“Maaf, saya tidak dibayar untuk menjawab pertanyaan Anda.” Jawab pria itu, dengan diplomatis. “Kalau mau, nanti telepon ke hotlineย atau email ke alamat yang ada di kertas itu.” Saya menatap selembar kertas mungil di tangan, “Tapi di sini tak ada nomor teleponnya, Pak.” Saya kembali merajuk sang pria berkemeja supaya mau menanggapi pertanyaan saya. “Saya cuma ingin bertanya tentang visa Inggris.” Pria itu bergerak ke arah mejaย security, meminta kertas yang bertuliskan nomor telepon, namun sang satpam tersebut hanya menggeleng, “Habis, Pak.”. Dengan langkah gontai, saya meninggalkan kantor VFS Global yang terletak di Kuningan City tersebut. Di jalan, saya kembali memperhatikan si kertas kecil di tangan. “From 1 April 2014, VFS Global no longer provides visa information services to UK visa applicants.” Oh, ternyata memang mereka…