backpackstory
  • Home
  • Domestic
    • Aceh
    • Bali
    • Banten
    • DKI Jakarta
    • Jawa Barat
    • Jawa Tengah
    • Jawa Timur
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Utara
    • Kepulauan Bangka Belitung
    • Kepulauan Riau
    • Lampung
    • Maluku
    • Maluku Utara
    • Nusa Tenggara Barat
    • Nusa Tenggara Timur
    • Papua
    • Papua Barat
    • Riau
    • Sumatera Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
  • Foreign
    • Armenia
    • Australia
    • Azerbaijan
    • Belgium
    • Bhutan
    • Brunei Darussalam
    • Cambodia
    • China
    • England
    • France
    • Georgia
    • Hong Kong
    • India
    • Iran
    • Italy
    • Japan
    • Kenya
    • Laos
    • Macau
    • Malaysia
    • Myanmar
    • Nepal
    • Netherlands
    • North Korea
    • Philippines
    • Russia
    • San Marino
    • Singapore
    • Scotland
    • South Korea
    • Taiwan
    • Tanzania
    • Thailand
    • Timor Leste
    • Turkey
    • United States of America
    • Uzbekistan
    • Vietnam
  • Mamacation
  • Events
  • Miscellaneous
    • Accommodation
    • Culinary
    • Others
    • Survival Kit
    • Transportation
  • Visa
    • Visa Amerika
    • Visa Armenia
    • Visa Australia
    • Visa Azerbaijan
    • Visa Cina
    • Visa Georgia
    • Visa India
    • Visa Iran
    • Visa Jepang
    • Visa Kenya
    • Visa Korea Selatan
    • Visa Myanmar
    • Visa Nepal
    • Visa Rusia
    • Visa Schengen
    • Visa Taiwan
    • Visa Tanzania
    • Visa Timor Leste
    • Visa Turki
    • Visa UK
  • About
    • Achievements
    • Clients Portfolio
    • Country List
    • Stage Performance

10 Fakta Unik SilkAir yang Mungkin Tidak Kamu Ketahui

arievrahman

Posted on October 17, 2015

Apakah kamu mengetahui tentang maskapai bernama SilkAir?

Saya menanyakan hal tersebut pada sekitar 50 orang Indonesia, dan ternyata lebih dari 60% mengetahui tentang maskapai ini, sementara sisanya mengaku baru mengetahui namanya, dan ada juga yang berpikir bahwa SilkAir adalah toko kain. Faktanya adalah, SilkAir sudah menjamah Indonesia sejak tahun 1989, walaupun pada saat itu masih menggunakan nama Tradewinds Airlines.

Kemudian saya bertanya lagi, apakah kamu pernah menggunakan maskapai SilkAir?

SilkAir

Ternyata jawabannya mengejutkan, hanya 11% yang pernah menggunakan jasa maskapai ini, sementara 75% menjawab tidak pernah, sementara sisanya mengaku tak pernah naik pesawat. Kasihan. Semoga segera ada bandara di Bekasi.

Sebenarnya, itu adalah hal yang sangat wajar, karena SilkAir tidak beroperasi dari Jakarta (sementara responden survey saya kebanyakan berdomisili di Jabodeta dan Bekasi). Lho, mengapa tidak beroperasi dari Jakarta, padahal pasar terbesar Indonesia ada di Jakarta?

Jawabannya adalah karena SilkAir berbagi rute dengan perusahaan induknya, yaitu Singapore Airlines yang memegang rute penerbangan dari Jakarta. Sungguh fakta yang menarik, bukan?

SilkAir-Singapore-Airlines-Rises-Baggage-Allowance

Berikut ini, saya beberkan lagi 10 fakta unik lainnya tentang maskapai SilkAir yang mempunyai slogan ‘Joy to Fly’ ini:

Categories: Miscellaneous, Survival Kit, Transportation

Tagged: SilkAir, Singapore, Singapore Airlines

57 Comments

+Read more

Ternyata Ada yang Beda dari #TravelNBlog4 Jakarta

arievrahman

Posted on October 11, 2015

Jakarta lagi.

Kembali tim TravelNBlog menyambangi Jakarta lagi, setelah setahun lamanya. Ya, untuk kamu yang belum tahu, Jakarta adalah kota pertama tempat TravelNBlog diadakan setahun silam. Berikutnya, kami sempat hadir di Bandung kota kenang-kenangan, sebelum muncul dengan perkasa di Semarang kota ATLAS. Lalu mengapa dipilih Jakarta si kota metropolitan lagi?

Sebelum menjawabnya, saya akan bercerita tentang ‘supply and demand theory‘ yaitu sebuah teori yang dicetuskan oleh Alfred Marshall pada bidang ilmu ekonomi, di mana harga dari suatu produk (price: P), ditentukan oleh keseimbangan antara tingkat produksi pada harga tertentu (yaitu penawaran/supply: S) dan tingkat keinginan dari orang-orang yang memiliki kekuatan membeli pada harga tertentu (yaitu permintaan/demand: D).

Supply and Demand Curve

Supply and Demand Curve

Apabila TravelNBlog adalah sebuah produk dengan penawaran yang sangat terbatas (Ya, tim inti kami hanya beranggotakan 7 orang, 6 orang travelblogger yaitu Firsta, Mumun, Ucy, Wira, Vindhya, Vira, dan 1 orang remaja masjid, yang karena kesibukan masing-masing menjadi agak susah apabila ingin mengadakan TravelNBlog sesering mungkin), maka kami harus mengusahakan supaya dapat laku dengan tepat berdasarkan permintaan terbanyak.

Di Jakarta, kami melihat banyak sekali keinginan, nafsu, dan ambisi untuk mendatangkan TravelNBlog, yang kemudian membuat kami mencapai titik ekuilibrium berupa kata mufakat dan dukungan sponsor, “Oke, TravelNBlog 4 akan diadakan kembali di Jakarta.”.

“Tapi, kita bikin beda, ya.”

Kemudian kami memutar otak, membanting tulang, dan memakan asam garam, supaya TravelNBlog 4 ini dapat berjalan lancar dengan menambah perbedaan dibandingkan TravelNBlog sebelumnya. Karena, bukankah perbedaan tersebut yang menyatukan kita?

Lalu, apakah yang membuat TravelNBlog 4 ini menjadi berbeda?

Categories: DKI Jakarta, Events

Tagged: Jakarta, Jakarta Good Guide, TravelNBlog, Trinity Traveler

86 Comments

+Read more

Legenda Restoran Padang Sederhana

arievrahman

Posted on October 7, 2015

Apa yang membuat kamu rindu Indonesia ketika sedang berlibur ke luar negeri? Pacar yang menunggu di rumah, kerjaan yang menumpuk di kantor, atau malah batu akik yang menanti untuk digosok?

Kalau kamu menanyakan hal tersebut kepada saya, maka jawabannya adalah … Nasi Padang.

Ya, saya memang tidak berasal dari Padang, namun Nasi Padang adalah salah satu alasan yang membuat saya ingin segera kembali ke Indonesia, selain Mama tentunya. Nasi putih yang mengepul kepanasan, dibanjur kuah santan berwarna kuning kemerahan, dengan sedikit olesan bumbu rendang, juga luapan sambal cabai merah dan hijau di samping ayam pop dan daun singkong. Ah!

Paduan yang membuat saya langsung lapar membayangkannya, terlebih jika sedang berada di negara yang tidak menjadikan nasi sebagai makanan pokok, seperti Amerika Serikat.

Restoran Padang Sederhana

Sedari kecil, saya adalah penikmat Masakan Padang. Saya sering merengek minta dibelikan ayam goreng dan kikil dari Rumah Makan Padang di samping kantor Mama, untuk dibawakan sepulangnya Beliau dari kantor. Sewaktu kuliah, ada dua kebiasaan yang sering saya lakukan setelah melewati hari yang berat, yang pertama adalah makan, dan yang kedua adalah bersenang-senang. Karena sewaktu itu saya tidak mempunyai pacar, maka pilihannya adalah makan. Makan Nasi Padang di sebuah restoran dekat kampus yang bernama Restoran Padang Sederhana.

Sebuah restoran yang karena namanya, saya kira cocok untuk kantong mahasiswa sederhana dan bersahaja seperti saya. Tapi untungnya, masakan yang disajikan di sana teramat enak, sepadan dengan harga yang ditawarkan.

Sekarang, mungkin kamu dapat menjumpai ratusan cabang Restoran Padang Sederhana mulai dari Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, bahkan hingga Malaysia, tapi apakah kamu tahu, dari mana legenda ini berasal?

Categories: Culinary, DKI Jakarta, Miscellaneous

Tagged: Bustaman, Jelajah Gizi, Masakan Padang, Nutrisi Bangsa, Padang, Sederhana

90 Comments

+Read more

Ada Apa di Pameran dan Simposium In Style Hong Kong?

arievrahman

Posted on September 20, 2015

Siang itu, saya memacu sepeda motor memasuki komplek Gelora Bung Karno, menembus baliho warna-warni bertuliskan ‘In Style Hong Kong – Product Expo and Symposium’, ‘In Style Hong Kong – Over 100 Hong Kong Lifestyle Brands’, juga ‘In Style Hong Kong – Over 30 Top-Notch Speakers’. Walaupun sedikit heran karena tidak mendapati baliho Slank ataupun Oi di sana, saya tetap optimis bahwa saya akan menemukan sesuatu yang membuat saya penasaran di ujung jalanan berbaliho tersebut.

Ya, di ujung sana terdapat tempat parkir sepeda motor liar, yang tetap memaksa saya untuk membayar biaya parkir, walaupun saya sudah membayar biaya parkir resmi untuk memasuki kawasan Gelora Bung Karno. Namun bukan itu yang saya cari siang itu. Melainkan sebuah gelaran dari Hong Kong Trade Development Council (HKTDC), yang bertajuk In Style Hong Kong yang diadakan di Jakarta Convention Center (JCC).

In Style Hong Kong

Welcome to In Style Hong Kong

Kemudian, sebelum melangkah lebih jauh, mungkin kamu akan bertanya-tanya, ‘Apakah HKTDC itu?’, ‘Apakah In Style Hong Kong?’, ‘Mengapa memilih Indonesia?’, ‘Mengapa membuat acara di Jakarta, bukan Bekasi?’ atau mungkin ‘Mengapa tidak ditemukan bendera Slank atau Oi pada acara tersebut?’. Tenang, Abang akan jelaskan satu persatu padamu, Dek.

HKTDC, yang didirikan pada tahun 1966, adalah sebuah lembaga resmi dari Hong Kong yang didedikasikan untuk mempromosikan perdagangan Hong Kong, baik berupa barang dan jasa. Misi mereka adalah, mengeksplorasi pasar potensial untuk perusahaan-perusahaan Hong Kong, terutama perusahaan kecil dan menengah, untuk kemudian menghubungkannya dengan mitra bisnis di seluruh dunia, dan salah satunya adalah Indonesia.

Kemudian apa itu In Style Hong Kong? Jawabannya, adalah sebuah mega promosi yang diselenggarakan oleh HKTDC yang bertujuan untuk menyorot gaya hidup serta kreativitas Hong Kong yang dinamis dan unik, dengan menampilkan produk-produk ternama dan desain terbaru serta layanan kelas dunia, yang telah membawa Hong Kong menjadi kota trendsetter unggulan dunia.

Keren kan jawaban Abang, Dek?

Categories: DKI Jakarta, Events, Hong Kong

Tagged: HKTDC, Hong Kong, InStyleHongKong

42 Comments

+Read more

Inggris dan Mimpi Bertemu The Beatles

arievrahman

Posted on September 13, 2015

Saya tidak terlahir dari keluarga Beatlemania. Papa saya lebih menyukai lagu-lagu Ebiet G. Ade daripada lagu-lagu barat, dan kalaupun ada lagu barat yang Beliau suka, mungkin itu adalah lagu Billy Joel ‘Just The Way You Are’ (Bruno Mars, who?). Mama apalagi, Beliau lebih memilih mendengarkan Broery Marantika dan Dewi Yull bernyanyi ‘Jangan Ada Dusta’ ketimbang ‘Reunited’ yang dinyanyikan Peaches & Herb.

Perkenalan saya dengan The Beatles, mungkin dapat dibilang terlambat (seperti halnya ketika saya mengenal cinta sejati) karena baru mengenal mereka sejak kelas 3 SMA. Sebelum itu, saya lebih banyak mendengarkan lagu-lagu dari Red Hot Chili Peppers, System of A Down, hingga Slipknot, namun ternyata selera saya tersebut tidak membuat gadis-gadis lugu mendekat. Hingga akhirnya saya mendengarkan The Beatles, yang ternyata hasilnya sama saja. Masih belum ada gadis lugu yang mendekat.

Tapi setidaknya, karena The Beatles saya berhasil menguasai 1-2 kalimat romantis dalam bahasa Inggris.

“If I fell in love with you, would you promise to be true, and help me understand.
Cos I’ve been in love before, and I found that love was more, than just holding hands.”
(If I Fell)

Adalah Bowo dan Lucky yang membuat saya lebih menggilai The Beatles. Mereka meracuni saya dengan kumpulan lagu-lagu The Beatles, juga mengajarkan saya cara memainkan lagu-lagu The Beatles dengan gitar. Hasilnya, belum ada juga wanita yang tergila-gila terhadap saya. Ya mungkin saja, karena saya tidak segagah John Lennon, setampan Paul McCartney, sekarismatik George Harrison, atau setengil Ringo Starr, ya.

The Beatles

The Beatles

The Beatles bagi saya, bukan lagi sebuah grup musik, namun sudah merupakan aliran musik tersendiri menemani Pop, Rock, dan Rhoma Irama. Band ini adalah guru spriritual saya di bidang percintaan, karena hampir semua masalah percintaan telah dijabarkan pada lebih dari seratus lagunya. Ya lagu-lagu yang dimulai dari Love (Love Me Do) dan diakhiri pula dengan Love (Real Love).

Adalah sebuah mimpi bagi seorang Beatlemania seperti saya, untuk dapat pergi ke Inggris dan mengunjungi tempat-tempat di mana The Beatles pernah berada. Sebuah mimpi untuk dapat bertemu The Beatles yang akan membuat air mata pria sejati seperti saya mengalir deras. Sekadar informasi, bahwa sebelum ini, pencapaian terbesar saya adalah berfoto bersama patung The Beatles di Madame Tussauds.

Categories: England, Foreign

Tagged: Abbey Road, Cavern Club, England, Liverpool, London, Magical Mystery Tour, The Beatles, The Mersey Beatles

110 Comments

+Read more

« Older entries    Newer entries »


post title here

Banners for Blog Indonesia Terbaik 2019


Travel Blogs Award 2018

Travel Blog Awards 2017 – Winners

Top Posts & Pages

  • Langkah-langkah Mengurus Visa Amerika
  • Panduan Lengkap Membuat Visa Korea Selatan
  • Mengurus Sendiri Visa Inggris (UK)
  • Ini Rasanya Naik Pesawat Business Class!
  • Puncak 29 Rahtawu Gunung Muria: Kisah Pendakian Penuh Petilasan

Archives

Blog Stats

  • 5,485,725 serious hits

Donate to Backpackstory

Donate Button with Credit Cards

Enter your email address to become a serious reader and receive notifications of new posts by email.

Join 6,295 other subscribers
Follow backpackstory on WordPress.com

Recent Comments

aaa's avataraaa on Puncak 29 Rahtawu Gunung Muria…
Grass field's avatarGrass field on Langkah-langkah Mengurus Visa…
dutatrip's avatardutatrip on Ramadan di Singapura
Lombok Transport's avatarlombokwisata.toursan… on Terjebak di Museum of Sex…
lacasamaurilio1990's avatarlacasamaurilio1990 on Kejutan Demi Kejutan di G…

Twitter Updates

Tweets by arievrahman

Official Facebook Page

Official Facebook Page
  • View arievrahman’s profile on Facebook
  • View arievrahman’s profile on Twitter
  • View arievrahman’s profile on Instagram
  • View arievrahman’s profile on LinkedIn
  • View arievrahman’s profile on YouTube
  • View arievrahman’s profile on Google+
  • View arievrahman’s profile on Tumblr

Return to top

© Copyright Backpackstory 2012-2021

Website Powered by WordPress.com.

  • Subscribe Subscribed
    • backpackstory
    • Join 2,646 other subscribers
    • Already have a WordPress.com account? Log in now.
    • backpackstory
    • Subscribe Subscribed
    • Sign up
    • Log in
    • Report this content
    • View site in Reader
    • Manage subscriptions
    • Collapse this bar
 

Loading Comments...