Beragam komentar datang ketika orang-orang mengetahui bahwa saya baru saja kembali dari mengunjungi Korea Utara, dengan selamat –dengan ginjal yang masih utuh dan semua organ tubuh berfungsi dengan baik tentunya. Mulai dari yang menyanjung keberanian saya traveling ke Korea Utara, bertanya-tanya apa alasan saya mengunjungi negara tersebut –dari ratusan negara yang ada di dunia, hingga yang mengatakan saya sebagai antek komunis!
“Ngapain sih kamu ke Korea Utara?” Tanyanya. “Mau cari mati?” Imbuhnya lagi. Ya tentu tidak dong, kalau cari mati, mending saya ke Suriah sekalian, berpahala. Alasan terbesar saya mengunjungi Korea Utara (sambil membawa tamu agung dari Whatravel indonesia) adalah karena saya penasaran dan ingin tahu lebih banyak tentang negara mungil namun adidaya ini. Negara yang hampir selalu menjadi headline berita internasional, setiap kali ada peristiwa yang terjadi, ataupun melibatkan pihak-pihak Korea Utara.
Seperti misalnya, peristiwa di bawah ini.
“Our leaders like to do nuclear test.” Pemandu wisata kami berujar ketika saya melihat halaman utama The Pyongyang Times kala itu. Berdasarkan intonasi suara dan mimik wajah yang memperkuat ceritanya, saya menangkap kesan bahwa ini adalah hal biasa di sana, dan wajar apabila Yang Mulia Paduka Kim Jong Un gemar melakukannya, seakan-akan lokasi uji coba roket nuklir adalah Disneyland untuknya. “We do not use it for the war, just for precaution.“
PRECAUTION. BHAIQQQ YANG MULIAAAA! Saya mencoba tetap berpikir positif, walaupun dosa-dosa saya tetap negatif. Kadang kala, kita takut dengan apa yang tidak kita ketahui. Namun, semua penjelasan yang saya dapatkan di sana berhasil membuat segalanya terasa wajar dan make sense.
Datang ke Korea Utara, sebaiknya dilakukan dengan menggunakan prinsip gelas kosong yang belum terisi. Janganlah kamu datang dengan membawa propaganda yang pernah kamu dengar sebelumnya atau asumsi yang kamu pikirkan sendiri, karena kamu tidak akan mendapatkan apa-apa di sana selain kejulidan dan prasangka buruk.
Korea Utara, memiliki kisahnya sendiri, kisah yang mungkin berbeda dengan apa yang pernah kamu dengar di media manapun. Berikut ini adalah 10 (sepuluh) hal yang mungkin kamu ketahui tentang Korea Utara, yang mungkin saja benar, atau bisa saja malah benar sekali.
[DISCLAIMER: Hal-hal yang saya sampaikan di bawah ini bersumber dari informasi dan pengamatan terbatas yang saya dapatkan langsung di sana. Pendapat yang diungkapkan bersifat personal, tidak mewakili Yang Mulia Paduka Kim Jong Un, dan tidak bertujuan untuk mendukung/menyerang pihak tertentu.]
1. Korea Utara adalah Negara Komunis yang Tidak Mengenal Tuhan
Apa itu komunis? Kalau menurutmu komunis adalah paham negara di mana kekuasaan dikuasai oleh satu pihak (partai politik), dengan pemerataan kesejahteraan ke seluruh rakyat, maka Korea Utara dapat dikatakan sebagai negara tersebut. Namun apabila menurutmu komunis adalah sebutan untuk perbuatan keji yang tidak berlandaskan kemanusiaan, maka itu bukanlah Korea Utara, sekarang.
Pada periode tahun 20-an, ketika Semenanjung Korea berada di bawah kekuasaan Jepang, paham komunis, atau juga dikenal sebagai Marxist-Leninist state, masuk dari Rusia dan merambah ke bagian utara semenanjung, dan merasuki semangat perjuangan warga Korea ke pintu gerbang kemerdekaan. Namun, ternyata paham komunisme dan sosialis yang masuk saat itu belum cukup kuat untuk menggerakkan perjuangan kemerdakaan, dan alih-alih menyatukan, paham yang masuk saat itu malah membuat mereka tercerai berai dengan banyaknya kelompok yang berebut kekuasaan, dengan propaganda dan omong kosong semata. Familiar dengan hal ini?
Tagged: Kim Jong Un, North Korea, Pyongyang
