Wanita berseragam itu meletakkan traffic cone tepat di depan saya, sementara sebelah tangannya menghadang supaya saya tidak melangkah lagi. “Tunggu dulu.” Pintanya. Beberapa saat kemudian, petugas berseragam lainnya maju dan menanyakan kelengkapan dokumen yang saya bawa. Saya menunjukkan dokumen-dokumen yang saya bawa di dalam map padanya, dan dia mengangguk.
“Bawa laptop?” Tanyanya lagi. Kali ini giliran saya yang mengangguk. “Laptopnya, dimasukkan ke dalam tas. Handphone dimatikan, dan dimasukkan juga ke dalam tas. Nanti semuanya dititipkan di pintu masuk.”
“Siap!” Jawab saya. Tak berapa lama, traffic cone tersebut dipindahkan, dan si wanita berseragam sebelumnya mempersilakan saya untuk maju.
“Langsung masuk lewat pintu itu ya.” Ucapnya dengan senyum. Setelah mengantre selama setengah jam, saya meraih tuas pintu di hadapan saya dengan semangat, tuas pintu yang akan membawa saya masuk ke dalam Kedutaan Besar Amerika Serikat.
Mengurus Visa non-imigran Amerika Serikat (selanjutnya akan disebut sebagai Visa Amerika), mungkin adalah sebuah proses mengurus visa terpanjang yang pernah saya lakukan. Dari segi biaya, biayanya jauh lebih mahal daripada Visa Jepang. Dari sisi waktu, pengurusannya lebih lama daripada Visa India. Sementara dari faktor kepraktisan, Visa Amerika membutuhkan proses yang lebih berliku dibandingkan mengurus Visa Myanmar yang dapat diwakilkan.
Walaupun terdengar susah, namun bukan berarti Visa Amerika mustahil didapatkan, karena berdasarkan data yang saya peroleh di sini, 90% warganegara Indonesia memenuhi syarat untuk mendapatkan visa non-imigran. Sebuah fakta yang makin menguatkan pendapat saya bahwa, apabila kamu melakukan langkah-langkah yang tepat, maka Visa Amerika bisa kamu dapatkan.
Adapun langkah-langkah tersebut adalah:
1. Membayar biaya pengajuan visa non-imigran
Berbeda dengan pengurusan visa lain yang pernah saya lakukan, untuk Visa Amerika ini, kamu diharuskan membayar biaya visa terlebih dahulu sesuai dengan jenis visa yang diinginkan (Jenis-jenis visa dan biayanya, dapat dilihat di sini). Sebagai contoh, kala itu, saya ingin mengajukan permohonan untuk visa B1/B2 (Business/Tourist), maka saya pun menyiapkan dana sebesar $160 atau Rp. 1.840.000,- dengan kurs yang berlaku pada saat tanggal pembayaran.
UPDATE PER 18 JUNI 2016: SAAT INI KEBIJAKAN PEMBUATAN VISA AMERIKA MENGHARUSKAN UNTUK MEMBUAT AKUN TERLEBIH DAHULU SEBELUM MELAKUKAN PEMBAYARAN DI BANK CIMB NIAGA. UNTUK INFO LENGKAPNYA BISA CEK DI SITUS INI.
Pembayaran visa tidak dapat dilakukan di mana saja, melainkan harus di bank yang ditunjuk sebagai rekanan oleh Kedutaan Besar Amerika Serikat. Pada saat saya mengajukan tahun 2014, Bank tersebut adalah Permata dan Standard Chartered (lihat daftar bank di sini), jadi maaf untuk yang punya rekening BPD, tidak bisa langsung.
Yang harus diingat, kamu harus mencetak formulir pembayaran visa terlebih dahulu dengan format seperti ini sebelum berangkat ke bank bersama dengan segepok uang di tangan. Yang perlu diperhatikan, kebijakan bayar-membayar visa ini mungkin saja berubah tiap tahunnya. Seperti misalnya yang saya alami tahun 2014 tidak sama dengan kebijakan pada tahun 2015. Cek di sini, untuk mendapatkan informasi lengkapnya.
Karena berkantor di wilayah Jakarta Pusat, maka saya memilih melakukan pembayaran Visa Amerika pada Bank Permata cabang Menara Cakrawala Jl. M. H. Thamrin No. 9. Tak tahu Menara Cakrawala? Letaknya tepat di gedung yang sama dengan Djakarta Theater, seberang Sarinah Thamrin, tempat yang sering dipenuhi pria-pria cantik tiap malam.
Setibanya di bank, petugas keamanan memberikan selembar slip “USA MRV Fee” yang harus diisi dengan lengkap, sebelum diserahkan ke teller bersama dengan formulir yang telah dicetak sebelumnya dan segepok uang yang saya bawa dalam amplop.
“Slip number ini baru bisa diinput empat jam setelah transaksi ini, ya.” Jelas si teller yang sedikit jutek kepada saya. Oh iya, satu hal yang harus diingat, pembayaran visa ini tidak refundable. Jadi sama seperti cinta, kamu harus ikhlas untuk kehilangan, kalau tak mampu mendapatkan.
2. Melengkapi Aplikasi Visa Elektronik Non-Immigrant (DS-160)
Langkah selanjutnya adalah mengisi aplikasi visa DS 160 secara online di sini. Sebelum mulai mengisi aplikasi tersebut, ada dua hal yang harus dilakukan. Yang pertama, kamu akan diminta untuk memilih lokasi di mana kamu akan mengajukan visa tersebut. Untuk Indonesia, lokasinya ada di Jakarta dan Surabaya. Jadi tidak perlu jauh-jauh ke Lusaka, untuk mengurus visa ini. Berikutnya, kamu diharuskan mengunggah foto digital. Pastikan fotonya terlihat jelas, leher ke atas, bukan leher ke bawah, yang menunjukkan kondisi wajah paling lama enam bulan terakhir. (Untuk panduan standar foto, dapat dilihat di sini).
Berikutnya klik “Start an Application” dan kamu akan mendapatkan Application ID yang akan digunakan seterusnya dalam proses pengajuan visa ini. Setelahnya, aplikasi ini akan bertanya sebuah security question yang dapat dipilih sendiri. Saya saat itu memilih pertanyaan “Siapakah nama gadis ibu kandungnya ibu kandung kamu?” walaupun saya ragu Beliau saat ini masih gadis atau sudah janda. Catat Application ID ini di tempat yang aman beserta jawaban security question tadi, karena akan digunakan untuk log in ke dalam aplikasi DS-160.
Selanjutnya klik “Continue” dan kamu akan masuk ke halaman pertama Aplikasi Visa Elektronik Non-Immigrant (DS-160). Secara garis besar, pengisian aplikasi tersebut terbagi menjadi beberapa bagian, yaitu:
Personal
Pada bagian ini, kamu diminta untuk mengisi data diri seperti Name (surnames, given names, juga full name in native alphabet) –lalu ditanya juga mengenai apakah kamu pernah menggunakan nama lain seperti Dukun AS–, Sex (Male, Female, Never), Marital Status (Jleb!), Date and Place of Birth (cukup jelas, kecuali kamu adalah Sun Go Kong), Nationality, juga National Identification Number (nomor KTP, apabila kamu telah akil baligh).
Address and Phone
Bagian ini meminta kamu untuk mengisi alamat rumah dengan jelas, termasuk nomor telepon dan alamat email yang dipakai. Jawab Yes, apabila alamat surat-menyurat sama dengan alamat rumah, dan No apabila ditawari makan babi. Ingat, jangan sekali-kali memberikan alamat palsu seperti Ayu Ting-Ting.
Passport
Seperti judulnya, bagian ini memintamu untuk meng-input data-data pada paspor, seperti tipe paspor, nomor paspor, negara pemberi paspor, tempat paspor tersebut dikeluarkan, juga tanggal keluar dan tanggal kedaluwarsa paspor. Jawab No, apabila kamu tidak pernah kehilangan paspor.
Yang saya syukuri di sini, adalah aplikasi ini tidak menanyakan bagaimana cara kamu mendapatkan paspor, apakah mengurus sendiri, dengan calo, ataukah ada “orang dalam” yang membantu.
Travel
Bagian ini akan menanyaimu mengenai apa tujuan pergi ke Amerika Serikat, termasuk tentang travel plan yang telah disiapkan, apabila memang kamu sudah membuat itinerary dalam rangka kunjungan ke Amerika Serikat.
Berikutnya, aplikasi ini akan menanyakan lokasi yang dirancanakan akan dikunjungi di Amerika Serikat, alamat tempat tinggal selama di sana, nama orang/perusahaan yang membiayai perjalananmu (termasuk alamat, nomor telepon, dan apa hubungannya denganmu).
Travel Companions
Bagian ini menanyakan “Are there other persons traveling with you?“ Klik “Yes” apabila ada (dan kemungkinan akan ada pertanyaan lanjutan), dan “No” apabila kamu pergi sebatang kara.
Previous U.S. Travel
Di sini, aplikasi ini akan bertanya apakah kamu pernah berada di Amerika Serikat, pernah mendapatkan Visa Amerika, pernah ditolak masuk ke Amerika Serikat, dan apakah pernah menandatangani petisi imigran Amerika Serikat. Jawab “No” pada tiap-tiap pertanyaan, apabila memang kamu tidak seperti yang mereka kira.
U.S. Contact
Bagian ini akan bertanya mengenai kontak yang bisa dihubungi di Amerika Serikat, nama dan dari organisasi apa, apa hubungannya denganmu, termasuk alamat, nomor telepon yang bisa dihubungi, dan alamat email aktif yang digunakan.
Family
Pertanyaan tentang keluarga, adalah bagian paling mengharukan untuk saya. Di sini, kamu harus menjawab pertanyaan mengenai Nama Ayah dan Tanggal Lahirnya, Nama Ibu dan Tanggal Lahirnya, termasuk menjawab “Yes” apabila mereka tinggal di Amerika Serikat, juga apabila kamu mempunyai saudara dan kerabat yang tinggal di Amerika Serikat.
Sekadar tip, apabila kamu lelah mengisi aplikasi ini, maka kamu bisa menyimpannya, dan masuk kapan saja, asalkan kamu tahu Application ID yang dipakai termasuk security question yang dipilih. (Catatan, aplikasi ini akan menutup sendiri apabila tidak ada kegiatan selama 20 menit, dan untuk masuk lagi, kamu juga akan diminta memasukkan data-data tersebut).
Work/Education/Training
Di bagian ini, kamu diminta untuk meng-input data pekerjaan utama (apabila kamu mempunyai banyak pekerjaan seperti pegawai kantoran, travel blogger, penggiat budidaya lele, ataupun perusak rumah tangga orang, tolong diinput yang paling jelas, yang ada alamat serta nomor telepon yang dapat dihubungi), besarnya penghasilan per bulan, juga penjelasan singkat mengenai pekerjaan kamu. Apabila sebelumnya kamu pernah bekerja di tempat yang lain, maka data tersebut juga diminta untuk diinput dengan cara yang sama (Bagian ini juga menanyai tentang siapa atasan kamu, juga kapan tanggal masuk dan keluar dari pekerjaan tersebut).
Berikutnya, adalah pendidikan, di mana kamu diminta untuk meng-input data pendidikan yang pernah kamu hadiri, lengkap dengan nama institusi, alamat, bidang studi, juga tanggal masuk dan lulus dari institusi tersebut. Saya sendiri, meng-input tiga pendidikan terakhir yang pernah saya ikuti, mulai dari SMA.
Pertanyaan tambahan pada bagian ini, diantaranya adalah “Apakah kamu berasal dari suku tertentu?“, “Apa saja bahasa yang kamu kuasai?“, “Negara mana saja yang kamu kunjungi dalam lima tahun terakhir?“, “Apakah kamu tergabung dalam organisasi tertentu?” “Apakah kamu pernah bergabung dalam militer?” dan so on so on.
Security and Background
Bagian ini, terpecah menjadi beberapa bagian kecil yang masing-masingnya terdapat pertanyaan mengenai latar belakang kamu yang nantinya akan berhubungan dengan keamanan dan keselamatan Amerika Serikat. Pertanyaan tersebut antara lain seperti ini “Apakah kamu mengalami gangguan mental yang dapat membahayakan orang lain?“, “Apakah kamu pengguna atau pengedar narkoba?“, “Apakah kamu pernah melakukan tindakan kriminal?” (ingat, masuk 7-11 dengan moonwalk atau memencet tombol lift dengan siku bukan termasuk tindakan kriminal), “Apakah kamu merupakan anggota kelompok teroris?“, hingga “Apakah kamu pernah mencari bantuan untuk masuk ke Amerika Serikat dengan maksud jahat?“.
Sebagai travel blogger syariah, tentu saja saya menjawab “No” pada tiap-tiap pertanyaan tersebut.
Apabila dilakukan dengan prosedur yang benar, selanjutnya kamu akan mendapat formulir konfirmasi pengisian Aplikasi Visa Elektronik Non-Immigrant (DS-160) ber-barcode yang harus dicetak dan dibawa pada saat wawancara di Kedutaan Besar Amerika. Formulir ini dapat dicetak langsung, ataupun dikirim terlebih dahulu ke alamat surel tertentu.
3. Membuat jadwal wawancara secara online
Setelah mendapatkan konfirmasi pengisian Aplikasi Visa Elektronik Non-Immigrant (DS-160), maka langkah selanjutnya adalah membuat jadwal wawancara di Kedutaan Besar Amerika secara online dengan mengunjungi situs ini. Yang perlu diingat adalah, wawancara paling cepat dijadwalkan dua hari setelah aplikasi DS-160 di-submit secara online.
Pada situs tersebut, –apabila belum pernah mendaftar, maka kamu diharuskan membuat akun terlebih dahulu. Cukup isikan email, nama, password yang diinginkan, dan ketik captcha yang muncul, maka kamu sudah otomatis teregistrasi pada situs tersebut. Berikutnya, adalah membuat jadwal wawancara dengan melalui beberapa isian sebagai berikut:
- Memilih jenis visa yang diinginkan, immigrant atau non immigrant.
- Memilih tempat wawancara, Jakarta atau Surabaya.
- Memilih kategori visa yang diinginkan, business, crew (ship/aircraft), all other visas including working in the USA, atau studying in the USA/Exchange Visitor.
- Memilih kelas visa yang diinginkan –apabila sebelumnya memilih jenis visa bisnis, maka isiannya– B1 – Visitor for Business, B1/B2 – Visitor for Business and Pleasure, atau B2 – Visitor for Pleasure or Medical Treatment.
- Mengisi data personal, yang meliputi data paspor, data diri seperti nama, kebangsaan, tanggal lahir, dan jenis kelamin (Alhamdulillah, tidak ada pertanyaan mengenai marital status di sini), juga nomor telepon, email, dan alamat surat menyurat. Yang tidak boleh lupa diisikan di sini adalah nomor konfirmasi aplikasi DS-160 yang sudah diperoleh sebelumnya.
- Menambah daftar nama, apabila ada grup/anggota keluarga yang ingin mengurus visa bersamaan denganmu.
- Menjawab beberapa pertanyaan singkat, seperti: “Apakah kamu pemegang paspor Indonesia?”, “Apakah kamu lebih muda dari 14 tahun?”, “Apakah kamu pernah mendapatkan visa B1/B2 setelah 1 Juni 2007?”. Tenang, tidak ada pertanyaan “Kapan menikah?” di aplikasi ini.
- Berikutnya adalah menentukan alamat pengiriman Visa Amerika (apabila nanti disetujui), dan pemohon dapat memilih pengiriman ke kantor, rumah, atau diambil sendiri ke alamat pengambilan tertentu. Setelah ini, akan muncul halaman konfirmasi pembayaran, di mana mu harus meng-input bukti pembayaran (receipt number) yang telah dilakukan sebelumnya.
Setelah mengklik “Continue“, aplikasi akan membawamu ke halaman “Schedule Consular Appointment” di mana kamu bisa memilih tanggal wawancara yang diinginkan. Setiap hari kerja, diadakan dua sesi wawancara, yaitu pukul 07:00 dan pukul 09:00. Namun, untuk pukul 09:00, biasanya slot yang tersedia lebih sedikit atau malah habis. Mungkin saja karena orang Indonesia malas bangun pagi, sehingga lebih nyaman untuk melakukan wawancara di siang hari. Hasil dari aplikasi ini adalah formulir “Appointment Confirmation” yang bisa dicetak atau dikirim ke surel terlebih dahulu.
Sekadar catatan, kamu masih bisa melakukan wawancara setahun setelah tanggal pembayaran visa. Jika lebih dari itu, maka pembayaran dianggap tidak berlaku lagi.
4. Mengumpulkan dokumen-dokumen yang akan dibawa pada saat wawancara
Pada saat hari wawancara, kamu harus membawa sejumlah dokumen yang dibutuhkan. Ada yang wajib, dan ada yang digunakan sebagai dokumen pelengkap. Dokumen wajib tersebut meliputi:
- Paspor dengan masa berlaku minimal enam bulan
- Tanda bukti pembayaran dari Bank Permata/Standard Chartered
- Foto ukuran 5×5 dengan latar belakang putih
- Formulir konfirmasi pengisian Aplikasi Visa Elektronik Non-Immigrant (DS-160) ber-barcode
- Formulir “Appointment Confirmation”
Supaya terkesan meyakinkan, dokumen wajib tersebut seyogyanya dilengkapi dengan dokumen-dokumen pendukung yang mengindikasikan bahwa niat kamu untuk ke Amerika adalah bukan untuk menetap melainkan untuk tujuan khusus, seperti berwisata. Dokumen-dokumen tersebut antara lain:
- Surat sponsor, jika ada, apabila kamu diundang untuk menghadiri event tertentu.
- Surat pengantar kantor beserta slip gaji, untuk membuktikan jika kamu bekerja di Indonesia, dan akan kembali lagi ke Indonesia untuk bekerja, bukan untuk menetap di Amerika.
- Rekening koran/fotokopi buku tabungan, yang menunjukkan bahwa kamu mampu bertahan hidup di sana dengan membeli makan dan minuman, bukan dengan berburu dan meramu menggunakan kapak perimbas.
- Kartu Keluarga, apabila ada anggota keluarga yang ikut serta bersama kamu dalam perjalanan ke Amerika
, dan untuk menghindari pertanyaan “Kapan menikah?”. - Rencana perjalanan di Amerika Serikat, supaya
keren “Gile men gue ke Amerika!”meyakinkan petugas wawancara mengenai apa tujuanmu berada di Amerika Serikat.
Setelah semua syarat lengkap, datanglah di hari wawancara beserta semua dokumen tersebut, setengah jam sebelum waktu wawancara terjadwal.
5. Wawancara di Kedutaan Besar Amerika Serikat
Dan saya datang pas ketika waktu wawancara terjadwal dimulai, yaitu pukul 07:00, atau setengah jam lebih lama dari waktu yang saya rencanakan sebelumnya. Akibatnya, antrean panjang sudah terbentuk di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jalan Medan Merdeka Selatan Nomor 3-5, Jakarta Pusat.
Setelah lebih kurang setengah jam mengantre, akhirnya untuk pertama kalinya saya berhasil masuk ke dalam Kedutaan Besar Amerika Serikat. Sebuah pencapaian yang bisa masuk dalam CV. Di dalam, petugas keamanan meminta saya untuk menitipkan tas punggung beserta semua perabot elektronik yang saya bawa, sebelum melewati mesin X-Ray. Praktis, saya hanya membawa map yang berisi dokumen, dan sedikit rasa percaya diri saat itu.
Berikutnya, saya ditempatkan bersama puluhan pendaftar lain pada sebuah ruangan terbuka dengan bangku-bangku panjang di tengah ruangan, sementara beberapa buah loket terletak di ujungnya.
Seorang wanita muda mendekati saya “Mas, sudah dapat nomor antrian?” Saya menggeleng. “Boleh saya lihat kelengkapan dokumennya?” Ujarnya lagi.
Saya menyerahkan dokumen yang saya bawa, dan wanita itu mensteples beberapa lembar dokumen tersebut menjadi satu kesatuan. “Mas, nanti langsung ke loket, ya.” Pintanya “Tapi antre dulu.”
Loh, jadi langsung atau antre, nih?
Di loket, saya dilayani oleh seorang wanita muda lagi yang menanyakan “Ke Amerika dalam rangka apa?”
“Jalan-jalan.” Jawab saya, kemudian dia menginput beberapa data ke dalam komputernya, sebelum memberikan sebuah kertas bertuliskan angka 19.
“Ini nomor grupnya.” Dia menjelaskan. “Nanti kalau nomornya dipanggil, masuk ke dalam .”
Dan saya menunggu, selama satu jam lebih, sebelum wanita penyeteples dokumen mengumumkan “Grup nomor 19 dan 20, boleh masuk ke dalam.”.
Kami bergerak serentak mengikuti wanita itu. “Nah, tunggu di sini dulu, ya.” Ucapnya, menunjuk ruang tunggu yang lebih kecil. Wah, ternyata belum masuk ke ruang wawancara, sehingga kami menunggu lagi tepat di samping ruang wawancara. One step closer. Saya menyesal tidak membawa apa-apa untuk killing time, karena handphone dan laptop dititipkan di ruang depan. Buku dan koran pun tidak sempat saya siapkan. Ah, andai saja saya membawa Al-Quran.
Selama menunggu, saya memperhatikan beberapa orang yang keluar dari ruang wawancara. Ada yang tersenyum lega sambil membawa selembar kertas berwarna putih. Ada yang sedikit bersungut dengan kertas berwarna hijau, dan ada yang bermuka masam dan tersedu sambil memegang kertas berwarna merah muda.
Sedikit informasi, kertas-kertas berwarna tersebut, mempunyai maksud sebagai berikut:
- Putih, berarti bahwa aplikasi disetujui dan menjelaskan bagaimana dapat mengambil paspor yang sudah ada visa.
- Hijau, berarti bahwa diminta datang kembali untuk memberikan informasi tambahan sebelum Pejabat Konsul membuat keputusan.
- Kuning, berarti bahwa permohonan visa dikenakan proses administrasi tambahan dan akan diberitahu apabila prosesnya telah selesai.
- Merah muda, berarti bahwa pada saat ini belum memenuhi syarat untuk mendapatkan visa non-imigran.
- Biru, apabila pengisian aplikasi tidak lengkap, dan diberi kesempatan untuk kembali dengan aplikasi yang sudah lengkap.
Satu jam kemudian, rombongan kami dipanggil masuk ke dalam ruang wawancara yang masih penuh sesak dengan manusia. Seorang wanita lokal memanggil grup kami “Grup 19, antri untuk mengambil sidik jari!” Teriaknya “Sebelumnya, kembalikan nomor antrian ke dalam keranjang!” dan kami pun menurutinya.
Saya memberikan sidik jari terindah yang bisa saya berikan, “Habis ini, nunggu dipanggil wawancara.”. Dan saya pun menunggu lagi, di ruang penuh manusia itu. Saya mengambil majalah Forbes dari tumpukan yang ada, membaca kisah sukses Jan Koum, founder WhatsApp yang jadi konglomerat setelah usahanya diakuisisi oleh Facebook. Sayup-sayup terdengar obrolan dari seberang, ketika seorang wanita ditolak visanya, padahal teman-teman rombongan yang tergabung dalam grup tur diterima semuanya. Alasannya, karena dia tidak bisa menjelaskan maksud dan tujuannya dengan lancar ketika wawancara.
Ah, itulah mengapa kita disarankan untuk tidak gugup selama proses wawancara.
Saya melanjutkan membaca, kali ini tentang usaha seorang modifikator motor di Indonesia yang meraup sukses karena ketekunan dan kegigihannya berwirausaha, sebelum terdengar suara melalui pengeras suara “Nomor 19 silakan menuju loket.” Suara yang saya tahu bukan berasal dari lidah asli Indonesia.
Kami serombongan menuju loket yang dimaksud. Saya berada pada urutan kedua di belakang sekeluarga yang ingin pergi berlibur ke Amerika, sementara pada dua loket di samping, seorang wanita bule sedang mencecar seorang wanita seksi pemohon visa dengan berbagai pertanyaan “Ada urusan apa ke Amerika?”, “Apa pekerjaan kamu?”, “Berapa penghasilan sebulan?”.
Glek. Tiba-tiba saya merasa muncul kupu-kupu dalam perut. Kupu-kupu malam.
Saya mencoba untuk tetap tenang, dan memasang wajah manis ketika seorang pria bule mirip Matt Damon di balik loket memanggil saya, menggantikan sekeluarga yang telah disetujui visanya.
“Sia..pa namanya?” Tanyanya, dalam Bahasa Indonesia yang terbata.
“My name is Arif.” Jawab saya, dengan gaya James Bond. “Arif Rahman.” Dan perbincangan berlanjut seperti ini:
Bu Rika (Bule Amerika): “Why do you want to go to America?“
Arif Bond: “I won a blogging competition.” *menyerahkan invitation letter dari perusahaan yang memenangkan saya*
Bu Rika: “Wow! Do you work for XXX?” *menyebutkan nama perusahaan yang memenangkan saya*
Arif Bond: “No, actually I work for YYY.” *menyebutkan nama kantor saya*
Bu Rika: “Oh, so you work in YYY.” *menyebutkan lagi nama kantor saya*
Arif Bond: “Yes, but I won that blogging competition.“
Bu Rika: *menolehkan kepala, menginput beberapa data ke dalam komputernya, sebelum memberikan selembar kertas* “Your visa is ready in three to four working days.“
Saya memegang kertas putih di tangan saya, wawancara yang hanya berlangsung dua menit mampu menghapus penantian saya selama tiga setengah jam. Tepat pukul 10:30, saya keluar dari ruang wawancara dengan kertas putih di tangan dan kebahagiaan layaknya orang yang mendapatkan golden ticket Indonesian Idol.
“MAMAH AKU LOLOS, MAH!”
Empat hari kerja berikutnya, saya mengambil paspor yang telah ditempel Visa Amerika atas nama sendiri di RPX Casablanca, Jl.Prof.Dr.Satrio No.64B. Paspor yang baru berumur sebulan, paspor yang baru saja saya perpanjang melalui jasa calo, akhirnya mendapatkan visa pertamanya, yaitu Visa B1/B2 Amerika Serikat yang halal dan berlaku untuk lima tahun.
Dan saat ini saya masih tak percaya, kalau travel blogging bisa membawa saya sejauh ini.
UPDATE DARI ARETTA PER TANGGAL 24 AGUSTUS 2016:
Mau sharing kesan2 sedikit hehe.. Skarang bayar visa sudah lebih mudah karena bisa online transfer dr bank lokal. DS160 skarang ternyata lebih simpel, seperti kunjungan negara dan pendidikan tidak ditanyakan lagi. Waktu interview, supporting documents sama sekali tidak diminta untuk diperlihatkan, *lucky* dan betul aja cuman 2 menitan hehe










kenapa ya klo foto buat ktp, paspor visa ato dokumen formal lainnya selalu mingkem, klo pun senyum ga boleh kliatan gigi?ampe setua ini gw ga tau jawabannya
LikeLike
Nah itu juga jadi misteri abad ini, atau mungkin terlalu silau kalau kelihatan gigi?
LikeLike
biarlah tetap menjadi misteri kalau begitu hihihi
LikeLike
Ah hebat sekaliiii….mau tanya dong bisa gak kalau apply visa amerika diurusin sama travel agent?
LikeLike
Terima kasih!
Kalau visa amerika harus datang sendiri dan gak bisa diwakilkan, kalaupun mau diurusin, mungkin hanya sebatas bantuan mengisi form.
LikeLike
Selamat pagi mas Ariev!
Saya udah mempelajari cara-cara ngajuin visa US dari blog ini dan udah dijadiin semacam pedoman, makasih banyak mas. Ngebantu banget.
Nah hari ini saya mau ajukan, tapi link untuk nyetak usa fee deposit slip itu udah sejam saya tungguin masih belum update-update mas, masih 0 aja nominalnya.. gmn saya bisa ke bank kalo gini ya? Kira-kira jam berapa dia akan update mungkin mas ada pengalaman…? (Jumat siang-sore kemarin saya cetak dan ada nominalnya, sekarang apa krn masih pagi jadi masih 0 aja..)
Thanks ya 🙂
LikeLike
Hai Sarah, thanks sudah membacanya.
Kalau nominal yang gak berubah itu, mungkin dari browser yang kamu gunakan, coba pindah ke browser lain, atau coba connect-disconnect internetnya, soalnya dulu aku juga gitu pakai komputer kantor, terus pindah ke laptop baru bisa.
Coba diulang-ulang saja yaaa 🙂
Semoga membantu.
LikeLike
Sudah pindah browser juga pindah komputer, masih gak bisa mas. Nelp standchart gak diangkat-angkat, akhirnya bisa ngomong sama orang bank permata tapi dia juga ga tau kenapa, karena yang update langsung dari embassy-nya, katanya. Saya disaranin tunggu sampe jam 10. Jadi saya nunggu lagi deh…. 😦
LikeLike
Halo mas ariev..
ada yang mau saya tanya nih masih ragu,saya kutip diatas “Sekadar catatan, kamu masih bisa melakukan wawancara setahun setelah tanggal pembayaran visa” jadi kalau kita bayar utk visa di bln ini, utk ambil jadwal wawancaranya bisa kapan saja max setahun berlakunya setelah pembyaran bgtu ya ?
terus, saya rencana mau apply untuk visa turis,mengunjungi kakak yang tinggal disana,wajib melampirkan surat ket kerja dari hrd
apakah wajib dicantumkan jg dlm surat tersebut bahwa kita ambil cuti & tanggal stay di amerika sampe kepulangan tglnya ?
gmn dong,,klo sisa cuti kita hanya beberapa hari, jauh2 ke amerika hanya bisa stay 5-7 harian 😦
padahal rencana saya kesana itu setelah habis kontrak kerja ke amerika, supaya waktunya bisa lebih lama & puas jalan2 dsana,
tp baiknya kita apply visa jauh jauh hari ya, saat kita masih punya status employment agar lebih meyakinkan.
mohon infonya ya mas hehe
LikeLike
Halo Annisa,
Iya, begitulah petunjuk yang saya dapatkan di laman resmi mereka, bisa dijadwalkan setahun kemudian untuk wawancara apabila sudah membayar.
Kemudian sebaiknya memang ada surat pengantar kantor, yang menyatakan bahwa kamu memang ke sana bukan untuk bekerja dan tinggal dalam jangka waktu yang lama. Dan sebaiknya memang jauh-jauh hari, sehingga apabila ditolak masih ada waktu untuk mengajukan ulang.
Semoga membantu 🙂
LikeLike
Mas, aku dateng lagi. Udah telp embassy-nya, katanya lagi ada kendala saat pengupdatean kurs usd ke idr. Jadi saya tetep harus nunggu. Tapi tadi saya lupa nanya sekalian, ada masa expirednya gak ya antara pembayaran di bank dengan start aplikasi DS-160?
LikeLike
Hey Sarah, maaf aku baru sempat membaca komenmu.
Bagaimana lancar kah? 🙂
LikeLike
Sudah dibayarkan tadi ke permata pondok indah mas. Skrg saya lagi isi formulir DS-nya, kalau sampai tahap terakhir dan sudah dapat confirmation letter yang ber-barcode itu, lalu ternyata ada isian yang mau diedit sudah tidak bisa lagi ya mas?
LikeLike
Hai Sarah, maaf baru sempat balas lagi, karena kemarin ada trip ke Bali.
Jadi gimana sudah sampai mana ngisinya? Semoga lancar terus ya 😀
LikeLike
wah asik banget jalan-jalan terus 😀
sudah mas, dengan segala rintangan akhirnya si boss dapet jadwal wawancara besok. thank you yaaa 😀
LikeLike
Aseeek, semoga lancar ya wawancaranya.
Aku pikir kemarin buat kamu visanya, hehehe.
LikeLike
Aku juga pengennya itu aplikasi atas namakulah mas. Apa daya. Hehehe. Btw ini yang aku ajuin untuk 2 orang, 1 ok 1 ditolak, apa bener yg ditolak ini harus nunggu 6 bulan baru bisa coba ajukan lag ya mas?
LikeLike
Berarti next time harus nama kamu sendiri! Kayaknya bisa langsung ngajuin kok, cuma ya itu, sayang duitnya apa enggak. Pelajari aja dulu ditolaknya kenapa, mungkin saja karena terlalu baik. Eh gimana gimana?
LikeLike
Ini komen2an udah makin melipir kanan aja ya mas, gak enak ih proporsinya. Hahaha. Aku udah bilang boss, sejujurnya da aku mah pesimis ngajuin ulang langsung kayak gini bakalan sakses, tapi disuruh tetep coba jadi maju terus nih. Besok Senin dia wawancara lagi. Semoga rejeki ajalah 😦
LikeLike
Mas Sarhazz, apakah sudah jalan-jalan ke Amerika? dan kmren apply visa apakah ikut tur atau jj sendiri dgn temen2? Dan apakah boleh tau alasanny knpa visa 1 itu ditolak?
LikeLike
Waw..Thanks ya mas..membantu banget buat ane..
LikeLike
Siaaap, senang bisa membanti broh.
LikeLike
Hi Mas Ariev,
Sorry deh mau tanya, jadi kita tetep harus bayar fee dulu ya baru bisa isi form DS-160 itu ?
Terus passport kita ditahan gak sih?
Thank youuuu
LikeLike
Halo Ditta,
Iya itu bisa dilakukan bersamaan kok, sambil ngisi sambil bayar juga. Kalau passport ya ditahan ketika kita ke kedutaan, dan dibalikin ketika sudah diumumkan hasilnya.
LikeLike
beruntungnya rahman! aku dulu ditolak hikssss
LikeLike
Dulu ditolak kenapaaa?
LikeLike
takut aku nikah ama bule kali wkkwkwkwkkwkw
LikeLike
Selamat siang, mas. Assalamualaikum.
Saya datang lagiiii kali ini dengan kemarahan >;O
Jadi tadi udah re-interview setelah penolakan seminggu sebelumnya..
Walaupun saya yang bantu urus aja udah pesimis sih mas. Tapi Amerika itu kok ya sombong sekali sih?? Memangnya kenapa kalau orang belum pernah bepergian ke luar negeri lalu pengen dapetin visa pertamanya visa US? Rekening bank yang dia minta udah ditunjukkin, bahkan surat-surat rumah, tanah, jaminan pensiun dll udah dikeluarin semua. Pokoknya semua yang menunjukkan strong ties dgn Indonesia. Tapi begitu mentok di pertanyaan “belum pernah ke LN?” langsung dikasih kertas pink dengan pernyataan maaf. Apa-apaan ini….. :”( not to mention segala invitation letters ya mas. Udah dari awal itu sih dibaca ama si Bu Rika. 😦
LikeLike
Hai hai Sarah, maaf baru balas lagi, hahaha.
Jadi gimana gimana kemarahannya sudah reda belum?
Setahuku, memang ada kayak pernyataan tidak tertulis kalau yang mau ke Amerika harus pernah ke luar negeri lainnya dulu, supaya memudahkan untuk visanya. Ya kecuali ada penjamin yang cukup kuat di sana, mungkin akan lain kasus.
Terus bagaimana cerita selanjutnya? 🙂
LikeLike
Sudah habis mas marahnya, tergantikan sentimen sama si embassy sombong itu. Hahahaha :p
Kemarin orang di kantor pusat (di US) nelpon nanyain mereka bisa bantu apa. Saya bilang udah no chance, kalo mau bantu ya bantu supaya paspor si Bapak jangan kosong lagi aja untuk next time kalo mau apply lagi.. 😀
LikeLike
Iyaaa paling gak ke Singapore dulu hihi.
LikeLike
Visanya berlaku berapa lama? kan biasanya visa untuk AS berlaku sebagai multiple entry dan selama beberapa tahun, tapi dikeluarkannya secara bertahap….
LikeLike
Kalau gak salah 3 bulan pas distempel kemarin, aku lupa, hehe.
LikeLike
Coba di check lagi, banyak orang dapet visa untuk AS dengan masa berlaku 10 tahun, kalo cuma 3 bulan… hmm mungkin anda bermasalah???? 8-\
Coba di check lagi….
LikeLike
Umm, sebenarnya kemarin mau jelasin gini hehe. Saya dapatnya 5 tahun multiple entry, tapi tiap kunjungan ke sana dibatasi selama 3 bulan, atau tergantung stempel yang didapat saat masuk lagi. Kalau kemarin sih kalau gak salah dapat stamp 3 bulan.
Saya malah baru tahu ada orang yang dapat visa untuk 10 tahun, iya kah? Karena masa berlaku paspor hanya 5 tahun kan? 😀
LikeLike
assalamualkm mas,
saya mau tanya, untuk pembayaran visa di permata bank itu lokasinya yang tercantum di daftar aja atau bisa yang dikota sendiri, karna saya dibogor, disini gak ada daftar permata bank dibogor, tapi dibogor ada permata bank
terimakasih
LikeLike
Waaalaikumsalam,
Iya, untuk pembayaran visa setahu saya cuma bisa di lokasi yang tercantum tersebut, gak bisa di semua cabang Bank Permata. Semoga membantu 🙂
LikeLike
mas mau tanya lagi, saya sudah melakukan semua tinggal melengkapi dokumen,
ada yang saya gak tau, yaitu formulir konfirmasi pengisian Aplikasi Visa Elektronik Non-Immigrant (DS-160) ber-barcode
yang saya dapatkan via email yaitu hanya Formulir “Appointment Confirmation” yang didalemnya sudah ada barcode nomer konfirmasi DS-160 sama barcode MRV fee, apa itu sudah termasuk formulir konfirmasi DS-160 yang ber-barcode atau belum, kalo belum dimana saya harus dapatkan formulir dokumntasi DS-160, karna ketika saya selesai mengisi DS-160 tidak ada konfirmasi email, dan tidak ada yang menyuruh mencetak di aplikasi ini..
mohon bantuannya, terimaksih, salam kenal dari Gilang Hardian
LikeLike
Halo bro Gilang,
Kalau gak salah di artikelnya ada gambar yang ada foto saya, itu di bawahnya ada pilihan untuk print confirmation, bukan? Tapi kalau hanya itu email yang didapat ya kemungkinan itulah yang dimaksudkan, karena seingat saya hanya ada satu lembar yang berbarcode.
Atau mungkin sudah beda ya aplikasi di webnya sekarang? Kalau ketika saya apply sih masih seperti yang tercantum pada artikel.
Semoga membantu.
LikeLike
Halo mas Ariev..aku Grace mau minta saran.
paspor lama pernah ada visa amerika ..sebaiknya ditempel sama yg baru atau tidak perlu ya?? paspor jadul thn 2000.
trus 1 lagi aku mau nanya..paspor aku yg sekarang habis des 2015 aku rencana apply visa maret ini..planning pergi kemungkinan bulan july..kira2 sebaiknya aku harus perpanjang paspor dulu nga ya sebelum apply visa?( soalnya kalo perpanjang paspor nanti di paspor barunya kosong… T_T gimana ya baiknya?
LikeLike
Halo Grace, berikut tanggapanku.
Sebaiknya paspor lama dilampirkan, dan menurut aku, mending perpanjang dulu dan ketika pengajuan visa semua paspor dibawa dan diberikan ke petugas imigrasi supaya mereka tahu kamu sudah ke mana aja termasuk sudah pernah ke sana. Akupun kemarin paspor baru dan melampirkan yang lama kok. Itu visa ada di halaman depan paspor baruku 😀
LikeLike
Ok makasih banyak mas.Doain ya biar sukses…hehehe
LikeLike
Hello mas ariev, aku ada rencana ke amrik nih bulan agustus, skrg lagi ngurus passport, april nanti mau ngurus visa, blog mu ini berguna bgt, thanks yah, aku ingin resign kerja, ingin tinggal sementara ditempat kakak ku di houston, dokumen pendukung yang tepat apa yah, krn invitation sponsor ga ada, surat tertulis dari kantor ga ada, wong mau resign, gimana yah??? Bantu aku dong mas ariev… Biar pas wawancara bisa dapat visanya
LikeLike
Hmm, bentar aku urai kasusnya.
1. Kamu mau resign.
2. Pengin tinggal sementara di tempat kakak di Houston, Amerika.
3. Lagi ngurus paspor, paspor baru?
Kalau paspor baru, kemungkinan agak susah sih masuk Amerika, kecuali ada alasan kuat. Kalau mau ya jalan-jalan dulu ke negara tetangga, atau yang bervisa kayak Jepang. Supaya paspornya lebih kaya. Tentang dokumen pendukung, gimana kalau minta surat undangan dari kakakmu?
LikeLike
Rencanaku pulang dari dari amrik, ingin melamar pekerjaan yg lbh bagus dr skrg, setelah belajar bahasa sacara langsung disana, btw aku guru bhs inggris disebuah SMA. Aku pernah ke Malaysia thn 2005, passportku udah expired, jadi memperpanjang bukan bikin baru. Undangan dari kakakku bisa jadi dok.pendukung juga yah ternyata… Masukan lagi mas…
LikeLike
Hmm, kalau niatnya bekerja di sana, aku malah ragu, tapi kalau cuma untuk stay 3 bulan dan belajar kultur di sana (bukan terikat ke suatu pekerjaan, atau lembaga) harusnya sih bisa, asal visa tembus.
Iya undangan bisa jadi dokumen kunci sih.
LikeLike
Miss Herlina, apakah sudah apply visa n brgkt?
LikeLike
mas ariev kalo misal sponsornya itu teman di amerika bukan kerabat gimana tuh?? model contoh surat sponsornya kek gimana?…
LikeLike
Ya udah bikin surat dalam bahasa inggris saja dari teman yang menyatakan akan menanggung biaya di sana. Yang penting terlihat meyakinkan suratnya.
LikeLike
suratnya di fax atau by email..
LikeLike
Ya di scan, email, print saja.
LikeLike
makasih pak arif, berkat baca blog ini, visa saya disetujui.
mau tanya lagi. apakah waktu mendarat di JFK diinterogasi?
serem nih baca2 ada yg masuk ruang khusus interogasi sampe berjam-jam.
LikeLike
Kalau untuk itu, silakan dibaca: https://backpackstory.me/2015/01/03/kisah-nama-muhammad-di-amerika-serikat/
good luck 😀
LikeLike
Pak, tau gak arti kode asterix/bintang yang ada di bawah foto visa amerika?
ane ada 2, setelah googling hasilnya macem2. apa ini yg menyebabkan kita masuk ruang interogasi dulu?
LikeLike
Aduh, kalau itu saya gak tahu, maaf ya 🙂
LikeLike
koq bisa berlaku 5 tahun ya?
LikeLike
koq bisa berlaku 5 tahun ya ?
LikeLike
Gak semuanya 5 tahun sih, tergantung kebijakan imigrasinya. Kalau ditanya kenapa bisa, ya saya kurang tahu hehe.
LikeLike
ok makasih om Arief 🙂
LikeLike
mas ariev, boleh nanya ga? waktu bawa dokumen2 nya ada surat rekomendasi dari pihak yang mengundang ga? terus apa aja surat2 dari yang mengundang nya?
LikeLike
Halo Dion, sebenarnya kalau kamu baca dengan detail, di situ saya telah menulis bahwa saya membawa surat undangan dari pihak yang mengundang. ISinya seperti invitation letter, beserta keterangan bahwa perjalanan ini akan dibiayai oleh mereka.
Semoga membantu.
LikeLike
Hi Mas Ariev, kalo ingin apply visa US tapi belum pernah ke luar negeri sebelumnya itu kira2 peluang tembusnya masih memungkinkan atau udah mustahil? Saya masih kuliah dan rencana mau mengunjungi teman saya orang Amerika setelah selesai skripsi. Dia yang mau membiayai semuanya. Kira2 gimana menurut Mas peluang saya hehe dan apa saja dokumen penting yang kira2 harus saya siapkan untuk meyakinkan kalau saya tidak berniat stay/move in? Thanks in advance!
LikeLike
Halo halo, harusnya gak ada yang mustahil di dunia ini kalau mau berusaha sih.
Cuma mengenai visa US, agak-agak susah sih sepertinya, apalagi niat kamu sudah mau stay/move in dan kamu adalah fresh graduate, bakalan lebih berat, karena mereka sedang mengurangi para imigran yang bekerja di US tanpa izin kerja seperti green card. Lebih masuk akal kalau ke sana untuk tujuan traveling, atau mengunjungi kerabat, asalkan didukung surat undangan dan … rekening yang memadai?
LikeLike
Tapi saya gak berniat buat stay/move in 😦 Saya cuma mau ketemu sama pen pal gitu loh Mas. First meeting. Tapi karna saya kan masih mahasiswa terus tujuan kesana buat ketemu temen dan semua biaya perjalanan pun mau dibayarin temen jadi pasti dicurigai mau jadi illegal immigrant ya? Apa gak ada cara buat yakinin mereka kalo saya cuma mau berkunjung sebentar? Maaf nih Mas banyak tanya hehe
LikeLike
Eh iya, maap salah baca, hehehe.
Harusnya sih bisa, asal dokumen meyakinkan. Walaupun mungkin agak sedikit berat. Misalnya coba siapkan, surat pengantar dari kampus yang menyatakan bahwa kamu akan balik lagi dan kuliah di sini karena belum lulus. Terus bisa juga ditambah surat undangan dari sahabat kamu di sana, termasuk bukti keuangan miliknya. Tapi akan lebih baik kalau pakai surat sponsor dari perusahaan di sana sih, bisa juga minta tolong dibuatin sahabat kamu itu. Terus yang penting lagi ya waktu wawancara, yakinkan saja kalau kamu akan segera balik ke Indonesia.
LikeLike
Baiklah kalau begitu. Thanks for taking the time to answer all of my questions Mas Ariev! Much appreciated. Wish me luck :’)
LikeLike
Good luuccckkkkk!
And keep share me your story ya 😀
LikeLike
haloooo, gimana kabar sekarang? Ada update?
LikeLike
gan, gue gagal pas pertengahan, gara gara conect wifi gue, gimana dong,.??? tolonnngg
LikeLike
Solusinya ya diulang dari awal kalau belum auto save, gan. Gimana bisa gan?
LikeLike
mas..mas…mas…hehehe
jumpa lagi mas ,ku liat lembar ini dan kupelajari dan ku hitung sesuai yang mas sarankan…namun akan tetapi dan seyogyanya berarti pendukung pada tabungan kita minimal 50 jt ea…ea mas?bagaimana mas kira2?
LikeLike
Iya bisa bisaaa, 50 juta harusnya aman sih, asal dananya diperoleh berkala, jangan langsung breg banyak gitu.
LikeLike
hehehe jadi malu mas nanya mulu ea…ini mas kalau aku ga punya nama belakang trus gimana ?kolom untuk nama belakang pada visa dikosongkan gitu?soalnya namaku dikit mas ..di paspor juga namaku sesuai ktp…ga ada embel2 nama keluarga gtu…awww udah dulu ah nanyanya malu….maasih mas kalau dijawab
LikeLike
Umm, aku sih juga gak punya nama keluarga, tapi harusnya bisa diulang lagi nama depan untuk ditaruh di belakang, misalkan Munir Munir Munir. Begitu.
LikeLike
makasih banyak mas infonya,do’a in aku mas biar visanya sukses…aku baru pertama kali mas mohon maklum ea,…mas ga bosan kan kalau aku ada pertanyaan lagi?
LikeLike
Aamiin! Siap, kalau ada yang bisa dibantu kabarin aja ya.
LikeLike
Hai Mas, aku mau minta pencerahan donk ttg apply visa turis
Jadi rencana nya aku mau ke amrik visit co ku tp kan kalau bilang mau visit boyfriend bisa2 gak di approve tp jujur cuma mau visit aja krn kita blm mau married. Pertanyaaan nya
1. Bilang nya ke sana tujuan nya apa ya baiknya?
2. Kalau bilang ke sana sendirian untuk holiday cuma 2minggu bisa tdk ya? (Aku sudah diatas 25taon)
3. Boleh gak kalau cuma masukin alamat hotel di tempat org yg bisa dihubungi disana apakah itu jadi kendala? Krn aku gak punya saudara sama sekali di Amerika.
4. Kalau bilangnya pergi sama teman akankah mrk cek teman tersebut kaya menelponnya dll?
5. Untuk holiday 2minggu kira2 butuh biaya brp ya disana?
6. Dulu waktu taon 1996 aku sudah pernah ke Amerika sama keluarga tp pasportnya masih menempel di mama ku apakah perlu dibawa?
Mohon bantuannya.. Thx
LikeLike
halo halo Devita, cieee LDR nih yeee.
Kalau menurutku, jawabannya:
1. Mending untuk holiday saja.
2. Bisa kalau 2 minggu kan ada maksimal visit dalam satu periode kalau gak salah 90 hari gitu.
3. Kalau yang ini, kenapa gak masukin alamat pacar kamu?
4. Sepertinya enggak sih, cuma untuk memastikan emergency contact mungkin.
5. Untuk 2 minggu tergantung kota dan gaya hidup sih, tapi kalau bawa 20 juta seharusnya cukup.
6. Nah, kalau sudah pernah ke sana, mending dibawa sebagai lampiran. It helps.
Semoga membantu 🙂
LikeLike
Ok2 20jt sudah termasuk guest house apa blm ya dgn gaya hidup yg sesederhana mungkin.. Kalau ke NYC
Makasih utk jawabannya Mas Arif.
LikeLike
Kalau nginap sehari sih sekitar 500 ribu sudah bisa kok harusnya, ya memang gak di tengah kota sih. Kalau hostel sih dapat segitu.
LikeLike
saya mau ke USA karena disuruh ibunya pacar yg kecelakaan, dan every accomodations there dibiayain sama si mama, Kalau saya mahasiswa dan belum berpenghasilan tetap (hasli dari tutor english dikursusan yg ga lebih dr 400rb ) gimana ya mas slip gaji nya?
takut ga diapprove :l
LikeLike
Hmm, sebentar aku telaah dulu.
Ya berarti kalau gitu kamu sebaiknya minta surat undangan dari orang tua pacar yang menjelaskan sejelas-jelasnya tentang itu, termasuk pernyataan akan menanggung semua biaya kamu. Lampirkan juga surat dari kursusan yang menyatakan kalau kamu bekerja di situ dan akan kembali lagi segera setelah urusan selesai.
Semoga membantu 🙂
LikeLike
Hi ka,
aku mau apply visa ke US bulan oktober tahun (2015) ini untuk stay 3 bulan.. tapi mau sambil cari kerja gitu bisa ga ka?
lebih tepatnya sih aku mau cari kuliah disana ka buat tahun 2016.. tapi selama aku stay disana aku mau kerja juga gitu biar bisa beli oleh-oleh buat mama hehehe.. kira kira aku butuh biaya awal kesananya berapa ka?
Thanks before ka..
XO
LikeLike
Udah diemail ya jawabnyaaa 😀
LikeLike
malam mas, mau nanya nih. saya hari jumat kmrn udh ngisi form DS-160 sampe selesai, dan rencana mau pembayaran besok hari senin. kira-kira gimana ya mas? dipermasalahkan atau tidak? tks sebelumnya
LikeLike
Harusnya gakpapa sih, saya juga bertahap kok ngisi formulir DS-160 nya.
LikeLike
mas mau nanya lagi, kalo udah bayar trus masukin nomor slip nya yg mana ya?
LikeLike
Yang ada di slipnya, bro.
LikeLike
Mas mau nanya donk. Sayya kan diundang sama om saya kemaren. disana nannti biaya ditanggung semua sampai tinggal disana dibiayai dia. Tp disini saya gak kerja. Bisa gak ya. Mana gak ada duit banyak di rekening itu gimana ya? Trus sya english passive bisa gak ya kalo diinterview yg rempong2 takutnya gak bisa. Nanti alasan tujuan kesana sebaiknya apa ya. Mohon petunjuknya. Thanks
LikeLike
Halo Vena,
Caranya, bisa dengan meminta surat undangan dari om kamu, bilang di suratnya kalau kamu mau ditanggung semua biayanya, dan bilang juga berapa lama di sana termasuk kepastian akan kembali sepulangnya liburan.
Mengenai rekening, bisa dengan pinjam dulu untuk window dressing kan? 🙂
Kemudian alasannya, bisa jadi mengunjungi keluarga yang sudah lama gak ketemu.
Semoga membantu.
LikeLike
Mas mau nanya donk. Sayya kan diundang sama om saya kemaren. disana nannti biaya ditanggung semua sampai tinggal disana dibiayai dia. Tp disini saya gak kerja. Bisa gak ya. Mana gak ada duit banyak di rekening itu gimana ya? Trus sya english passive bisa gak ya kalo diinterview yg rempong2 takutnya gak bisa. Nanti alasan tujuan kesana sebaiknya apa ya. Syaratnya apa aja yg harus dilengkapin. Mohon petunjuknya. Thanks
LikeLike
Bro mau tanya nih, saya kan us citizen skrg di usa, dan saya mau ajak best friend saya visit saya di us, biaya tiket dan tinggal disini semuanya saya yang bayar, tapi kendalanya :
1. dia blm pernah pergi keluar negeri
2. baru selesai skripsi dan kuliah, tinggal tunggu wisuda
3. uang di rekening bisa dibilang blm memadai
4. baru bikin paspor
itu gimana ya ? yg harus saya tulis di sponsor nya gmn tuh ? dan apa saja yg diperlukan ya ? sorry bnyk tanya, thankyou bro
LikeLike
Halo halo sis,
Kalau dibaca kasusnya, ya tetap ada kemungkinan dia bisa ke US walaupun agak berat mungkin, karena dia belum pernah ke luar negeri, baru lulus, dan belum ada penghasilan, khawatirnya nanti dicurigai akan jadi imigran dan kerja di US secara ilegal. Tapi kalau mau dicoba ya gakpapam tinggal bikin surat undangan aja.
Intinya sih, ditulis bahwa semua expense akan ditanggung, mulai dari tiket pesawat, penginapan, sampai biaya harian. Akan lebih baik lagi kalau suratnya dibikin pakai nama korporat, misal diundang untuk event gitu.
Semoga membantu.
LikeLike
Hai Mas, suka sekali baca blogmu lengkap dan detail, terutama tentang US visa. Tapi masih ada aja nih yang mau aku tanyain. Boleh yah? 🙂
Jadi kondisi aku seperti ini:
Aku mau apply US Visa karena mau visit pacar dan orang tuanya di sana. Pacar pegang green card tapi lagi ga kerja udah 3 tahun. Ayahnya us citizen tapi udah ga kerja. Ini sih pacar dan orang tuanya lagi di Indonesia jalan2 dan visit sodara sodara di Indonesia.
Aku juga lagi ga kerja udah 3 bulan karena habis kontrak dan ga mau perpanjang lagi. Bulan Juli nanti umur 24 tahun. Oya saya wanita.
Pertanyaannya:
Supaya dapat chance lebih besar buat diapprove visanya,
1. Lebih baik pake referensi surat sponsor dari ayahnya/ pacar (tapi baik pacar maupun ayahnya lagi tdk bekerja) dan tulis ada kenalan di sana atau ikut tour rame2 atau bepergian sendiri saja?
2. Tujuannya lebih baik liburan saja atau visit pacar dan ortunya?
Yang pasti aku tujuan yang sesungguhnya memang cuma mau visit dan liburan saja kurleb 2 minggu.
Terimakasih sebelumnya yaa Mas Ariev.
LikeLike
Halo halo sis,
Terima kasih ya sudah baca, setelah kubaca-baca lagi, kalau menurutku ya tergantung dengan rekening kamu, misalkan ada banyak, ya bisa saja kamu bilang liburan di sana masih make sense, apalagi kalau ada stamp visa di mana-mana.
Kalau gak ya, minta surat undangan dari mereka, bilang kalau saudara mau datang, dan akan ditanggung semuanya, termasuk menyertakan emergency contact mereka.
Kira-kira seperti itu sis, semoga membantu yaaa 🙂
LikeLike
Mas Ariev, salam kenal, saya sdh submit DS-160 , bagaimana caranya utk buka kembali dan print aplikasi yg sdh kita isi , thanks atas infonya ya..
LikeLike
Kan tinggal log in lagi bukan mas? Itu kalau gak salah otomatis kesimpan kok.
LikeLike
Terima kasih , saya sdh interview 22 Juli 2015 kemaren , dan di approved , panduan dari Mas Ariev sgt banyak membantu.
LikeLike
Yay! Selamat Pak! Semoga perjalanannya lancar dan menyenangkan 🙂
LikeLike
mas ariev, mau tanya pada saat wawancara, misalnya konsult nnya kamu mau kemana saja? kita jawab mau ke los angels, dan dll . trs apakah kita kasih bukti perjalanan kita(Tour) atau kita cuma sebutkan saja lewat mulut ?
mohon dijawab thanks ya
LikeLike
Halo Mas, kalau aku pasti akan membawa bukti perjalanan (apabila memang ada) dan diberikan kepada si penanya apabila ditanya. Supaya jawaban kita ada dasar yang kuat.
LikeLike
ooh gituu, maaf nanya lagi gpp ya 🙂
1. yang biayain perjalanan saya kakak saya, yang dibutuhkan apa saja ya? dan saya juga nnti sebgian ke saya ada pake dana saya jadi gimana ya ?
2. katanya harus pake surat pengantar atau surat keterngan kerja, bedanya surat pengantar sm srt keterngan krja apa ya? 🙂 dan format bentuk,tulisannya gimana ya ? apakah mas ariev bisa kasih contoh formatnya ?
3. pas diwawancara apakah kita langsung sodorin srt pengantar atau srt keterngan kerja kpada sih konsultnya? meskipun tidak ditanya ?
LikeLike
Halo halo,
1. Dibuat saja surat pengantar dari kakaknya yang menerangkan akan menanggung biayanya, dilengkapi rekening korannya, termasuk data yang menunjukkan bahwa dia adalah kakak. Misal dengan Kartu Keluarga.
2. Sama sih suratnya, intinya ya menerangkan kalau bekerja di Indonesia dan akan kembali lagi setelah liburan.
3. Jangan, cukup berikan atau jawab pertanyaan yang ditanyakan saja, kalau tidak ditanya ya diam saja.
Semoga membantu.
LikeLike
makasih infonya mas sangat membantu.
oh ya, tolong cek emailnya karena saya ada email srt pengantar
thanks
LikeLike
Hi mas Arif
Senang baca blognya..
Oh ya, saya ada beberapa pertanyaan
Saya sudah pernah dapat visa US visa type/class : R C1/D (crew vessel) karena saya pernah bekerja di kapal pesiar, tapi belum sempat ke US tidak jadi dikarenakan masalah keluarga ada yg meninggal, visa tersebut Berlaku hingga september 2018, dan passport saya akan expired oktober2016
Dalam waktu dekat ini ada sahabat saya ingin mengundang ke US
1. Apakah saya masi bisa menggunakan visa tersebut dengan tujuan berkunjung/holiday?
2. Apakah saya harus re-apply visa lagi dengan jenis visa type business/tourist?
LikeLike
Halo halo mas,
Terima kasih sudah membaca blog saya, mengenai kasusnya, sebenarnya saya tidak punya jawaban pasti karena saya tidak kompeten di bidang ini. Namun kalau menurut saya, sebaiknya apply visa lagi dengan status visa kunjungan, karena pasti petugas imigrasi akan mengecek lagi apa maksud dan tujuan datang ke Amerikanya.
LikeLike
Salam kenal, blognya keren sekali…
Please info
Kalau seandainya ditolak, kan biaya pengajuan visa nya hangus… apakah masih bisa submit perjanjian wawancara ulang?
Terima kasih
LikeLike
Halo Mas,
Seharusnya bisa kok jadwal ulang lagi, tapi setahuku mengulang dari awal, bukan langsung wawancara.
LikeLike
mau tanya dong.. itu selama berjalan di embassy nya banyak orang indo yah ?? atau harus pake bahasa bule sampai interview ?
LikeLike
Yang orang bule cuma bagian interview saja kok, selebihnya lokal.
LikeLike
Sore mas,
Ajeng perlu bantuannya sebentar.
Kalo mas ada waktu untuk mengobrol mungkin bisa membalas koment saya lewat email,
Makasih sebelumnya 🙂
LikeLike
Halo mbak ajeng, alamat emailku ada di kolom about kok 😀
LikeLike
hai, salam kenal.. kl visa bt tinggal sama pacar dan keluarganya di amerika gmn yah? semua biàyanya, pacarku yang bayar.. kira2 tibet g ntar pas di wawancara? trims
LikeLike
Halo Intan, salam kenal juga.
Kalau alasan kamu untuk tinggal di sana dan menetap, most likely sih gak bakal dikasih kecuali kamu mau liburan dan tidak berniat tinggal di sana. Ya bilang saja mau liburan, lampirkan tiket PP, dan bilang mengunjungi teman di sana, lampirkan surat undangan dari pacar kamu, termasuk bukti keuangan miliknya supaya meyakinkan.
LikeLike
Maaf mas mau tanya, kalo dapat surat sponsor dari teman kira-kira dokumen yang perlu dilampirin oleh si pengundang apa aja ya?
LikeLike
Kalau menurut saya ya, pernyataan kalau si teman mampu mengakomodasi keperluannya, terus bilang kalau yang diundang gak berniat tinggal di sana, sama lampirkan kopi rekening si pengundang.
LikeLike
Makasih mas. Maaf ye nanya lagi nih. Copy rekeningnya dan surat sponsor bisa di kirim lewat scan kaga trus di print? Saya juga belom pernah kemane-mane paspor kosong. lamaran saya ntar langsung ditolak apa kaga?
LikeLike
Bisa kok, kalau lewat email terus diprint.
Kalau paspor kosong ya tetap bisa mengajukan, cuma mungkin untuk diterima ya agak berat.
LikeLike
Mas maaf tanya lagi. Gimana mengisi surname dan given name. Nama saya cuma Sri lestari nggak ada surname atau given name
LikeLike
Kalau nama kamu itu, ya berarti:
Given Name: Sri
Surname: Lestari
Semoga membantu 🙂
LikeLike
Mas maaf saya bodoh. Mau tanya lagi itu passport/ travel document number dan passport book number sama aja?
LikeLike
Harusnya sih sama mbak.
LikeLike
Mas kalo nama orang tua cuma satu kata gimana?
LikeLike
Ditulis dua kali aja mbak, jadi nama depan dan belakang, misal Sriyanto Sriyanto.
LikeLike
Mas,saya kan sudah complete application form,trs udah sign dan submit,tapi setelah itu kok langsung error dan keluar, Ga muncul halaman konfirmasi submit applicatio. Trs saya coba masuk lagi muncul message bahwa application saya sudah sign dan submit dan ada 2 pilihan yaitu : view confirmation page atau create new application. Saya klik yang view confirmation karena kan memang sudah sign dan submit,eh,tetep ga mau keluar confirmation page nya,malah langsung keluar dan ada tulisan application error. Mas tau ga kalau kejadian seperti ini apa saya sebaiknya bikin baru lagi? Jadi pusing deh mana udah bayar fee nya juga. Tolong ya mas, thanks.
LikeLike
Halo Mbak, maaf baru sempat membalas. Sekarang gimana kondisinya? Masih gak bisa?
kalau menurutku sih kirim email ke supportnya dia, seharusnya ada email untuk troubleshoot seperti ini.
LikeLike
Cepet kok mas balasnya,thanks ya. Iya udah saya email supportnya dan udah ada automatic reply minta data2 dan saya sudah isi,tapi belum ada jawaban sampai hari ini. Kalau misal saya langsung aja bikin apply form baru bakal jadi masalah gak ya? ntar kedobelan gitu?
LikeLike
Hai Mbak, harusnya sih gak masalah ya, untuk submit aplikasi baru lagi. Nanti yang dibawa yang nomor terakhir saja. Toh yang awal belum bikin appointment kan ya?
LikeLike
Mas,sudah direply oleh supportnya dan diminta bikin baru lagi,katanya mesti dipastikan supaya internet connection bagus dan jangan buka application lebih dari 20 menit. Udah kubikin lagi dan akhirnya udah muncul confirmation page nya. Trs kan kuminta email aja,tapi belum masuk sampai sekarang.. Emang ga akan langsung masuk ke email ya mas? Mesti nunggu lagi?
LikeLike
Halo halo, jadi gimana jadinya?
Kalau diprint aja gimana, bisa gak?
LikeLike
Udah dapat emailnya sekarang tinggal pilih jadwal aja. Mas,nanya lagi ya, waktu udah login mau milih tanggal ada pilihan jenis visa, itu kalau cuma liburan aja pilihannya b1/b2 atau yang b2 aja ya? Tadi kupilih yang b1/b2 sih. Trs juga pernah baca katanya ntar nge print confirmation page nya harus pakai printer laserjet supaya barcode nya kebaca,kalau adanya printer inkjet aja ga apa kan ya mas,asalkan tintanya jelas? Ntar kalau ada yang bingung boleh nanya lagi ya mas hehehe
LikeLike
Hai hai, iya kalau bisa B1/B2 sih itu saja, lebih general sepertinya. Inkjet juga jelas kan hasilnya? Yang gak boleh mah yang masih pakai printer wartel hahaha.
LikeLike
hahaha bisa aja. Ntar doain biar ketemu bu rika yang baik ya biar dapat visanya. Untung aku ketemu blognya mas ariev ini,bener2 informatif dan sangat membantu. Thanks ya mas.
LikeLike
Wah iyaaa, good luck ya semoga semuanya lancar!
LikeLike
Hi mas ariev aku kembali lagi dengan senyum lebar dan selembar kertas putih di tangan 🙂 interviewnya hari ini dan cepet banget, cuma 2 menit kali dan ga diminta dokumen apa2 lagi, trs terakhir officernya senyum2 dan malah muji inggrisku bagus ada aksen amriknya katanya dan tanya belajar bahasa inggris dimana. Udah lega deh tinggal booking tiket … Horeee!!
LikeLike
YEAAYYYYY!!!!
Alhamdulillah, akhirnya bisa ke Amerika! Selamat 🙂
LikeLike
Mas nya dapat visa utk stay berapa lama, apakah multiple 5 tahun?
LikeLike
Iya multiple 5 tahun mas.
LikeLike
Bang, itu dapet visa buat 5 tahun multiple entry ya? Trus apa smw org indonesia bs dapet 5 tahun or perlu syarat2 khusus?
LikeLike
Kalau durasi yang diberikan itu tergantung kebijakan kedutaan, aku gak tahu pasti bagaimana cara seleksinya dan apa syarat-syarat yang harus dipenuhi supaya bisa dapat 5 tahun, karena ada beberapa yang dapatnya bukan 5 tahun.
LikeLike
Mas arif dan mbak devi, saya ijin gabung ya. Saya jg ada kendala seperti mbak devi, saya bayar visa hari jumay, di suruh nunggu smpe senin jam 12. Tp stlah saya input lg, tetep ga bs. Yg saya input itu virtual number’a. Saya rencana apply visa berempat, dan stlah nlpn call center kata’a ckup 1 virtual number yg di perlukan utk berempat itu, tp stlah sya input, cuma satu saja yg di terima, sisanya blm. Dan saya msh blm bs buat janji interview smpe skrg. Ada saran?
LikeLike
Halo halo, bagaimana apakah sudah bisa sekarang?
kalau virtual number itu bukannya untuk pembayaran di banknya? Kalau untuk inputnya setahuku bukan itu yang diinput, melainkan slip numbernya.
CMIIW.
LikeLike
Mas bisa minta no hpnya gak / whatsapp?
Mau konsultasi nich sekalian minta bantuan
Tar aku kasih rezeki insyaallah
Tolong klu bisa email ke saya ya
LikeLike
Hai Mbak Laras,
Untuk kontak bisa via email yang ada di kolom About yaaa 😀
Terima kasih.
LikeLike
Hi Arif, Tanya donk^^ Paspor yang dibawa itu semua pasport lengkap dari yang terbaru sampai yang paling pertama terbit ya?
LikeLike
Halo halo, iya dibawa semua ya kaaak!
LikeLike
thank you mas ariev atas artikelnya. saya ingin sekali merantau ke US ntah itu kuliah atau kerja tapi saya masih newbie sekali. tapi setelah baca artikel ini beserta comment dari pembaca. saya mulai sedikit mengerti. nanti saya mungkin akan email mas ariev kalo saya sudah punya tabungan yg cukup. semoga mas ariev bisa membantu^^ hehe
terima kasih
LikeLike
Siaaappp! Kalau ada yang bingung bisa komen atau kirim email aja ya 😀
LikeLike
Selamat Mas, untuk bisa trip ke USA nya. Oya, permisi, mau nanya. Saya mau apply visa USA jug, namun ada persyaratan membuat Curriculum Vitae begitu dari Kedubes USA, nah Mas dulu juga membuatnya? Isinya apa saja ya kalau boleh tahu?
Ohya, sama dulu itu juga perlu travel insurance juga utk ke USA nya sebagai syarat VISA atau tidak ya Mas.
Terima kasih.
LikeLike
Halo halo, kok ada persyaratan seperti itu? Di bagian mana dimintanya?
Untuk travel insurance, sepertinya saya tidak menggunakannya, tidak saya cantumkan di artikel juga kan hehehe.
LikeLike