Banyak orang berkata bahwa mendapatkan Visa Jepang, sama susahnya dengan peluang Jokowi menjadi Gubernur DKI. Dan kemarin, saya – yang seorang karyawan, dan bertujuan untuk berlibur ke Jepang – mengurus sendiri Visa Jepang tersebut, tanpa bantuan calo, ask the audience, maupun call a friend. Lalu apa saja persyaratan yang diperlukan dan bagaimana caranya, simak kesaksian saya berikut ini:
A. PERSYARATAN YANG DIPERLUKAN
1. Paspor
Syarat pertama yang diperlukan jika ingin mengunjungi Jepang, adalah paspor (bukan syahadat atau calon istri). Paspor adalah tanda bahwa negara telah memberikan izin bagi warga negaranya untuk bepergian ke luar negeri. Paspor ini dapat kamu peroleh di Kantor Imigrasi setempat baik dengan usaha sendiri maupun menggunakan jasa calo.
2. Formulir Permohonan Visa
Setelah mendapatkan izin dari negara asal untuk bepergian ke luar negeri, sekarang saatnya meminta izin dari negara yang akan kita kunjungi. Izin tersebut diberikan dalam bentuk visa (bukan mastercard), yang diajukan dengan cara mengisi formulir permohonan visa yang dilampiri syarat-syarat lainnya. Untuk Visa Jepang, formulir permohonannya bisa kamu download di sini.
3. Pasfoto Terbaru
Kebanyakan negara mengharuskan pemohon visa untuk melampirkan pasfoto terbaru dari sang pemohon, tidak terkecuali Jepang. Untuk visa Jepang, foto yang digunakan berukuran 4,5 cm x 4,5 cm = 20,25 cm² dengan latar belakang putih. Saat ini, banyak studio foto yang telah melayani pembuatan foto untuk mengurus visa, dan salah satunya (yang saya pakai, in a good way. -red) adalah Jakarta Foto – Jalan H. Agus Salim (Sabang) No. 35 A. Hasilnya bagus, prosesnya cepat, dan biayanya pun hanya sebesar IDR 40.000,- termasuk CD berisi soft copy foto saya. Mau?
4. Fotokopi KTP
Kartu Tanda Penduduk (yang biasa disingkat KTP) menunjukkan bahwa kamu adalah benar-benar Warga Negara Indonesia, bukan imigran gelap atau cungko. KTP bisa kamu dapatkan jika telah berusia 17 tahun atau sudah kawin maupun pernah kawin. Ingat, kawin berbeda dengan “kawin”. Untuk mengurus visa Jepang, kamu hanya perlu melampirkan fotokopi KTP bukan e-KTP yang belum selesai prosesnya.
5. Surat Keterangan Karyawan dari Kantor
Surat keterangan ini diperlukan jika kita tidak mempunyai penjamin di Jepang, berisi pernyataan bahwa kita benar-benar bekerja di kantor tersebut, mempunyai penghasilan yang cukup, dan lamanya perjalanan karena semua yang berasal dari kantor suatu saat pasti akan kembali pada kantor. Surat keterangan karyawan dari kantor ini dibuat dalam bahasa Inggris dan ditandatangani oleh atasan/pihak berwenang, seperti Kepala Kantor, atau bagian HRD.
Sehubungan dengan pengajuan surat keterangan karyawan, ada beberapa tipe atasan yang mungkin kamu temui di kantor, yaitu:
- Atasan Baik: Langsung memberikan persetujuan kepada kamu, tanpa syarat dan ketentuan apapun.
- Atasan Baik dengan Syarat: Memberikan persetujuan kepada kamu, dengan syarat tertentu. Biasanya kamu harus merayunya terlebih dahulu, dan memberikan iming-iming seperti oleh-oleh.
- Atasan Tidak Baik: Menolak memberikan persetujuan kepada kamu, walaupun kamu telah merayu dengan tiga kancing terbuka, celana digulung sampai paha, serta menawarkan oleh-oleh berupa diri sendiri.
- Atasan Cantik: Tunggu apa lagi, gebet aja sob!
6. Bukti Pemesanan Tiket Pesawat Pulang-pergi
Bukti Pemesanan Tiket Pesawat Pulang-Pergi menunjukkan bahwa kamu benar-benar berniat bepergian ke Jepang, sekaligus menandakan bahwa kamu bukanlah Deni Manusia Ikan. Jika kamu bukanlah seorang risk taker dan merasa sayang (dengan uang, bukan saya. -red) untuk membeli tiket pesawat terlebih dahulu maka kamu bisa meminta bantuan ke biro perjalanan untuk membuatkan tanda booking pesawat sementara sebelum kamu mengurus visa tersebut.
7. Jadwal Perjalanan sejak Masuk hingga Keluar dari Jepang
Kecuali masuk surga, namanya masuk harusnya diakhiri dengan keluar karena kalau masuk terus tanpa keluar kita harus meminta bantuan dokter untuk mengeluarkannya. Pun demikian dalam pengurusan visa Jepang, kita harus mengisi jadwal perjalanan sejak masuk hingga keluar dari Jepang yang lagi-lagi bisa di-download di sini. Jadwal ini terdiri dari tiga kolom utama yang berisi tanggal perjalanan, tempat yang akan dikunjungi, dan tempat menginap. Supaya mudah dan tidak membingungkan, triknya adalah kamu bisa berpura-pura hanya akan bepergian ke satu kota, dan menggunakan satu tempat menginap saja. Jadwal ini sebaiknya juga dilengkapi dengan bukti pemesanan tempat menginap, tipnya adalah membooking satu hostel termurah di Hostel World, menambahkan layanan cancellation protection (USD 3), dan apabila visa disetujui barulah mencari penginapan yang cocok setelah me-cancel pemesanan pura-pura sebelumnya (catatan: uang pemesanan akan dikembalikan dalam bentuk deposit).
8. Bukti Keuangan
Orang tak mungkin berlibur ke Jepang tanpa penjamin, jika tidak memiliki uang. Untuk itulah bukti keuangan, baik berupa fotokopi buku tabungan, rekening koran, maupun surat rekomendasi dari bank tempat menabung menjadi syarat dalam pengajuan visa Jepang. Dalam hal ini yang diperlukan adalah bukti keuangan selama minimal tiga bulan terakhir, dengan jumlah minimal disesuaikan dengan lamanya perjalanan. Sebagai bahan pertimbangan, biaya liburan selama satu hari di Jepang adalah satu juta rupiah. Maka jika kamu ingin berlibur selama sepuluh hari, di rekening kamu harus ada saldo minimal sepuluh juta rupiah. Pihak kedutaan tak akan menanyakan dari mana sumber uang kamu, jadi kamu (kalau terpaksa) bisa meminjam uang untuk window dressing rekening sebelum mengajukan permohonan visa.
B. CARA MENGURUS VISA
Jika syarat-syarat di atas telah lengkap, susun sesuai nomor urut, dan bawa ke Kantor Konsuler Jepang yang terdapat di Jakarta, Makassar, Surabaya, Denpasar, dan Medan. Pemisahan wilayah ini dilakukan berdasarkan alamat KTP kamu, jadi misalkan kamu mempunyai KTP Jakarta atau Jawa Tengah maka bisa mengurus visa di Kantor Konsuler Jepang yang terdapat di Jakarta. Info lengkap mengenai wilayah kerja tiap kantor konsuler bisa kamu lihat di sini. Untuk wilayah Jakarta, alamat Bagian Konsuler Kedutaan Besar Jepang ada di Jl. M.H. Thamrin No. 24, Jakarta 10350 (diapit oleh Plaza Indonesia dan plaza mantan) yang buka hari Senin hingga Jumat dengan jam kerja 08:00 – 12:00 untuk pendaftaran visa, dan 13:30 – 15:00 untuk pengambilan visa.
Adapun perjalanan yang saya lakukan kemarin adalah sebagai berikut:
- Saya tiba di gerbang Kedutaan Besar Jepang di Jakarta sekitar pukul 09:00 dan tidak boleh langsung masuk karena masuknya harus bergantian dengan orang-orang yang telah menyelesaikan keperluannya di dalam. Jadi ketika ada tiga orang keluar, baru dibolehkan tiga orang lagi masuk. Di akuntansi biaya, prinsip ini dikenal dengan nama FIFO.
- Setelah dipersilakan masuk oleh satpam, saya menukar identitas (KTP, SIM, atau Akta Kelahiran jika kamu termasuk orang yang iseng) dengan tanda masuk.
- Pintu masuk kedutaan terletak di pintu kecil sebelah kanan setelah pos satpam, di situ saya diperiksa dengan alat pemindai sinar X (tanpa di grepe-grepe) sebelum dibolehkan masuk ke bagian pengajuan visa. Tenang, kamu tidak akan disakiti di sini.
- Ruangan tempat pengajuan visa berbentuk seperti ruang tunggu di bank, dan saya pun diharuskan mengambil nomor antrian sebelum melanjutkan proses berikutnya.
- Setelah nomor tersebut muncul di atas loket, saya bergegas menuju loket tersebut, kemudian mengucapkan salam dengan sopan tanpa harus membuka alas kaki. Kemudian saya menyerahkan berkas-berkas yang telah diurutkan kepada petugas penjaga loket.
- Jika berkas-berkas yang diserahkan telah lengkap, petugas akan memberikan tanda terima yang juga berguna sebagai tanda pengambilan visa. Sebelumnya petugas meminta nomor telepon saya dan berjanji akan menghubungi saya
di malam Minggujika ada persyaratan yang kurang. “Kembali ke sini, empat hari lagi ya.” Katanya tulus. Saya pun urung memberikan uang dua ribu rupiah karena teringat bahwa ternyata dia bukan penjaga toilet stasiun. - (empat hari berlalu, melewati Malam Minggu yang sunyi, tanpa kabar, tanpa kepastian)
- Pukul 14:00 di hari itu, saya pun telah berada di ruangan tempat pengajuan visa dan ternyata antrian siang itu cukup panjang. Setengah mengantuk dan setengah memperhatikan mbak-mbak kantoran cantik di depan, saya pun menunggu nomor antrian saya dipanggil.
- Setelah nomor dipanggil, saya menyerahkan tanda terima yang saya peroleh sebelumnya. Kemudian petugas pun mengambil paspor yang telah ditempel visa Jepang. Sebelum mengucap Alhamdulillah, saya menyerahkan uang untuk pembuatan visa sebesar IDR 325.000,- kepada petugasnya.
- Alhamdulillah, akhirnya visa pun keluar walaupun wajah menjadi terlihat sedikit buram.
***
Itulah pengalaman saya mendapatkan visa Jepang. Dan jika Jokowi bisa menjadi Gubernur DKI serta saya bisa mendapatkan visa Jepang, kenapa kamu tak bisa?
Semangat!
Catatan: Jika kamu ingin pergi ke Jepang tapi malas mengurus visa sendiri, maka kamu bisa menggunakan jasa pengurusan visa dari agen perjalanan dengan biaya ekstra sebesar IDR 100.000,-
Tagged: Japan, Survival Kit, Visa, Visa Jepang





mas… bole mnta contoh surat dr atasannya… 🙂 emailnya ke : ft_ibeauty@yahoo.com…
kemudian sy ama suami mau berangkat. suami dan saya ap perlu urus surat dr atasan dr kantor masing2. ato cukup dr kantor suami aja…
LikeLike
Siap mbak. Kalau untuk surat pengantar kalau bisa dua-duanya akan lebih baik, namun kalau cuma ada surat dari kantor suami saya rasa sudah cukup, tinggal ditambah kartu keluarga atau dokumen pendukung lain yang menyatakan bahwa mbak sebagai istri.
LikeLike
haha,, nice!
sangat bermanfaat!!
Nanya dong,, itu itinerarynya sampe bela2in bikin bookingan cuma buat dicancel. misal kita nulis mau nginepnya di manga cafe gitu gak bisa ya? harus yang ada bukti reservasinya?
LikeLike
Intinya sih, kita harus bisa meyakinkan kalau bisa menginap di sana dengan biaya sendiri. Ya kalau manga cafe mau ditulis ya monggo, mau bikin bookingan terus dicancel juga gakpapa, toh juga gak mahal biayanya 🙂
Thanks sudah baca 😀
LikeLike
Makasih atas infonya , Adria
LikeLike
Sama-sama, semoga bermanfaat.
LikeLike
halo mas… thanks buat infonya yg lengkap bgt. btw, boleh minta contoh surat pengantar dr kantornya. tolong kirim ke claudrarry@gmail.com ya mas.
thanks before~
LikeLike
Pagi.. mau tanya dunkk, saya rencana mau ke Jepang bln Maret 2016, pertanyaan:
1. Kalau saya mengajukan visa di bulan Februari itu terlalu cepat atau pas ya?
2. Saya rencana akan menginap di rumah teman, apakah saya harus melampirkan data diri teman saya itu? Data diri apa saja yang dibutuhkan? Jika ada, apakah saya bisa meminta formatnya? Dia tidak menjamin keuangan saya selama di Jepang, hanya memberikan penginapan saja. NB: Teman saya itu WN Jepang
Tengkyu banget udah mau baca n mohon dijawab karena saya sangat sangat bingung, terutama untuk bagian penjamin, ehehehe,,
izumi_nagasaki@yahoo.com
LikeLike
Halo Mbak, untuk pertanyaannya:
1. Rasanya pas kalau mengajukan di bulan Februari, tidak kecepetan kok.
2. Kalau lebih enaknya sih dilampirkan, surat tertulis saja, misalkan undangan dalam bahasa jepang yang menyatakan bahwa teman mbak tersebut akan menampung mbak selama di sana.
Kurang lebih demikian mbak 😀
LikeLike
hallo mau tanya, kalau untuk kartu telpon untuk internetan lebih baik beli disana atau gimana yah?
terus kalau mau pergi kesana 9 hari, kira2 perlu beli JR pass ga yah? atau naik bus aja lebih hematnya?
Thank you
LikeLike
Kalau dulu sih aku pakai provider lokal dengan roaming international walaupun lebih mahal. Tapi kalau rame-rame bisa sewa mobile router di bandara kalau gak salah bisa hemat.
Kalau aku sih pakai Willer lebih hemat dari JR Pass, kecuali mau naik kereta pindah kota tiap hari ya irit pakai JR Pass.
Semoga membantu.
LikeLike
Hi mas ariev
Nanya donk!!!!
1. Aku rencana ke jepang 13-20 agustus. Awal juni rencananya aku dah mo ajuin visa. Itu kecepatan nggak yach?
2. Untuk pengurusan visa apakah bisa diwakilkan? Rencananya aku mo ngurusin visa temanku juga.
3. Nama temanku di ktp ma di passpor berbeda. Apakah perlu surat keterangan ganti nama?
4. Minta contoh surat keterangan dari perusahaan donk. Kirim ke emailku ratu_halija@yahoo.co.id
5. Aku baru pertama kali keluar negri. Chance tuk dapet visa besar nggak sich??
6. Minta alamat situs booking hotel/hostel yg bs di cancel donk!!!
Maaf yach byk nanya
arigatou
LikeLike
Halo Halija, tentang pertanyaanmu, sebenarnya sebagian besar jawabannya sudah ada di kolom komentarnya 🙂
1. Untuk pengurusan visa, setahuku sih bisa diajukan 90 hari sebelum keberangkatan, jadi seharusnya ya bisa.
2. Pengurusan visa bisa diwakilkan dan bisa pakai bantuan agen juga.
3. Masalah visa, hanya membutuhkan paspor, jadi tidak diperlukan KTP.
4. Okay
5. Kalau baru pertama kali dan mau ke Jepang, sebaiknya sih pakai e-paspor karena sudah bebas visa. Asalkan semua persyaratan lengkap harusnya sih bisa dapat visa.
6. Coba ke hostelworld.com atau booking.com
Cheers.
LikeLike
Mas, mau nanya. Kalau untuk mahasiswi yg pengen liburan ke Jepang gimana? Pengajuan visanya gimana? Itu katanya harus di sertakan pengajuan dr perusahaan tempat kerja, nah kalau yg blm kerja? Hehe soalnya pengen kesana 😦
LikeLike
Halo halo mbak, kalau untuk mahasiswa/i bisa kok diganti pakai surat pengantar dari kampusnya 😀
LikeLike
hai thx blognya sangat bermanfaat,
mo tanya kalo nginap dirumah teman yang di jepang apakah mengharuskan ada surat undangan dari teman saya tersebut.
thanks infonya
LikeLike
Hai mbak, kalau ada sih sebaiknya dilampirkan 😀
Cheers!
LikeLike
Halo mas arief.. Salam kenal y
Ok banget blog nya jelas dan informatif..
Mas mau tanya utk proses visa kepang kan ada kolom travel itinerary dan 2 lembar form aplikasi, utk ke 2 item tsb boleh ditukis tangan aja utk pengisiannya?
Sblmnya tmksh byk mas…
Klo visa jpn ini kelar taun dpn nyoba uk berdasarkan blog nya mas arief jg nih jadi PD mau ke london..
BIG thanks y, btw ada instagram?
LikeLike
Hai mbak, terima kasih.
Untuk kolom itu, setahu saya sih bisa ditulis tangan saja. Visa Jepang seharusnya sih tidak begitu susah untuk WNI sekarang, apalagi kalau yang pegang epaspor hehe. Semangat mbak!
Instagram saya: @arievrahman 😉
LikeLike
salam kenal masbro ariev, suka sekali sama blog ini (ada maunya..heheheh). kalo berkenan boleh minta contekan itinerary dan surat keterangan dari perusahaan ga? ke alamat ini mas bro dedy.syh34@gmail.com
LikeLike
Halo mas, contekannya bisa dicek di halaman itinerary blog ini yaaa 😀
LikeLike
Makasi infonya kak.. Sangat membantu sekali untuk pemula.. Oh ya untuk itinerary dan format surat dari atasan apakah bisa di emailkan ke email saya imam.ibadullah@gmail.com ? Saya kebetulan mau ajukan visa oktober awal ini, sudah bikin surat keterangan krja dlm bhs indo apa mesti dirubah aja ya?
LikeLike
Halo mas, apakah sudah mengecek di halaman itinerary, seharusnya sih sudah ada di sana hehehe.
Untuk surat keterangan kerja dibuat dalam bahasa Inggris.
LikeLike
oh ya kak tanya
untuk jenis kertas pas foto bebas kah ?
apa harus pakai glossy / doff paper ?
LikeLike
Untuk jenis kertas foto bebas kok, yang penting keihatan fotonya hehe.
LikeLike
halo lagi mas arief! dari yang visa uk skrg pindah ke halaman ini hehehe.
KTP nya gak perlu pake jasa sworn translator ya mas kalo jepang? lihat harga visa jepang bahagia ya mas :” efek dulu kena 2,9 juta visa uk (surabaya) haha. untuk refrensi bank nya bahasa inggris kah? perlu ditambah keterangan konversi ke yen berapa ngga? gak perlu akte lahir sama KK juga kan ya mas? maaf banyak tanya lagi hehe
LikeLike
hai mbak, kalau dulu sih aku gak pakai sworn translator hehehe.
Iyaaa kalau visa negara Asia sih masih murah harganya hehehe.
kebetulan untuk syarat-syaratnya ya kayak yang aku tulis itu, tapi itu sudah tahun 2012 dan aku belum ke sana lagi, jadi kemungkinan bisa berubah mbak.
LikeLike
Kalo cuma punya kartu mahasiswa tidak memakai surat keterangan bisa tidak??
LikeLike
Sepertinya sih akan dimintain lagi surat keterangannya 🙂
LikeLike
Jadi harus tetap bikin dulu ya soalnya saya pergi februari tp surat keterangan belom ada jadi belom ngurus visa,takut gak sempet makanya mau make kartu mahasiswa aja
LikeLike
Februari kan masih lumayan lama hehe, ngurus surat keterangan kampus aku rasa gak makan waktu lama, mungkin seminggu sudah bisa jadi.
LikeLike
Mau tanya, nantinya dari pihak konsulat jepang, apa crosscheck/telpun ke kantor untuk memastikan kebenaran surat keterangan kerja? Thanks
LikeLike
Sepertinya sih akan sangat jarang menelpon ke kantor, kecuali apabila mereka merasa perlu menelepon.
LikeLike
Brur. Kalau untuk bikin Visa, baiknya dibikin sedari kapan ya? Secepatnya sajakah? Saya Insya Allah berangkat November nanti.
Suwun,,
LikeLike
Halo masbrur, kalau saran saya sih tiga bulan sebelum berangkat saja 🙂
LikeLike
Halo mas, mau tanya. Kalau bikin visa mostly kan harus lampirin status keuangan ya, kalo semisal mau ikut tour dari agen travel gitu, butuh dilampirin juga gak ya?
Or, sy (insyaallah) mau bayarin tour orangtua, dan mereka kan udah pensiun jadi udah gak ada status keuangan, kecuali ibu sy sih pensiunan pns.
Tapi kalo gitu, masuk itungan gak ya?
Makasih, semoga bisa terjawab.
LikeLike
Halo mbak, kalau untuk persyaratan visa, traval agent pun akan meminta laporan keuangan/rekening koran tersebut.
Nanti pakai surat keterangan pensiun saja mbak, nah misalkan mbak yang jadi sponsor ya mbak bisa membuat surat sponsornya untuk orang tua dengan dilampirkan rekening koran mbak yang akan menunjukkan dana yang cukup digunakan oleh orang tuanya selama bepergian.
Kurang lebihnya begitu, semoga menjawab.
LikeLike
Hallo mas, rencana Oktober awal besok saya n suami mau ke Jepang nih. Baru pertama kali kesana. Sekarang ini baru mau urus visa. Nah, pertanyaannya:
1. Cuaca Oktober disana cukup pakai jaket biasa, apakah cukup? Atau perlu jaket musim dingin yang tebal2 gitu?
2. Kita sudah beli tiket pp ke dan dari Haneda,Kota mana saja yang kiranya menarik untuk dikunjungi yang tidak jauh dari Tokyo. Mengingat kita tidak ngebet mau naik shinkansen.
3. Kartu transportasi apa saja yang perlu kita beli?
4. Lampiran data tabungan untuk apply visa apakah cukup dari pihak suami saja?
5. Apakah kita mudah menemukan money changer disana?
6. Rekomendasi tempat tinggal disana enaknya daerah mana?
Terima kasih
LikeLike
Halo mbak, ini saya jawab sepengetahuan saya ya 🙂
1. Kalau untuk Oktober bisa pakai jaket sedang saja, atau down jacket yang mudah dilipat, udaranya mungkin berkisar di belasan derajat.
2. Berapa lama rencananya? Kalau semingguan sih main sekitar Tokyo saja sudah cukup. Bisa ke Hakone, Kawaguchi, atau Toyama juga boleh.
3. Saya baru pernah beli Willer Buss Pass untuk pergi 3 malam naik bus, sama Hakone Pass untuk mengunjungi Hakone selama tiga hari. Sisanya saya belinya ngeteng di sana.
4. Kalau untuk keluarga bisa dibuat juga surat pernyataan bahwa suami akan menanggung biaya keluarga dan dilampirkan Kartu Keluarga.
5. Lebih mudah ambil di ATM dengan kartu debit dari bank di Indonesia.
6. Tergantung apa yang dicari, kalau suka belanja ya enakan di Shinjuku, kalau suka yang suasananya Jepang banget mungkin bisa tinggal di ryokan, atau coba seputaran Asakusa.
Semoga membantu 🙂
LikeLike
Sejak 2014 dengan adanya E-Paspor jadi sangat mudah mengurus Visa kunjungan ke Jepang lewat Visa Waiver. Dijanjiin 2 hari, 1 hari sudah jadi. Nice info mas, ijin share artikelnya.
LikeLike
Hooh! Semoga lancar selalu perjalanannya! 😀
Silakan dishare sebanyak-banyaknya mas.
LikeLike
saya mau nanya dikit nih mas , paspor saya kan keluaran kbri pnom penh dan memang ada visa 6 bulan stay di pnom penh (cap paspor saya lumayan banyak keluar masuk negara malaysia vietnam kamboja thailand , kira2 ada kendala gak ya pada saat pengajuan visa , takut nya pihak imigrasi mikir nya saya mau kerja di sana (jepang) ..
LikeLike
Halo mas, kalau untuk kendala, sebenarnya itu tergantung dari kedutaan akan menilai seperti apa berdasarkan histori paspornya. Namun menurut saya sepanjang dokumen pendukung langkap, dan mas bisa menunjukkan gak ada niatan untuk bekerja di sana (misal dengan menunjukkan surat keterangan kerja atau bukti kepemilikan aset di Indonesia) maka seharusnya dapat meyakinkan kedutaannya.
Kira-kira demikian mas.
LikeLike
This theme is simply matchless :), very much it is pleasant to me)))
LikeLike
Thank you!
LikeLike