backpackstory
  • Home
  • Domestic
    • Aceh
    • Bali
    • Banten
    • DKI Jakarta
    • Jawa Barat
    • Jawa Tengah
    • Jawa Timur
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Utara
    • Kepulauan Bangka Belitung
    • Kepulauan Riau
    • Lampung
    • Maluku
    • Maluku Utara
    • Nusa Tenggara Barat
    • Nusa Tenggara Timur
    • Papua
    • Papua Barat
    • Riau
    • Sumatera Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
  • Foreign
    • Armenia
    • Australia
    • Azerbaijan
    • Belgium
    • Bhutan
    • Brunei Darussalam
    • Cambodia
    • China
    • England
    • France
    • Georgia
    • Hong Kong
    • India
    • Iran
    • Italy
    • Japan
    • Kenya
    • Laos
    • Macau
    • Malaysia
    • Myanmar
    • Nepal
    • Netherlands
    • North Korea
    • Philippines
    • Russia
    • San Marino
    • Singapore
    • Scotland
    • South Korea
    • Taiwan
    • Tanzania
    • Thailand
    • Timor Leste
    • Turkey
    • United States of America
    • Uzbekistan
    • Vietnam
  • Mamacation
  • Events
  • Miscellaneous
    • Accommodation
    • Culinary
    • Others
    • Survival Kit
    • Transportation
  • Visa
    • Visa Amerika
    • Visa Armenia
    • Visa Australia
    • Visa Azerbaijan
    • Visa Cina
    • Visa Georgia
    • Visa India
    • Visa Iran
    • Visa Jepang
    • Visa Kenya
    • Visa Korea Selatan
    • Visa Myanmar
    • Visa Nepal
    • Visa Rusia
    • Visa Schengen
    • Visa Taiwan
    • Visa Tanzania
    • Visa Timor Leste
    • Visa Turki
    • Visa UK
  • About
    • Achievements
    • Clients Portfolio
    • Country List
    • Stage Performance

37 Hal yang Bisa Dilakukan di Palembang (bagian pertama)

arievrahman

Posted on August 21, 2016

Saya baru dua kali ke Palembang, dua-duanya di akhir pekan. Maklumi saja, namanya saja pekerja kantoran yang punya jatah cuti terbatas, yang kadang juga diminta lembur pada Hari Sabtu dan Minggu, jadi sebisa mungkin saya harus lihai mencari dan mencuri waktu liburan. Dalam dua kunjungan tersebut –di mana salah satunya diundang oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan dalam rangkaian Festival Sriwijaya XXV, saya telah mendapatkan banyak pengalaman dengan melakukan berbagai macam hal seru, yang kemudian menunjukkan bahwa Palembang ternyata cukup spesial untuk dijadikan sebagai destinasi liburan di akhir pekan.

Cocok lah, untuk pekerja kantoran seperti kamu, kamu, dan kamu.

Apabila kamu berencana mengunjungi Palembang, –khususnya di akhir pekan, berikut saya berikan 37 hal yang dapat kamu lakukan di sana.

1. Sarapan Khas Palembang di Warung Aba

Pada pagi pertama setelah mendarat di Palembang, saya dan Neng langsung diajak untuk mengunjungi Warung Aba yang terletak di Jalan Dr. M. Isa Nomor 26/15 Palembang. Setelah mendapatkan parkir dengan sedikit perjuangan, karena habisnya lahan parkir sekitar warung, kami berjalan menyusuri trotoar, melewati beberapa warung dan pedagang kecil, sebelum tiba di warung ini.

Konon, warung makan yang berdiri sejak tahun 1981 ini dimiliki oleh generasi kedua keluarga Sahab yang secara turun temurun mengelola warung yang tiap harinya buka mulai pukul enam pagi ini, dengan menu andalan berupa makanan tradisional Palembang yang berhubungan dengan rempah dan santan. (sumber)

Warung ABA Palembang
Warung ABA Palembang

Sebut saja burgo, celimpungan (yang merupakan favorit saya), lakso, laksan, hingga ragit. Kemudian yang juga tak boleh dilewatkan adalah mencoba martabak kentang juga pempek dos spesial buatan Warung Aba. Pempek dos sendiri adalah salah satu jenis pempek yang dibuat dengan tidak menggunakan ikan, tidak pula babi.

Life Guide: Hidangan Warung Aba akan terasa lebih nikmat jika dinikmati bersama segelas kopi susu, dan seorang pasangan hidup.

2. Mencicipi Mie Celor 26 Ilir

Apabila makanan-makanan khas Warung Aba masih kamu anggap sebagai cemilan dan kurang nampol, maka kamu bisa melanjutkan petualangan kulinermu ke Mie Celor 26 Ilir milik H. Syafei Z di Jalan K. H. Ahmad Dahlan No. 2. Palembang.

Categories: Domestic, GMT +7, Sumatera Selatan

Tagged: Palembang, Pempek, Pesona Sriwijaya, Sriwijaya, Sumatera Selatan

52 Comments

+Read more

12 Benda yang Harus Dibawa Saat Liburan Musim Dingin

arievrahman

Posted on August 12, 2016

Musim dingin, bisa jadi adalah musim yang sedikit tricky bagi traveler asal Indonesia yang tinggal di daerah tropis di mana sehari-harinya hanya bertemu dengan terik matahari, hujan, dan polusi asap knalpot. Maklum juga, sedari lahir, tubuh kita tidak dibiasakan dengan adanya hawa dingin yang dapat mencapai temperatur minus di bawah 0° Celsius. Belum lagi kalau ada salju, mana pernah kita melihat salju di Indonesia, selain di film The Raid 2?

Di saat orang-orang dari negara empat musim kabur ke negara tropis saat musim dingin, sebagian penduduk Indonesia justru memimpikan untuk menikmati musim dingin dan dapat melihat salju. Bagi mereka, dapat merasakan pengalaman yang tidak ada di Indonesia merupakan sebuah kepuasan tersendiri. Apalagi kalau pengalaman tersebut dapat diunggah dan dipamerkan ke media sosial, wah, pastinya akan menaikkan harkat, martabat, derajat, dan gengsi kamu di mata teman sepermainan.

Astaghfirullah, tak boleh riya.

Winter in China

Saya sendiri, sudah beberapa kali merasakan musim dingin. Yang pertama adalah di Macau tahun 2012, dengan hasil badan meriang karena nekat melakukan uji nyali dengan bepergian tanpa jaket, hanya dengan kaus oblong. Kemudian pernah juga merasakan musim dingin di Sydney pada tahun lalu, di mana musim dingin tidak begitu mencekam karena letak geografis Australia yang hanya sedikit di bawah khatulistiwa. Lalu, pada awal tahun ini, saya melakukan mamacation di China dengan tujuan utama bermain salju, yang menghasilkan kuping meradang dan hidung meler saat main ski karena kurang persiapan.

Apes ya? Iya. Namun dengan pengalaman tersebut, saya belajar banyak hal, terutama tentang bagaimana cara menghadapi musim dingin, dan apa sajakah yang harus dipersiapkan. Berkaca dari pengalaman tersebut, berikut ini saya sarankan 12 benda (selain pasangan) yang harus dibawa apabila kamu ingin menikmati liburan musim dingin.

1. Obat-obatan

Belakangan ini saya baru sadar, jikalau ternyata saya memiliki alergi terhadap cuaca dingin, yang kerap juga disebut rhinitis alergika oleh para pakar. Apabila flu biasanya disertai demam, maka alergi biasanya datang tanpa demam tetapi kerap datang dengan ditemani bersin-bersin, mata gatal, dan hidung tersumbat.

Saya tentu saja tak mau apabila alergi ini mengganggu rencana perjalanan di waktu mendatang, sehingga saya mencari tahu informasi lebih jelas tentang alergi dan mendapatkan sebuah fakta.

Ternyata, pada cuaca dingin, tubuh beberapa orang merespon dengan mengeluarkan zat yang disebut histamine, sementara pada beberapa individu yang rentan terhadap alergi, misalnya saya, keluarnya histamine secara berlebih akan menimbulkan reaksi alergi. Lebih jauhnya, apabila alergi tersebut mengenai bagian sinus, maka akan timbul peradangan sinus yang dapat mengarah ke penyakit sinusitis.

Aduh! Radang sinus, malas banget kan?

Categories: Survival Kit

Tagged: Afrin, perlengkapan musim dingin, winter

104 Comments

+Read more

Wisata Malam Amsterdam (1) – Petualangan di Sex Museum

arievrahman

Posted on August 8, 2016

Berbeda dengan saya dan Neng yang masih malu-malu sebagai pengantin baru, bangunan tersebut justru menunjukkan hal yang sebaliknya. Berdiri megah menjulang di tengah hiruk pikuk Damrak Street, yang merupakan salah satu jalanan paling sibuk, Amsterdam Sex Museum nampak tidak malu menunjukkan identitasnya, padahal, di beberapa negara, termasuk Indonesia, seks dianggap sebagai hal yang tabu.

Namun, ini kan Amsterdam, Belanda, di mana ganja dapat dengan mudah diperoleh dan seks dapat dibayar jika mampu. Maka wajar rasanya, bila Sex Museum –atau yang memiliki nama lain Venustempel (The Temple of Venus), justru terletak di pusat kota, hanya tiga menit berjalan kaki dari Central Station.

“Masuk jangan, nih?” Tanya Neng.

“Ya masuk atuh, sudah sampai sini.” Dengan malu-malu, saya meminta Neng untuk masuk terlebih dahulu. Ladies first. “Kamu heula.”

Neng, yang masih polos, menuruti permintaan saya tanpa ragu (karena kalau menolak permintaan suami, hukumnya haram) dengan memasuki Venustempel.

“Assalamualaikum.“

Venustempel - Sex Museum Amsterdam
Venustempel - Sex Museum Amsterdam
Venustempel - Sex Museum Amsterdam

“Are you from Indonesia?” Tanya Om penjaga loket Venustempel, begitu kami membeli dua lembar tiket masuk seharga empat Euro per lembar.

“Yes, we are from Indonesia.” Neng menjawab sambil malu-malu. “You know Indonesia?“

“Of course I know!” Si Om menjawab dengan lantang, “Don’t you recognise my face?“

Berikutnya, saya memperhatikan dengan perlahan, dan mendapat kesimpulan bahwa wajah si om lebih mirip wajah keturunan Indo-Belanda, dan tidak mirip sama sekali dengan Frank de Boer ataupun Ruud Gullit. 

Categories: Foreign, Netherlands

Tagged: Amsterdam, Marilyn Monroe, Red Light District, sex museum, Venustempel

86 Comments

+Read more

Membedah Tas Kamera Kalibre Shooter Pro

arievrahman

Posted on July 31, 2016

Dua bulan lalu, saya belum mempunyai tas kamera, atau setidaknya belum punya backpack yang khusus digunakan untuk kamera. Biasanya, saya cuma membeli pouch-pouch kecil untuk perintilan fotografi atau tas selempang kotak kecil, yang lebih mirip tas untuk membawa ASI hasil pumping ibu-ibu menyusui, yang hanya muat untuk satu kamera mirrorless dengan satu lensa.

Masalah baru muncul, ketika saya menambah gawai*. Kamera saya bertambah dengan action cam untuk mengambil gambar bawah air, plus pocket camera untuk membuat video iseng di YouTube. Kemudian, entah karena sebab apa, lensa kamera utama saya menjadi beranak, dari yang semula cuma ada lensa 18-55mm f/2.8, kini bertambah dengan adanya lensa 35 mm f/1.4, lensa 18-135mm f/3.5, dan salah satu lensa favorit saya yaitu 16mm f/1.4. Belum lagi adanya perkakas lainnya seperti baterai, charger, laptop, kolor, hingga tripod, gorilla pod, dan monopod.

Mau ditempatkan di mana semua perabot itu? Mau bawa banyak tas untuk masing-masing perabot itu? Tentu tidak. Mau bawa karung, ya jangan. Mau bawa kulkas? Pasti jadi gak cool. Sebenarnya, saya punya sebuah messenger bag yang dapat digunakan untuk menampung beberapa gawai tersebut, namun saya pernah membawanya untuk jalan-jalan dan hasilnya pundak jadi linu-linu karena beban yang tak seimbang.

Solusinya, tentu saja adalah menggunakan backpack khusus kamera, seperti Kalibre Shooter Pro, yang saya gunakan untuk menampung semua perabotan yang saya miliki.

Kalibre Shooter Pro

Kalibre, adalah salah satu brand yang membuat saya penasaran, karena kerap melihat banner dan display produknya di beberapa tempat –seperti Gramedia, di Indonesia. Desain dan kualitas bahan yang menarik, sempat membuat saya berpikir bahwa Kalibre ini adalah produk impor. Namun ternyata saya salah, Kalibre adalah produk asli Indonesia, ti Bandung, yang sepertinya memiliki kualitas internasional.

Supaya lebih jelas, mari kita bedah sedikit demi sedikit Kalibre Shooter Pro ini.

Categories: Survival Kit

Tagged: Kalibre, Shooter Pro, Tas Kamera

42 Comments

+Read more

Ramadan di Singapura

arievrahman

Posted on July 7, 2016

Sebagai seorang muslim, saya sudah terbiasa berpuasa sedari kecil. Semuanya dimulai ketika duduk di bangku Sekolah Dasar, di mana Papa selalu memancing saya untuk berpuasa dengan iming-iming THR. Memang awalnya berat, di mana saya hanya mampu berpuasa bedug, atau berpuasa hingga waktu zuhur saja. Setelah terbiasa dengan puasa bedug, saya meningkatkan kompetensi saya menjadi puasa hingga waktu ashar. Baru setelah itu berpuasa full hingga maghrib, pada Ramadan berikutnya.

Hasilnya, setiap saya berhasil menyelesaikan satu hari puasa, Papa memberikan THR seribu rupiah, dan apabila berhasil hingga sebulan penuh, maka THR itu akan bertumbuh menjadi lima puluh ribu rupiah! Sebuah jumlah yang cukup besar untuk anak berusia di bawah sepuluh tahun pada tahun 90-an, bukan? Shallow? Memang. Namun THR tersebut bisa untuk membeli sepasang sandal Neckermann yang dapat dipamerkan saat lebaran, atau sepasang sepatu Pro ATT yang bisa berkelap-kelip kalau dilangkahkan.

Sekadar informasi, sekaligus mengenang masa lalu, harga saat itu adalah: Sepasang Sandal Carvil: Rp25.000,-; Sepasang Sandal Neckermann: Rp30.000,-; Sepasang Sepatu Pro ATT: Rp33.000,-; Sepasang sepatu Adidas: Mahal banget, gak kebeli lah. 

Sebagai seorang muslim yang senantiasa berpuasa sedari kecil, saya juga selalu penasaran bagaimana rasanya berpuasa di luar negeri. Apakah di sana juga berlaku sistem imsak pada sepuluh menit sebelum subuh, apakah di sana menjual takjil yang dapat dimakan sebelum makan berat pada saat berbuka, apakah azan magrib di sana juga dibunyikan dengan sirine pertanda buka puasa, dengan instruksi “AYO MANGAN YOOOO!” seperti di Ungaran, juga hal-hal lain yang menimbulkan pertanyaan di hati.

Akhirnya, pertanyaan demi pertanyaan tersebut sedikit terjawab ketika saya mengunjungi Singapura bersama Neng pada bulan Ramadan tahun 2016, dan berikut adalah pengalaman kami dalam menjalankan puasa di Singapura.

Categories: Events, Foreign, Singapore

Tagged: puasa, Ramadan, Singapore

56 Comments

+Read more

« Older entries    Newer entries »


post title here

Banners for Blog Indonesia Terbaik 2019


Travel Blogs Award 2018

Travel Blog Awards 2017 – Winners

Top Posts & Pages

  • Langkah-langkah Mengurus Visa Amerika
  • Panduan Lengkap Membuat Visa Korea Selatan
  • Mengurus Sendiri Visa Inggris (UK)
  • Ini Rasanya Naik Pesawat Business Class!
  • Puncak 29 Rahtawu Gunung Muria: Kisah Pendakian Penuh Petilasan

Archives

Blog Stats

  • 5,485,704 serious hits

Donate to Backpackstory

Donate Button with Credit Cards

Enter your email address to become a serious reader and receive notifications of new posts by email.

Join 6,295 other subscribers
Follow backpackstory on WordPress.com

Recent Comments

aaa's avataraaa on Puncak 29 Rahtawu Gunung Muria…
Grass field's avatarGrass field on Langkah-langkah Mengurus Visa…
dutatrip's avatardutatrip on Ramadan di Singapura
Lombok Transport's avatarlombokwisata.toursan… on Terjebak di Museum of Sex…
lacasamaurilio1990's avatarlacasamaurilio1990 on Kejutan Demi Kejutan di G…

Twitter Updates

Tweets by arievrahman

Official Facebook Page

Official Facebook Page
  • View arievrahman’s profile on Facebook
  • View arievrahman’s profile on Twitter
  • View arievrahman’s profile on Instagram
  • View arievrahman’s profile on LinkedIn
  • View arievrahman’s profile on YouTube
  • View arievrahman’s profile on Google+
  • View arievrahman’s profile on Tumblr

Return to top

© Copyright Backpackstory 2012-2021

Website Powered by WordPress.com.

  • Subscribe Subscribed
    • backpackstory
    • Join 2,646 other subscribers
    • Already have a WordPress.com account? Log in now.
    • backpackstory
    • Subscribe Subscribed
    • Sign up
    • Log in
    • Report this content
    • View site in Reader
    • Manage subscriptions
    • Collapse this bar
 

Loading Comments...