backpackstory
  • Home
  • Domestic
    • Aceh
    • Bali
    • Banten
    • DKI Jakarta
    • Jawa Barat
    • Jawa Tengah
    • Jawa Timur
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Utara
    • Kepulauan Bangka Belitung
    • Kepulauan Riau
    • Lampung
    • Maluku
    • Maluku Utara
    • Nusa Tenggara Barat
    • Nusa Tenggara Timur
    • Papua
    • Papua Barat
    • Riau
    • Sumatera Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
  • Foreign
    • Armenia
    • Australia
    • Azerbaijan
    • Belgium
    • Bhutan
    • Brunei Darussalam
    • Cambodia
    • China
    • England
    • France
    • Georgia
    • Hong Kong
    • India
    • Iran
    • Italy
    • Japan
    • Kenya
    • Laos
    • Macau
    • Malaysia
    • Myanmar
    • Nepal
    • Netherlands
    • North Korea
    • Philippines
    • Russia
    • San Marino
    • Singapore
    • Scotland
    • South Korea
    • Taiwan
    • Tanzania
    • Thailand
    • Timor Leste
    • Turkey
    • United States of America
    • Uzbekistan
    • Vietnam
  • Mamacation
  • Events
  • Miscellaneous
    • Accommodation
    • Culinary
    • Others
    • Survival Kit
    • Transportation
  • Visa
    • Visa Amerika
    • Visa Armenia
    • Visa Australia
    • Visa Azerbaijan
    • Visa Cina
    • Visa Georgia
    • Visa India
    • Visa Iran
    • Visa Jepang
    • Visa Kenya
    • Visa Korea Selatan
    • Visa Myanmar
    • Visa Nepal
    • Visa Rusia
    • Visa Schengen
    • Visa Taiwan
    • Visa Tanzania
    • Visa Timor Leste
    • Visa Turki
    • Visa UK
  • About
    • Achievements
    • Clients Portfolio
    • Country List
    • Stage Performance
Mystery Coast

15 Hal Yang Saya Lakukan di Taiwan ketika Long Weekend

arievrahman

Posted on December 23, 2017

Tidak seperti kebanyakan perjalanan yang berawal mulus, perjalanan kali ini dimulai dengan sebuah drama yang mengambil setting di bandara Soekarno Hatta –Tangerang, bukan Jakarta, Indonesia. Pukul empat pagi di hari Jumat, dan saya salah turun dari taksi, karena mengira China Airlines berangkat dari Terminal 2, seperti kebanyakan maskapai internasional lainnya. Walaupun tak lama kemudian, saya dapat tiba di check-in counter China Airlines, Terminal 3 Ultimate, dengan menggunakan jasa airport shuttle yang menghubungkan tiap-tiap terminal di sana.

Di sinilah drama sesungguhnya dimulai.

“Selamat pagi.” Sapa petugas di balik counter dengan ramah, sambil memeriksa dokumen yang saya berikan. “Kalau boleh tahu, waktu itu tiketnya apakah dibeli sendiri?”

“Tidak,” Jawab saya “Teman saya di Taiwan yang membelikan tiket, dengan menggunakan kartu kreditnya.”

“Maaf, tapi pembayaran tersebut belum dikonfirmasi ke maskapainya.” Jawab si petugas. “Jadi Bapak tidak bisa terbang pagi ini.”

“Apa?” Saya mencoba tetap tenang, walaupun sedikit panik karena waktu boarding tinggal satu jam lagi. “Lalu bagaimana solusinya? Saya ada liputan media di sana.”

“Ya teman bapak harus menelepon ke kantor maskapainya. Meminta konfirmasi atas pembelian tiket tersebut.” Jelasnya. “Demi keamanan bersama, supaya data kartu kredit tidak disalahgunakan.”

Berikutnya, saya memencet beberapa tombol di ponsel, melakukan panggilan internasional ke Taiwan, meminta teman saya di sana untuk melakukan konfirmasi. Hasilnya, tentu saja nihil, karena kantor maskapai di sana belum buka pagi itu, dan tidak ada layanan 24 jam dari China Airlines untuk masalah ini. Saya sudah menyebutkan nomor kartu kredit, beserta nama pemilik kartu kredit ke petugas counter, bahkan teman saya yang di Taiwan sudah berbicara dengan petugas melalui telepon namun sama saja, tetap, nir hasil.

“Tidak ada solusi lain?”

“Tidak ada, Pak.”

Okay, it sucks. China Airlines ternyata lebih payah daripada Pegadaian. Terakhir saya mengalami masalah seperti ini adalah di tahun 2013, ketika saya hendak terbang dari Mumbai ke Chennai namun lupa tidak membawa kartu kredit yang saya gunakan untuk membeli tiket tersebut. Namun hanya dengan menyebutkan empat angka belakang –yang alhamdulillah saya hapal, saya masih dibolehkan untuk terbang. Tapi ternyata hal ini tidak berlaku bagi maskapai nomor satu Taiwan, China Airlines, yang tetap tidak membolehkan saya terbang hari itu.

LER.

China-Airlines

Berhubung semua kebutuhan, akomodasi, dan transportasi di Taiwan sudah dipesan, maka mau tak mau saya harus mencari tiket penerbangan ke Taiwan pada hari tersebut, dan beruntungnya –mungkin rezeki anak yang baru pulang umrah, EVA Air –kompetitor dari China Airlines, masih memiliki jatah tiket untuk penerbangan sore hari. Tentunya dengan harga yang tidak terjangkau oleh anak kostan.

Pukul tujuh pagi, saya kembali lagi ke apartemen, setelah mendengar pengumuman bahwa pesawat China Airlines yang seharusnya saya naiki, sudah terbang meninggalkan Jakarta.

Categories: Foreign, Taiwan

Tagged: Jiufen, Keelung, Taipei, Taiwan

39 Comments

+Read more

Nusa Penida

Mendadak Bali: Lima Jam di Nusa Penida

arievrahman

Posted on November 28, 2017

“Bray.” Sebuah chat masuk melalui WhatsApp di pertengahan Oktober kemarin, dari Galang, seorang sahabat yang sudah saya kenal lebih dari lima tahun –lebih lama dari masa pemerintahan Jokowi-JK “Bulan depan, gue mau ke Bali nih.”. Wah, tumben. Saya membatin, mengingat sahabat tersebut bukan tipe orang yang rajin jalan-jalan, dengan kemungkinan antara tidak punya uang, tidak punya waktu, ataupun tidak punya dua-duanya.

“Sama pacar, Bray?” Pertanyaan berikutnya saya lontarkan, mengingat Galang baru memproklamirkan kalau dia sudah mempunyai pacar, lagi.

“Enggak, sama si Wandy.” Wandy, adalah nama sahabat saya yang lainnya, yang pada beberapa bulan lalu, kami sempat menghabiskan waktu bersama-sama di Singapura dan Batam, menonton konser Foo Fighters.

“Loh, dalam rangka apa?”

Dalam sebuah grup WhatsApp yang berisi kami bertiga (saya, Galang, dan Wandy –bukan saya, Galang, dan pacar Galang), Wandy menceritakan bahwa tujuan kepergiannya ke Bali adalah karena seorang wanita. Ya apa lagi yang bisa membuatnya segila itu kalau bukan karena wanita, sepakbola, atau narkoba. Yang terakhir naudzubillah min dzalik.

Nusa Penida

Singkat cerita, Wandy ingin ke Bali karena mengejar pacarnya yang berencana ke Bali dalam rangka acara keluarga. Dia mengajak Galang untuk menemaninya menghabiskan waktu sesiangan menunggu pacarnya selesai mengikuti acara keluarga, sebelum dapat bertemu dengannya di waktu malam. Galang, yang memang sudah lama tidak liburan –dan butuh waktu sesaat untuk melarikan diri dari suasana Jakarta, mengiyakan hal tersebut dalam tempo yang secepat-cepatnya, walaupun di Bali dia hanya akan jadi pelarian sesaat.

“Hmm, menarik.” Saya, yang belum pernah pergi bertiga bersama mereka pada perjalanan yang cukup jauh pun tergoda untuk melakukan perjalanan dadakan, seperti tahu bulat. “Apa gue ikut juga ya?”

“AYO LAH IKUT SAJA, KAN WEEKEND, JADI GAK PERLU CUTI!”


Categories: Bali, Domestic, GMT +8

Tagged: Bali, Nusa Penida, Traveloka

56 Comments

+Read more

Untuk First Timer, Inilah 10 Hal yang Dapat Kamu Lakukan di Hong Kong!

arievrahman

Posted on November 20, 2017

Minggu lalu, saya menonton sebuah film di bioskop berjudul Chasing The Dragon, yang merupakan salah satu film terbaik yang saya tonton tahun ini. Bagi saya, sebuah film dapat dikatakan cukup baik apabila tidak membuat saya ketiduran ketika menontonnya. Walaupun saya ketiduran ketika menonton Thor: Ragnarok, namun saya tetap terjaga ketika menonton Chasing The Dragon, walaupun film tersebut berdurasi lebih dari dua jam dan tayang pada jam pertunjukan terakhir malam itu.

Chasing The Dragon yang mengambil setting pada tahun 1960-an, adalah sebuah film aksi yang diangkat dari kisah nyata seorang (ahli kung-fu yang menjadi) anggota gang dan gembong narkoba terkenal bernama Ng Sik-ho atau Crippled Ho yang masuk ke Hong Kong sebagai imigran ilegal dari Cina daratan, di mana ketika itu Hong Kong masih berada di bawah kekuasaan Inggris.

Dalam perjalanan hidupnya, Ho yang dimainkan oleh Donnie Yen bertemu dengan sosok polisi korup bernama Lee Rock, yang diperankan oleh Andy Lau, yang kali ini muncul tanpa ditemani oleh Bibi Lung, dan Yuni Shara. Saat itu, mereka (Ho dan Lee, bukan Ho dan Bibi Lung) adalah penguasa Hong Kong, sebelum akhirnya Independent Commission Against Corruption (atau KPK-nya Hong Kong) muncul di tahun 1974. Tenang, tidak ada adegan koruptor kabur dan menabrak tiang listrik terus benjol sebesar bakpao supaya dapat masuk rumah sakit dan amnesia di film ini.

Selain adegan laga dan alur cerita menarik, yang membuat saya betah menonton film ini adalah diceritakannya sejarah Hong Kong pada dahulu kala, dari mulai dikuasai Inggris, tumbuh berkembang karena narkoba, hingga dipecah menjadi empat wilayah besar untuk menghindari pemusatan kekuasaan. Jadi yang membuat Hong Kong menjadi seperti sekarang ini salah satunya … adalah karena narkoba.

Kini, puluhan tahun berlalu, dan Hong Kong telah menjadi tempat yang nyaman untuk dikunjungi tanpa adanya perputaran narkoba besar-besaran dan kerusuhan antar gang seperti dalam film Chasing The Dragon; apabila kamu berminat mengunjungi Hong Kong untuk pertama kalinya, berikut saya pilihkan beberapa aktivitas yang dapat kamu lakukan di sana.

Categories: Foreign, Hong Kong

Tagged: Hong Kong, Klook

25 Comments

+Read more

Pengalaman Mengikuti Paket Open Trip di Indonesia

arievrahman

Posted on November 10, 2017

Perihal mengunjungi destinasi wisata di Indonesia, saya termasuk orang yang lebih memilih mengikuti Paket Open Trip apabila bepergian ke destinasi-destinasi tertentu, dibandingkan bepergian seorang diri, bersama pasangan (pasangan sendiri, bukan pasangan orang), ataupun dengan grup kecil. Apa alasannya? akan saya ceritakan kemudian pada artikel ini. Keep calm and carry on, dulu, shay.

Mengenai Paket Open Trip, secara sederhana adalah sebuah paket wisata yang diadakan oleh pihak tertentu (bisa perorangan, komunitas, lembaga, ataupun perusahaan, namun bukan partai politik. Saya sendiri belum pernah menemukan adanya partai politik yang membuat Paket Open Trip, semisal Partai Golkar membuat Sailing Komodo with Setya Novanto, atau Partai Gerindra membuat Jelajah Gedung DPR/MPR with Fadli Zon) dan dapat diikuti secara terbuka oleh siapa saja, sepanjang memenuhi syarat dan ketentuan dan berlaku (misalnya adanya batas umur, membayar biaya perjalanan dalam jumlah tertentu, bukan anggota ISIS, dan lain-lain).

Beberapa Perjalanan Open Trip yang Memorable

Hingga saat ini, sudah lebih dari sepuluh kali saya mengikuti Paket Open Trip di Indonesia, mulai dari yang dekat dari Jakarta seperti ke Pulau Tidung, yang agak jauh seperti ke Dieng (di mana ada satu teman yang kesurupan), dan yang lebih jauh lagi seperti ke Manado (demi mencari Gua Jepang di sana). Dari semuanya, ada beberapa perjalanan open trip yang paling memorable, yaitu:

Awal Mula Open Trip ke Lampung

Lampung

Tebak, saya yang mana? Ya betul, saya yang mengambil foto.

Perjalanan ini sebenarnya bukanlah perjalanan open trip pertama saya, namun merupakan perjalanan pertama yang berhasil membuat saya ketagihan mengikuti Paket Open Trip. Saat itu tahun 2011, dan saya baru suka-sukanya jalan-jalan, rasanya seperti jatuh cinta untuk pertama kalinya.

Categories: Domestic, Survival Kit

Tagged: Blibli, Open Trip

37 Comments

+Read more

Travel Blogging at Wae Rebo

Hal-hal yang Biasa Ditanyakan ke Travel Blogger (1)

arievrahman

Posted on November 3, 2017

“Mas, hidupnya kok enak, jalan-jalan terus?” adalah pertanyaan yang paling sering saya dapat ketika orang-orang mengetahui bahwa saya sudah berpindah dari satu tempat ke tempat yang lainnya. “Jalan-jalannya gratis, atau bayar sendiri, Bang?” adalah pertanyaan berikutnya yang kerap muncul di kotak masuk Instagram saya. Sebuah pertanyaan yang biasanya disusul dengan “Kalau bayar sendiri, duitnya dari mana, Kak?”

Bagi yang belum tahu, tahun ini adalah tahun kelima sejak saya memutuskan mulai menulis di Backpackstory, sebuah blog perjalanan yang telah membawa saya dari seseorang yang biasa saja, menjadi seseorang yang masih biasa saja, namun sering jalan-jalan.

Blog ini pulalah yang mengantarkan saya mendapat beberapa penghargaan, mulai dari Indonesia’s Best Travel Blog of the Year 2014 by Skyscanner Indonesia, 17 Travel Blogger Indonesia Paling Berpengaruh versi ziliun dot com 2014, The Best Travel Blog 2015 by Blogger Camp Indonesia, Top 6 Majalah Panorama’s Travelers of The Year 2015, 10 Travel Blogger Indonesia Terbaik 2016 Versi Travel Blog Reservasi, Majalah Panorama’s Travelers of The Year 2016, hingga The Best Indonesia’s Travel Blog 2017 by voucher dot co dot id.

With Pak Hermawan

Dari pencapaian di atas, pertanyaan-pertanyaan yang masuk ke saya seputar kehidupan seorang travel blogger pun menjadi semakin banyak dan menjadi sedikit lebih –absurd, terlebih ketika saya membuka kanal pertanyaan melalui akun Twitter dan Instagram beberapa hari yang lalu. Ada yang bertanya mengenai perjalanan hidup saya, mengenai metode penulisan artikel, hingga cara menumbuhkan kumis yang lebat.

Ratusan pertanyaan tersebut, saya rangkum menjadi beberapa kategori di bawah ini, dan akan saya jawab sebisa mungkin demi memuaskan warganet.

Bismillahirohmanirohim!

Categories: Survival Kit

Tagged: BRAND'S Saripati Ayam, Q&A, Travel Blogger

76 Comments

+Read more

« Older entries    Newer entries »


post title here

Banners for Blog Indonesia Terbaik 2019


Travel Blogs Award 2018

Travel Blog Awards 2017 – Winners

Top Posts & Pages

  • Langkah-langkah Mengurus Visa Amerika
  • Panduan Lengkap Membuat Visa Korea Selatan
  • Puncak 29 Rahtawu Gunung Muria: Kisah Pendakian Penuh Petilasan
  • Mengurus Sendiri Visa Inggris (UK)
  • 10 Hal yang Mungkin Kamu Ketahui tentang Korea Utara

Archives

Blog Stats

  • 5,485,471 serious hits

Donate to Backpackstory

Donate Button with Credit Cards

Enter your email address to become a serious reader and receive notifications of new posts by email.

Join 6,295 other subscribers
Follow backpackstory on WordPress.com

Recent Comments

aaa's avataraaa on Puncak 29 Rahtawu Gunung Muria…
Grass field's avatarGrass field on Langkah-langkah Mengurus Visa…
dutatrip's avatardutatrip on Ramadan di Singapura
Lombok Transport's avatarlombokwisata.toursan… on Terjebak di Museum of Sex…
lacasamaurilio1990's avatarlacasamaurilio1990 on Kejutan Demi Kejutan di G…

Twitter Updates

Tweets by arievrahman

Official Facebook Page

Official Facebook Page
  • View arievrahman’s profile on Facebook
  • View arievrahman’s profile on Twitter
  • View arievrahman’s profile on Instagram
  • View arievrahman’s profile on LinkedIn
  • View arievrahman’s profile on YouTube
  • View arievrahman’s profile on Google+
  • View arievrahman’s profile on Tumblr

Return to top

© Copyright Backpackstory 2012-2021

Website Powered by WordPress.com.

  • Subscribe Subscribed
    • backpackstory
    • Join 2,646 other subscribers
    • Already have a WordPress.com account? Log in now.
    • backpackstory
    • Subscribe Subscribed
    • Sign up
    • Log in
    • Report this content
    • View site in Reader
    • Manage subscriptions
    • Collapse this bar
 

Loading Comments...