backpackstory
  • Home
  • Domestic
    • Aceh
    • Bali
    • Banten
    • DKI Jakarta
    • Jawa Barat
    • Jawa Tengah
    • Jawa Timur
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Utara
    • Kepulauan Bangka Belitung
    • Kepulauan Riau
    • Lampung
    • Maluku
    • Maluku Utara
    • Nusa Tenggara Barat
    • Nusa Tenggara Timur
    • Papua
    • Papua Barat
    • Riau
    • Sumatera Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
  • Foreign
    • Armenia
    • Australia
    • Azerbaijan
    • Belgium
    • Bhutan
    • Brunei Darussalam
    • Cambodia
    • China
    • England
    • France
    • Georgia
    • Hong Kong
    • India
    • Iran
    • Italy
    • Japan
    • Kenya
    • Laos
    • Macau
    • Malaysia
    • Myanmar
    • Nepal
    • Netherlands
    • North Korea
    • Philippines
    • Russia
    • San Marino
    • Singapore
    • Scotland
    • South Korea
    • Taiwan
    • Tanzania
    • Thailand
    • Timor Leste
    • Turkey
    • United States of America
    • Uzbekistan
    • Vietnam
  • Mamacation
  • Events
  • Miscellaneous
    • Accommodation
    • Culinary
    • Others
    • Survival Kit
    • Transportation
  • Visa
    • Visa Amerika
    • Visa Armenia
    • Visa Australia
    • Visa Azerbaijan
    • Visa Cina
    • Visa Georgia
    • Visa India
    • Visa Iran
    • Visa Jepang
    • Visa Kenya
    • Visa Korea Selatan
    • Visa Myanmar
    • Visa Nepal
    • Visa Rusia
    • Visa Schengen
    • Visa Taiwan
    • Visa Tanzania
    • Visa Timor Leste
    • Visa Turki
    • Visa UK
  • About
    • Achievements
    • Clients Portfolio
    • Country List
    • Stage Performance

Kaleidoskop 2014: Tahun Penuh Pencapaian

arievrahman

Posted on February 1, 2015

Hampir semua orang, mempunyai angka favorit. Dan sebagian besar orang yang mempunyai angka favorit, menjadikan tanggal kelahirannya sebagai angka favoritnya. Tidak terkecuali saya, yang menjadikan angka 14 sebagai angka favorit.

Pada tahun 2014 –yang otomatis menjadi tahun favorit saya–, saya mengalami beberapa peristiwa yang berhubungan dengan dunia traveling yang sekaligus merupakan sebuah pencapaian dalam hidup. Bukan, bukan menikah kok. Atau setidaknya belum traveling ke pelaminan. Melainkan hal-hal luar biasa berikut ini.

Januari: Mendapatkan Diving Certification

Seperti yang saya katakan pada postingan ini, awal tahun 2014 lalu saya berhasil mendapatkan salah satu benda penting yang akan memperkaya aktivitas traveling saya, yaitu kartu diving certification. Bendanya kecil, cuma seukuran KTP, namun lebih keren, dan tanpa tanggal kedaluwarsa. Benda yang dapat digunakan untuk kegiatan diving. Bukan, bukan di lapangan hijau, melainkan di lautan yang biru, atau biru keruh dengan badai pasir, kalau kamu sedang belajar diving.

Diving Pramuka

Diving di Pulau Pramuka.

Selain itu, Bulan Januari juga ditandai dengan petualangan saya di Myanmar, negara Asia Tenggara yang menjadi favorit saya, di mana hampir semua penduduknya memakai sarung, walaupun tidak beragama Islam.

Februari: Mengatasi Ketakutan-ketakutan

Sebagai seorang yang haus akan petualangan, mencoba sesuatu yang baru adalah hal yang saya sukai. Dan di bulan ini, saya mencoba menaklukkan rasa takut saya terhadap ketinggian dengan melakukan cliff jumping di Nusa Lembongan, Bali. Facing fears with fears. Hasilnya? Seperti yang bisa dibaca di sini, saya berhasil melompat terjun ke laut dari ketinggian sembilan meter, sebelum mendarat dengan pantat terlebih dahulu, dua kali.

Categories: Domestic, Foreign, Mamacation

Tagged: Kaleidoskop, Mamacation

79 Comments

+Read more

Munduk Wilderness Basecamp

Menjajal Bali yang Tak Biasa

arievrahman

Posted on January 22, 2015

Pagi itu, saya terbangun dengan malas usai bersosialisasi (baca: nongkrong bersama teman-teman di warung kopi, sambil bergosip) di malam sebelumnya. Berikutnya, saya mematikan alarm dengan segera karena suaranya yang memekakkan telinga, sebelum menurunkan selimut dengan gerakan lambat dan membiarkan paha saya yang berbulu terekspos.

Saya sempat berpikir “Hey, ini Bali, bukankah seharusnya kita bangun siang dan menikmati malas di sini?” Namun sebuah kenyataan berkata lain, karena pagi itu saya harus segera berkemas menuju Munduk, yang berjarak lumayan jauh dari The Amala Seminyak, tempat saya menginap.

The Amala Seminyak

The Amala Seminyak

Di samping saya, Ifan masih tertidur dengan selimut membungkus tubuhnya yang sudah tak polos. Iya, kedatangan saya ke Bali kali ini adalah untuk menemani para pemenang kontes Blog Competition Adrenaline Rush yang diadakan beberapa bulan silam, di mana hadiahnya adalah menjajal berbagai aktivitas yang memacu adrenalin. Tapi tak ada yang mengatakan bahwa saya harus tidur seranjang dengan Ifan, dalam sebuah kamar yang dilengkapi tempat tidur berkelambu, dengan harum aromaterapi yang memenuhi hidung, dan jacuzzi serta bathtub outdoor.

TIDAAAKKKKKKKKK! Seketika adrenalin saya terpacu untuk segera berangkat ke Munduk, dan menganggurkan testosteron saya.


Perjalanan menuju Munduk, adalah perjalanan yang cukup menyenangkan karena melewati berbagai bentang alam yang menakjubkan. Mulai hamparan sawah yang hijau dan berundak-undak, melewati Danau Beratan Bedugul yang keindahannya tercetak pada uang lima puluh ribu rupiah, hingga berhenti sejenak di batas Desa Gobleg tempat kami menyaksikan sepasang ‘danau kembar’ di kejauhan, Danau Tamblingan dan Danau Buyan.

Categories: Bali, Domestic, Events

Tagged: #AdrenalineRushGoes2Bali, Bali, Fin Komodo, Haunted Valley Waterfall, Munduk, Toyota Rush

69 Comments

+Read more

Kisah (Nama) Muhammad di Amerika Serikat

arievrahman

Posted on January 3, 2015

Nama saya adalah Muhammad Arif Rahman, dan saya bukan seorang teroris. Kata orang, nama adalah doa, dan itulah doa  Papa ketika menamai saya delapan belas tahun (lebih beberapa tahun) silam. Doanya adalah menjadi seorang anak yang dapat berperilaku seperti sang rasul, yang memiliki sifat bijaksana, dan penuh kasih sayang. Bukan seorang anak yang akan dipersulit nasibnya ketika hendak memasuki Amerika Serikat.


“Mr. Muhammad Arif Rahman?” Seru si petugas sebelum saya memasuki ruang tunggu keberangkatan Dubai International Airport, saya mengangguk. “From Indonesia?“

“Yes.” Jawab saya tegas, seperti orang tua si wanita pada video klip band Kanada MAGIC! yang berjudul ‘Rude’. Saya memberikan boarding pass beserta paspor yang telah ditempeli Visa Amerika padanya.

Tangannya menunjuk ke sebuah sudut ruangan, tempat beberapa alat pemindai berada. “That way, Sir.” Sementara para penumpang lain, yang entah bagaimana proses seleksinya, hanya diminta menunjukkan tanda pengenal dan boarding pass sebelum memasuki ruang tunggu.

Dan saya pun dengan bijaksana dan penuh kasih sayang mengikuti kemauannya.

Emirates

Emirates’ Stewardess, beautiful but…

Beberapa jam sebelumnya, saya masih berada di dalam salah satu pesawat milik Emirates, maskapai kebanggan Dubai, yang merupakan salah satu maskapai terbaik dunia. Ini adalah perjalanan terjauh dan terlama yang pernah saya lakukan, dan kali ini saya melakukannya seorang diri.

Saat itu, saya mendapat tempat duduk di bagian aisle, sementara dua penumpang di samping kiri saya adalah dua orang pria Arab berbadan besar, berbulu dada lebat, dan suka mengobrol dengan suara kencang. Setiap kali mereka berbincang dengan bahasanya, saya menengadahkan kedua telapak tangan ke atas, dan berucap “Aamiin!” dalam hati, tentunya dengan bijaksana dan penuh kasih sayang.

Categories: Foreign, United States of America

Tagged: Amerika Serikat, Dubai International Airport, Emirates, Imigrasi Amerika, John F. Kennedy International Airport, Visa Amerika

267 Comments

+Read more

Khataman di Laos

arievrahman

Posted on December 31, 2014

Semuanya berawal dari patah hati. Ketika wanita yang saya sukai ternyata lebih memilih pria lain, maka saya pun balas dendam dan melampiaskan kekesalan dengan cara saya sendiri. Bukan, bukan dengan memilih pria lain juga, namun dengan cara membuat paspor dan pergi liburan ke luar negeri. Melupakan patah hati. Niatnya.

Dan tentu saja negara-negara ASEAN menjadi prioritas saya ketika bepergian ke luar negeri. Selain karena harga tiketnya yang relatif lebih murah dibanding berlibur ke Djibouti, negara-negara ASEAN juga masih memiliki kultur budaya yang mirip dengan Indonesia, sehingga tidak terlalu susah untuk beradaptasi di sana.

Dan inilah nukilan perjalanan yang telah saya lakukan ke negara-negara ASEAN, yang dimulai dari:

Singapura, Januari 2010

USS SIngapore

Kayang di Universal Studio Singapore.

Yang pertama, adalah yang membekas di hati, walaupun belum tentu jadi yang terakhir dan membekas selamanya. Demikian halnya dengan petualangan saya pertama kali ke luar negeri, atau Singapura tepatnya.

Mulai dari pembuatan paspor kilat dengan jasa calo, persiapan yang dapat dibilang mepet untuk pengalaman pertama, barang bawaan yang masih belum tertata rapi, dan sepasang Crocs di kaki. Berangkatlah saya ke Singapura untuk mengobati hati yang terluka. Di sana, saya mulai membiasakan diri dengan budaya setempat. Mulai dari tidak menyeberang jalan dengan sembarangan, membuang sampah pada tempatnya, juga mencicipi moda transportasi dalam kota yang nyaman.

Sungguh, orang Indonesia akan menjadi orang yang tertib dan taat peraturan apabila berkunjung ke Singapura.

Categories: Brunei Darussalam, Cambodia, Foreign, Laos, Malaysia, Myanmar, Philippines, Singapore, Thailand, Vietnam

Tagged: ASEAN, Kayang, patah hati

100 Comments

+Read more

Apa yang Didapat dari #TravelNBlog2 Bandung?

arievrahman

Posted on December 27, 2014

Sabtu itu, waktu telah menunjukkan pukul sembilan pagi, namun masih sedikit batang hidung yang hadir di Co&Co Space, Bandung. Saya melirik jam yang terlekat di pergelangan tangan kiri saya dengan cemas, bagaimana jika acara #TravelNBlog2 ini sepi dari pengunjung, seperti halnya workshop Jonru?

Banyak acara yang sedang berlangsung di Bandung di hari yang bersamaan, juga persiapan yang terlalu singkat mungkin adalah salah satu faktornya. Namun ternyata dugaan saya salah, ketika para peserta yang telah mendaftar sebelumnya melalui akun ID Geek Girls (beberapa mengetahui tentang acara ini dari @infobandung), mulai bermunculan selayaknya orang Indonesia pada umumnya, terlambat beberapa menit.

Acara ini sejatinya adalah lanjutan dari Travel N Blog yang pernah kami adakan di Jakarta beberapa bulan silam. Dan karena muncul banyaknya permintaan untuk mengadakan acara serupa di kota lain, maka kami pun memilih Bandung. Alasan beberapa panitia adalah, Bandung terletak dekat dari Jakarta sehingga memudahkan koordinasi dan transportasi. Sementara alasan saya memilih Bandung, adalah karena banyak yang cantik-cantik di sini.

Dan dalam rangkaian acara yang diadakan selama dua hari tersebut, inilah hal-hal yang kami dapatkan.

Menentukan Konsep Blog

TravelNBlog2 - Concepting

Concepting your blog by Indohoy

Setelah beberapa baris bangku terisi penuh, majulah Mumun dan Vira dari Indohoy ke hadapan para peserta. Pagi itu, mereka menyampaikan materi mengenai bagaimana menentukan konsep sebuah blog perjalanan. Mereka mengambil contoh beberapa blog perjalanan yang menjadi favorit, dan menceritakan bagaimana konsep dari tiap blog tersebut.

Mumun juga memberi contoh, bagaimana basic-nya sebagai sarjana biologi –yang masih mencari pasangan hidup– berpengaruh dalam konsep blog yang dipilih Indohoy.

Merangkai Cerita Perjalanan

Categories: Domestic, Events, Jawa Barat

Tagged: Bandung, JepretStory, PhotoNShare, TravelNBlog, TravelNBlog2

92 Comments

+Read more

« Older entries    Newer entries »


post title here

Banners for Blog Indonesia Terbaik 2019


Travel Blogs Award 2018

Travel Blog Awards 2017 – Winners

Top Posts & Pages

  • Langkah-langkah Mengurus Visa Amerika
  • Mengurus Sendiri Visa Inggris (UK)
  • Panduan Lengkap Membuat Visa Korea Selatan
  • Panduan Lengkap Mengurus Sendiri Visa Turis Australia
  • 7 Cara Seru Menikmati Musim Gugur di Jepang

Archives

Blog Stats

  • 5,485,766 serious hits

Donate to Backpackstory

Donate Button with Credit Cards

Enter your email address to become a serious reader and receive notifications of new posts by email.

Join 6,295 other subscribers
Follow backpackstory on WordPress.com

Recent Comments

aaa's avataraaa on Puncak 29 Rahtawu Gunung Muria…
Grass field's avatarGrass field on Langkah-langkah Mengurus Visa…
dutatrip's avatardutatrip on Ramadan di Singapura
Lombok Transport's avatarlombokwisata.toursan… on Terjebak di Museum of Sex…
lacasamaurilio1990's avatarlacasamaurilio1990 on Kejutan Demi Kejutan di G…

Twitter Updates

Tweets by arievrahman

Official Facebook Page

Official Facebook Page
  • View arievrahman’s profile on Facebook
  • View arievrahman’s profile on Twitter
  • View arievrahman’s profile on Instagram
  • View arievrahman’s profile on LinkedIn
  • View arievrahman’s profile on YouTube
  • View arievrahman’s profile on Google+
  • View arievrahman’s profile on Tumblr

Return to top

© Copyright Backpackstory 2012-2021

Website Powered by WordPress.com.

  • Subscribe Subscribed
    • backpackstory
    • Join 2,646 other subscribers
    • Already have a WordPress.com account? Log in now.
    • backpackstory
    • Subscribe Subscribed
    • Sign up
    • Log in
    • Report this content
    • View site in Reader
    • Manage subscriptions
    • Collapse this bar
 

Loading Comments...