Saya adalah anak yatim, dan tahun ini memasuki tahun kesepuluh sejak Papa meninggalkan saya –si anak tunggalnya, dan Mama. Menjadi anak yatim, bukan berarti akhir dari dunia, melainkan awal dari sebuah perjalanan yang baru, awal di mana kita harus dapat melanjutkan hidup dengan berpegang pada kekuatan diri sendiri, tanpa mengandalkan pemberian seorang ayah yang telah tiada.

Kehilangan seorang ayah pada usia 20-an (usia saya, bukan usia papa saya), telah memberikan saya banyak sekali pelajaran dalam hidup. Mulai dari pelajaran tentang sabar dan ikhlas, pelajaran untuk menghargai apapun yang saya miliki (sebelum akhirnya hilang), hingga pelajaran tentang bagaimana hidup secara mandiri tanpa harus mengandalkan orang lain.

Orang bilang, masa-masa itu dinamakan Quarter-Life Crisis, sebuah periode kehidupan yang acap terjadi pada manusia yang berumur sekitar seperempat abad. Periode di mana kita akan mengalami hal-hal yang dapat mengubah hidup kita, hal-hal yang dapat menentukan arah kehidupan kita, hal-hal yang seharusnya dapat membuat kita kuat untuk menjalani hidup dan tidak berakhir tragis seperti beberapa anggota 27 Club yang bunuh diri dan overdosis.

Baca cerita saya tentang ayah, apabila kuat: Kepingan Kenangan tentang Papa

Saya, mungkin salah satu anak yatim yang cukup beruntung, karena ditinggal ayah di saat saya sudah memiliki modal untuk menjalani hidup. Ya, kehilangan tersebut telah membuat saya belajar untuk terbiasa mencari satu alasan untuk bersyukur, dibanding seribu alasan untuk bersedih. Saat itu, saya telah lulus kuliah dan diterima bekerja pada bidang yang sesuai doa dan harapan orang tua. Namun, bayangkan apabila saya kehilangan ayah pada usia dini, seperti 1000 anak yatim yang saya temui pada perhelatan acara buka puasa bersama yang diadakan oleh PT Adaro Energy Tbk (selanjutnya akan disebut sebagai Adaro Energy), Jumat, 17 Mei 2019, silam.

Bukber Adaro

Seribu (atau kurang lebihnya seribu, karena saya tidak sempat menghitung saat itu) anak yatim tersebut didatangkan dari berbagai yayasan dan panti asuhan, dengan cara dijemput menggunakan puluhan bus sewaan selepas zuhur, diberikan kaus bergambar Rizky Febian untuk dipakai ketika acara, kemudian diajak buka puasa bersama di Kuningan City Ballroom, Jakarta.

#BukberAdaro merupakan acara rutin yang diadakan Adaro Energy setiap tahunnya, sebagai bentuk tanggung jawab sosial terhadap masyarakat. Setiap Ramadan, ribuan anak-anak dan ratusan karyawan Adaro Energy akan dikumpulkan untuk merayakan buka puasa bersama, dan menikmati sajian makanan dan hiburan yang disediakan di sana. Tentunya secara gratis, tidak seperti acara meet and greet anak-anak TikTok.

“Bulan Ramadan, adalah masa-masa yang paling mulia untuk berbagi. Baik berbagi kebahagiaan, berbagi rezeki, hingga berbagi pengalaman.” Garibaldi Thohir, Presiden Direktur Adaro Energy, yang akrab disapa dengan Boy ini, menjelaskan. “Kalau kita bisa berbagi kebahagiaan, terutama dengan anak-anak yatim, Insya Allah pahala kita akan dilipatgandakan.”

Garibaldi Boy Thohir

“Acara ini, dibuat bukan untuk riya.” Karena kalau riya pasti untuk Susan. Boy menambahkan “Tujuan adanya acara ini adalah untuk berbagi, sekaligus menjadi inspirasi dan sarana sharing karena siapa tahu ada yang mau mencontoh acara ini.”

Acara ini, wajar apabila dapat menjadi inspirasi, karena pada tahun 2019, acara ini sudah memasuki tahun ke-9 sejak diadakan pertama kalinya. Dapat mengadakan acara serupa selama sembilan tahun berturut-turut bukanlah sesuatu hal yang mudah, karena dibutuhkan tekad yang kuat, motivasi yang mulia, juga sebuah sikap konsisten yang didasarkan pada keinginan untuk berbagi. Jangan dibandingkan dengan para blogger atau content creator yang angin-anginan, –panas di awal, namun hilang konsistensi di tengah-tengah, karena tidak dapat menghasilkan, hingga akhirnya kariernya berakhir.

Saya datang di saat acara ini baru dimulai, dan menyaksikan bagaimana riangnya anak-anak ini bermain sebuah permainan yang mungkin menurut kita biasa, namun menjadi luar biasa bagi mereka. Sebuah permainan berhadiah sederhana yang biasa kita mainkan ketika acara outing kantor, yaitu permainan dengan aba-aba komando dari pembawa acara sebagai berikut:

Kalau saya bilang hai, kalian jawab halo! Kalau saya bilang halo, kalian jawab hai!

Kalau saya bilang maju, kalian mundur! Kalau saya bilang mundur, kalian maju!

Kalau saya bilang kiri, kalian ke kanan! Kalau saya bilang kanan, kalian ke kiri!

Kalau saya bilang Arif, kalian bilang ganteng!

“Hal-hal yang menurut kita biasa, mungkin akan luar biasa buat mereka.” Sebuah kalimat yang sejalan dengan pepatah luar negeri yang mengatakan ‘Another man’s trash is another man’s treasure’ dan mirip kisah Jon Snow yang tak berharga di King’s Landing, namun menjadi raja di Castle Black, anak-anak ini dihibur dengan permainan yang mungkin terlihat cupu untuk kita, namun tawa dan kegembiraan yang terwujud di sana mengatakan sebaliknya.

“Kalau tujuan kita ingin membahagiakan, –memberi kebahagiaan buat tamu, kita harus memberikan yang terbaik. Coba bayangkan, kalau kita menjadi mereka (anak-anak yatim yang diundang), kira-kira apa yang mereka mau?”

Deep. Johnny Deep.

Saya terdiam sejenak mendengar perkataan Pak Boy, karena kalau berisik nanti dikira tidak sopan. Dalam hati, saya membatin, kalau menjadi mereka, saya pasti ingin mendapatkan hiburan dan makanan yang layak, yang kerap dinikmati oleh orang-orang kebanyakan.

“Setiap tahunnya –sejak acara ini diadakan, kami yang pilih sendiri apa makanannya, dan seperti apa acaranya.” Boy Thohir mengatakan bahwa apa yang sering kita nikmati, sudah selayaknya juga dapat dinikmari oleh mereka yang hadir. “Kita berikan tausiyah ustaz kekinian, hingga hiburan artis-artis yang sedang nge-top.”

Apabila pada tahun sebelumnya Adaro Energy pernah mendatangkan JKT48, Cherrybelle, juga Coboy Junior, maka tahun ini yang didatangkan adalah seorang Rizky Febian. “Niatnya mau undang artis K-Pop, tapi dananya belum sanggup.” Seloroh orang terkaya nomor 16 di Indonesia versi Forbes 2018 dengan kekayaan US$ 1,6 miliar atau sekitar Rp 24 triliun (asumsi kurs Rp14.200,-/US$) ini. Ah Pak Boy suka merendah, deh.

Terserah Boy,

Ku hanya mengingatkan.

Jangan salah melangkah,

Ya sudahlah, Boy.

Acara yang dimulai dengan permainan seru ini, dilanjutkan dengan mendengarkan tausiyah dari Ustaz Fikri Haikal yang mirip seperti almarhum KH Zainuddin MZ, salat magrib berjamaah, mendengarkan hiburan dari Wildcard Band yang merupakan band dari SMP Labschool Kebayoran dan ditutup oleh aksi panggung Rizky Febian, yang apabila dilihat lama-lama menjadi semakin mirip dengan Sule. Walaupun banyak sekali hiburan yang ditampilkan, namun yang paling ditunggu pada acara ini bukanlah itu, melainkan azan magrib.

Selain sebagai panggung hiburan, acara ini juga menjadi ajang penampilan dari Aplikasi Umma, yang merupakan aplikasi smartphone yang dibuat untuk menunjang semua kebutuhan umat muslim Indonesia. Aplikasi yang diprakarsai oleh Boy Thohir, Triawan Munaf, dan Indra Wira Laksmana (CEO) ini dapat menampilkan reminder waktu sahur, waktu salat, dan waktu berbuka puasa. Walaupun tidak dapat menunjukkan waktunya pacaran, karena haram menurut pimpinan gerakan Indonesia Tanpa Pacaran. Selain itu, aplikasi yang ditasbihkan sebagai aplikasi berbasis komunitas muslim ini, juga memiliki berbagai fitur seperti fitur penunjang ibadah, fitur konten, juga fitur komunitas.

Dalam sebuah wawancara terpisah (CNBC/25 April 2019), Boy Thohir memiliki impian untuk aplikasi Umma ini, yaitu menjadi aplikasi yang dapat bersanding sebagai salah satu unicorn tanah air seperti Gojek, Traveloka, Bukalapak, dan Tokopedia. Sekadar informasi, unicorn adalah perusahaan startup yang memiliki valuasi nilai hingga US$ 1 miliar, bukan hanya yang online-online itu.

Sembari menikmati sajian buka puasa yang disajikan, sekotak paket combo Burger King, beberapa orang petugas berkeliling sambil membawa kotak amal yang ditujukan untuk Panti Asuhan Kasih, di Kampung Babakan Jampang, Desa Subang Jaya, Jawa Barat. Ternyata, sudah merupakan tradisi dari Adaro Energy untuk membuka donasi bagi pondok pesantren atau yayasan yang ada di pelosok-pelosok desa, dengan akses jauh, dan tidak ada donatur tetap.

Tujuannya, tentu saja untuk pemerataan ekonomi. Boy Thahir memiliki pendapat bahwa pada kita yang diberikan rezeki berlebih oleh Allah, ada hak mereka, di mana kita sebaiknya dapat berbagi dengan mereka. “Supaya dapat berkompetisi dengan mereka yang lebih beruntung.” Imbuhnya.

Bukber Adaro

Selain untuk Panti Asuhan Kasih, Adaro Energy juga memiliki beberapa program pelatihan ketrampilan dan vokasi untuk anak-anak pesantren, di bawah naungan PASS (Program Adaro Santri Sejahtera) yang berfokus di daerah Kalimantan Selatan. PASS yang sudah berjalan selama 3 tahun ini, membawahi beberapa pesantren, antara lain adalah Ar Raudhah Tabalong, Nurul Muhibbin Mampari Balanga, Miftahul Ulum Bangkiling, dan Al Islam Kambitin yang berlokasi di Tabalong, tempat unit usaha Adaro Energy berada.

“Adalah merupakan tugas bersama untuk mengangkat pendidikan dan harkat ekonomi kita. Bonus demografi ini harus selalu ditingkatkan, untuk kita-kita semua.”

Acara penuh kebahagiaan ini berakhir pada pukul delapan malam, yang ditutup dengan penampilan Rizky Febian yang muncul dengan busana yang sama seperti yang ada pada Instagramnya seminggu lalu.

Anak-anak yatim, adalah mereka yang dimuliakan Allah, yang ditunjukkan dengan adanya puluhan ayat di Al-Quran tentang anak yatim, di mana salah satu ayat yang paling terkenal (karena berada pada surat pendek Al-Ma’un 1-3) berbunyi sebagai berikut

اَرَءَيْتَ الَّذِيْ يُكَذِّبُ بِالدِّيْنِ
1. Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?
فَذٰلِكَ الَّذِيْ يَدُعُّ الْيَتِيْمَ
2. Maka itulah orang yang menghardik anak yatim,
وَلَا يَحُضُّ عَلٰي طَعَامِ الْمِسْكِيْنِ
3. dan tidak mendorong memberi makan orang miskin.

“Islam adalah agama rahmatan lil alamin.” Yang dapat berarti agama yang memberikan rahmat bagi semesta, rahmat bagi semesta, yang menggambarkan prinsip utama Islam sebagai agama yang merangkul atau mengayomi semua pihak dan dalam semua hal. “Kami mengundang anak-anak yatim ini sebagai tamu istimewa kita, untuk berbagi rezeki dan berbagi kebahagiaan. Ketika mereka pulang, kami harapkan bahwa acara ini dapat menjadi memorable moment untuk mereka, yang dapat memotivasi mereka untuk maju.”. Pungkas Boy Thohir, pengusaha yang memiliki makanan kesukaan berupa burung belibis goreng ini.

(Video by Sutiknyo Bolang)

Boy Thohir, yang menghabiskan masa kecilnya di bilangan Tebet bersama adiknya, Erick Thohir, merupakan salah satu contoh kisah sukses di Indonesia yang dapat dijadikan inspirasi dan motivasi kehidupan. Ke depannya, ketika ada yang bertanya kepada saya mengenai cita-cita dan tujuan hidup, saya memiliki pilihan jawaban sebegai berikut:

“INGIN MASUK FORBES, SUPAYA KAYAK BOY THOHIR!”

Aamiin. Semoga #BukberAdaro yang tahun ini berintikan pengendalian diri dan kesempurnaan cinta ini dapat konsisten dan rutin diadakan setiap tahunnya. Semoga sehat selalu untuk Bapak Garibaldi Thohir, agar dapat terus berbagi kepada mereka yang membutuhkan. Semoga pula saya masih dapat diundang untuk datang ke acara ini di tahun-tahun berikutnya.

Advertisements