backpackstory
  • Home
  • Domestic
    • Aceh
    • Bali
    • Banten
    • DKI Jakarta
    • Jawa Barat
    • Jawa Tengah
    • Jawa Timur
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Utara
    • Kepulauan Bangka Belitung
    • Kepulauan Riau
    • Lampung
    • Maluku
    • Maluku Utara
    • Nusa Tenggara Barat
    • Nusa Tenggara Timur
    • Papua
    • Papua Barat
    • Riau
    • Sumatera Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
  • Foreign
    • Armenia
    • Australia
    • Azerbaijan
    • Belgium
    • Bhutan
    • Brunei Darussalam
    • Cambodia
    • China
    • England
    • France
    • Georgia
    • Hong Kong
    • India
    • Iran
    • Italy
    • Japan
    • Kenya
    • Laos
    • Macau
    • Malaysia
    • Myanmar
    • Nepal
    • Netherlands
    • North Korea
    • Philippines
    • Russia
    • San Marino
    • Singapore
    • Scotland
    • South Korea
    • Taiwan
    • Tanzania
    • Thailand
    • Timor Leste
    • Turkey
    • United States of America
    • Uzbekistan
    • Vietnam
  • Mamacation
  • Events
  • Miscellaneous
    • Accommodation
    • Culinary
    • Others
    • Survival Kit
    • Transportation
  • Visa
    • Visa Amerika
    • Visa Armenia
    • Visa Australia
    • Visa Azerbaijan
    • Visa Cina
    • Visa Georgia
    • Visa India
    • Visa Iran
    • Visa Jepang
    • Visa Kenya
    • Visa Korea Selatan
    • Visa Myanmar
    • Visa Nepal
    • Visa Rusia
    • Visa Schengen
    • Visa Taiwan
    • Visa Tanzania
    • Visa Timor Leste
    • Visa Turki
    • Visa UK
  • About
    • Achievements
    • Clients Portfolio
    • Country List
    • Stage Performance
Sheraton Bandung

9 Trik Mencari Penginapan Murah

arievrahman

Posted on June 17, 2017

Saya pernah menulis pada artikel ini, bahwa sebenarnya hanya ada tiga macam komponen biaya utama yang berkaitan dengan budget selama traveling, yaitu transportasi, akomodasi, dan konsumsi. Apabila kamu menguasai –atau dapat mengatur ketiga komponen biaya tersebut, niscaya perjalanan kamu akan berjalan dengan mulus, dan tidak akan terjadi overbudget yang mungkin dapat membuatmu mengamen di perjalanan demi mencari biaya hidup dan belas kasihan netizen.

Transportasi, mungkin adalah komponen biaya termahal yang akan dikeluarkan dalam perjalanan karena berkaitan dengan tiket pesawat yang mungkin sudah menghabiskan separuh budget kamu. Berikutnya adalah akomodasi, yang sebenarnya bisa diakali –toh biasanya kita cuma akan numpang tidur saja, kan?, disusul oleh konsumsi –yang mahal-murahnya tergantung dengan gaya hidup dan kuat-lemahnya kamu menahan godaan selama perjalanan.

Pada perjalanan bulan madu saya ke Eropa tahun lalu, saya sempat mengorbankan beberapa biaya seperti konsumsi dan akomodasi di beberapa tempat, demi mendapatkan sebuah kamar hotel sempit dengan view Eiffel Tower (kalau di Indonesia, disebut juga dengan SUTET) yang cukup mahal –kalau tidak mau dibilang overpriced di Paris. Akibat pilihan tersebut, saya terpaksa menurunkan standar penginapan saya di kota-kota lain, dan mengurangi jatah makan enak selama seminggu perjalanan.

Because there is always a price to pay for every consequence that you make.

Paris

Namun, apa iya kita harus selalu berlebih-lebihan dalam memilih penginapan selama perjalanan? Oh, tentu tidak, karena sesungguhnya sikap berlebih-berlebihan adalah sikap yang tercela dan terkesan sombong, yang bisa membuatmu mendapatkan azab duniawi.

Lalu, bagaimana supaya kita dapat menginap dengan nyaman dan murah? Berikut saya berikan beberapa triknya. Cekidot gan!

Categories: Accommodation, Survival Kit

Tagged: Agoda, Hotel, Penginapan Murah

27 Comments

+Read more

Ini Dia Penyakit-Penyakit yang Sering Muncul ketika Traveling!

arievrahman

Posted on June 14, 2017

Suatu ketika, ada yang bertanya kepada saya “Kamu jalan-jalan terus begitu memangnya gak pernah sakit? Kok kayaknya sehat dan happy terus?”. Sebuah pertanyaan penuh rasa penasaran dan kepo yang sangat kuat, sekaligus sebuah doa supaya saya sehat dan happy terus. Setidaknya itu menurut saya.

Ya pernah dong sakit, kan saya bukan anak dewa seperti Wonder Woman atau Ahmad Al Ghazali Kohler; saya cuma manusia biasa yang juga bisa sakit, seperti kamu, kamu, dan kamu. Tapi untungnya, penyakit-penyakit yang saya hadapi ketika traveling tersebut hanya penyakit ringan yang bisa dicarikan obatnya dengan segera; bukan penyakit kelas berat seperti gangguan jantung, stroke, maupun demam berdarah.

Kemudian, pertanyaan selanjutnya muncul, “Memangnya biasa sakit apa kalau pas traveling? Terus obatnya apa kalau sakit?”. Pertanyaan lanjutan yang apabila dijawab langsung akan panjang, dan membutuhkan sebuah artikel blog ini untuk menjawabnya.

Pisa

So, untuk menjawabnya, berikut adalah beberapa macam penyakit yang sering muncul/melanda saya dan juga Neng ketika traveling.

Masuk Angin (Demam & Meriang)

Masuk angin, mungkin adalah penyakit khas Indonesia yang kerap melanda siapa saja yang bepergian. Tanda-tandanya khas, biasanya diawali dari suhu tubuh yang naik, badan yang lemas, juga tubuh menggigil walaupun sudah dipeluk oleh Pretty Asmara.

Saya pernah mengalami masuk angin, ketika saya nekat berjalan-jalan hanya dengan kaus oblong dan celana pendek di Macau ketika musim dingin di tahun 2012. Walhasil, saya langsung meriang setelahnya. Kemudian pernah juga karena kecapekan di Amsterdam dan Antwerp, saya langsung kecapekan ketika tiba di Paris. Padahal malam itu saya berjanji kepada Neng untuk melihat Eiffel di malam hari. Akhirnya, kami hanya bisa menikmatinya dari jendela hotel saja.

Categories: Survival Kit

Tagged: Keluarga Bebas Panik, P3K, Penyakit

45 Comments

+Read more

Drama Bagasi di Perjalanan dan Tentang Membawa Vivo V5s Ketika Traveling

arievrahman

Posted on June 4, 2017

“Your baggages will arrive maximum 48 hours on your last destination.” Ucap si pria yang berkumis lebih lebat dari saya, –seorang petugas darat di bandara Tehran Imam Khomeini, Iran, ketika kami sedang transit sebelum melanjutkan perjalanan ke Baku, Azerbaijan. “It’s probably in Baku, or Tehran, or even Indonesia.” . Tambahnya lagi.

“What?”

Dua jam sebelumnya, saya dan Adhi –teman seperjalanan saya kali ini, tiba di Iran setelah tujuh jam perjalanan dari Kuala Lumpur, menggunakan Air Asia. Dari Tehran, kami berencana untuk langsung ganti penerbangan menuju Azerbaijan dengan Azerbaijan Airlines, tanpa perlu keluar bandara, dengan memanfaatkan Transfer Desk yang tersedia di Tehran.

Dari Indonesia, kami memiliki dua buah bagasi –yang tercatat atas nama saya, dua buah tas carrier, masing-masing seberat 8 Kg dan 7Kg, yang keduanya sudah dibungkus rapi dengan plastik wrap berwarna hijau. Hijau muda, bukan hijau PKB. Kebijakan maskapai Air Asia yang menerapkan batas maksimal barang bawaan dalam kabin seberat 7 Kg, membuat kami tak punya pilihan lain selain membeli bagasi lagi.

Bagasi Air Asia

Harap maklum, kami berencana untuk pergi selama sepuluh hari, sehingga barang bawaan dipastikan akan cukup banyak, karena kami juga membawa berbagai peralatan yang berhubungan dengan pekerjaan.

Dalam carry on bag, saya membawa berbagai dokumen perjalanan (paspor, visa, uang, bukti pemesanan hotel, dll), peralatan fotografi (lensa, baterai, charger), kebutuhan elektronik (universal adapter, kabel, buku bacaan, juga handphone Vivo V5s dengan Sleek Unibody Design yang menawarkan sisi desain ramping, dengan panel samping dan tepi lengkungan yang melengkung indah.

Vivo V5s
Vivo V5s
Vivo V5s

Sementara, pada tas carrier yang masuk ke bagasi, saya membawa kebutuhan pakaian selama perjalanan (beberapa potong kaus, termasuk jersey original Atletico Madrid dengan sponsor Azerbaijan: Land of Fire, yang baru saya beli dua minggu sebelum keberangkatan, beberapa buah celana termasuk dua sempak baru (dengan teknologi cepat kering) seharga ratusan ribu, pakaian hangat, sandal, hingga jas hujan), tripod, obat-obatan, dan peralatan mandi.

Adhi, tak jauh beda dari saya, dia meletakkan sebagian besar pakaiannya ke tas carrier yang masuk ke dalam bagasi, sementara pada carry on bag, dia membawa sedikit pakaian, laptop, alat pemijat punggung, fidget kit, timbangan elektronik, hingga troli lipat. Iya, begitulah.

Categories: Azerbaijan, Iran, Survival Kit

Tagged: Azerbaijan, bagasi, Iran, Tehran, Vivo, Vivo V5s

43 Comments

+Read more

Working (and) Holiday Trip in Bali

arievrahman

Posted on May 28, 2017

Hening. Neng tak mengangkat panggilan telepon atau membalas pesan saya, sementara waktu sudah menunjukkan pukul dua pagi di Bali, dan saya sedang berada di lobi Asri Jewel Villa & Spa, tanpa adanya resepsionis yang bisa saya tanyai mengenai nomor kamar yang seharusnya kami (saya dan Neng, bukan saya dan resepsionis) tempati malam itu. Saat itu Hari Sabtu, di mana Neng sudah tiba pada Jumat pagi di Bali, sementara saya –karena harus bekerja lebih dahulu, terpaksa menyusul seusai bekerja dan tiba di Bali pada dini hari.

Saya bergerak ke arah restoran temaram yang berada di samping lobi, dan menemukan beberapa buah sofa yang cukup empuk untuk berbaring sambil menunggu jawaban dari Neng. Setiap sepuluh menit, saya menelepon kembali ke handphone Neng, namun tidak ada jawaban, positive thinking, mungkin dia terlelap, namanya juga Pisces yang pelor dan bisa tidur kapan saja. Andaikan saat itu saya tahu nomor kamarnya, mungkin akan saya ketuk langsung, namun Neng belum memberi tahu.

Sedikit kesal, saya mencoba memejamkan mata dan melipat tubuh di sofa restoran yang sempit, mencoba tidur, dengan ditemani suara jangkrik dan keheningan malam. Namun gagal, setiap beberapa menit saya sering terbangun, karena suara nyamuk dan rasa gerah karena saya tidur sambil mengenakan jaket. Sebuah situasi yang serba salah, kalau buka jaket digigit nyamuk, kalau pakai jaket jadi gerah, dan kalau buka semuanya, bisa disangka Ariel.

Setiap terbangun, saya mencoba menelepon Neng, namun tetap tidak ada balasan. Hingga akhirnya pukul setengah enam pagi, di mana sebuah suara bantal menjawab panggilan tersebut “Ya Ampun, aku pikir kamu bakal minta resepsionis untuk masuk ke kamar.” Sebuah suara yang saya kenal, untungnya, suara Neng. “Maaf, aku ketiduran.”

Dengan badan yang letih, saya bergerak ke kamar yang nomornya sudah diberikan oleh Neng, “Acara kita jam berapa hari ini?” Saya bertanya, karena memang jadwal kami hari itu adalah untuk menjadi supporting talent dalam sebuah mini video untuk kepentingan campaign beberapa produk.

“Jam sepuluhan, lah.” Jawabnya sambil terus meminta maaf karena merasa bersalah, dan saya pun langsung tidur setelah menunaikan ibadah Salat Subuh, tanpa mnghiraukan godaan manja dari private villa with private pool and spacious bathtub. Masha hamlah, takbir!

Asri Jewel Villa & Spa

Asri Jewel Villa & Spa

Sekitar pukul sebelas, kami akhirnya telah siap dan rapi untuk mengikuti acara hari itu, dan bergerak ke lokasi shooting, yaitu Banyan Tree Hotel, Ungasan. Sebuah penginapan mewah yang tidak bisa dibayar hanya dengan barter blogpost ataupun jual ginjal. Ginjal ayam.

Categories: Bali, Domestic, GMT +8, Survival Kit

Tagged: Bali, Holiday, Traveloka

39 Comments

+Read more

Baku Azerbaijan

8 Hal yang Sebaiknya Dilakukan Seusai Liburan

arievrahman

Posted on May 26, 2017

Liburan, mungkin adalah salah satu aktivitas paling menyenangkan di muka bumi ini, sebuah aktivitas yang dapat membawamu sejenak keluar dari rutinitas pekerjaan harian –apabila kamu adalah pekerja kantoran seperti saya, dapat membuka wawasanmu –dengan bertemu orang-orang baru dan mendapat pengalaman baru dalam perjalanan, hingga dapat memberikan keuntungan material kepadamu –apabila kamu adalah seorang penulis perjalanan, fotografer, maupun anak Instagram yang mempunyai ribuan hingga jutaan pengikut.

Saya baru saja kembali dari perjalanan 10 hari mengelilingi Iran dan South Caucasus, dan dapat dibilang bahwa untuk melakukan liburan, secara teori sebenarnya cukup mudah, hanya dengan menyiapkan waktu libur, mencari tiket untuk liburan, lalu berangkat. As easy as 1 2 3, bukan? Namun, pernahkah terpikir akan hal-hal apa sajakah yang sebaiknya dilakukan setelah liburan?

Azadi Tower Tehran

Azadi Tower, Tehran, Iran.

Apabila sebelumnya saya sudah membahas mengenai perihal mengatur budget ketika traveling, maka di artikel kali ini saya akan membahas mengenai beberapa hal yang sebaiknya dilakukan –baik disadari maupun tidak– seusai liburan, yang meliputi:

1. Unpacking

Patut disadari, bahwa selain packing, unpacking adalah hal yang paling malas untuk dilakukan seusai liburan. Membongkar dan menata kembali barang bawaan yang sudah disusun rapi, memisahkan pakaian kotor untuk dicuci dan pakaian yang masih bersih untuk disimpan kembali, menyiapkan tempat untuk barang-barang yang dibeli selama perjalanan, hingga memindahkan oleh-oleh yang dibawa khusus untuk saudara dan kerabat.

Categories: Accommodation, Miscellaneous, Survival Kit

Tagged: Hotel, Seusai Liburan, Unpacking

67 Comments

+Read more

« Older entries    Newer entries »


post title here

Banners for Blog Indonesia Terbaik 2019


Travel Blogs Award 2018

Travel Blog Awards 2017 – Winners

Top Posts & Pages

  • Langkah-langkah Mengurus Visa Amerika
  • Panduan Lengkap Membuat Visa Korea Selatan
  • Mengurus Sendiri Visa Inggris (UK)
  • Puncak 29 Rahtawu Gunung Muria: Kisah Pendakian Penuh Petilasan
  • Cerita Pertama Kali Naik ke Puncak Gunung Ungaran

Archives

Blog Stats

  • 5,485,553 serious hits

Donate to Backpackstory

Donate Button with Credit Cards

Enter your email address to become a serious reader and receive notifications of new posts by email.

Join 6,295 other subscribers
Follow backpackstory on WordPress.com

Recent Comments

aaa's avataraaa on Puncak 29 Rahtawu Gunung Muria…
Grass field's avatarGrass field on Langkah-langkah Mengurus Visa…
dutatrip's avatardutatrip on Ramadan di Singapura
Lombok Transport's avatarlombokwisata.toursan… on Terjebak di Museum of Sex…
lacasamaurilio1990's avatarlacasamaurilio1990 on Kejutan Demi Kejutan di G…

Twitter Updates

Tweets by arievrahman

Official Facebook Page

Official Facebook Page
  • View arievrahman’s profile on Facebook
  • View arievrahman’s profile on Twitter
  • View arievrahman’s profile on Instagram
  • View arievrahman’s profile on LinkedIn
  • View arievrahman’s profile on YouTube
  • View arievrahman’s profile on Google+
  • View arievrahman’s profile on Tumblr

Return to top

© Copyright Backpackstory 2012-2021

Website Powered by WordPress.com.

  • Subscribe Subscribed
    • backpackstory
    • Join 2,646 other subscribers
    • Already have a WordPress.com account? Log in now.
    • backpackstory
    • Subscribe Subscribed
    • Sign up
    • Log in
    • Report this content
    • View site in Reader
    • Manage subscriptions
    • Collapse this bar
 

Loading Comments...