LTE XL GO IZI, semua yang kamu butuhkan sudah tersaji di layar laptop atau handphone. Saya pun #JADIBISA traveling dengan mudah, karena XL GO IZI dapat dibawa ke mana-mana.

Oh iya, saya belum bilang ya, kalau XL GO IZI dapat aktif di 59 negara pada 5 benua dengan menggunakan fitur dari XL Pass?

Ya, kehebatan lain dari XL GO IZI ini adalah kuotanya dapat ditukar dengan Unlimited Internet dari XL Pass di 59 negara, dengan pilihan paket tiga hari dan tujuh hari. Untuk paket tiga hari kamu dapat menukarkan 50 GB kuotamu, sementara untuk paket tujuh hari, kamu hanya perlu menukarkan 70 GB kuotamu. Semua dapat dilakukan melalui aplikasi myXL. So easy and convenient!

Selain itu, XL GO IZI juga memiliki fitur bebas roaming melalui kerjasama dengan operator lokal di 10 negara, yang memungkinkanmu untuk menerima panggilan dari tanah air tanpa perlu was-was pulsamu akan habis. Kesepuluh negara tersebut, termasuk Indonesia, adalah Singapore (Mobile One/StarHub), Malaysia (Celcom/Digi), Hongkong (SmarTone), Macau (SmarTone), Nepal (Ncell), Bangladesh (Robi Axiata), Sri Lanka (Dialog), Taiwan (Chunghwa), dan Kamboja (Smart).

XL GO IZI - XL Pass

Ke depannya, saya berharap, supaya XL GO IZI ini dapat bekerja sama dengan semua operator di seluruh dunia, hingga Burkina Faso dan Kepulauan Samoa. XL GO IZI hadir guna membuka kebebasan bagi kamu-kamu yang aktif, dan kecepatan 4G LTE yang dimilikinya akan senantiasa menemani ke manapun kamu pergi tanpa perlu repot lagi untuk membeli kuota.

Mancing Mania, bukan?

Untuk info lebih lanjut seputar XL GO IZI dan produk XL lainnya, kamu dapat menghubungi Customer Service XL 24 Jam, dengan cara:
  • Menghubungi 817 dari nomor XL;
  • Menghubungi 021-579-59-817 dari nomor selain XL; dan
  • Mengontak Twitter @XLCare
Advertisements