“Mas, hidupnya kok enak, jalan-jalan terus?” adalah pertanyaan yang paling sering saya dapat ketika orang-orang mengetahui bahwa saya sudah berpindah dari satu tempat ke tempat yang lainnya. “Jalan-jalannya gratis, atau bayar sendiri, Bang?” adalah pertanyaan berikutnya yang kerap muncul di kotak masuk Instagram saya. Sebuah pertanyaan yang biasanya disusul dengan “Kalau bayar sendiri, duitnya dari mana, Kak?”

Bagi yang belum tahu, tahun ini adalah tahun kelima sejak saya memutuskan mulai menulis di Backpackstory, sebuah blog perjalanan yang telah membawa saya dari seseorang yang biasa saja, menjadi seseorang yang masih biasa saja, namun sering jalan-jalan.

Blog ini pulalah yang mengantarkan saya mendapat beberapa penghargaan, mulai dari Indonesia’s Best Travel Blog of the Year 2014 by Skyscanner Indonesia, 17 Travel Blogger Indonesia Paling Berpengaruh versi ziliun dot com 2014, The Best Travel Blog 2015 by Blogger Camp Indonesia, Top 6 Majalah Panorama’s Travelers of The Year 2015, 10 Travel Blogger Indonesia Terbaik 2016 Versi Travel Blog Reservasi, Majalah Panorama’s Travelers of The Year 2016, hingga The Best Indonesia’s Travel Blog 2017 by voucher dot co dot id.

With Pak Hermawan

Dari pencapaian di atas, pertanyaan-pertanyaan yang masuk ke saya seputar kehidupan seorang travel blogger pun menjadi semakin banyak dan menjadi sedikit lebih –absurd, terlebih ketika saya membuka kanal pertanyaan melalui akun Twitter dan Instagram beberapa hari yang lalu. Ada yang bertanya mengenai perjalanan hidup saya, mengenai metode penulisan artikel, hingga cara menumbuhkan kumis yang lebat.

Ratusan pertanyaan tersebut, saya rangkum menjadi beberapa kategori di bawah ini, dan akan saya jawab sebisa mungkin demi memuaskan warganet.

Bismillahirohmanirohim!

Awal Mula Menjadi Travel Blogger

Seperti selayaknya kisah-kisah romantis, blog ini juga berawal dari sebuah mula, yang mungkin tidak semua orang mengetahuinya, walaupun sudah pernah saya tulis di sini, tapi masih saja ditanyakan.

How did you start your journey? 

Sedikit terdengar sentimentil, namun saya baru melakukan perjalanan beberapa bulan setelah Papa meninggal dunia. Saat itu, entah pelarian karena sedih, karena putus cinta, atau karena jenuh bekerja (ya, saat itu saya sudah tiga tahun bekerja di kantor, sehingga memiliki sedikit tabungan), saya membuat paspor, dan melakukan perjalanan pertama saya, ke Singapura. 

Bagaimana awal mula travel blogging?

Mungkin tak banyak yang tahu bahwa saya memulai karier menulis adalah dari menulis cerita pendek bertema percintaan (ada di blog lama dan di beberapa buku kumpulan cerita pendek yang sempat beredar di Gramedia), sebelum memutuskan menulis tentang perjalanan. Saat itu saya berada di satu titik di mana saya menemukan fakta bahwa ternyata saya menyukai menulis dan menggemari jalan-jalan, lalu "Why don't I combine them?"

Kemudian lahirlah Backpackstory di tahun 2012.

Blogging while traveling
Apa saja yang dikorbankan demi menjadi travel blogger?

Yang jelas waktu, di mana saya kehilangan banyak waktu untuk bermain games, membaca buku, membuka forum dewasa, dan bersenda gurau dengan teman sepermainan. Namun tak mengapa, demi sesuatu yang memang saya sukai.

Apakah tantangan terbesar seorang travel blogger, selain problem saat traveling?

Yang pasti adalah konsistensi, karena sangat susah untuk tetap konsisten ketika sudah menjalani sebuah komitmen selama bertahun-tahun. Contohnya adalah Ahmad Dhani dan Maia Estianty.

Apa bagian yang tidak enak dari menjadi travel blogger?

Bagian yang tidak enak adalah --karena pilihan ini, saya menjadi tidak bisa menekuni karier di dunia selebritas.  Terima kasih.

Travel Blogger dan Pekerja Kantoran

Okay, saya mengaku bahwa saat ini saya menjalani beberapa pekerjaan sekaligus, yaitu seorang travel blogger, yang merangkap pekerja kantoran, membantu pembukuan bisnis Dapur Gladies Jakarta, membuat paket perjalanan murah bersama Whatravel Indonesia, juga menekuni beberapa pekerjaan di media sosial, selain sebagai atlet gulat kasur.

Kakak kerja di mana sih? 

Sorry, it's classified.

Cutinya berapa lama? Setahun berapa kali cuti?

Standar lah, 12 hari kerja, kadang dipotong cuti bersama, ya kadang bisa ditambah kalau Pak Jokowi sedang baik.

Gajinya berapa?

Gaji di atas UMR; cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup berupa sandang, pangan, papan, dan jalan-jalan, tanpa Chelsea Islan.

Traveling to USA
Bagaimana cara mengatur cuti?

Cutilah dengan efisien, simpan dan tabung cutimu untuk perjalanan yang benar-benar worth it! Jangan cuti hanya karena malas ngantor atau karena masuk angin.

Boleh minta tips & trik supaya dikasih cuti?

Boleh. Cutilah setelah pekerjaan di kantor tuntas, dan jangan sampai membebani orang lain ketika cuti, kemudian yang paling utama: Cutilah ketika masih punya jatah cuti.

Bagaimana cara me-manage waktu sebagai pekerja kantoran?

Jujur, saya hampir tak pernah memanfaatkan jam istirahat di kantor, karena ketika jam istirahat, biasanya saya langsung ke coffee shop terdekat untuk membuka laptop, blogging.

Saya biasa bekerja di weekdays, ngeblog dan melakukan pekerjaan sampingan ketika lunch time dan after office time, lalu melakukan perjalanan di weekend/long weekend/cuti. Cukup sibuk!

Jujur, supaya dapat mencuri-curi jam kantor untuk ngeblog di kubikel, saya harus bekerja lebih cepat, supaya dapat segera menyelesaikan pekerjaan kantor terlebih dahulu. Secepat Terens Puhiri di Borneo FC.

Kapan akan jadi fulltime traveler/blogger?

Nanti, kalau satu artikel di blog bisa dihargai 50 juta, dan saya mendapatkan kontrak seumur hidup untuk menulis dua kali sebulan.

Apa alasan masih menjadi karyawan, selain income? 

Kepastian akan penghasilan bulanan, terlebih saya sudah memiliki keluarga dan cicilan, otomatis tanggung jawab finansial saya terus bertambah.

Kemudian adalah kenyamanan, kesempurnaan, cinta.

Blogging at Kelimutu
Apa tidak merasa terkekang dengan rutinitas dan kerjaan?

Tidak, asalkan kamu dapat menikmati pekerjaan tersebut. 

Bagaimana cara membuat traveling supaya bisa menjadi profesi sampai bisa meninggalkan pekerjaan kantor?

Tidak tahu, karena saya tidak pernah meninggalkan pekerjaan kantor (semoga dibaca oleh bos), sementara menurut saya, hidup sebagai traveler/travel blogger di Indonesia masih belum bisa untuk memperoleh hidup layak, dengan makan enak setiap hari, memiliki rumah bekas Ahmad Dhani di Pondok Indah dan mempunyai yacht di Ancol.

Sebagai buruh kantor harus menabung berapa persen dari gaji bulanan supaya bisa traveling?

Tergantung, mau traveling ke mana dulu, kalau cuma mau ke Garut tentunya tidak perlu menabung sebanyak apabila kamu mau ke Mozambik. Menurut saya, bisa menyisihkan 10%-20% dari penghasilan bulanan untuk traveling sudah cukup baik, asalkan tidak lupa 2,5% zakat.

Travel Blogger dan Perjalanan (1)

Travel blogger dan perjalanan ibarat Penambang Kawah Ijen dan belerang, di mana seorang travel blogger akan selalu membutuhkan perjalanan untuk bahan bakar kehidupannya. Pertanyaan yang saya dapat di sini sangat banyak, sehingga dengan terpaksa, saya akan membaginya menjadi dua bagian. Karena kalau tiga bagian sama panjang, namanya segitiga sama sisi.

Kalau jalan selalu dari endorse-an atau duit sendiri?

Mostly duit sendiri, sekitar 90%, bahkan saya lebih banyak menolak perjalanan gratis. Bukan karena tidak mau atau gengsi, melainkan karena tidak mempunyai jatah cuti di kantor. Tahun ini saya menolak pergi ke Ceko, Spanyol, dan Jepang karena alasan tersebut.

Mantap!

Dalam sebulan bisa berapa kali traveling?

Tergantung kebutuhan. Kalau ingin refreshing, ya jalan. Kalau stres, ya jalan. Kalau ada uang, ya jalan. Masalahnya hampir tiap weekend ingin refreshing.

Biasanya traveling ke suatu tempat karena apa? Apa yang bikin ingin kembali ke tempat tersebut?

Karena penasaran. Kenangan.

Negara dan kota manakah yang paling menarik yang membuat kakak ingin ke sana lagi?

Pastinya Newcastle, Inggris, ingin nonton bola soalnya, mumpung habis promosi ke Premier League. Howay The Lads!

Howay The Lads!
Kota atau daerah mana yang enak buat jalan-jalan dan sifatnya short trip?

Banyak! Sydney asyik sih buat weekend-an bila mampu.

Pernah bosan gak karena sudah ke suatu tempat berkali-kali?

Namanya juga manusia, pasti ada rasa bosan, karena iman saja bisa naik turun, Astaghfirullah! Pernah juga sih bosan ke Singapura ketika media trip beberapa tahun lalu, akhirnya saya melipir ke Batam untuk day trip, sebelum kembali ke Singapura lagi dan terbang ke Jakarta.

Sebelum berangkat paling repot ngurusin apa?

Ngurusin badan, thanks.

Selama traveling nyuci baju gak? Atau bawa sedikit dan beli di tempat tujuan?

Tidak pernah mencuci baju, karena biasa membawa pakaian yang cukup untuk kebutuhan selama traveling. Pernah juga membeli pakaian di Azerbaijan, karena drama bagasi yang tertinggal di Iran.

Kemudian, apa saja Travel Essentials yang wajib bawa?

Kalau sekarang, yang biasa tidak boleh ketinggalan adalah kamera, pakaian, obat-obatan, dan suplemen makanan. Lalu saya sedang sering bawa tas lipat untuk jastip. Juga kartu nama untuk berkenalan dengan orang yang ditemui di perjalanan.
Suplemen Kesehatan

BRAND’S® Saripati Ayam ternyata ada juga di Malaysia dengan nama Pati Ayam

Kakak suka jetlag gak? Bagaimana cara mengatasinya?

Hampir tidak pernah jetlag, biasanya dengan cara men-setting waktu di jam tangan menyesuaikan waktu di lokasi tujuan perjalanan, dan berperilaku sesuai waktu di lokasi tujuan. 

Misal saya berangkat terbang di siang hari, sementara di negara lokasi tujuan sudah malam, maka saya akan berusaha sekeras mungkin untuk tidur dan menyesuaikan waktu di negara tujuan.
Bagaimana cara survive di negeri orang?

Dengan mengikuti budaya setempat, menguasai kosakata yang umum, juga mempelajari kebiasaan dan perilaku masyarakat di lokasi tujuan.

Lebih suka bergaul dengan warga lokal, belanja jasa titipan, atau moto-moto?

Lebih suka Chelsea Islan. Well, jawabannya sih semuanya sama-sama suka. 

How to win locals when you can't speak their language? 

Jadilah #GenSehatCerdas. Use Google Translate! Hari gini kok gak daring, darling.
Once upon a time in Timor Leste

Bersama warga lokal di Timor Leste (abaikan perut yang seksi)

Bagaimana cara menyesuaikan jadwal salat dan mencari makanan halal?

Untuk jadwal salat, saya biasa menggunakan aplikasi seperti Muslim Pro, sementara kalau makanan halal, saya biasanya melakukan riset terlebih dahulu sebelum keberangkatan.

Sebelum makan, bacalah Bismillah, dan apabila ternyata yang dimakan haram, maka Alhamdulillah. Astaghfirullah!

Travel Blogger dan Perihal Kesehatan

Setelah mengetahui kesibukan saya, banyak juga yang khawatir akan kesehatan saya. Bagaimana tidak, saya biasa kembali dari perjalanan pada hari Minggu dan diharuskan masuk ke kantor pada hari Senin. Bahkan pernah, saya baru mendarat sepulangnya dari Eropa pada pukul dua belas siang, dan pada pukul dua siang saya sudah di kantor untuk bekerja. Bos, baca ini Bos.

How to exercise and eat healthy while travel?

Akibat merasa kegemukan di awal tahun, sudah empat bulan belakangan saya mencoba metode diet baru --dengan cara mengunyah makanan lebih lama, yang sampai saat ini berhasil menurunkan berat badan sekitar 7-8 kilogram, yang membuat saya lebih leluasa bergerak.

Selain diet, saya juga membiasakan untuk memperbanyak berjalan kaki sekitar 6.000 langkah setiap harinya. Sebuah kebiasaan yang mudah dilakukan oleh orang Indonesia di luar negeri, namun malas dilakukan di dalam negeri, apalagi Jakarta.

Bagaimana cara menjaga kondisi tubuh? Suka minum vitamin apa?

Untuk memelihara kesehatan, saya mulai membiasakan diri untuk mengkonsumsi BRAND'S Saripati Ayam, sebuah suplemen halal berstandardisasi BPOM yang membantu saya supaya tetap fit setiap harinya. 

Setelah mengkonsumsi selama dua minggu lebih, suplemen makanan yang berasal dari bahan alami yang diekstrak dari ayam berkualitas, bebas lemak, bebas kolesterol, serta mengandung asam amino dan peptida-peptida yang mudah dicerna ini, saya merasa lebih cepat bugar --bahkan sepulang dari traveling sekalipun!
BRAND'S Saripati Ayam
Tentang vitamin, sebenarnya saya mempunyai sebuah pengalaman buruk sewaktu kuliah dulu ketika Mama kerap membawakan multivitamin dosis tinggi berbentuk effervescent, yang alih-alih membuat saya sehat, malah membuat saya terkena serangan bisul karena ternyata saya mempunyai alergi terhadap kandungan di dalamnya.

Untungnya, BRAND'S Saripati Ayam hadir tanpa efek samping dan efek ketergantungan, yang membuatnya dapat dikonsumsi kapan saja secara aman.

Lalu, di mana bisa mendapatkan BRAND'S Saripati Ayam? Tenang, kamu bisa mendapatkan langsung di online store berikut ini.

Pernahkah sakit ketika ke luar negeri? Biasa minum obat atau ke dokter?

Alhamdulillah tidak pernah sakit yang parah seperti serangan jantung maupun stroke, namun pernah terkena masuk angin, pegal linu, dan salah urat. Untungnya, saya membawa obat-obatan di dalam tas, jadi tidak perlu dokter untuk menangani.

Ada alergi makan tidak?

Untungnya tidak ada, kecuali untuk makanan yang haram.

Saya kalau habis dari mana begitu suka gak enak badan, bagaimana caranya supaya tetap menjaga kesehatan selama traveling?

Kalau saya sih sudah ketemu yang cocok, BRAND’S® Saripati Ayam, suplemen makanan yang tepat untuk saya supaya daya tahan tubuh tetap terjaga. Pengalaman beberapa minggu terakhir membuktikan, walaupun saya sering lembur dan banyak kerjaan --karena tuntutan gaya hidup di Jakarta, namun saya tidak mudah lelah dan stamina tetap terjaga untuk kembali bekerja keesokan harinya.

Kamu, juga bisa loh ikuti cara saya. 

Apabila ada pertanyaan yang belum terjawab, sila tinggalkan pertanyaan tersebut pada kolom komentar di bawah, atau menunggu artikel selanjutnya, karena siapa tahu akan ada jawaban atas pertanyaan yang kamu tanyakan.
Bersambung…
Advertisements