Seorang pria Jepang necis maju ke loket setelah nomor antriannya dipanggil, kemudian dia menyerahkan dokumen yang dibawanya ke wanita India di balik loket yang nampak anggun dengan kain sari yang dikenakannya. Wanita itu meneliti dokumennya sejenak, lalu mengembalikannya lagi. Mukanya yang terlihat manis, sekarang berubah menjadi jutek.
“Where’s your Visa Application Form?”
“Hah, sorry?”
“Yes, your application form, Have you filled it?”
“No, I don’t know. Can I continue without it?”
“No, you have to fill it online first, then you can come back here later.”
“But, I …”
“Next! Number 24!”
Saya menatap nomor yang saya jepitkan pada map dokumen yang saya bawa. Nomor 24. Glek! Saya menelan ludah, karena haus. Dengan jantung berdebar, saya melangkah maju mendekati loket si wanita India yang sempat terlihat anggun tadi.
…
……
Pukul 09:10
Beberapa pria legam, mengantre untuk memasuki pintu kecil yang terbuat dari jeruji besi berwarna hitam. Dari kelebatan kumis dan warna kulitnya, saya mengenali bahwa mereka adalah penduduk India. Sejenak saya membayangkan bahwa saya berada pada sebuah bioskop tua di Mumbai, mengantre premiere pemutaran film terbaru Shah Rukh Khan, namun di detik berikutnya saya sadar, bahwa saya sedang berada pada Kedutaan India di Jl. HR Rasuna Said Kav. S-1 Kuningan Jakarta Selatan, mengantre masuk.
[Catatan: Untuk permohonan pendaftaran visa, dilayani pukul 09:00-12:00]
Saya mengempit (di ketiak, bukan di selangkangan. -red) map berisikan dokumen yang telah saya siapkan hari sebelumnya, dan setelah jeruji hitam terbuka, saya pun masuk, mengisi buku kedatangan, menitipkan tas, jaket, dan handphone (karena yang boleh dibawa masuk hanya dokumen dan alat tulis), sebelum mendapatkan nomor antrian untuk mengajukan permohonan visa India.
“Langsung masuk aja Mas, ke ruangan itu.” Petugas keamanan wanita yang telah selesai memeriksa tubuh saya berkata “Nanti nunggu nomornya dipanggil ya.”
…
“Nam-ber tuwen-ti-for!”
Saya mengenali logat yang diucapkan wanita itu, Indian English, dan pastilah nomor 24 yang dimaksud. Dengan jantung berdebar, saya melangkah maju mendekati loket si wanita India yang sempat terlihat anggun tadi.
“Hello, good morning.”
Tak ada jawaban. Wanita itu mengarahkan tangannya ke saya, membalik telapaknya mirip Othello, dari hitam menjadi putih. Dari gesture-nya, sepertinya dia meminta dokumen yang saya bawa, lalu saya pun menyerahkannya dengan pasrah. Dia mengeceknya dengan hati-hati, lembar demi lembar dibukanya, dan saya menjadi semakin deg-degan. Saya berdoa dalam hati, supaya syarat-syarat yang dibutuhkan untuk mengurus visa — yang telah saya siapkan dalam map — telah lengkap. Syarat-syarat tersebut adalah:
1. Paspor
Jangan pergi ke luar negeri sebelum memiliki paspor, dan jangan kembali ke dalam negeri sebelum mendapatkan cap di paspor dari negara yang dikunjungi. Beberapa negara mensyaratkan paspor yang memiliki masa berlaku lebih dari enam bulan, demikian juga dengan India. Nantinya visa yang telah disetujui, akan ditempel pada paspor ini.
2. Pasfoto Terbaru
Seperti sebelumnya, saya memercayakan sesi pemotretan personal saya kepada Jakarta Foto yang beralamatkan di Jl. H.A. Salim (Sabang) Jakarta. Tak sampai 15 menit, saya telah mendapatkan hasil fotonya, rapi dalam sebuah amplop yang juga berisikan CD soft copy foto tersebut. Saya menyerahkan uang sebesar Rp. 40.000,- untuk menebus amplop tersebut. Sebagai informasi, ukuran foto yang digunakan untuk mengurus visa India adalah 5cmx5cm = 25cm², dan dibutuhkan — sebenarnya — hanya dua foto — satu ditempel pada formulir dan satu diserahkan ke petugas — saja.
3. Itinerary Perjalanan
Itinerary atau jadwal perjalanan dibuat dari sejak awal masuk India, hingga keluar dari India, lengkap dengan tanggal masuk dan tanggal keluar, tempat datang dan tempat pergi, termasuk jadwal acara dan tempat menginap di kota-kota yang akan dikunjungi. Tidak harus detil, namun tunjukkanlah bahwa kamu mempunyai jadwal acara tentang apa saja yang akan kamu lakukan di India.
[Tip: Hindari penulisan acara seperti rencana membawa pulang ribuan ular kobra, menyatroni rumah Aishwarya Rai, maupun menjarah Taj Mahal dalam itinerary, walaupun kamu memang berniat untuk itu]
4. Bukti Pemesanan Tiket Pesawat
Bukti pemesanan tiket pesawat — berupa print out tiket maupun boarding pass — dibutuhkan jika kamu memang akan menuju India dengan menggunakan pesawat, namun jika kamu sedang mengalami kesulitan keuangan dan akan menuju India dengan berenang, pastikan kalau kamu bisa berenang.
5. Bukti Pemesanan Tiket Kereta
Bukti pemesanan tiket kereta dilampirkan, jika kamu berniat menggunakan kereta di India. Untuk cara pemesanan tiket kereta di India, bisa disimak di sini. Abaikan poin ini apabila kamu termasuk Suku Baduy.
6. Bukti Reservasi Hotel
Apabila kamu tidak memiliki penjamin di India, maka bukti reservasi hotel dibutuhkan sebagai jaminan bahwa kamu memang berniat tinggal secara baik-baik, bukan dengan cara menggelar sleeping bag di depan Agra Fort, atau menyelinap di dalam bagasi taksi di Calcutta, Taxi, Taxi, Taxi, in.
7. Formulir Aplikasi Visa
Pihak imigrasi India mensyaratkan supaya kita melakukan registrasi visa secara online via http://indianvisaonline.gov.in, sebelum membawa hasil cetakan formulir yang telah diisi tersebut ke kedutaan. Ada beberapa halaman yang harus diisi pada situs tersebut, kebanyakan pertanyaan dan isiannya mudah, namun langkah saya sempat terhenti pada kolom sex, karena hanya ada man, woman, dan transgender, tanpa menyebutkan never. Setelah lengkap diisi, maka daftar isian tersebut dapat di-export ke dalam format .pdf, untuk di-print, dan ditempel foto yang telah dicetak sebelumnya.
8. Rekening Koran
Jika kamu tak setampan Brad Pitt atau semolek Angelina Jolie, maka jangan harap bisa berjalan-jalan di India hanya dengan bermodalkan tampang dan keberuntungan, tanpa uang. Rekening koran atau fotokopi buku tabungan akan memberikan jaminan kepada pihak imigrasi bahwa kamu memang memiliki dana untuk melakukan perjalanan ke India. Buatlah rekening koran, selama minimal tiga bulan terakhir. Setahu saya, untuk ke India, tidak disyaratkan berapa minimal tabungan yang ada, cukup tunjukkan bahwa kamu memiliki aliran dana yang stabil, dan ada dana mengendap selama tiga bulan itu. Sebagai gambaran, siapkanlah dana sehari antara 300.000 – 500.000 untuk biaya hidup di sana, kalikan dengan jumlah hari di sana, dan kamu akan mendapatkan saldo minimum tabungan.
[Catatan: Biasanya bank akan meminta biaya cetak untuk tiap lembar rekening koran yang diminta. Besarnya bervariasi, sekitar Rp. 2.000,- per lembarnya]
…
Wanita India itu memindahkan berkas saya ke meja di sampingnya dan kemudian meminta saya — tetap dengan gerak tangannya — berpindah ke loket sebelah untuk membayar biaya pembuatan Visa.
“Is it finished?”
Dia mengangguk.
“Thank you.”
Dia diam.
Ngehek. Dan saya pun teringat sebuah quote dari Libbie Fudim yang juga dikutip Andrea Hirata pada buku Sang Pemimpi: “Love me or hate me, but spare me your indifference.”
Dua langkah ke kiri, grak! Dan saya pun bergeser ke loket sebelah. Loket SBI (State Bank of India).
“Biayanya 492.000 rupiah, Mas.” Sebuah suara menyambut kedatangan saya, seorang wanita lokal berkacamata yang manis, dan saya pun seperti terhipnotis menyerahkan uang yang berada dalam dompet. “I..ini, Mbak.”
“Silakan duduk dulu ya, nanti dipanggil.”
…
“Bapak Muhammad Arif Rahman.” Nama saya dipanggil dari dalam loket SBI, dan saya melangkah mendekat.
“Ini tanda terimanya, dan visa bisa diambil besok pukul 16:00 sampai 16:30 dengan menggunakan tanda terima itu.”
What, cuma sehari jadi? Wow! Ini visa apa Candi Prambanan?
“Eiya, Mas.”
“Apa, Mbak?”
“Masnya … yang ngarang buku ya?”
Saya bengong “Loh, kok mbaknya tahu?”
“Ah, pasti mas lupa sama saya,” Saya memperhatikan wajahnya, dengan detil dan saya teringat kalau dia… “Saya yang dulu di kantor pos, yang pernah beli bukunya Mas.”
… dia yang pernah membeli buku Generasi 3G, tahu tentang buku tersebut karena saya sering berkunjung ke kantor posnya, untuk memaketkan buku ke teman-teman yang memesan.
“Oh, iya! Wah, saya pangling Mbak, sekarang pakai kacamata.” Dia tersenyum “Loh, sekarang kerja di sini Mbak? Enakan mana sama di kantor pos?”
“Hehehe, sama aja Mas.”
…
……
Hari Berikutnya, pukul 16:05
Masih dengan prosedur masuk yang sama, antre di gerbang, menunggu giliran masuk, mengisi buku kedatangan, menitipkan barang bawaan, pemeriksaan tubuh, dan mendapatkan nomor antrian untuk pengambilan visa. Saya masuk ke ruangan yang sama, namun wanita India yang sempat terlihat anggun dan wanita lokal berkacamata yang manis sudah tidak ada pada posnya masing-masing. Sebagai gantinya, seorang pria berpakaian safari hitam, yang menjaga loketnya. Setelah nomor saya dipanggil, saya pun maju menuju loket dan menyerahkan tanda terima yang saya peroleh hari sebelumnya.
“Ini Mas, silakan dicek lagi.” Pria itu menyerahkan paspor saya. “Dan kalau sudah lengkap silakan tanda tangan, lengkap dengan nama nomor telepon yang bisa dihubungi di sini.” Tambahnya, sambil memberikan secarik kertas.
Saya membuka halaman demi halaman paspor, dan menemukan salah satu halaman yang telah ditempel visa India. Ternyata kalau syarat yang dibutuhkan telah lengkap, proses pengurusan visa India hanya membutuhkan waktu satu hari kerja.
Alhamdulillah, India, I’m coming!
Reader: “Wait, no pic=hoax, so I want to see your Indian Visa.”
Me: “Okay, you ask for it!”
[Catatan: Untuk memasuki India, sebenarnya bisa juga menggunakan Visa On Arrival di beberapa bandara kedatangan, biayanya USD 60 atau hampir Rp.600.000,- dan akan menyita sedikit waktu perjalanan kamu di sana. Jadi apapun pilihan kamu, pastikan sesuai kebutuhan dan hati nurani, good luck!]
Tagged: India, Visa, Visa India





take care bro 👧👧👧
LikeLike
Hallo mas 🙂 mau nanya.
kalo mau ke India untuk keperluan magang kerja selama setahun pakai jenis visa apa?
business visa atau entry visa?
kebetulan magangnya di naungi organisasi AIESEC.
Thank you mas 🙂
LikeLike
Untuk visa yang kamu tanyakan, coba kamu cek di http://www.immihelp.com/nri/indiavisa/categories.html dan kira-kira yang mana yang cocok, soalnya aku juga cuma cobain visa turis kan kemarin. Kalau kendala, gak ada kendala kok seperti yang saya tulis di atas.
Good luck dan sukses ya 🙂
LikeLike
sudah lma ingin ke india,tapi tidax berani prgi sendri..kpan ya bisa ke sana?
LikeLike
Tinggal beli tiketnya saja dulu, terus cari teman ke sananya, berangkat deh!
LikeLike
Hai, saya mau tanya, teman saya yg warga negara India, dia akan ke Indonesia untuk beberapa minggu. Teman saya meminta saya untuk membantu mengurus visanya di Indonesia. Tapi, saya masih bingung, emang bisa yah, kalo saya yg ngurus visanya untuk tinggal di Indonesia bbrapa hari? Kalo emang bisa, apa yg harus saya lakukan? Apa yg harus saya siapkan? Butuh biaya berapa?
LikeLike
Halo Mbak Lala, salam kenal.
Mengenai pertanyaannya, terus terang saya tidak tahu jawabannya, karena saya belum pernah mengalami hal seperti itu. Namun untuk lebih jelasnya, mungkin bisa ditanyakan ke Kantor Imigrasi Indonesia, mengenai visa untuk warga negara India. Atau coba dicari infonya di website ini: http://www.imigrasi.go.id 🙂
LikeLike
Salam kenal ya Mas Arief, aku juga pingiiinnn bingit ke India, nengokin Taj Mahal yang ngetop itu he he tapi belum punya waktu 😦
LikeLike
Ya direncanakan dulu aja waktunya, sambil nabung, pasti bisa! 😀
LikeLike
Mas Arif ganteng, nanya dunk :
– saya berangkat tanggal 21 Agustus – 15 September 2015, visa bisa diajukan Juni ini atau di Juli, mohon sugest nya dunk
– saya ada penjamin disana, ada invitation letter dari teman disana, nah apa itu masih butuh untuk melampirkan booking hotel juga waktu buat itinerary?
thanks ya mas, tulung dibantu ya mas, nuwun
LikeLike
Hai Mbak yang caem,
kalau berangkatnya Agustus, diajukan Juli juga gakpapa kok. Supaya lebih lengkap sih, sebaiknya dilampirkan semua dokumen yang ada, Mbak 🙂
LikeLike
Hai mb/mas..
Aku jg schedule k india 20 agsts blikx 6sept.. destinasi kochi tp blom buat visa jg..
Kt temen ku bs apply via online, min 1mgu sblm brgkt…
Mudah2an semuax lncr… doakan kami yaa #koreastyle😄😉
LikeLike
Aamiin! Semoga lancar ya perjalanannya 😀
Iya sekarang kabarnya bisa online ya, jadi memudahkan gitu. Ditunggu ceritanya 😀
LikeLike
Mas, mw tanya ya, saya ada rencana ke Mumbai bln Oktober nanti atas sponsor & undangan temen, cuman yg bikin was2 katanya, ga aman bwt cewek traveling sendirian d sana
LikeLike
Halo mbak, kalau cewek emang jadi tantangan tersendiri sih kalau sendirian ke India.
Tapi asalkan gak berbusana menantang dan gak keluar malam banget aku rasa aman kok 🙂
LikeLike
Ms arievrahman… Boleh minta contact langsung gak sih. Kebetulan aq mau berangkat minggu dpn tp blm Prepare apa2
Thx christie
LikeLike
Langsung ke email yang ada di kolom about saja mbak 🙂
LikeLike
info yang sangat menarik, sepertinya harus dicoba 🙂 , Aerilyn
LikeLike
terima kasih, selamat mencoba 🙂
LikeLike
berapa lama si masa berlaku visa ini? ada yg bilng cuman sebulan. 😦
trus foto 5 x 5 ya mas? ada yg bilang 4×6.. aduh bingung..
mohon bantuannya ya mas.
LikeLike
Itu punyaku 2 bulan kok berlakunya, dan foto waktu aku mengurus ya 5×5.
Mbak kalau bingung bisa langsung tanya ke kedutaannya kok, hehehe.
LikeLike
Kl sy apply visa on arrival itu berlakunya sebulan. Mungkin krn mas ariv urusnya lgs di kedutaan kali ya?
Utk foto seingat sy yg penting ukurannya harus kotak jd 5×5 kl apply visa on arrival. Kl ga kotak, di reject atau ga mau di proses.
LikeLike
ka salam kenal ya 🙂 aku baca ini jadi pengen ke sana 🙂 ngiri heuu .. aku pnya pacar di sana kebetulan hihi jd pngen ketemu .. tp aku takut kalo pergi sendiri hihi minta doanya ya supaya aku bisa ke sana kaya kaka 🙂
LikeLike
Semangat ya 😊
LikeLike
Iya semangat ya 😊
LikeLike
Aamiin! Pasti bisa kalau ada usahanya, hehe. Ayo beli tiket terus ngurus visanya dulu 😀
LikeLike
viana….kita kesana bareng yuuk
LikeLike
Ihiy! Yang rukun ya 😛
LikeLike
Iya, itu ngurus di Kedutaan waktu itu, tapi gak tau ngaruh apa gak hehe.
Noted untuk fotonya jadi memang harus square ya? 😀
LikeLike
Iya wktu apply online itu ada note nya gt hrs square. Jd mungkin gpp kl 4×4 atau 6×6. Tp kek nya lazim nya 5×5 ya
LikeLiked by 1 person
waah,,,mau dong kesana…yuk bareng aku,,keren keren,,, my pin 547c7f21
LikeLike
Anyoneeee?
LikeLike
gmn yg mo berangkat di pertenganhan bln nov ini.? keburu gak buat visanya..
kl da yg jamin disana, apakah dokumen hrs lengkap seperti touris yg lain ya.??
LikeLike
Kan jadinya sehari, harusnya keburu aja sih. Dokumen ya harus lengkap dong sesuai persyaratan yang diminta.
LikeLike
mas, biasanya berapa hari sebelum keberangkatan kita apply visa nya
LikeLike
Walaupun sehari jadi, tapi kalau bisa jangan mepet bikinnya. Sebulan sebelumnya juga lebih bagus kan? 🙂
LikeLike
Mas,
waktu itu abis isi aplikasi di website, diarahkan untuk bikin appointment ga ? atau langsung dateng ke embassy dengan bawa printed form nya?
thank you
LikeLike
Waktu itu sih aku registrasi online dulu sebelum ke embassy 🙂
terima kasih.
LikeLike
hai mas arif, salam kenal sy donna, ceritanya dr kecil udah terobsesi pengen ke india krn udah tersihir sama pesonanya mas salman khan dan mbak kajol dan pengen bgt selfie di jaipur dan agra and then finally tahun ini saya berencana ke india, cuman masalahnya saya cukup seram jika backpakeran sendirian kesana, mengingat india ga seramah singapore atau malaysia, bisa kasih info soal tour agent atau komunitas yg akan pergi kesana kah? mau pergi ga ada temennya.. cuma modal niat dan tekat sepertinya belum cukup 😦
LikeLike
Hai mbak,
kalau info tour agent atau komunitas saya gak punya, tapi mungkin mbak bisa cari-cari di forum seperti ‘Backpacker Dunia’ di Facebook, siapa tahu ada barengan ke sananya 🙂
LikeLike
asik ya sudah berkunjung keindia.
saya rencana tahun depan ke banglore, boleh minta contoh cara pembuatan itinerary perjalanannya ga? makasih😊
LikeLike
Hi Mbak, kalau itinerary ada di kolom itinerary dan bisa diunduh gratis 😀
LikeLike
halo kak, dimana ya tuker indian rupee di jakarta? 😀
LikeLike
Coba di Valuta Artha Mas di ITC Kuningan kak 😀
LikeLike
Halo mas ariev, salam kenal ya. Aku rencana mau apply tgl 1 april besok, dan yang aku baca di banyak blog katanya cuma 1 hari kerja jadi, berarti senin tgl 4 ya kemungkinan udah jadi. Tapi kalo kita ga bisa ambil tgl segitu bisa diwakilkan ga ya?atau ada batas wktu pengambilan, misalnya sampai 5 hari kerja gitu?
LikeLike
Halo halo, iya harusnya memang cuma sehari langsung jadi kok mbak, apesnya mungkin selasa.
Nah kalau batas waktu dan apakah bisa diwakilkan sebaiknya ditanyakan langsung ke kedutaannya hehehe.
LikeLike
akhirnya tercapai juga ke india…2 minggu rasanya kurang :)…mau kesana lagiii…india telalu ngangeniiin…
LikeLike
Betul! Aku juga pengin ke sana lagi haha.
LikeLike
lagi bikin plan utk october ini…doakan cuti ku dikabulkan bapa boss…lol
LikeLike
Aamiin!
LikeLike
Salam knl y kak arif. Aku Dya di surabaya. Kak arif kn dah pengalaman mondar mandir LN nah aku pengen nanya2 dikit. Denger2 yg daftar visa lewat online itu mesti pke krtu kredit nah klo g punya n kluarga jg tmen g Ada yg punya jg piye kak?? Aku baru pengen ke india ngunjungin arjuna disana tapi kok kliatannya sgala seswatunya ribet y? Apa lgi ini prtma x ke LN ke DN di Kota slain surabaya blm prnah, ksnanya sndirian pula.. Jd ragu2. Bagi2 tips buat pemula jg y kak. Thanks..
LikeLike
Halo salam kenal, Dya. Sepanjang pengalamanku bikin visa, gak pernah diminta kartu kredit kok, jadi jangan khawatir ya.
Tipsnya siapin mental saja dan bikin persiapan yang matang untuk liburan.
Good luck!
LikeLike
Hello mas Ariev,
Mas saya mau tanya.. Sewaktu mas mengajukan Indian Visa ini, dilakukan berapa hari sebelum keberangkatan yaa mas ? Klo 2minggu sebelum keberangkatan bisa tidak yaa ? Soalnya saya mau ke Bangalore tanggal 7 Juni 2016 lebih kurang 20harian lagi. Terima kasih banyak.
Regards,
Rizka 🙂
LikeLike
Halo Mbak Rizka,
Seharusnya sih bisa kok Mbak, coba langsung datang ke kedutaan saja membawa kelengkapan dokumennya 🙂
Good luck!
LikeLike
Itinerary Perjalanan masih dibutuhkan lagi gak?? kalau masih nyontek formatnya dong hehehe
LikeLike
Ahaha, kalau itin yang benerannya kayaknya ada tuh di halaman itinerary, bisa diunduh langsung 😀
Kalau yang itinerary buat visa aku lupa simpan di mana.
LikeLike
aku udah download, harus ada rincian biaya ya??? boleh gk cuma Date, place, activity, accomodation
LikeLike
Kalau ada keterangan rincian biaya, ya berarti pakai estimasi saja 🙂
LikeLike
aku baru baca comment Via, kalau pakai e tourist visa tetep harus ke embassy kah??atau cukup lewat online??
LikeLike
hi,, ikutan nimbarung nich maapp 😀
skrg buat Visa india udah mudah banget kok mba,, ga perlu repot2 ke embassy ckup apply via online aja.’
aku applied online 1 hri aja visa ku udah granted status, seneng banget
next september aku mo ke sana lagi, bakal apply online lagi..ini link utkk apply online visa
https://indianvisaonline.gov.in/visa/tvoa.html
semoga membantu 🙂
LikeLike
Wah! Terima kasih banyak infonya!
Nah kalau apply online gitu nanti ada yang ditempel di paspor kah? Atau bagaimana mbak? 😀
Terima kasih.
LikeLike
Kayaknya sudah terjawab dengan jawaban mbak pamela itu ya hehehe.
LikeLike
Nanti qt d krim email yg mnyatakan status kita granted, nah itu d print aja nanti trus stelah arr di india bisa d tunjukin trus passportx d stamp gitu brdasarx print yg qt bawa itu.. Simple kok ga pake ribet di tanyain ini itu (pngalaman saya sich 😁)
Btw, lampiran utk apply visax adlh scan passport dlm format pdf & pas photo dlm bntk format jpeg.
Semoga brmanfaat infox 😁😁
LikeLike
Waaah, sangat bermanfaat sekali lah ini, terutama untuk yang mau ke India, karena sekarang udah gampang banget bikin visanya, hehehe.
Jadi paspor sama print dokumen udah cukup ya? Hehehe.
Semoga kalau ke sana gak lupa ngeprint 😛 😛
LikeLike
hello, traveller broo rahman kao byk pnya pengalaman ttng pembuatan visa ya, enak bgt sih krja ny keliling duniia, kabarin yaaaa kalo mau ke india lagi, aku lg obsesi bgt mau ke chennai
LikeLike
mau donk infonya lg kalo travelling ke india khususnyaaaa, obsesi bgt mau ke chennai
LikeLike
Hayooo siapa yang mau ke India boleh loh kabarin mbak annisa ini 😀
LikeLike
hi Pamela,
aku sudah register etv, tp kok gak ada panduan untuk upload passport halaman depan, trus waktu kita print formnya ada informasi hotel, tapi waktu input di webnya kok kita gak ditanya soal hotel ya, setelah itu mereka akan konfirmasi lewat emailkah?
LikeLike
Guys mau tanya donk cara pengurusan visa ke hindia bisa ekspress ga , karena sepupu saya dapat tiket free untuk ke hindia,sedangkan mendengar info dari tmnnya bebas visa pake npwp, sedangkan tiket sudah mepet apakah tiket dapat di bantu urus untuk refundnya sekalian kepengurusan visanya.mohon info nya thx urgent.
LikeLike
Sepertinya tidak ada deh hubungan visa dan npwp, itu kalau mengurus sendiri cuma sehari kok, sempat kan? 🙂
LikeLike
Mas ada teman saya yang mengundang saya untuk berkunjung ke Hyderabad , namun masih binggung dengan surat undangan yang harus dia buat. Dia tanya format nya seperti apa.
1. Apakah ada contoh surat undangan untuk kunjungan bagi teman ?
2. di pengisian form aplikasi online nya, karena ada yg saya masih binggung di pengisian Single atau Multiply dan lama visanya.
3. saya sudah sempat isi form namun saat sedang merevisi tiba tiba koneksi terputus, apa yang harus saya lakukan krn saya telpon ke kedutaan tidak pernah ada yang menjawab.
4. apakah cukup bawa buku tabungan asli saja atau harus ada surat dari Bank ?
5. Jika saya berangkat Juni dan mengajukan januari apakah boleh ?
Mohon bantuannya
LikeLike
Halo mbak, berikut akan saya jawab sepengetahuan saya ya.
1. Saya tidak memiliki contohnya, namun speertinya bisa dicari via Google.
2. Kalau single berarti hanya sekali masuk, kalau multiple bisa digunakan untuk keluar masuk India dalam batas waktu tertentu. Tergantung Mbak, maunya yang mana.
3. Kalau data hilang, bisa mengisi ulang kembali.
4. Setahuku visa India bisa cukup pakai rekening koran saja, tidak perlu surat referensi bank.
5. Kalau masih Juni, sebaiknya diajukan sekitar bulan April – Mei mbak 🙂
Semoga mambantu, dan sukses selalu.
LikeLike
Gw suka Baca Baca Blog Lo Riev! Kapan2 Kalo Kemana Ajakin Gw (Gw Bayar Pake Duit Gw Koq) Biar Gw Juga Ada Temen Ngebolang! Tapi Gw Balik Indo Setahun Sekali Euy!
Salam Kenal Riev!
LikeLike
Wah Makasih Sudah Mau Baca Blog Ini! Yuk Boleh Kalau Mau Ngetrip Tapi Bayarin Gue Ya!
Emang Di Mana Kok Balik Indo Setahun Sekali? Boleh Dong Gue Main Ke Sana!
Salam Kenal Juga Mas, Btw Ini Kenapa Gue Jadi Ikutan Gini Nulisnya?
LikeLike
halo mas, say mau tanya apakah dokumen KTP dilampirkan? bagaimana kalau tidak ada karena taulah e-ktp belum jadi 😥 entah kapan.. thanks
LikeLike
Tidak perlu melampirkan KTP kok, semoga lancar ya urusan visanya 🙂
LikeLike
mau nonton movie gratis? langsung aja kunjungi website kami di xxinonton.com nonton film indonesia, barat, jepang dan lainnya.
LikeLike
Ashiaapppp!
LikeLike
Perlu surat referensi dari bank atau ckup rek koran aja ya kalau untuk visa bisnis ?
LikeLike
maaf kalau untuk visa bisnis, saya kurang tahu. Mungkin bisa dicek di website resminya 🙂
LikeLike