Wanita berseragam itu meletakkan traffic cone tepat di depan saya, sementara sebelah tangannya menghadang supaya saya tidak melangkah lagi. “Tunggu dulu.” Pintanya. Beberapa saat kemudian, petugas berseragam lainnya maju dan menanyakan kelengkapan dokumen yang saya bawa. Saya menunjukkan dokumen-dokumen yang saya bawa di dalam map padanya, dan dia mengangguk.
“Bawa laptop?” Tanyanya lagi. Kali ini giliran saya yang mengangguk. “Laptopnya, dimasukkan ke dalam tas. Handphone dimatikan, dan dimasukkan juga ke dalam tas. Nanti semuanya dititipkan di pintu masuk.”
“Siap!” Jawab saya. Tak berapa lama, traffic cone tersebut dipindahkan, dan si wanita berseragam sebelumnya mempersilakan saya untuk maju.
“Langsung masuk lewat pintu itu ya.” Ucapnya dengan senyum. Setelah mengantre selama setengah jam, saya meraih tuas pintu di hadapan saya dengan semangat, tuas pintu yang akan membawa saya masuk ke dalam Kedutaan Besar Amerika Serikat.
Mengurus Visa non-imigran Amerika Serikat (selanjutnya akan disebut sebagai Visa Amerika), mungkin adalah sebuah proses mengurus visa terpanjang yang pernah saya lakukan. Dari segi biaya, biayanya jauh lebih mahal daripada Visa Jepang. Dari sisi waktu, pengurusannya lebih lama daripada Visa India. Sementara dari faktor kepraktisan, Visa Amerika membutuhkan proses yang lebih berliku dibandingkan mengurus Visa Myanmar yang dapat diwakilkan.
Walaupun terdengar susah, namun bukan berarti Visa Amerika mustahil didapatkan, karena berdasarkan data yang saya peroleh di sini, 90% warganegara Indonesia memenuhi syarat untuk mendapatkan visa non-imigran. Sebuah fakta yang makin menguatkan pendapat saya bahwa, apabila kamu melakukan langkah-langkah yang tepat, maka Visa Amerika bisa kamu dapatkan.
Adapun langkah-langkah tersebut adalah:
1. Membayar biaya pengajuan visa non-imigran
Berbeda dengan pengurusan visa lain yang pernah saya lakukan, untuk Visa Amerika ini, kamu diharuskan membayar biaya visa terlebih dahulu sesuai dengan jenis visa yang diinginkan (Jenis-jenis visa dan biayanya, dapat dilihat di sini). Sebagai contoh, kala itu, saya ingin mengajukan permohonan untuk visa B1/B2 (Business/Tourist), maka saya pun menyiapkan dana sebesar $160 atau Rp. 1.840.000,- dengan kurs yang berlaku pada saat tanggal pembayaran.
UPDATE PER 18 JUNI 2016: SAAT INI KEBIJAKAN PEMBUATAN VISA AMERIKA MENGHARUSKAN UNTUK MEMBUAT AKUN TERLEBIH DAHULU SEBELUM MELAKUKAN PEMBAYARAN DI BANK CIMB NIAGA. UNTUK INFO LENGKAPNYA BISA CEK DI SITUS INI.
Pembayaran visa tidak dapat dilakukan di mana saja, melainkan harus di bank yang ditunjuk sebagai rekanan oleh Kedutaan Besar Amerika Serikat. Pada saat saya mengajukan tahun 2014, Bank tersebut adalah Permata dan Standard Chartered (lihat daftar bank di sini), jadi maaf untuk yang punya rekening BPD, tidak bisa langsung.
Yang harus diingat, kamu harus mencetak formulir pembayaran visa terlebih dahulu dengan format seperti ini sebelum berangkat ke bank bersama dengan segepok uang di tangan. Yang perlu diperhatikan, kebijakan bayar-membayar visa ini mungkin saja berubah tiap tahunnya. Seperti misalnya yang saya alami tahun 2014 tidak sama dengan kebijakan pada tahun 2015. Cek di sini, untuk mendapatkan informasi lengkapnya.
Karena berkantor di wilayah Jakarta Pusat, maka saya memilih melakukan pembayaran Visa Amerika pada Bank Permata cabang Menara Cakrawala Jl. M. H. Thamrin No. 9. Tak tahu Menara Cakrawala? Letaknya tepat di gedung yang sama dengan Djakarta Theater, seberang Sarinah Thamrin, tempat yang sering dipenuhi pria-pria cantik tiap malam.
Setibanya di bank, petugas keamanan memberikan selembar slip “USA MRV Fee” yang harus diisi dengan lengkap, sebelum diserahkan ke teller bersama dengan formulir yang telah dicetak sebelumnya dan segepok uang yang saya bawa dalam amplop.
“Slip number ini baru bisa diinput empat jam setelah transaksi ini, ya.” Jelas si teller yang sedikit jutek kepada saya. Oh iya, satu hal yang harus diingat, pembayaran visa ini tidak refundable. Jadi sama seperti cinta, kamu harus ikhlas untuk kehilangan, kalau tak mampu mendapatkan.
2. Melengkapi Aplikasi Visa Elektronik Non-Immigrant (DS-160)
Langkah selanjutnya adalah mengisi aplikasi visa DS 160 secara online di sini. Sebelum mulai mengisi aplikasi tersebut, ada dua hal yang harus dilakukan. Yang pertama, kamu akan diminta untuk memilih lokasi di mana kamu akan mengajukan visa tersebut. Untuk Indonesia, lokasinya ada di Jakarta dan Surabaya. Jadi tidak perlu jauh-jauh ke Lusaka, untuk mengurus visa ini. Berikutnya, kamu diharuskan mengunggah foto digital. Pastikan fotonya terlihat jelas, leher ke atas, bukan leher ke bawah, yang menunjukkan kondisi wajah paling lama enam bulan terakhir. (Untuk panduan standar foto, dapat dilihat di sini).
Berikutnya klik “Start an Application” dan kamu akan mendapatkan Application ID yang akan digunakan seterusnya dalam proses pengajuan visa ini. Setelahnya, aplikasi ini akan bertanya sebuah security question yang dapat dipilih sendiri. Saya saat itu memilih pertanyaan “Siapakah nama gadis ibu kandungnya ibu kandung kamu?” walaupun saya ragu Beliau saat ini masih gadis atau sudah janda. Catat Application ID ini di tempat yang aman beserta jawaban security question tadi, karena akan digunakan untuk log in ke dalam aplikasi DS-160.
Selanjutnya klik “Continue” dan kamu akan masuk ke halaman pertama Aplikasi Visa Elektronik Non-Immigrant (DS-160). Secara garis besar, pengisian aplikasi tersebut terbagi menjadi beberapa bagian, yaitu:
Personal
Pada bagian ini, kamu diminta untuk mengisi data diri seperti Name (surnames, given names, juga full name in native alphabet) –lalu ditanya juga mengenai apakah kamu pernah menggunakan nama lain seperti Dukun AS–, Sex (Male, Female, Never), Marital Status (Jleb!), Date and Place of Birth (cukup jelas, kecuali kamu adalah Sun Go Kong), Nationality, juga National Identification Number (nomor KTP, apabila kamu telah akil baligh).
Address and Phone
Bagian ini meminta kamu untuk mengisi alamat rumah dengan jelas, termasuk nomor telepon dan alamat email yang dipakai. Jawab Yes, apabila alamat surat-menyurat sama dengan alamat rumah, dan No apabila ditawari makan babi. Ingat, jangan sekali-kali memberikan alamat palsu seperti Ayu Ting-Ting.
Passport
Seperti judulnya, bagian ini memintamu untuk meng-input data-data pada paspor, seperti tipe paspor, nomor paspor, negara pemberi paspor, tempat paspor tersebut dikeluarkan, juga tanggal keluar dan tanggal kedaluwarsa paspor. Jawab No, apabila kamu tidak pernah kehilangan paspor.
Yang saya syukuri di sini, adalah aplikasi ini tidak menanyakan bagaimana cara kamu mendapatkan paspor, apakah mengurus sendiri, dengan calo, ataukah ada “orang dalam” yang membantu.
Travel
Bagian ini akan menanyaimu mengenai apa tujuan pergi ke Amerika Serikat, termasuk tentang travel plan yang telah disiapkan, apabila memang kamu sudah membuat itinerary dalam rangka kunjungan ke Amerika Serikat.
Berikutnya, aplikasi ini akan menanyakan lokasi yang dirancanakan akan dikunjungi di Amerika Serikat, alamat tempat tinggal selama di sana, nama orang/perusahaan yang membiayai perjalananmu (termasuk alamat, nomor telepon, dan apa hubungannya denganmu).
Travel Companions
Bagian ini menanyakan “Are there other persons traveling with you?“ Klik “Yes” apabila ada (dan kemungkinan akan ada pertanyaan lanjutan), dan “No” apabila kamu pergi sebatang kara.
Previous U.S. Travel
Di sini, aplikasi ini akan bertanya apakah kamu pernah berada di Amerika Serikat, pernah mendapatkan Visa Amerika, pernah ditolak masuk ke Amerika Serikat, dan apakah pernah menandatangani petisi imigran Amerika Serikat. Jawab “No” pada tiap-tiap pertanyaan, apabila memang kamu tidak seperti yang mereka kira.
U.S. Contact
Bagian ini akan bertanya mengenai kontak yang bisa dihubungi di Amerika Serikat, nama dan dari organisasi apa, apa hubungannya denganmu, termasuk alamat, nomor telepon yang bisa dihubungi, dan alamat email aktif yang digunakan.
Family
Pertanyaan tentang keluarga, adalah bagian paling mengharukan untuk saya. Di sini, kamu harus menjawab pertanyaan mengenai Nama Ayah dan Tanggal Lahirnya, Nama Ibu dan Tanggal Lahirnya, termasuk menjawab “Yes” apabila mereka tinggal di Amerika Serikat, juga apabila kamu mempunyai saudara dan kerabat yang tinggal di Amerika Serikat.
Sekadar tip, apabila kamu lelah mengisi aplikasi ini, maka kamu bisa menyimpannya, dan masuk kapan saja, asalkan kamu tahu Application ID yang dipakai termasuk security question yang dipilih. (Catatan, aplikasi ini akan menutup sendiri apabila tidak ada kegiatan selama 20 menit, dan untuk masuk lagi, kamu juga akan diminta memasukkan data-data tersebut).
Work/Education/Training
Di bagian ini, kamu diminta untuk meng-input data pekerjaan utama (apabila kamu mempunyai banyak pekerjaan seperti pegawai kantoran, travel blogger, penggiat budidaya lele, ataupun perusak rumah tangga orang, tolong diinput yang paling jelas, yang ada alamat serta nomor telepon yang dapat dihubungi), besarnya penghasilan per bulan, juga penjelasan singkat mengenai pekerjaan kamu. Apabila sebelumnya kamu pernah bekerja di tempat yang lain, maka data tersebut juga diminta untuk diinput dengan cara yang sama (Bagian ini juga menanyai tentang siapa atasan kamu, juga kapan tanggal masuk dan keluar dari pekerjaan tersebut).
Berikutnya, adalah pendidikan, di mana kamu diminta untuk meng-input data pendidikan yang pernah kamu hadiri, lengkap dengan nama institusi, alamat, bidang studi, juga tanggal masuk dan lulus dari institusi tersebut. Saya sendiri, meng-input tiga pendidikan terakhir yang pernah saya ikuti, mulai dari SMA.
Pertanyaan tambahan pada bagian ini, diantaranya adalah “Apakah kamu berasal dari suku tertentu?“, “Apa saja bahasa yang kamu kuasai?“, “Negara mana saja yang kamu kunjungi dalam lima tahun terakhir?“, “Apakah kamu tergabung dalam organisasi tertentu?” “Apakah kamu pernah bergabung dalam militer?” dan so on so on.
Security and Background
Bagian ini, terpecah menjadi beberapa bagian kecil yang masing-masingnya terdapat pertanyaan mengenai latar belakang kamu yang nantinya akan berhubungan dengan keamanan dan keselamatan Amerika Serikat. Pertanyaan tersebut antara lain seperti ini “Apakah kamu mengalami gangguan mental yang dapat membahayakan orang lain?“, “Apakah kamu pengguna atau pengedar narkoba?“, “Apakah kamu pernah melakukan tindakan kriminal?” (ingat, masuk 7-11 dengan moonwalk atau memencet tombol lift dengan siku bukan termasuk tindakan kriminal), “Apakah kamu merupakan anggota kelompok teroris?“, hingga “Apakah kamu pernah mencari bantuan untuk masuk ke Amerika Serikat dengan maksud jahat?“.
Sebagai travel blogger syariah, tentu saja saya menjawab “No” pada tiap-tiap pertanyaan tersebut.
Apabila dilakukan dengan prosedur yang benar, selanjutnya kamu akan mendapat formulir konfirmasi pengisian Aplikasi Visa Elektronik Non-Immigrant (DS-160) ber-barcode yang harus dicetak dan dibawa pada saat wawancara di Kedutaan Besar Amerika. Formulir ini dapat dicetak langsung, ataupun dikirim terlebih dahulu ke alamat surel tertentu.
3. Membuat jadwal wawancara secara online
Setelah mendapatkan konfirmasi pengisian Aplikasi Visa Elektronik Non-Immigrant (DS-160), maka langkah selanjutnya adalah membuat jadwal wawancara di Kedutaan Besar Amerika secara online dengan mengunjungi situs ini. Yang perlu diingat adalah, wawancara paling cepat dijadwalkan dua hari setelah aplikasi DS-160 di-submit secara online.
Pada situs tersebut, –apabila belum pernah mendaftar, maka kamu diharuskan membuat akun terlebih dahulu. Cukup isikan email, nama, password yang diinginkan, dan ketik captcha yang muncul, maka kamu sudah otomatis teregistrasi pada situs tersebut. Berikutnya, adalah membuat jadwal wawancara dengan melalui beberapa isian sebagai berikut:
- Memilih jenis visa yang diinginkan, immigrant atau non immigrant.
- Memilih tempat wawancara, Jakarta atau Surabaya.
- Memilih kategori visa yang diinginkan, business, crew (ship/aircraft), all other visas including working in the USA, atau studying in the USA/Exchange Visitor.
- Memilih kelas visa yang diinginkan –apabila sebelumnya memilih jenis visa bisnis, maka isiannya– B1 – Visitor for Business, B1/B2 – Visitor for Business and Pleasure, atau B2 – Visitor for Pleasure or Medical Treatment.
- Mengisi data personal, yang meliputi data paspor, data diri seperti nama, kebangsaan, tanggal lahir, dan jenis kelamin (Alhamdulillah, tidak ada pertanyaan mengenai marital status di sini), juga nomor telepon, email, dan alamat surat menyurat. Yang tidak boleh lupa diisikan di sini adalah nomor konfirmasi aplikasi DS-160 yang sudah diperoleh sebelumnya.
- Menambah daftar nama, apabila ada grup/anggota keluarga yang ingin mengurus visa bersamaan denganmu.
- Menjawab beberapa pertanyaan singkat, seperti: “Apakah kamu pemegang paspor Indonesia?”, “Apakah kamu lebih muda dari 14 tahun?”, “Apakah kamu pernah mendapatkan visa B1/B2 setelah 1 Juni 2007?”. Tenang, tidak ada pertanyaan “Kapan menikah?” di aplikasi ini.
- Berikutnya adalah menentukan alamat pengiriman Visa Amerika (apabila nanti disetujui), dan pemohon dapat memilih pengiriman ke kantor, rumah, atau diambil sendiri ke alamat pengambilan tertentu. Setelah ini, akan muncul halaman konfirmasi pembayaran, di mana mu harus meng-input bukti pembayaran (receipt number) yang telah dilakukan sebelumnya.
Setelah mengklik “Continue“, aplikasi akan membawamu ke halaman “Schedule Consular Appointment” di mana kamu bisa memilih tanggal wawancara yang diinginkan. Setiap hari kerja, diadakan dua sesi wawancara, yaitu pukul 07:00 dan pukul 09:00. Namun, untuk pukul 09:00, biasanya slot yang tersedia lebih sedikit atau malah habis. Mungkin saja karena orang Indonesia malas bangun pagi, sehingga lebih nyaman untuk melakukan wawancara di siang hari. Hasil dari aplikasi ini adalah formulir “Appointment Confirmation” yang bisa dicetak atau dikirim ke surel terlebih dahulu.
Sekadar catatan, kamu masih bisa melakukan wawancara setahun setelah tanggal pembayaran visa. Jika lebih dari itu, maka pembayaran dianggap tidak berlaku lagi.
4. Mengumpulkan dokumen-dokumen yang akan dibawa pada saat wawancara
Pada saat hari wawancara, kamu harus membawa sejumlah dokumen yang dibutuhkan. Ada yang wajib, dan ada yang digunakan sebagai dokumen pelengkap. Dokumen wajib tersebut meliputi:
- Paspor dengan masa berlaku minimal enam bulan
- Tanda bukti pembayaran dari Bank Permata/Standard Chartered
- Foto ukuran 5×5 dengan latar belakang putih
- Formulir konfirmasi pengisian Aplikasi Visa Elektronik Non-Immigrant (DS-160) ber-barcode
- Formulir “Appointment Confirmation”
Supaya terkesan meyakinkan, dokumen wajib tersebut seyogyanya dilengkapi dengan dokumen-dokumen pendukung yang mengindikasikan bahwa niat kamu untuk ke Amerika adalah bukan untuk menetap melainkan untuk tujuan khusus, seperti berwisata. Dokumen-dokumen tersebut antara lain:
- Surat sponsor, jika ada, apabila kamu diundang untuk menghadiri event tertentu.
- Surat pengantar kantor beserta slip gaji, untuk membuktikan jika kamu bekerja di Indonesia, dan akan kembali lagi ke Indonesia untuk bekerja, bukan untuk menetap di Amerika.
- Rekening koran/fotokopi buku tabungan, yang menunjukkan bahwa kamu mampu bertahan hidup di sana dengan membeli makan dan minuman, bukan dengan berburu dan meramu menggunakan kapak perimbas.
- Kartu Keluarga, apabila ada anggota keluarga yang ikut serta bersama kamu dalam perjalanan ke Amerika
, dan untuk menghindari pertanyaan “Kapan menikah?”. - Rencana perjalanan di Amerika Serikat, supaya
keren “Gile men gue ke Amerika!”meyakinkan petugas wawancara mengenai apa tujuanmu berada di Amerika Serikat.
Setelah semua syarat lengkap, datanglah di hari wawancara beserta semua dokumen tersebut, setengah jam sebelum waktu wawancara terjadwal.
5. Wawancara di Kedutaan Besar Amerika Serikat
Dan saya datang pas ketika waktu wawancara terjadwal dimulai, yaitu pukul 07:00, atau setengah jam lebih lama dari waktu yang saya rencanakan sebelumnya. Akibatnya, antrean panjang sudah terbentuk di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jalan Medan Merdeka Selatan Nomor 3-5, Jakarta Pusat.
Setelah lebih kurang setengah jam mengantre, akhirnya untuk pertama kalinya saya berhasil masuk ke dalam Kedutaan Besar Amerika Serikat. Sebuah pencapaian yang bisa masuk dalam CV. Di dalam, petugas keamanan meminta saya untuk menitipkan tas punggung beserta semua perabot elektronik yang saya bawa, sebelum melewati mesin X-Ray. Praktis, saya hanya membawa map yang berisi dokumen, dan sedikit rasa percaya diri saat itu.
Berikutnya, saya ditempatkan bersama puluhan pendaftar lain pada sebuah ruangan terbuka dengan bangku-bangku panjang di tengah ruangan, sementara beberapa buah loket terletak di ujungnya.
Seorang wanita muda mendekati saya “Mas, sudah dapat nomor antrian?” Saya menggeleng. “Boleh saya lihat kelengkapan dokumennya?” Ujarnya lagi.
Saya menyerahkan dokumen yang saya bawa, dan wanita itu mensteples beberapa lembar dokumen tersebut menjadi satu kesatuan. “Mas, nanti langsung ke loket, ya.” Pintanya “Tapi antre dulu.”
Loh, jadi langsung atau antre, nih?
Di loket, saya dilayani oleh seorang wanita muda lagi yang menanyakan “Ke Amerika dalam rangka apa?”
“Jalan-jalan.” Jawab saya, kemudian dia menginput beberapa data ke dalam komputernya, sebelum memberikan sebuah kertas bertuliskan angka 19.
“Ini nomor grupnya.” Dia menjelaskan. “Nanti kalau nomornya dipanggil, masuk ke dalam .”
Dan saya menunggu, selama satu jam lebih, sebelum wanita penyeteples dokumen mengumumkan “Grup nomor 19 dan 20, boleh masuk ke dalam.”.
Kami bergerak serentak mengikuti wanita itu. “Nah, tunggu di sini dulu, ya.” Ucapnya, menunjuk ruang tunggu yang lebih kecil. Wah, ternyata belum masuk ke ruang wawancara, sehingga kami menunggu lagi tepat di samping ruang wawancara. One step closer. Saya menyesal tidak membawa apa-apa untuk killing time, karena handphone dan laptop dititipkan di ruang depan. Buku dan koran pun tidak sempat saya siapkan. Ah, andai saja saya membawa Al-Quran.
Selama menunggu, saya memperhatikan beberapa orang yang keluar dari ruang wawancara. Ada yang tersenyum lega sambil membawa selembar kertas berwarna putih. Ada yang sedikit bersungut dengan kertas berwarna hijau, dan ada yang bermuka masam dan tersedu sambil memegang kertas berwarna merah muda.
Sedikit informasi, kertas-kertas berwarna tersebut, mempunyai maksud sebagai berikut:
- Putih, berarti bahwa aplikasi disetujui dan menjelaskan bagaimana dapat mengambil paspor yang sudah ada visa.
- Hijau, berarti bahwa diminta datang kembali untuk memberikan informasi tambahan sebelum Pejabat Konsul membuat keputusan.
- Kuning, berarti bahwa permohonan visa dikenakan proses administrasi tambahan dan akan diberitahu apabila prosesnya telah selesai.
- Merah muda, berarti bahwa pada saat ini belum memenuhi syarat untuk mendapatkan visa non-imigran.
- Biru, apabila pengisian aplikasi tidak lengkap, dan diberi kesempatan untuk kembali dengan aplikasi yang sudah lengkap.
Satu jam kemudian, rombongan kami dipanggil masuk ke dalam ruang wawancara yang masih penuh sesak dengan manusia. Seorang wanita lokal memanggil grup kami “Grup 19, antri untuk mengambil sidik jari!” Teriaknya “Sebelumnya, kembalikan nomor antrian ke dalam keranjang!” dan kami pun menurutinya.
Saya memberikan sidik jari terindah yang bisa saya berikan, “Habis ini, nunggu dipanggil wawancara.”. Dan saya pun menunggu lagi, di ruang penuh manusia itu. Saya mengambil majalah Forbes dari tumpukan yang ada, membaca kisah sukses Jan Koum, founder WhatsApp yang jadi konglomerat setelah usahanya diakuisisi oleh Facebook. Sayup-sayup terdengar obrolan dari seberang, ketika seorang wanita ditolak visanya, padahal teman-teman rombongan yang tergabung dalam grup tur diterima semuanya. Alasannya, karena dia tidak bisa menjelaskan maksud dan tujuannya dengan lancar ketika wawancara.
Ah, itulah mengapa kita disarankan untuk tidak gugup selama proses wawancara.
Saya melanjutkan membaca, kali ini tentang usaha seorang modifikator motor di Indonesia yang meraup sukses karena ketekunan dan kegigihannya berwirausaha, sebelum terdengar suara melalui pengeras suara “Nomor 19 silakan menuju loket.” Suara yang saya tahu bukan berasal dari lidah asli Indonesia.
Kami serombongan menuju loket yang dimaksud. Saya berada pada urutan kedua di belakang sekeluarga yang ingin pergi berlibur ke Amerika, sementara pada dua loket di samping, seorang wanita bule sedang mencecar seorang wanita seksi pemohon visa dengan berbagai pertanyaan “Ada urusan apa ke Amerika?”, “Apa pekerjaan kamu?”, “Berapa penghasilan sebulan?”.
Glek. Tiba-tiba saya merasa muncul kupu-kupu dalam perut. Kupu-kupu malam.
Saya mencoba untuk tetap tenang, dan memasang wajah manis ketika seorang pria bule mirip Matt Damon di balik loket memanggil saya, menggantikan sekeluarga yang telah disetujui visanya.
“Sia..pa namanya?” Tanyanya, dalam Bahasa Indonesia yang terbata.
“My name is Arif.” Jawab saya, dengan gaya James Bond. “Arif Rahman.” Dan perbincangan berlanjut seperti ini:
Bu Rika (Bule Amerika): “Why do you want to go to America?“
Arif Bond: “I won a blogging competition.” *menyerahkan invitation letter dari perusahaan yang memenangkan saya*
Bu Rika: “Wow! Do you work for XXX?” *menyebutkan nama perusahaan yang memenangkan saya*
Arif Bond: “No, actually I work for YYY.” *menyebutkan nama kantor saya*
Bu Rika: “Oh, so you work in YYY.” *menyebutkan lagi nama kantor saya*
Arif Bond: “Yes, but I won that blogging competition.“
Bu Rika: *menolehkan kepala, menginput beberapa data ke dalam komputernya, sebelum memberikan selembar kertas* “Your visa is ready in three to four working days.“
Saya memegang kertas putih di tangan saya, wawancara yang hanya berlangsung dua menit mampu menghapus penantian saya selama tiga setengah jam. Tepat pukul 10:30, saya keluar dari ruang wawancara dengan kertas putih di tangan dan kebahagiaan layaknya orang yang mendapatkan golden ticket Indonesian Idol.
“MAMAH AKU LOLOS, MAH!”
Empat hari kerja berikutnya, saya mengambil paspor yang telah ditempel Visa Amerika atas nama sendiri di RPX Casablanca, Jl.Prof.Dr.Satrio No.64B. Paspor yang baru berumur sebulan, paspor yang baru saja saya perpanjang melalui jasa calo, akhirnya mendapatkan visa pertamanya, yaitu Visa B1/B2 Amerika Serikat yang halal dan berlaku untuk lima tahun.
Dan saat ini saya masih tak percaya, kalau travel blogging bisa membawa saya sejauh ini.
UPDATE DARI ARETTA PER TANGGAL 24 AGUSTUS 2016:
Mau sharing kesan2 sedikit hehe.. Skarang bayar visa sudah lebih mudah karena bisa online transfer dr bank lokal. DS160 skarang ternyata lebih simpel, seperti kunjungan negara dan pendidikan tidak ditanyakan lagi. Waktu interview, supporting documents sama sekali tidak diminta untuk diperlihatkan, *lucky* dan betul aja cuman 2 menitan hehe










Hallo mas. Sebelumnya teriamakasih dulu sempat bertanya tentang visa UK dan alhamdulillah approved dan bulam Maret kemarin sudah berangkat. Nah, saya rencana mau ke Amerika (karena ada tiket murah). Saya ada beberapa pertanyaan.
1. Kalaupun saya beli dulu tiketnya (kalau nunggu visa kelar takut habis tiket promonya), apakah nanti bisa ditunjukkan pas pengurusan visa? karena yang saya baca tidak mencantumkan tiket (atau apakah memang harus mencantumkan tiket? entah itu issued atau booked)
2. Apakah harus jelas juga itinerary mengenai tempat apa yang akan dikunjungi, kota mana saja, menginap di mana? terus apakah transport antar kota/state juga harus ada? apakah juga harus book hostel atau penginapan juga?
3. Alamat yang di USA itu apa boleh saya tulis alamat hostel? karena saya murni jalan-jalan pribadi dan tidak ada saudara maupun sponsor.
4. Lalu setelah semuanya jadi, dokumen yang tidak wajib apakah saya juga harus tunjukkan walau tidak diminta?
Terimakasih.
LikeLike
Dulu saya minta bantuan mas Arif, nah berhubung saya udah berhasil dapet visa nya, mau coba bantu jawab ah. Cmiiw tapi ya 🙂
1. Kalau beli tiket dulu tanpa visa USA ditangan kayaknya agak riskan ya tapi waktu saya sih cuma saya kasih liat tiket booked yang belum dibayar. Ga masalah kok karena tiket itu dokumen pendukung ya cmiiw
2. Waktu saya apply, saya lampirkan itenary selama disana. Misalnya total 15 hari nah perhari saya tulis aja kemana aja dan apa aja yang mau dikunjungi. Karena yang bakal ditanya banyak pada saat wawancara itu adalah “mau kemana ke Amerika?” Dan “Ada perlu apa kesana?” Basicnya, petugas konsuler itu akan beranggapan bahwa semua yang apply itu akan menjadi imigran gelap, nah dokumen dokumen yang kita siapin itulah yang harus bisa membuktikan bahwa kita ga akan jadi imigran gelap disana. Kalo pernah dapet visa UK, sebenernya ampir sama kok prinsip nya
3. Alamat yang di USA boleh pake hostel atau hotel kalo memang tidak punya sponsor disana. Justru kayaknya lebih gampang ya kalo gapunya sponsor jadinya ga akan dituduh jadi imigran disana haha
4. Dokumen pendukung adalah dokumen yang ga perlu ditunjukin tapi kalo ditunjukin bisa lebih bagus. Seperti surat keterangan kerja dari kantor atau keterangan kuliah dari kampus. Malah saya waktu itu kasih surat keterangan kantor ayah. Dan tiket nya waktu itu fasilitas kantor, jadi dibuktikan dengan surat.
Sukses!
LikeLike
Waaah, terima kasih banyak mas adri sudah dibantuin jawab pertanyaannya, paling aku tambahin sepengetahuanku juga ya hehe.
1. Untuk tiket gak perlu beli dulu kok, kemaein ada teman yang gak pakai tiket juga bisa dapat visanya, sekarang dia lagi nabung untuk beli tiketnya.
2. Kalau di aku dulu sih gak terlalu detail cuma bilang hari ini mau ke New York, besok Washington, terus Chicago, dst. Yang penting kedutaan tahu kita mau ke mana dan sudah jelas tujuannya.
3. Setuju untuk jawabannya mas.
4. Cukup tunjukin aja dokumen, kalau diminta. Kalau gak diminta sebaiknya sih diam saja, kecuali ditanyakan.
Good luck yaaa~
OMONG-OMONG BERAPA TIKET MURAHNYA, DAN BUAT BERANGKAT KAPAAAAN?
LikeLike
halo salam kenal, saya mau nanya,
kalo untuk detail rekening koran, dibutuhkan berapa lama yah?
dan berapa standart ideal minimum saldo rekening koran untuk pengajuan visa USA?
terimakasih
LikeLike
Halo, kalau untuk rekening koran, saran saya sih minimal 3 bulan terakhir. Sementara untuk saldo minimal disarankan juga sekitar 50 juta.
Semoga membantu 🙂
LikeLike
Perjuangan yang sangat luar biasa hhhh..
jadi pengen ke amerika hikhik
LikeLike
Hayuk atuh berjuang supaya dapat ke Amerika ehehehe.
LikeLike
Salam kenal brow…. boleh dong pencerahaanya…. sy ama istri mau holiday ke USA.masalahnya pasportku kosong kalo pasport istri udah ada tripnya… kemungkinan lolos ada gak…. trims waktunya…
LikeLike
Halo mas wawa, salam kenal juga.
Untuk kemungkinan lolos sebenarnya itu hak prerogatif dari kedutaan, namun paspor yang sudah melanglang buana tentunya akan memiliki kelebihan khusus dibanding yang masih kosong 🙂
LikeLike
Halo mas Ariev, mau nanya nih..
Saya punya pekerjaan dan penghasilan tetap, tapi saldo di rekening saya ga sampai 20 juta (termasuk boros saya nya, hehe).
Tiket PP Jakarta-New York sudah saya beli, tapi belum book penginapan. Garis besar kegiatan di NYC juga sudah direncanakan matang. Biaya travelling dan hidup disana 75% akan menggunakan kartu kredit.
Apakah minimnya saldo saya akan membuat pengajuaan visa amrik saya akah lebih condong ditolak? Mohon masukannya mas. Makasih.
LikeLike
Halo halo mas/mbak 😀
Sebenarnya, kalau masalah saldo rekening agak-agak tricky sih, karena memang prerogatif kedutaan nanti. Bahkan seingatku kemarin aku gak ditanyain pas wawancara hehe. Tapi kalau diminta bukti ya harus diberikan. Enaknya sih window dressing tabungan dulu, bisa dengan pinjaman, biar cantik hehe.
LikeLike
Baru ngeh kalau uda dibales, hehe.
Mas kalo gitu seandainya saya pakai surat sponsor pembiayaan oleh ortu, proof of funds nya berupa surat keterangan sponsor saja, atau harus tetap ada lampiran buku tabungan/rekening koran orang tua kita?
Kemudian untuk alamat tinggal disana, boleh tidak menggunakan alamat penginapan yg akan kita kunjungi tapi belum kita lakukan official booking di penginapan itu?
LikeLike
Halo halo,
kalau umpama surat sponsor dari orang tua ya sebaiknya dilampirkan rekening koran juga milik orang tuanya. Alamat penginapan sebenarnya bisa juga begitu, namun akan menjadi kendala kalau seumpama ditanyakan ketika wawancara. Coba pakai booking.com yang bisa di-cancel saja.
LikeLike
Makasih banyak bantuannya mas Ariev. Hari ini saya sudah interview dan disetujui 😀
Mau sharing kesan2 sedikit hehe..
Skarang bayar visa sudah lebih mudah karena bisa online transfer dr bank lokal.
DS160 skarang ternyata lebih simpel, seperti kunjungan negara dan pendidikan tidak ditanyakan lagi. Waktu interview, supporting documents sama sekali tidak diminta untuk diperlihatkan, *lucky* dan betul aja cuman 2 menitan hehe
LikeLike
Alhamdulillaaaahhh, jadi dapat berapa tahun visanya mbak?
Dan untungnya sekarang lebih ringkas ya prosesnya? Nanti aku update di blog lagi based on pengalamannya mbak 😀
Terima kasih sharingnyaaa!
LikeLike
Standar mas, yang 5 tahun. Saya interview tgl 24, tanggal 26 siang tadi paspor yg sudah ditempelkan visa aman sentosa tiba di kantor 😀
LikeLike
Alhamdulillah!
LikeLike
Makasi mas brow…pencerahanya. Encer banget hehhe. Nanya lagi boleh ya…kalo mau maju visa sama istri untuk MRF nya cukup satu ya untuk berdua…. apa sndiri sndiri…. tank’s lg pencerahaanya…..
LikeLike
Halo Mas, MRV itu maksudnya biaya visanya ya?
Itu dihitungnya per kepala hehe, jadi kalau dua orang ya dua kali bayar 😀
LikeLike
halo mas Ariev, mau tanya pas dibagian isi form visa nya itu ada pertanyaan “contact yang bisa dihubungi ketika di Amerika”
bagaimana kalau tidak mempunyai kerabat atau kenalan disana? dikosongkan saja atau seperti petunjuknya dikatakan mengisi nama toko yang akan kita datangi? kemarin mas Ariev isi apa kalau boleh tau? makasih banyak yaa
LikeLike
Halo halo, kalau aku kemarin ke sana karena kebetulan ada undangan ya aku tulis nama pengundangnya.
Atau bisa juga diisi dengan nama penginapan atau host airbnb yang akan didatangi bagaimana? 😀
Cheers!
LikeLike
Masukan tambahan mba..
Sesuai perintahnya, diisi salah satu tempat/toko yg memang ingin didatangi saja. Misal, kemarin saya isi ‘brooklyn botanical garden’. Nah alamat dan telepon bisa ditemukan di google 🙂
LikeLike
yap thanks mas idenya, jadinya aku isi nama penginapan disana 😀 btw nanti pas datang ke kedutaan perlu bawa KTP juga ga?
LikeLike
Ahaha iyaaa, semoga lancar yah. KTP dibawa aja, buat jaga-jaga.
LikeLike
mas maaf tanya lagi, kalo kita ada salah pengisian form DS-160 nya bagaimana ya? huhu setelah saya liat lagi confirmation form punya mas ariev sepertinya saya salah isi nama. kemarin sempat bingung bagaimana mengisi surname dan given names. alhasil saya isi surname dengan nama lengkap saya, dan given names saya isi dengan nama depan saya. jadi begini:
surname : damara calista pusbasari
given name: damara
kalo seperti itu benar atau salah ya mas?
terima kasih banyak ya mas
LikeLike
Halo mbak,
Kalau itu, harusnya kurang tepat sih, karena surname itu diisi nama belakang untuk orang Indonesia.
Namun aku kurang paham bagaimana solusinya, karena belum pernah mengalaminya 🙂
LikeLike
Mau sharing mas, kebetulan saya mengalaminya..
Ini termasuk kesalahan minor.
Solusi #1: dibiarkan saja, dan minta dikoreksi pada hari interview oleh petugas loket yang melakukan pengecekan paspor (tanpa diminta pun petugasnya akan konfirmasi untuk perbaikan, karena mereka langsung ngeh soal kesalahan seperti ini)
Solusi #2: kalau belum memilih tanggal interview, buat DS-160 yg baru saja. Yg lama abaikan. (Tips: tetap gunakan application ID yg lama pada saat akan buat baru, supaya beberapa historical data yg sudah di-input tetap ada dan tidak capek mulai dari nol banget)
Saya kemarin isi buat kedua adik saya,
Adik A: salah input surname (menggunakan solusi#1)
Adik B: typo tempat lahir (menggunakan solusi#2)
Keduanya aman-aman saja. Tapi kalau disuruh pilih di lain kesempatan, saya pilih solusi#1, hehe..
Smoga sharing saya tidak membingungkan ya mas 🙂
LikeLike
Coba sharing solusi mas dan mba, saya mengalaminya..
Kesalahan seperti ini termasuk kesalahan minor,
Solusi 1: Biarkan saja dan tetap lanjut ke tahap berikutnya. Pada hari interview, ini bisa minta dikoreksi di loket pengecekan paspor oleh petugas. Tanpa dimintapun, petugas biasanya ngeh akan kesalahan seperti ini dan akan konfirmasi untuk langsung mereka koreksi.
Solusi 2: Buat aplikasi DS-160 yg baru. Form yg salah abaikan saja. Tips: tetap gunakan application ID yg lama untuk memulai aplikasi baru. Ini supaya beberapa data dapat langsung ter-import, jadi tidak capek memulai pengisian dari nol dan tinggal mengoreksi yg salah input.
Saya mengisikan DS-160 kedua adik saya, dan terjadi kesalahan minor juga.
Adik 1: Salah input surname. Menggunakan solusi 1.
Adik 2: Typo tempat lahir. Menggunakan solusi 2.
Keduanya aman-aman saja dan lolos. Tapi kalau dikemudian hari terjadi lagi saya pilih solusi 1. 😀
Semoga membantu.. 🙂
LikeLike
Terima kasih infonya mbak, membantu sekali 😀
LikeLike
Masbrow baik hati ya mau bagi ilmunya…smoga slalu mendapat kebaikan …. mo nanya lg nich mas bro yg baik hati… kalo tour kan di sertai refrensi dari agen tournya,tp ini sy gk pakai agensi tour alias tour/holiday sendiri sama istri gitu…. kira2 gimana jadi masalah nggak pas interview… btw trims pencerahan n’ waktunya…..
LikeLike
Halo mas, harusnya berangkat sendiri pun gak masalah asal tujuannya jelas.
Lampirkan booking akomodasi saja nanti kalau diminta.
LikeLike
Salam kenal ya Mas… saya mau nanya nih… tentang fotokopi rekening… boleh gak kalo kita cuma lampirkankan fotokopi rekening 1 bulan terakhir ? Thks sebelumnya atas perhatiannya…
LikeLike
Halo mbak, disarankan untuk melampirkan setikdaknya 3 bulan terakhir 🙂
LikeLike
Mas Arif…thanks buat sharingnya..sy mau berkunjung ke Florida bulan Desember, trus ngajuin visa US bulan September, keawalan ndak ya?:) trus, sy kan tinggalnya sama teman….kira kira tetap dimintain booking hotel ndak ya, karena setelah baca baca , sepertinya sponsor tidak pengaruh sebagai jaminan…so, gimana ya Mas?
thanks in advance for your idea:)
LikeLike
Hai mbak, harusnya kalau ngajuin 3 bulan sebelumnya sih masih aman hehe.
Kalau bisa menunjukkan bukti undangan teman dan bisa meyakinkan kalau akan tinggal sama teman terus ya tidak perlu bookingan hotel. Tapi kalau mau jalan-jalan di luar Florida, mungkin bisa dilampirkan juga bookingan hotelnya.
LikeLike
Telecodes are four-digit code numbers that represent characters in some non-Roman alphabet names, itu maksudnya apa ya Mas? thanks
LikeLike
Itu kalau gak ada dijawab “No” saja mbak.
LikeLike
Mas Arief….saya sudah ajukan aplikasi, sudah dapet confirmation page with barcode, tapi baru saya sadar ada jawaban yang sya tulis pake bahasa Indonesia, sedangkan saya baca di form,, all must in English,..sya mau retrieve/review, tapi tidak bisa, hanya sampai pada confirmation page saja….aduh…sya jadi khawatir, apa saya aplikasi ulang online ya Mas?
Suwun
LikeLike
Hai mbak, coba cek jawaban Mbak Aretta di bawah ini ya hehe.
Sepertinya membantu itu 😀
LikeLike
Visa Type
Nonimmigrant Visa
Post
SURABAYA
Visa Category
Business/Tourism
Visa Class
B1/B2
Payment
Step 8: Please enter your MRV receipt information below.
Summary of Charges:
Number of Applicants 2
Fee Per Applicant USD 160
Current Exchange Rate13500.00 IDR to 1 USD
Total Fee (2 x 160 x 13500.00)IDR 4320000.00
Click Here For All Payment Options
IMPORTANT – Applicants are advised to use a browser other than Safari as compatibility issues have been reported. Please contact our support if you encounter any issues while making the payment – DO NOT make the payment again as all fees are non-refundable. To confirm payment please enter your receipt number (Attn: Saudi Arabia applicants please use your Passport Number Field on the Samba Collection Deposit Form). Please note that there could be a delay between the time of payment and the time that you can proceed to schedule your appointment. Please be patient and thanks for your cooperation.
Sugeng,Lestari
Receipt Number: ?????????????????????? INI SAYA NOMOR YANG MANA YA MAS? saya coba no.virtual atau confirmation page juga tidak bisa, mohon pencerahannya , suwun.
SAMSUL,HADI
Receipt Number:
BackContinue
Please See http://www.ustraveldocs.com/id/VisaFees.asp for more information regarding application fees.
LikeLike
Halo Mas/Mbak, untuk nomor itu seharusnya sih diisi dengan nomor konfirmasi yang didapat dari bank pembayaran, biasanya tidak langsung aktif dan baru akan aktif beberapa jam setelah pembayaran.
LikeLike
Hello Mas Ariev…
Saya sudah interview kemarin di Surabaya,,,tapi visa saya ditolak:(:(:(……
sedikit mau sharing dan cerita pribadi tahun 2002, saya mempunyai relationship dengan WNA Amerika Serikat, yang juga sy lampirkan berkas waktu aplikasi kemarin…waktu itu karena berencana menikah saya pernah diajukan visa fiance tetapi waktu itu saya tidak jadi dan aplikasi visa diajukan dari Amerika.( visa imigran)
Lalu saya menikah dengan WNI..tetapi hubungan kami sampai dengan sekarang baik sekali..kami malah sering travelling bersama….dan kali ini juga kami ingin mengunjungi ybs di Amerika.
Kemarin sya ditanya..apakah pernah mengajukan visa amerika,, saya lupa dan mungkin waktu online saya juga menjawab tidak pernah…karena memang saya mengajukan visa nonimigran….wah….langsung dech…jawabannya NO…NO…NO….
( by the way…kalo interview cewek…sepertinya agak rese”” ya…yang verifikasi data juga jutek….)
Kira kira kalo saya mengajukan ulang gimana ya Mas? mohon sharingnya …
Terima kasih..
LikeLike
Hi Mbak Tari, terima kasih untuk sharing pengalamannya di sini.
Turut berduka ya untuk visanya.
Setelah membaca kasusnya, mungkin karena ketidaksamaan data ya, jadi ditolak. Mbak bilang belum pernah ngajuin visa, namun ternyata dulu pernah ngajuin visa untuk tinggal di sana. Jadi karena gak sinkron ya ditolak, begitu bukan mbak?
Untuk mengajukan ulang ya sah-sah saja mbak, mungkin dikasih jeda 1-2 bulan kali ya, sambil persiapkan mental dan syarat-syarat lainnya.
Semangat! 😀
LikeLike
mas arif trima kasih banyak ttg tulisan visa amriknya, mau tanya, kalo nama di passport ada tambahan nama orang tua, bagaimana mengisi surname dan given name – nya?
LikeLike
Halo Mas, kalau saran saya, untuk nama orang tua, masuk ke Surname, sementara given name adalah nama asli punya mas.
LikeLike
Hi…. Terima kasih informasinya
Saya berencana mau pergi ke US mengunjungi pacar saya yang berkebangsaan America. Kalau boleh saya tahu visa apa yang harus saya apply?
Terima kasih 😊
LikeLike
Kalau cuma kunjungan, seharusnya B1/B2 cukup. 🙂
LikeLike
Mas arif
Bisa minta no telp? Wa? Line? Spy sya tnyanya jelas
Makasih
LikeLike
Maaf mas, pertanyaannya mungkin bisa ditulis langsung ya di kolom komentar, atau sambil dibaca komentar-komentar yang masuk, siapa tahu ada jawaban pertanyaannya di sana 🙂
LikeLike
Dikolom “have you made specific travel plans” itu mskdnya gimana ya? Jwab yes atau no??
Thanks 🙂
LikeLike
Kalau gak salah ingat, aku kemarin jawabnya yes, karena sudah pasti tahu mau ke mana saja selama di state.
LikeLike
dikolom, tmpt tinggal di USA dan contact USA klo gak diisi gak apa” kan? Atau emang hrs diisi?
LikeLike
Kalo bilangnya ada keluarga/teman di USA di ketik aja alamat nya, kalo ngga ada, bisa ketik aja hotel atau tempat dimana menginap nya
LikeLike
Sebaiknya sih diisi, kan di sana harus ada tempat tinggal bukan? 🙂
LikeLike
Keren nih langkah-langkahnya mengurus visanya cukup lengkap
Thank you
LikeLike
Sama-sama, semoga bermanfaat yaaa 😀
LikeLike
Mau tanya, kira2 deposit untuk pengajuan visa berupa deposito atau rekening koran tabungan ya? dan minta saran berapa depositnya untuk 7 hari/seminggu ya?
LikeLike
Kalau sebaiknya sih rekening koran karena lebih fluktuatif dan bisa digunakan kapan saja. Untuk seminggu harusnya sih minimal ada 20 juta 🙂
LikeLike
hai apa bisa sharing??
LikeLike
Sharing apakah? 😀
LikeLike
Hi kak, berapa lama visa nya jadi setelah interview?? Sampai berbulan-bulan kah?
LikeLike
Halo kak, pasti gak baca teliti ya artikelnya hehe, ada kok ditulis di paragraf terakhir kalau jadi dalam 4 hari kerja 🙂
LikeLike
Hallo saya rencana mau liburan ke us desember dan mau bkiin visa akhir october ini atau awal november 2016. Buat tmn2 yg mau bareng bisa wa ya 08978244361. Biar seru klo ada temennya 🙂
LikeLike
Yuk yuk! Yang mau bikin visa US nih, mumpung ada barengannya.
LikeLike
saya dapat undangan seminar sebagai presenter akhir bulan oktober ini….recana next week mau interview….tapi saya agak nervous karena 10 tahun yang lalu saya pernah tidak diapprove visa US nya…tapi 10 tahun yang lalu..status saya masih single, masih kuliah…tujuannya juga untuk travel ke tempat kakak saya…sementara sekarang status saya sudah bekerja,sudah menikah, sudah punya anak dua, tujuannya juga jadi presenter disebuah seminar…biaya juga di cover oleh kantor saya ada undangan jadi pembicara juga dari panitia seminarnya….cuman yang mengganjal buat saya sekarang adalah..kota tujuan tempat seminar saya nanti adalah sama dengan kota tempat kakak saya tinggal (orlando/florida)..sebagai info…kakak saya adalah US citizen…saya khawatirnya mereka mikirnya saya gak mau balik lagi entar..gara2 kota nya sama dengan tempat tinggal kakak saya…hehe…ada idea tentang hal ini nggak ya?….
LikeLike
Halo mas,
Harusnya sih kalau ada undangan dari sana, beserta sponsor lengkap, dan penjamin atau contact person di sana yang valid harusnya aman mas hehe.
Baiknya sih gak usah dibilang tentang kakaknya, tapi langsung ke contact person di kota tempat seminar itu.
Kurang lebihnya begitu 😀
LikeLike
Artinya…di form DS160 saya gak perlu kasi tau kalo kakak saya US citizen ya mas?( saya kosongin keterangan tentang sodara yang tinggal di US)…atau gimana mas?…karena 10 tahun yang lalu saya pernah reject visa nya…alasan saya waktu itu visit kakak saya…waktu itu kakak saya masih green card…khawatirnya database 10 tahun yang lalu mereka bs detect…trus 10 thn yang lalu ada keterangan sodara saya disana…ntar jadinya gak sinkron dengan keterangan saya yang sekrang….atau gimana ya?..bingung saya…hehe
LikeLike
Kalau menurut saya, ini menurut saya ya mas, lebih baik pakai alamat sponsor dan pengundang saja, bukan dengan alamat kakaknya mas itu hehe.
Tapi balik lagi keputusan ada di tangan mas 🙂
LikeLike
Kalau ke USA cma holiday tapi ada sponsor nya, apakah di wawancara harus menunjukan buku tabungan juga, sedangkan aku di sponsorin dan dia juga yg membiayai saya semuanya,
LikeLike
Hai mbak, untuk dokumen, sebaiknya dibawa saja, dan hanya ditunjukkan apabila memang diminta 🙂
LikeLike
mau tanya mas, bagaimana jika yg di bagian u.s contact saya tdk mempunyai nya..? apakah dibiarkan kosong atau diberikan jawaban lainnya? permisalan alamat hotel?
LikeLike
Hmm, kalau aku sih menyarankan diinput alamat penginapan ketika di sana sih.
LikeLike
iya berarti jika menginap dihotel, maka saya menggunakan alamat hotel? bener nggk mas? makasi yaaa buat informasi nya..
pertanyaan lanjutannya, kalau untuk turis itu bisa menggunakan semua visa B1/B2 atau B1 atau B2 saja ya mas? masi agak bingung dengan yg ini..
LikeLike
Iyes, kurang lebihnya seperti itu, harusnya bisa kok.
Nah, sebenarnya bisa memakai yang khusus turis saja, namun kebanyakan pada ambil yang B1/B2, jadi ya tidak mengapa kalau mau ambil yang itu.
LikeLike
kalo mau kerja disana gimana yah supaya visanya lolos?
LikeLike
Kalau untuk visa kerja, saya tak punya informasi dan pengalaman membuatnya mas 🙂
LikeLike
Dari sekian googling, ini lebih lengkap dan informatif (capek juga scroll ke bawah saking banyak komennya). Terima kasih informasinya.
LikeLike
Wah terima kasih banyak mas semoga benar-benar bermanfaat ya 🙂
LikeLike
Halo mas, salam kenal
Saya rencana apply F2 ke USA dg sponsor dana dari orang tua. Krn saya ingin berangkat bersama suami (perkuliahan januari 2017) jadi waktu untuk persiapan dana sangat mepet. Dana sebagai F2 minimal $5000. Saya ada 2 pilihan sponsor dana. 1. Dari ibu saya dg $9000 ,didapat dari pelunasan hutang org lain,masuk dana bulan agustus, pekerjaan wiraswasta (usaha kos). Pemasukan tetap perbulan tidak menentu krn kos nya pertahun bayarnya (hehehe)
2. Dari ibu mertua dg $ 5000 didapat dari pinjaman orang lain, masuk dana bulan oktober, pekerjaa pns, gaji perbulan tetap
Menurut mas arif mana yang sebaiknya saya ajukan untuk sponsor dana( walaupun dua2 nya lemah dalam proof of found)
Rencana mulai apply visa besok bulan november.
Terimakasih.
LikeLike
Hai hai mbak, wah senang sekali ya suaminya bisa berkuliah di sana. Saya juga pengin tuh kuliah di luar negeri.
Jujur untuk mengurus visa F2, saya belum ada pengalaman, namun kalau saran sih mending pakai dana orang tua, nanti mungkin dananya bisa diberikan keterangan sebagai grant dari orang tua? Nanti dilampirkan dokumen pendukung bisa dengan akta kelahiran yang menunjukkan hubungan, dan mungkin bukti transfer dananya. Kalau tidak diminta ya tidak usah ditunjukkan.
Nah kalau sudah masuk dari agustus kan berarti pas november sudah 3 bulan, jadi rekening koran aman hehe.
Semoga membantu.
LikeLike
Halo lagi mas arif..terimakasih bny infonya..kmrn sy wawancar visa dan lolos..mungkin pengalaman saya dpt membantu yg lain.
Case saya
1.suami F1 beasiswa dari usa,loa dpt sekitar oktober.perkuliahan januari 2017
2.saya F2 dengan hamil tua dan perkiraan lahir 19 november jadi saat januari nanti anak saya perkiraan usia 2 bulan
Permasalahannya suami tdk ada ikatan kerja atau ikatan apapun dg indonesia. Jadi kesulitan jika ditanya alasan balik ke indonesia yg kuat apa krn beasiswa dri univ di usa bkn dri indo. Saya akn mninggalkn ank saat masih 2 bln.saya tdk tau itu jdi poin negatif atau tdk. Jk ditanya rencana utk kmbli k indo krn akn mbesarkn ank di indo jdi pasti kmbli ke indo
Untuk mslh funding,suami hny mndptkn $10rb utk biaya hdp yg klo diitung2 msh kurang(biaya hdp berdua dg ngirit sekitar 15rb klo diitung2)..sya hrus mncri funding sndri krn tdk d cover beasiswa suami. Akhirnya kami memakai funding dri ayah suami. Tabungan stabil di bln sept okt nov jumlah 15rb dolar untuk funding sya dn suami
Saat wawancara dg bhs inggris
Kira2 pertanyaanny seperti inj
Pertanyaan utk suami
What is your name : nama suaMi dn sya
What will you do in usa : phd electrical enginering in university in usa
Who will sponsored you: scholarship from the university and my father. My father will also support my wife
What your father job: profesor at university in yogyakarta
Pertanyaan utk saya
So you have a baby: yes
How old is the baby: now about 3 weeks
Will you work in there: No
You will leave your baby: yes (dg ragu2 jwb ny 😦 )
Wow, are you sure you will leave your baby (nanyany dg ngangkat alis): yes because indonesia is best place for my daughter (agak blepotan jwbny)
Hmmm (ngetik2)
Oke your visa approved
Gak ditanya rek koran
Gak ditanya jml uang yg dri ayah suami
Gak ditanya rencana stlh lulus gmn
Alhamdulillah dimudahkn prosesnya
Semoga membantu
Terimakasih bny mas arif blogny
LikeLike
Yaaayyy! Selamat mbak 😀
Semoga lancar ya perjalanannya di Amerika dan sharingnya dapat bermanfaat bagi yang lain.
LikeLike
halo mas, boleh ya tanya2..
rencananya saya dan suami saya mau berlibur ke newyork bulan maret ini. tapi pulangnya dari LA. beartikan document support yang harus saya siapkan adalah bukti pemesanan tiket pesawat PP (jakarta-new york , new york-LA , LA-jakarta) betul?
lalu penginapannya juga demikian. penginapan selama di new york dan di LA, betul?
kira2, jika saya baru mengurus ttg permohonan visa ini di akhir febuari,( dengan semua kelengkapan data2 yang diminta) apa bisa?
lalu jika yang berangkat suami-istri , masuk ruangan interviewnya satu2 juga apa langsung kita berdua?
terus… kira2 lagi. saya sebagai pekerja ibu rumah tangga, otomatis laporan keuangan selama 3 bulan itu pake punya suami saya juga kan?tadi saya udah coba baca2, untuk minimal saldo akhir di tabungan kalo bisa ada 50jutaan. itu untuk satu orang. brarti dalam kasus saya perkiraan harus ada di tabungan suami saya 100 juta?
saya cuman takut visa amerika saya di tolak. sudah habis perjuta2 booking sana sini terus di tolak…. mungkin gak sih di tolak kalau persipannya selama disana sudah jelas….
LikeLike
Halo mbak, salam kenal.
Iya betul untuk dokumen tiket, bisa disiapkan seperti itu, pun dengan bookingan penginapannya. Kalau saran saya, sebaiknya jangan mepet-mepet ketika mengajukan, dan harus jauh-jauh hari untuk membuat appointment karena visa Amerika ini banyak applicant-nya.
Untuk masuk ke ruangan, dia sistemnya per grup gitu, berarti bisa bareng-bareng asalkan pas masuk tergabung dalam satu grup.
Iya, kalau untuk ibu rumah tangga, bisa dengan surat keterangan dari suami, dan melampirkan bukti tabungan suaminya. Masalah saldo, sebenarnya asalkan mencukupi selama perjalanan di sana sudah bisa diajukan.
Kalau visa ditolak, tiket dan penginapan kan bisa direfund 🙂 kemungkinan ditolak pasti ada karena ini hak prerogatif kedutaan, tapi bisa diminimalisir atau dihilangkan apabila persiapan yang dilakukan sudah matang.
LikeLike
Mas ariv, mau tnya saya rncna apply c1 visa cuma transit di us dan ljt ke bermuda, trus yg contact di us nya dikosongin kn? Kan cuma di airport terus nunggu next flight atau tulis alamat airportnya? Thx in advance
LikeLike
Halo halo, setahuku sih kalau cuma transit dan ga keluar imigrasi itu gak perlu ngurus visa.
Tapi kalau C1 akupun kurang paham karena belum pernah mengurus visanya 🙂
LikeLike
hallo mas arif.. wah bermanfaat sekali blognya.. saya jadi optimis nih.. rencana mau bikin visa di akhir tahun ini, pengen traveling, jalan-jalan aja.. tapi masih ragu-ragu dengan saldo bank. memang kalau ke amerika minimal saldo bank ada berapa ya mas? disana ada uncle jadi tinggalnya sama uncle.. apa perlu saya jelaskan dalam wawancara kalau saya ada uncle disana?? maksih mas ariv..
LikeLike
Siap! Harus optimis dong, kalau saya saja bisa masa yang lain gak bisa hehehe.
Sebenarnya gak ada saldo khusus, namun ya disesuaikan dengan lamanya perjalanan di sana, misal biar yakin buat saja budget sehari 1-2 juta kemudian dikali dengan durasi di sana.
Kalau wawancara, caranya adalah jawab yang ditanyakan saja, tidak perlu memberikan keterangan tambahan kalau tidak ditanya 😀
LikeLike
makasih mas ariev buat blognya… senang sekali puas membacanya mas.. saya rencana membuat visa amerika bulan ini, tapi saya masih was-was masalah saldo bank minimal berapa ya.. dan saya rencana mau traveling aja sendiri, disana ada uncle, apa perlu saya masukan alamat serta profil uncle?? makasih mas..
LikeLike
Bisa juga sih dimasukkan ke bagian relatives pada form pengajuan visa 😀
LikeLike
Hi mas, mau tanya untuk mendapatkan form USA Visa Fee Deposit Slip bagaimana caranya y? apakah membayar dulu baru mendapatkan form tersebut atau di unduh terlebih dahulu by online?
Thanks 🙂
LikeLike
Hai mbak, sebenarnya kalau membacanya detail sudah ada kok keterangannya hehe. Ini bisa diunduh di http://www.ustraveldocs.com/id_bi/pmisdepositslip.htm?amount=160&country=indonesia nanti dibawa ke banknya untuk membayar 😀
LikeLike
Hi Mas Arief, saya bisa menulis comment ini setelah bulan September – November deg-degan dengan proses visa Amerika ini. Saya bolak-balik membaca hampir semua blog orang Indonesia yang mengajukan visa turis ke Amerika, dan hampir semuanya berhasil mendapatkan visa karena menang kompetisi, diundang untuk pelatihan, atau punya keluarga di sana. Waktu itu saya agak pesimis karena saya nggak memenuhi tiga kriteria di atas, dan memang benar nggak ada variabel yang pasti tentang ditolak/diterimanya visa Amerika ini.
Untuk pengalaman saya, saya mengikuti semua tahap yang ada di situs us traveldoc. Untuk kondisi saya, saya guru bahasa Inggris di Bandung, pacar saya orang Amerika tapi dia sudah tinggal di Bandung hampir empat tahun. Ada beberapa orang yang bilang justru karena punya pacar dari sana kondisinya jadi lebih mencurigakan :(. Saya tidak membeli tiket pesawat dulu , karena kalau visanya ditolak, saya harus bayar penalti. Untuk dokumen pendukung, saya sudah mempersiapkan surat dari kantor slip gaji dan rekening koran (saya hanya dapat yang 2 bulan).
Saya memilih Surabaya untuk lokasi wawancara karena memang tidak banyak orang mendaftar ke sana dan waktu saya di sana hanya ada 9 orang mengantri untuk jam 7:30. Semuanya memang serba cepat dan to the point. Saya sarankan untuk teman-teman yang mau wawancara tidak perlu membawa tas yang banyak isinya, karena waktu di pos 1 semua isi tas harus dikeluarkan. Saya lihat beberapa orang di depan saya kelimpungan mengeluarkan isi tasnya.
Untuk wawancaranya, saya mendapat pertanyaan umum, seperti “Kapan mau ke Amerika?”, “Dalam rangka apa?”, “siapa yang mau membiayai perjalanan anda?”, dsb. Karena saya tidak diundang, saya diminta menyerahkan bukti tabungan. Pertanyaan yang lebih khusus waktu itu terkait dengan pacar saya, seperti “Sudah berapa lama dia tinggal di sini?”, “apa yang dia lakukan di Indonesia?”. Setelah 5 menit, sang petugas menyatakan kalau aplikasi saya diterima. Hore!
Terima kasih untuk blognya dan update-nya, beberapa blog yang saya baca ditulis tahun 2013-2014 dan sekarang ada beberapa tahap yang berubah.
LikeLike
Alhamdulillah! Selamat untuk visa Amerika-nya, dapat yang 5 tahun kan?
Ikut senang yaaa, dan terima kasih banyak atas sharingnya, semoga bermanfaat juga bagi yang lain 😀
LikeLike
Hai ka mau tanya kaka ke amrik tour kemana aja yaa?
LikeLike
Wah waktu itu aku gak ikut tur, tapi rencanain sendiri. Rutenya NY-Washington-NY-Peoria-Chicago.
LikeLike
Assalamu’alaikum mas Arif..
Saya mau nanyaa.. Apakah benar kalo mau dapetin visa USA itu harus ada document bukti bahwa kita punya tabungan minimal 150jt (lebih 😂)??
Saya pengen holiday disana, tapi saya masih belum mengerti dokumen2 apa saja yang harus saya persiapkan??? Mohon jawabannya mas, terima kasih.
LikeLike
Hai mbak, enggak kok, gak ada yang bilang segitu, rata-rata pada bilang 50 juta hehe.
Lah kalau dokumen kan ada di artikel saya mbak, hayo gak dibaca yaaaa 😛
LikeLike
Mas tanya dong berapa sih besarnya uang yg hrs ada di rekening kita yg hrs dilampirkan sbg bukti rekening koran, supaya bs ke amrik, makasih ya
LikeLike
Halo mbak, kalau untuk jumlah sih sebenarnya gak ada patokan, tapi harus mencukupi untuk hidup di sana, ada yang bilang rekening sebaiknya berisi 50 juta. Ada juga yang menyiapkan 1-2 juta per hari, nanti dikalikan sama rencana lamanya perjalanan di sana.
LikeLike
Mas, numpang nanya itu kalo buat pekerja, vissa amerika butuhin akte gg yaa?
LikeLike
Halo mas, wah kalau untuk visa pekerja saya tidak paham euy, yang ini hanya untuk turis hehehe. Maaf ya mas belum dapat membantu.
LikeLike
Kl gk bs bhs inggris di tolak visanya?
Masak kl di wawancara hrs jawab dg bhs inggris ?kan aku bisanya indonesia
Mau ke us aku soalnya pakai tour
Kl 6 hari di NY 25 jt cukup gk ya?
Tks
LikeLike
Halo mas, kalau untuk tolak-terima itu hak prerogatif dari kedutaan dan aku gak bisa memastikan. Biasanya interviewer bisa berbahasa Indonesia, tapi kalau ditanya pakai English gak bisa jawab kan bingung.
Untuk biaya ya aku rasa cukup.
LikeLike
Mau nanya nih.. saya kemarin klik cash payment 2x dan alhasil ada 2 virtual number. saya harus bayar ke virtual number yang mana? 🙁
LikeLike
Halo mbak, umm, seharusnya dua-duanya valid kok, tapi bisa juga yang terakhir saja. Ini sudah jadi bayar?
LikeLike
Jadinya kemarin saya nunggu deposit slipnya expired dulu dua2nya mas, trus saya cetak ulang dan yang muncul virtual account yang pertama ternyata
LikeLike
Lalu habis itu lancar kan mbak? 😀
LikeLike
Mas Arif, many thanks, ini adalah blogging INFORMASI terlengkap ttg apply US Visa yg sanggup saya baca per kalimat sampai ujung yg sungguh mengharukan. Pertanyaan saya : “mamah yg dimaksud itu ibu atau istri anda ?” 🙂
LikeLike
Halo halo, wah terima kasih ya apresiasinya! Saya memang mencoba menuliskan pengalaman tersebut sedetail mungkin.
Kalau pada saat itu saya belum nikah hahaha, ya berarti ibu di sana 😀
LikeLike
Hai mas arief…. Mantap bloggingnya, mau nanya nich mas kondisi sekarang kalo ngurus visa usa susah nggak.di era donald trump…
LikeLike
Halo mas, terima kasih yaaa. Kalau untuk sekarang saya belum mengajukan visa lagi jadi ya belum tahu bagaimana hehehe.
Semoga tidak ada masalah untuk WNI yaaa 😀
LikeLike
Halo mas, infonya mantap n cukup detail, tapi ada beberapa pertanyaan saya mengenai aplikasi visa turis B2.
Saat ini saya sudah sampai tahap pengisian alamat di US, nah setelah saya cari2 tahu, tampaknya ada perubahan ya? Dulu masih ada pertanyaan apakah sudah ada travel plan atau belum. Tapi page yang saya isi tidak ada pertanyaan seperti itu sehingga mengharuskan saya mengisi alamat di US.
Masalahnya saya akan travel dengan ibu dan paman saya. Travel ke US ini sebenarnya juga belum pasti karena tujuan utamanya adalah mengunjungi adik saya yang akan di wisuda, bukan di US, tetapi di Kanada. Nah, rencananya disana akan 10 hari, namun tidak menutup kemungkinan jika sempat, ibu saya ingin berkunjung juga ke Washington State di US karena berdekatan dengan Vancouver tmpt wisudaan adik saya. Paman dan adik saya sudah punya visa US yang masih berlaku, hanya saya dan ibu saya yang belum punya.
Bagaimana ya enaknya? Apakah memang satu2nya jalan adalah booking hotel yang bisa dicancel saja? Dan apakah jika ternyata saya tidak jadi ke Washington State namun ke state yang lain bagaimana? Dan ketika ternyata tidak jadi ke hotel tersebut apakah tidak menjadi masalah? Sayangnya saya juga tidak punya saudara atau sponsor disana yang bisa membantu.
Terima kasih sebelumnya.
LikeLike
Halo mas,
terima kasih atas komentarnya. Kalau menurut saya, solusinya adalah memesan penginapan di Washington State dan mengatakan tujuan kedatangan ke Amerika yang sebenarnya, misal holiday after graduation party, atau apa gitu. Nantinya ketika visa sudah di tangan, ya itinerary atau planning berubah ya tidak akan menjadi masalah kok 🙂
LikeLike
Halo mas, saya ada pertanyaan.
LikeLike
Ya silakan mbak.
LikeLike
Saya ingin ke Amerika akhir Juni selama dua minggu. Sebelum ngurus visa, kan harus dilampirkan booking ticket terlebih dahulu. Tadi saya sudah ke dua travel agent di Surabaya untuk minta dibuatkan booking ticket, tetapi hasilnya nihil. Mereka tidak mau mengeluarkan kalau tidak saya beli. Jadi mereka hanya mau keluarkan ticket yang sudah dibayar/terbeli. Nah kalau beli kan takutnya visa tidak dapat. Apa mas tahu travel agent di Surabaya yang mau mengeluarkan bookingan ticket untuk pengurusan visa.
Lalu, saya buka google dan katanya bisa pakai dummy ticket tetapi hanya berlaku tiga hari saja. Mohon pencerahannya mas. Terimakasih.
LikeLike
Halo mbak, kalau travel agent di Surabaya saya tidak tahu mbak, tapi bisa coba mungkin ke cabang Dwidayatour yang di sana, apakah mereka ada solusi atau bagaimana.
Sebenarnya kalau dummy ticket kan yang penting ada kode booking-nya bukan? Sepertinya pihak kedutaan juga gak akan mengecek validity bookingan tersebut kok, hehe.
LikeLike
Oh begitu. Kalau minta ke Dwidayatour enaknya ngomong gimana? Soalnya saya datang ke dua travel agents bilang mau book tickets tapi mereka gak kasih. Takutnya dwidayatour juga gak mau kasih. Maaf banyak bertanya hehe. Karena Senin depan sudah harus interview.
LikeLike
Ya bilang aja misal mau booking tiket ke Amerika, limit bayarnya kapan ya? Nanti kan di-issuedkan dulu.
Baru dari situ dibawa untuk lampiran permohonan visa.
Sukses ya!
LikeLike
Terimakasih banyak mas. Akhirnya saya pakai book tickets online lewat Qatar yang statusnya on-hold (cuma 48 jam masa berlakunya). Nah pas interview, gak ada yang diminta sama sekali padahal sudah buat statement letter, bank reference, book hostels dan lain-lain. Udah gitu interview rada zonk haha karena kurang bisa menjelaskan ke mana aja dan saya nervous. Eh tapi alhamdulillah dapat multiple lima tahun (macam SIM saja). Makasih mas karena saya baca-baca blog ini dan dapat pencerahan.
LikeLike
Alhamdulillah, selamat ya sudah mendapatkan visanya, semoga lancar terus 🙂
LikeLike
Mas Arif,
Jadi sebenarnya tetap harus bawa booking pesawat dan booking hotel ya?
Syarat wajib kah itu?
LikeLike
Sebenarnya engga wajib kok, kemarin teman saya berhasil dapat visanya walaupun gak bawa dokumen tersebut.
LikeLike
mas tanya dong,,
dipage contact information diUS,. ada 2 kolom contact person dan organisasi.. saya tidak kenal siapa2 diUS apa saya isi hotel saja ?
kalo boleh isi dikolom mana ya ? contact person atau organisasi ? karena harus milih salah satu…
klo saya isi contact person disana tulis surname dan given name masa nama hotel hrs di isi surname dan given name…
tolong bantuannya
thanks..
LikeLike
Halo mas, iya sebaiknya diisi alamat penginapan di sana.
Mungkin bisa di bagian organisasi ya mas, nanti masukin alamat hotelnya.
Good luck!
LikeLike
hey mas arif, postingannya ngebantu bgt.
saya mau tanya dong, saya dapet undangan dari temen saya warga US asli (gak KW) buat dateng ke NY selama 2bulan, biaya pesawat dan tinggal serta makan minum tidur and jalan jalan selama disana dia yang tanggung (tinggal dirumah dia), nah saya ini pekerja lepas mas (kadang jadi tour guide, atau bikin bunga kertas) yg otomatis penghasilan saya tidak tetap, nah itu kyknya bakal jadi penghambat g sih mas? dan soal dana di tabungan harus bgt ada ya mas padahal semuanya dibiayain temen saya itu. mohon penjelasannya ya mas makasih
LikeLike
Halo mbak,
sebenarnya tabungan itu bukan gak harus ada sih namun sebaiknya disiapkan. Pas wawancara kemarin kayaknya aku malah gak ditanya perihal tabungan kok, yang penting tujuan jalan-jalan ke sana jelas, dan ada yang menjamin.
Menurutku, mbak bisa meminta surat undangan dari dia, juga membuat surat pernyataan apabila setelah trip akan kembali lagi ke Indonesia.
LikeLike
Ariev, mau tanya dong.
Tentang Surat pengantar kantor beserta slip gaji, untuk membuktikan jika kamu bekerja di Indonesia, dan akan kembali lagi ke Indonesia untuk bekerja, bukan untuk menetap di Amerika. AKu kan sekarang udah freelance aja nih. Sebagai gantinya surat pengantar kantor, aku kudu bawa apa ya?
Thanks lot yah 🙂
LikeLike
Halo halo, kalau menurut aku sih bawa surat pernyataan bahwa kamu pekerja freelance, nanti ditunjukkan dengan bukti-bukti pekerjaan yang pernah kamu lakukan sebagai freelancer, misal kontrak atau invoice.
Ditulis juga pernyataan bahwa kamu akan kembali ke Indonesia selepas trip tersebut.
LikeLike
Okaiii, surat pernyataan dibikin sendiri gitu ya, sip siipp… makasiii Ariev, doakan lancar jaya yaaak 🙂
LikeLike
Aamiin aamiin! Semoga lancar! 😀
LikeLike