Apa yang terlintas dalam benak kamu, apabila saya menyebutkan kata “Georgia”? Sebuah negara bagian di Amerika Serikat? Sebuah negara yang terletak di antara Asia dan Eropa? Sebuah lagu lama berjudul “Rainy Night in Georgia”? atau malah kamu belum pernah mendengar apapun tentang Georgia? Tidak masalah, karena memang pada dasarnya, nama Georgia masih belum terlalu familiar bagi kebanyakan dari kita, penduduk Indonesia.

Padahal Georgia (yang saya maksud di sini) adalah sebuah negara yang memiliki bentang alam menakjubkan, sejarah yang kaya, juga dikenal sebagai negara penghasil wine pertama di dunia. Loh tapi kan kita negara muslim? Pasti gak tahulah tentang wine. Ya sudah, terserah, tapi kalau kamu menanyakan pertanyaan yang sama tentang saya, maka jawaban saya adalah “Temur Ketsbaia”.

Panganan uopo meneh iku Temur Ketsbaia?

Temur Ketsbaia

Temur Ketsbaia

Bagi saya,  yang merupakan penggemar klub bola Newcastle United, Temur Ketsbaia adalah orang pertama yang membuat saya mengetahui tentang adanya negara bernama Georgia. Kepalanya yang plontos, penampilannya yang kadang bagus di lapangan, dan nomor punggung 14 (saya lahir di tanggal 14, kebetulan?) yang dikenakannya saat itu –tahun 1997, membuat saya ingin mengenal lebih dalam tentangnya.

Dari hasil penelusuran saya (dengan membaca tabloid BOLA dan LIBERO, karena dulu belum ada Google di Ungaran) terhadap pemain yang pindah dengan free transfer dari AEK Athens ke Newcastle United tersebut, saya kemudian menemukan Georgia, sebagai negara asalnya.

Kini belasan tahun berlalu, saya yang saat itu masih ingusan, telah tumbuh menjadi seorang dewasa, yang kadang ingusan juga. Bawahnya. Sementara Ketsbaia yang dulu bermain untuk Newcastle United, kini telah kembali lagi ke klub asalnya AEK Athens, sebagai manajer. Waktu berlalu, dan tahun berubah, namun rasa penasaran terhadap Georgia belum berkurang, apalagi ketika saya mendapatkan undangan jamuan makan siang dari Zurab Aleksidze, duta besar Georgia untuk Indonesia, yang semakin membuka wawasan saya tentang keindahan Georgia.

Omong-omong, Pak Zurab ini sedikit mirip dengan Ketsbaia, ya?

Zurab Aleksidze

Zurab Aleksidze, Georgian Ambassador for Indonesia.

Dari presentasi yang saya dapat pada jamuan singkat tersebut, akhirnya saya mantap memutuskan untuk mengubah itinerary, yang semula ingin keliling Iran dalam 10 hari, menjadi memasukkan negara-negara Caucasus ke dalamnya, yang meliputi Azerbaijan, Georgia, dan Armenia.

Apalagi saat itu, Bapak Zurab ini mengatakan bahwa kini semakin mudah bagi Warga Negara Indonesia untuk mendapatkan Georgia, karena sudah diberlakukan e-visa untuk kita.

Lalu, bagaimana cara mendapatkan e-Visa Georgia ini? Gampang, karena hanya diperlukan tiga langkah mudah.

I. Apply for e-Visa

Langkah pertama untuk mendapatkannya adalah mengajukan permohonan e-Visa ini, yang dimulai dengan membuka halaman https://www.evisa.gov.ge/GeoVisa/ kemudian meng-klik “Apply Now” pada sisi kiri atas. Sebagai catatan, waktu itu, saya mengajukan permohonan ini pada tanggal 19 April 2017.

Setelah meng-klik, maka kamu akan dibawa ke beberapa kolom isian standar untuk pengajuan visa, yang terdiri dari beberapa bagian, yaitu:

A. Citizenship/Country

e-Visa Georgia

Bagian pertama ini akan bertanya mengenai kewarganegaraan dan status paspor kamu. Adapun isian pada bagian ini, terdiri dari:

Citizenship/Country: Isilah dengan asal negara kamu, kalau saya sih Indonesia. Tepatnya Indonesia yang damai, bukan yang sedang rusuh gara-gara kasus penistaan agama yang dipolitisasi seperti sekarang ini.

Type of Travel Document/Passport: Apabila kamu bepergian dengan paspor standar, seperti yang saya punya, pilihlah ‘Ordinary Passport’, apabila bukan, pilihlah yang paling sesuai.

Expiration date of Travel Document/Passport: Masukkan tanggal akhir berlakunya paspor kamu.

Purpose of Visit: Pilih tujuan kedatanganmu, apabila ingin jalan-jalan, pilihlah ‘Tourism’. Tidak, tidak ada opsi mengunjungi rumah Temur Ketsbaia dan minta ‘Om Telolet Om’ di sini.

Type of Supporting Document (if applicable): Apabila kamu mempunyai dokumen lain yang dapat mendukung perjalanan kamu, silakan diinput datanya. Kalau saya kemarin sih, tidak mengisi bagian ini.

Country of Supporting Document (if applicable): Sama dengan atas, disingkat s.d.a.

Expiration date of Supporting Document: s.d.a.

Security Verification: Yang ini, masukkan kode yang kamu lihat pada kotak yang tersedia. Iya, yang sejenis Captcha itu. Jangan sampai salah, walaupun kalau salah kamu bisa mengulangi lagi sampai benar. Tidak seperti hubungan asmara, yang kadang tidak memaafkan kesalahan kedua.

e-Visa Georgia
Catatan: Setelah mengklik 'Next' akan muncul Pop-Up yang memintamu untuk menyiapkan dokumen berupa soft copy foto dan paspor kamu. Harap disiapkan dengan baik, karena dua hal ini harus dipenuhi (akan diproses pada bagian ke-4) demi kelancaran pembuatan e-visa kamu.

B. Travel Information

Berikutnya –tentunya setelah meng-klik ‘Continue’, maka kamu akan dibawa ke halaman yang menanyakan mengenai rencana perjalanan kamu ke Georgia, kapan kamu akan memasuki wilayah Georgia, in a good way. Masukkan rencana kedatanganmu pada kolom tanggal di atas, dan sistem akan secara otomatis memberikan estimasi mengenai masa berlaku calon e-visa kamu.

Nantinya, e-visa akan berlaku selama 120 hari, dengan masa tinggal maksimal di Georgia adalah selama 30 hari. Salah satu hal yang menarik di sini adalah e-visa ini berlaku “Multiple” yang berarti kamu bebas keluar masuk Georgia, in a good way juga, selama kurun waktu 120 hari tersebut, asalkan masa tinggal per kedatangan tidak melebihi 30 hari.

e-Visa Georgia

Pada bagian bawah, dijelaskan pula bahwa biaya pembuatan visa ini adalah 20 USD, yang dapat dibayarkan melalui kartu kredit/debit Visa atau Mastercard. Tentunya akan ada biaya servis juga, selain biaya e-visa itu sendiri.

C. Terms&Conditions

Bagian berikutnya, adalah bagian yang cukup mudah, karena kamu hanya diminta untuk memberikan tanda centang pada kolom yang tersedia, dengan pernyataan-pernyataan yang sudah tersedia. Berikan centang apabila kamu sanggup  memenuhi syarat dan ketentuan yang diberlakukan oleh pihak imigrasi Georgia.

Mudah kan, masih lebih susah membawa pulang (Habib?) Rizieq Shihab ke Indonesia, kok.

e-Visa Georgia

Apabila kamu malas menerjemahkan, atau membuka Google Translate, maka saya akan menerjemahkan pernyataan tersebut. Kurang lebihnya adalah seperti ini:

  • Saya akan melakukan traveling dalam jangka waktu singkat (bukan berniat untuk tinggal lama dan menikahi saudara sepupu Temur Ketsbaia).
  • Saya menyadari bahwa mengajukan permohonan e-visa di dalam wilayah Georgia adalah subjek untuk ditolak (makanya, kamu harus mengajukannya sebelum memasuki wilayah Georgia, still, in a good way).
  • Masa berlaku paspor saya lebih lama dari tiga bulan daripada masa berlaku calon e-visa saya (Segera perpanjang paspor apabila sudah mepet, cyin!).
  • Saya dapat membuktikan pada pemeriksaan di perbatasan negara, bahwa saya memiliki tiket keluar-masuk Georgia, bukti pemesanan hotel, juga asuransi perjalanan yang dapat meng-cover Georgia selama periode perjalanan saya (Ini dapat disiapkan setelah kamu mendapatkan e-visa, jadi tidak perlu tergesa seperti Forrest Gump).
  • Saya juga dapat membuktikan bahwa saya mempunya dana yang cukup untuk perjalanan saya ke Georgia (Saya hanya menyarankan, bahwa sebaiknya dana tersebut bukan hasil utang, sih).
  • Saya mengetahui dengan pasti bahwa pemberian informasi/dokumen yang salah dapat menyebabkan ditolaknya e-visa saya (Ya iyalah, jangan suka main-main dengan masalah visa ini).
  • Saya mengetahui bahwa saya sepenuhnya bertanggung jawab menentukan kapankah tanggal masuk saya ke Georgia (jangan sampai salah, karena menentukan masa berlaku e-visa kamu).
  • Biaya pembuatan e-visa tidak dapat dikembalikan (baik diterima atau ditolak, sebaiknya diikhlaskan).
  • Saya menyetujui setiap kondisi atau persyaratan di atas (cukup jelas).
  • Saya ganteng (yang ini tidak ada, mohon diabaikan).

D. Personal Information

e-Visa Georgia

Berikutnya, adalah bagian yang menanyakan tentang informasi dan data-data personal kamu, harap jawab dengan sebenar-benarnya, jangan bohong, karena Allah tidak menyukai orang-orang yang suka berbohong. Astaghfirullah.

First Name: Masukkan nama depan kamu, atau beberapa kata sebelum kata terakhir nama kamu. Misal “Muhammad Ariev”.

Surname: Masukkan nama belakang, atau marga kamu. Misal “Ortega”.

Number of Travel Document/Passport: Masukkan nomor paspor kamu, kalau belum punya paspor, ya bikin atuh.

Date of Birth: Pilih tanggal lahir kamu, sesuai dengan paspor.

PHOTO: Unggah softcopy foto yang telah kamu siapkan sebelumnya. Kira-kira seperti ini ukurannya: “472×610 pixels in dimension – 4×5.16cm in size, 300 DPI resolution”.

Email address: Tulis alamat email aktif yang kamu gunakan.

Sex: Pilih jenis kelaminmu, hanya ada Male untuk Pria, dan Female untuk Wanita. Tidak ada yang lain.

  • Apabila permohonanmu di-submit oleh orang lain, harap centang kotak yang tersedia.
  • Apabila kamu bepergian bersama orang lain, centang juga kotak kedua.

Copy of the travel document/passport: Unggah softcopy paspor kamu, halaman depan tepatnya. Iya yang ada foto kamu itu.

Catatan: Saat itu saya sempat gagal mengunggah foto karena menggunakan browser Safari, namun ketika saya beralih ke Chrome, semua lancar. Terima kasih Google.

E. Verification

e-Visa Georgia

Bagian terakhir dari langkah pertama ini adalah proses verifikasi data, yang memintamu untuk memastikan apakah data-data yang kamu input sebelumnya sudah benar. Apabila semua sudah cocok dan data-datanya sudah benar, klik ‘Verify’ dan kamu akan diarahkan untuk mengecek email kamu, karena di sana sudah ada kejutan menanti.

II. Proceed with Payment

Dari email, kamu akan mendapatkan beberapa kalimat yang menyatakan bahwa kamu memang benar mengajukan permohonan e-Visa Georgia ini. Apabila memang benar, maka kamu harus meng-klik tombol ‘Approve’ pada bagian bawah email, yang akan langsung membawamu ke halaman pembayaran.

Yang perlu diingat adalah, apabila kamu mengabaikan email tersebut dalam satu jam, maka aplikasi kamu akan otomatis dibatalkan. Kemudian apabila kamu sudah meng-approve email namun belum melakukan pembayaran dalam jangka waktu 5 jam, maka aplikasi kamu, sepertinya juga akan dibatalkan.

Sukurin.

e-Visa Georgia

Pada halaman pembayaran, yang perlu diingat (bagi Warga Negara Indonesia) adalah bahwa pembayaran hanya dapat dilakukan dengan menggunakan kartu kredit belogo Visa/Mastercard, yang mempunyai 3D Secure System yang dapat digunakan untuk transaksi internasional.

Tidak, tidak bisa menggunakan Kartu Simpedes. Saat itu saya menggunakan Kartu Kredit dari Bank UOB, dan berhasil.

e-Visa Georgia

Yang perlu diingat, bahwa biaya visa tertulis sebesar 20 USD, namun pada praktiknya kamu akan dikenakan juga biaya layanan jasa pembuatan visa, yaitu sebesar 0,5 USD, sehingga total Damage Cost adalah 20,5 USD.

III. Receive your e-Visa

Setelah melakukan pembayaran, dan berhasil, kamu akan menerima kembali sebuah email yang menyatakan bahwa pembayaran yang kamu lakukan telah berhasil, dan kamu diminta menunggu sekitar 5 hari kerja untuk pemrosesan visanya.

Memang, lebih lama dari pembuatan e-Visa Azerbaijan yang selesai dalam hitungan jam.

e-Visa Georgia

Setelah lima hari menunggu, bahkan sampai agak lupa bahwa pernah mengajukan e-Visa Georgia, saya mendapat sebuah email pemberitahuan bahwa e-Visa saya telah selesai diproses, dan sudah tersedia pada lampiran email tersebut.

Ya, tepat pada tanggal 26 April 2017, di pagi hari, saya mendapatkan e-Visa Georgia yang kurang lebih berbentuk seperti ini, dengan sebuah foto yang membuat saya terlihat seangkatan dengan Pangeran Diponegoro.

e-Visa Georgia

Yes, finally I am getting my Georgian e-Visa! 

So, what’s next? Visiting Ketsbaia’s house? Strolling around Tbilisi? Trying the oldest wine in Georgia?

Or just do…

e-Visa Georgia
Catatan: Berdasarkan pengalaman ditolak di border Azerbaijan-Georgia, maka e-visa ini saya informasikan hanya berlaku untuk masuk lewat jalur udara (ya, walaupun ada teman juga yang berhasil via jalur darat).

Dikabarkan pula bahwa Georgia memberlakukan bebas visa bagi WNI yang mempunyai salah satu visa Schengen, New Zealand, dan USA. Namun yang ini saya belum sempat mencobanya.
Advertisements