“Kamu putar balik, terus kalau ada sekolah, belok kiri. Ikuti jalan sampai ada yang jual bensin, belok kiri. Nah habis itu tanya-tanya lagi saja sama orang situ.” “Hah, apa apa?” Setengah bingung saya mencerna penjelasan Firsta yang baru saja bertanya kepada penduduk setempat mengenai lokasi gereja ayam yang misterius. Sebelumnya, kami bergerak ke arah Punthuk Setumbu sesuai dengan GPS, namun nihil. Alih-alih menemukan gereja ayam, kami malah dituntun ke halaman rumah penduduk, yang penghuninya –seorang ibu-ibu muda berdaster– sedang menyapu halaman. Berikutnya, saya kembali ke jalur awal, sebelum membelokkan mobil memasuki sebuah jalan kecil seukuran satu mobil sedang, tepat di seberang sebuah sekolah. Saya mengikuti jalan tersebut, namun tidak menemukan pombensin Pertamina atau Shell, melainkan hanya sebuah kios kecil yang tutup di sisi kiri.…