backpackstory
  • Home
  • Domestic
    • Aceh
    • Bali
    • Banten
    • DKI Jakarta
    • Jawa Barat
    • Jawa Tengah
    • Jawa Timur
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Utara
    • Kepulauan Bangka Belitung
    • Kepulauan Riau
    • Lampung
    • Maluku
    • Maluku Utara
    • Nusa Tenggara Barat
    • Nusa Tenggara Timur
    • Papua
    • Papua Barat
    • Riau
    • Sumatera Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
  • Foreign
    • Armenia
    • Australia
    • Azerbaijan
    • Belgium
    • Bhutan
    • Brunei Darussalam
    • Cambodia
    • China
    • England
    • France
    • Georgia
    • Hong Kong
    • India
    • Iran
    • Italy
    • Japan
    • Kenya
    • Laos
    • Macau
    • Malaysia
    • Myanmar
    • Nepal
    • Netherlands
    • North Korea
    • Philippines
    • Russia
    • San Marino
    • Singapore
    • Scotland
    • South Korea
    • Taiwan
    • Tanzania
    • Thailand
    • Timor Leste
    • Turkey
    • United States of America
    • Uzbekistan
    • Vietnam
  • Mamacation
  • Events
  • Miscellaneous
    • Accommodation
    • Culinary
    • Others
    • Survival Kit
    • Transportation
  • Visa
    • Visa Amerika
    • Visa Armenia
    • Visa Australia
    • Visa Azerbaijan
    • Visa Cina
    • Visa Georgia
    • Visa India
    • Visa Iran
    • Visa Jepang
    • Visa Kenya
    • Visa Korea Selatan
    • Visa Myanmar
    • Visa Nepal
    • Visa Rusia
    • Visa Schengen
    • Visa Taiwan
    • Visa Tanzania
    • Visa Timor Leste
    • Visa Turki
    • Visa UK
  • About
    • Achievements
    • Clients Portfolio
    • Country List
    • Stage Performance

47 Hal yang Mungkin Kamu Temukan di Royal Mile Edinburgh

arievrahman

Posted on September 5, 2015

Saya berdiri di puncak Arthur’s Seat menatap jauh ke bawah sambil membayangkan perjalanan yang telah saya lakukan sebelumnya. Beberapa jam menyusuri Royal Mile, dan beberapa menit mendaki bukit setinggi 250 meter –sambil mengenakan celana dalam sekali pakai– demi mendapatkan panoramic view dari kota Edinburgh.

Dari ketinggian terlihat jelas Edinburgh Castle yang megah, Royal Mile yang menawan, hingga Palace of Holyroodhouse yang misterius. Pikiran saya kembali membayangkan perjalanan yang telah saya lakukan hari itu, menyusuri Royal Mile dari ujung ke ujung, hingga mendaki Arthur’s Seat yang membuat betis seakan ingin mbledhos.

“Ah, sungguh indah sekali Edinburgh ini, dek!” Batin saya, memuji kota tercantik yang saya temukan dalam perjalanan ke United Kingdom kala itu. Lonely Planet menyebutkan “Every visit to Scotland simply has to begin in Edinburgh, the elegant capital.”. Wah, ternyata pilihan saya tidak salah.

Royal Mile, adalah sebuah nama jalan di Old Town Edinburgh yang selalu dipenuhi turis tiap harinya. Sebuah hal yang wajar mengingat banyak sekali atraksi yang bisa dilihat di sana. Nama Royal Mile, pertama kali digunakan oleh W M Gilbert di tahun 1901 untuk bukunya yang berjudul ‘Edinburgh in the Nineteenth Century‘, yang kemudian nama ‘Royal Mile‘ tersebut dipopulerkan untuk judul sebuah buku panduan yang diterbitkan pada tahun 1920. Adapun panjang Royal Mile sendiri diperkirakan adalah sepanjang 1 Scots Mile, atau setara dengan 1,81 Km, dan terbentuk secara geografis pada jalanan menurun dari Edinburgh Castle ke Palace of Holyroodhouse (atau menanjak apabila kamu berjalan ke arah sebaliknya).

Di bawah ini, saya akan menunjukkan sedikitnya 47 hal yang mungkin kamu temukan di Royal Mile. Tidak, kamu tak akan menemukan geisha ataupun Museum of Sex di sana, melainkan:

1. Edinburgh Castle

Ada yang bilang, iya itu saya, belum ke Edinburgh kalau belum ke Edinburgh Castle. Mengapa? Karena di sinilah sejarah penting Skotlandia terlahir. Edinburgh Castle merupakan sebuah royal residence juga sebagai sebuah benteng pertahanan, yang terakhir digunakan untuk kepentingan militer pada tahun 1745, dan hingga tahun 1920 digunakan sebagai markas tentara British di Skotlandia.

Edinburgh Castle
Welcome to Edinburgh Castle
Edinburgh Castle
Palace of Edinburgh Castle
Edinburgh Castle
Entrance of Edinburgh Castle
Edinburgh Castle
Canons of Edinburgh Castle

Bermodal £16.50, dan tanpa perlu menyewa audio guide seharga £3.00, kamu sudah dapat menjelajah Edinburgh Castle seharian. Bagi saya, ada beberapa atraksi yang menarik, diantaranya:

Categories: Foreign, Scotland

Tagged: bagpipe, Camera Obscura, David Hume, Edinburgh, Fringe Festival, Holyroodhouse, kilt, Royal Mile, Scotland, St Giles Cathedral

76 Comments

+Read more

12 Hal yang Bisa Dilakukan di Hunter Valley

arievrahman

Posted on August 16, 2015

Meskipun hanya berjarak sekitar tiga jam perjalanan dari Sydney, mungkin tak banyak dari kita yang mengetahui apakah Hunter Valley itu, di manakah dia berada, dan semalam berbuat apa. Saat ini, banyak orang mengenal Hunter Valley sebagai daerah penghasil anggur nomor satu di Australia, walaupun sebenarnya Hunter Valley tak hanya memiliki anggur dan minuman yang memabukkan saja.

Ditemukan pada tahun 1797 oleh John Shortland NR, daerah ini dinamakan sebagai Hunter Valley bukan karena banyak terdapat pemburu di sini, ataupun karena penduduk aslinya gemar menonton serial Hunter, melainkan karena mengambil nama John Hunter, seorang kapten kapal HMS Sirius yang berlayar dari Portsmouth di Inggris pada tahun 1787 dengan tujuan untuk mendirikan koloni Eropa di New South Wales, Australia. Selain itu, John Hunter juga dikenal sebagai gubernur kedua dari New South Wales.

Seperti yang saya sebutkan di atas, Hunter Valley tidak sekadar tentang anggur, karena ada berbagai macam aktivitas seru yang dapat dilakukan di sana, seperti misalnya:

1. Berkeliling Hunter Valley Gardens

Embusan angin dingin langsung menyapa begitu saya turun dari minibus yang dikemudikan Edmund dari Sydney, saya maklum, karena saat itu memang sedang musim dingin di Australia. Namun salah satu hal yang menarik dari beberapa daerah di New South Wales –termasuk juga Sydney– adalah kamu masih dapat menjumpai matahari ketika musim dingin.

“We have sun in the winter.” Kalau kata Simon, si pengendara Harley yang saya temui di Sydney.

Berikutnya saya melangkahkan kaki memasuki pintu gerbang Hunter Valley Gardens, dan mulai terpukau pada keindahan taman demi taman di sana. Dikatakan bahwa ada 10 taman tematik yang terdapat di sana, termasuk Sunken Garden yang terkenal dengan air terjunnya, Oriental Garden khas Asia, hingga Storybook Garden yang dibuat berdasarkan cerita anak seperti Alice in Wonderland dan Hansel & Gretel.

Hunter Valley Gardens
Hunter Valley Gardens
Hunter Valley Gardens
Hunter Valley Gardens

Total, ada lebih dari 6.000 pohon di sini, dengan jalan setapak sepanjang 8 kilometer yang mengelilinginya.

Categories: Australia, Foreign

Tagged: australia, Dwidayatour, Hunter Valley, New South Wales, wine

43 Comments

+Read more

Mengurus Sendiri Visa Inggris (UK)

arievrahman

Posted on August 7, 2015

“Maaf, saya tidak dibayar untuk menjawab pertanyaan Anda.” Jawab pria itu, dengan diplomatis. “Kalau mau, nanti telepon ke hotline atau email ke alamat yang ada di kertas itu.”

Saya menatap selembar kertas mungil di tangan, “Tapi di sini tak ada nomor teleponnya, Pak.” Saya kembali merajuk sang pria berkemeja supaya mau menanggapi pertanyaan saya. “Saya cuma ingin bertanya tentang visa Inggris.”

Pria itu bergerak ke arah meja security, meminta kertas yang bertuliskan nomor telepon, namun sang satpam tersebut hanya menggeleng, “Habis, Pak.”.

Dengan langkah gontai, saya meninggalkan kantor VFS Global yang terletak di Kuningan City tersebut. Di jalan, saya kembali memperhatikan si kertas kecil di tangan. “From 1 April 2014, VFS Global no longer provides visa information services to UK visa applicants.” Oh, ternyata memang mereka sudah tidak dapat memberikan informasi lagi.

Saya yang bijaksana dan penuh kasih sayang pun maklum.

Kertas VFS Global

Kertas dari VFS Global

Pada hari yang sama, saya mengirimkan email seperti saran si pria berkemeja, menanyakan bagaimana prosedur pembuatan visa United Kingdom (selanjutnya akan disebut sebagai Inggris) termasuk menanyakan visa apa yang cocok untuk saya, namun ternyata tidak kunjung mendapat jawaban.

Wah, kali ini sepertinya saya memang harus berusaha sendiri sekuat tenaga untuk mendapatkan visa Inggris ini.

Categories: England, Foreign, Survival Kit, Visa, Visa UK

Tagged: Inggris, Newcastle, UK, Visa, Visa UK

834 Comments

+Read more

Gereja Ayam yang Misterius

arievrahman

Posted on July 25, 2015

“Kamu putar balik, terus kalau ada sekolah, belok kiri. Ikuti jalan sampai ada yang jual bensin, belok kiri. Nah habis itu tanya-tanya lagi saja sama orang situ.”

“Hah, apa apa?”

Setengah bingung saya mencerna penjelasan Firsta yang baru saja bertanya kepada penduduk setempat mengenai lokasi gereja ayam yang misterius. Sebelumnya, kami bergerak ke arah Punthuk Setumbu sesuai dengan GPS, namun nihil. Alih-alih menemukan gereja ayam, kami malah dituntun ke halaman rumah penduduk, yang penghuninya –seorang ibu-ibu muda berdaster– sedang menyapu halaman.

Berikutnya, saya kembali ke jalur awal, sebelum membelokkan mobil memasuki sebuah jalan kecil seukuran satu mobil sedang, tepat di seberang sebuah sekolah. Saya mengikuti jalan tersebut, namun tidak menemukan pombensin Pertamina atau Shell, melainkan hanya sebuah kios kecil yang tutup di sisi kiri. Kios yang sepertinya berjualan bensin jikalau buka, dengan seorang pria bersarung tak jauh dari situ.


Desas-desus mengenai gereja ayam ini sebenarnya sudah saya dengar sebelumnya, yaitu dari blog milik Farchan, juga blog milik Putri. Ada yang bilang bahwa ini bukanlah gereja ayam, namun gereja burung, atau gereja merpati. Dan ada juga yang bilang bahwa ini bukanlah sebuah gereja, namun pusat rehabilitasi. Sebuah selentingan yang membuat saya gatal untuk mencari kebenaran informasinya.

Gereja ayam yang misterius

Gereja Ayam yang misterius, benarkah ada?


Saya turun dari mobil dan menjumpai pria bersarung, menanyakan mengenai lokasi si gereja ayam yang sedang saya cari.

“Kulonuwun, Pak.” (Permisi, Pak)

“Injih, Mas.” (Ya, Mas ganteng)

“Menawi badhe ting gereja ayam pripun?” (Kalau mau ke gereja ayam, gimana caranya?)

“Niki tinggal lurus, ngethutke dalan, mangke ketemu.” (Ini tinggal lurus mengikuti jalan, nanti juga ketemu.)

I wish that finding jodoh is as easy as finding gereja ayam. Tinggal lurus terus ketemu.

Categories: Domestic, Jawa Tengah

Tagged: Borobudur, Bukit Barede, Gereja Ayam, Punthuk Setumbu, Rhema

142 Comments

+Read more

Hal-hal yang Harus Diperhatikan ketika Mudik dengan Mobil

arievrahman

Posted on July 15, 2015

Sejak merantau ke Jakarta lebih dari sepuluh tahun silam, salah satu momen yang tak pernah saya lewatkan setiap tahunnya adalah mudik, atau pulang kampung ke Kabupaten Semarang. Berbagai moda transportasi untuk pulang telah saya gunakan, mulai dari bus malam sewaktu kuliah, kereta ekonomi sewaktu kere, dan pesawat terbang sewaktu khilaf.

Berbagai pengalaman seru juga telah saya alami, mulai dari hangusnya belasan tiket promo karena salah satu maskapai favorit tutup rute ke Semarang, menahan mulas di dalam bus belasan jam karena keracunan makanan, ketiduran di dalam kereta api dan terbangun di suatu daerah antah berantah (sehingga akhirnya diturunkan di Solo dan diberikan uang karena memelas), hingga pengalaman dengan kereta api yang mogok karena banjir (sehingga saya memutuskan turun di sebuah stasiun, menyewa jasa ojek, oper ke bus kecil sebanyak tiga kali dan sekali angkutan umum, sebelum dilanjutkan dengan ojek lagi menuju ke rumah).

Namun itu bukanlah tujuan akhir dari mudik saya, karena setibanya di Kabupaten Semarang, biasanya saya masih harus melanjutkan perjalanan lagi ke rumah keluarga Papa dan Mama, yaitu di Cirebon dan/atau Pati. Namun bedanya, yang ini saya menggunakan mobil pribadi untuk mudik.

Mudik dengan mobil

Perjalanan mudik dengan mobil

Sewaktu Papa masih ada dan saya belum dapat mengemudikan mobil, Beliau-lah yang bertanggung jawab atas kemudinya. Kemudian setelah saya mendapat pelajaran dari Beliau mengenai cara mengemudi yang baik dan benar, dan Beliau dipanggil oleh-Nya, saya beralih menggantikan tugasnya hingga sekarang.

Berikut ini adalah hal-hal yang harus diperhatikan ketika kamu ingin mudik dengan mobil:

Categories: Survival Kit, Transportation

Tagged: asuransi, Bebas Aksi, FWD Liberate, mobil, mudik

71 Comments

+Read more

« Older entries    Newer entries »


post title here

Banners for Blog Indonesia Terbaik 2019


Travel Blogs Award 2018

Travel Blog Awards 2017 – Winners

Top Posts & Pages

  • Langkah-langkah Mengurus Visa Amerika
  • Panduan Lengkap Membuat Visa Korea Selatan
  • Mengurus Sendiri Visa Inggris (UK)
  • Ini Rasanya Naik Pesawat Business Class!
  • Puncak 29 Rahtawu Gunung Muria: Kisah Pendakian Penuh Petilasan

Archives

Blog Stats

  • 5,485,730 serious hits

Donate to Backpackstory

Donate Button with Credit Cards

Enter your email address to become a serious reader and receive notifications of new posts by email.

Join 6,295 other subscribers
Follow backpackstory on WordPress.com

Recent Comments

aaa's avataraaa on Puncak 29 Rahtawu Gunung Muria…
Grass field's avatarGrass field on Langkah-langkah Mengurus Visa…
dutatrip's avatardutatrip on Ramadan di Singapura
Lombok Transport's avatarlombokwisata.toursan… on Terjebak di Museum of Sex…
lacasamaurilio1990's avatarlacasamaurilio1990 on Kejutan Demi Kejutan di G…

Twitter Updates

Tweets by arievrahman

Official Facebook Page

Official Facebook Page
  • View arievrahman’s profile on Facebook
  • View arievrahman’s profile on Twitter
  • View arievrahman’s profile on Instagram
  • View arievrahman’s profile on LinkedIn
  • View arievrahman’s profile on YouTube
  • View arievrahman’s profile on Google+
  • View arievrahman’s profile on Tumblr

Return to top

© Copyright Backpackstory 2012-2021

Website Powered by WordPress.com.

  • Subscribe Subscribed
    • backpackstory
    • Join 2,646 other subscribers
    • Already have a WordPress.com account? Log in now.
    • backpackstory
    • Subscribe Subscribed
    • Sign up
    • Log in
    • Report this content
    • View site in Reader
    • Manage subscriptions
    • Collapse this bar
 

Loading Comments...