backpackstory
  • Home
  • Domestic
    • Aceh
    • Bali
    • Banten
    • DKI Jakarta
    • Jawa Barat
    • Jawa Tengah
    • Jawa Timur
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Utara
    • Kepulauan Bangka Belitung
    • Kepulauan Riau
    • Lampung
    • Maluku
    • Maluku Utara
    • Nusa Tenggara Barat
    • Nusa Tenggara Timur
    • Papua
    • Papua Barat
    • Riau
    • Sumatera Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
  • Foreign
    • Armenia
    • Australia
    • Azerbaijan
    • Belgium
    • Bhutan
    • Brunei Darussalam
    • Cambodia
    • China
    • England
    • France
    • Georgia
    • Hong Kong
    • India
    • Iran
    • Italy
    • Japan
    • Kenya
    • Laos
    • Macau
    • Malaysia
    • Myanmar
    • Nepal
    • Netherlands
    • North Korea
    • Philippines
    • Russia
    • San Marino
    • Singapore
    • Scotland
    • South Korea
    • Taiwan
    • Tanzania
    • Thailand
    • Timor Leste
    • Turkey
    • United States of America
    • Uzbekistan
    • Vietnam
  • Mamacation
  • Events
  • Miscellaneous
    • Accommodation
    • Culinary
    • Others
    • Survival Kit
    • Transportation
  • Visa
    • Visa Amerika
    • Visa Armenia
    • Visa Australia
    • Visa Azerbaijan
    • Visa Cina
    • Visa Georgia
    • Visa India
    • Visa Iran
    • Visa Jepang
    • Visa Kenya
    • Visa Korea Selatan
    • Visa Myanmar
    • Visa Nepal
    • Visa Rusia
    • Visa Schengen
    • Visa Taiwan
    • Visa Tanzania
    • Visa Timor Leste
    • Visa Turki
    • Visa UK
  • About
    • Achievements
    • Clients Portfolio
    • Country List
    • Stage Performance

Ketika Musibah Membawa Berkah

arievrahman

Posted on December 6, 2013

Saya adalah seorang anak tunggal, yang dipisahkan oleh jarak dengan orang tua saya. Sudah sekitar 10 tahun saya merantau di Jakarta, dan selama itulah saya menjalani LDR (Long Distance Relationship, bukan Long Dick Reduction, -red) dengan mereka. Semasa saya kuliah, tercatat saya hanya beberapa kali pulang kampung dalam setahun, yaitu ketika lebaran, ketika libur semesteran, atau ketika benar-benar rindu dengan mereka. Sewaktu awal-awal bekerja di Jakarta, saya bisa menyempatkan pulang kampung sekali setiap dua bulan termasuk beberapa hari ketika lebaran maupun cuti bersama.

Namun semuanya berubah di pertengahan tahun 2009, ketika Papa dipanggil Yang Maha Kuasa. LDR tidak lagi seperti dulu. LDR terasa lebih menyeramkan daripada LDL yang tinggi sekalipun. Perasaan was-was pun muncul, bagaimana jika Mama kangen Papa, bagaimana jika Mama kenapa-kenapa di rumah karena sendirian tanpa Papa, bagaimana jika Mama berangkat kerja tapi tak ada Papa yang mengantarkan, bagaimana jika Mama pengin nge-mall di akhir pekan tapi tidak ada yang menemani, bagaimana jika saya yang semakin tua (baca: matang) tapi belum menemukan pasangan hidup juga? Oh Mama Oh Papa.

[Catatan: Kisah ini juga yang menginspirasi munculnya Mamacation]

Sejak saat itu, saya semakin rutin pulang kampung dengan intensitas yang mengalahkan penampilan Boediono di media tanah air.  Dengan mengambil waktu akhir pekan, atau Hari Libur Nasional, saya menyempatkan untuk pulang setiap bulannya. Tak lama memang, namun semoga cukup untuk bercengkerama dengan Mama, juga untuk menabur bunga di pusara Papa. Berbagai alat transportasi pun saya gunakan, mulai dari pesawat, bus malam, hingga kereta api. Dan karena sering menggunakan kereta api, banyak yang bilang kalau saya telah resmi tergabung dalam Pegawai PJKA (Pulang Jumat Kembali Ahad).

2013-06-08 06.43.26

Air Asia Jakarta – Semarang, yang biasa saya gunakan di Sabtu pagi, namun sekarang sudah tutup rute.

Dan cerita berikut ini, adalah salah satu pengalaman saya ketika pulang kampung menggunakan kereta api.

0.000000 0.000000
Categories: Domestic, Miscellaneous, Transportation

Tagged: Bangunkarta, DKI Jakarta, Eka Cepat, Jebres, Kereta Api, Semarang

69 Comments

+Read more

Bad Day Pasti Berlalu

arievrahman

Posted on November 26, 2013

“What?! Are you sure?” Tanya saya setengah tak percaya kepada pria tambun sok kenal sok dekat yang berada di hadapan saya.

Pria itu terdiam beberapa detik sebelum mengangguk dan menatap lekat mata saya. “Yes, bro.“

Please don’t bro me if you don’t know me, bro. “So, we can’t go to the underground river now?” Tanya saya lagi, memastikan siapa tahu ada yang salah dengan pendengaran saya. Namun pria itu tak mengubah jawabannya. Underground River Tour hari ini dibatalkan karena faktor cuaca. Terjadi jeda di depan meja resepsionis Dallas Inn. Saya cemberut, Fara manyun. 

“Not only the underground river tour. But all tour in Palawan is cancelled today.” Pria yang merupakan utusan dari tour agent yang kami booking untuk mengikuti Underground River Tour –salah satu atraksi unggulan di Palawan, Filipina– tersebut menjelaskan. “It’s official from the Philippines Tourism Board, they told us to stop all the tour in Palawan.”

Saya hampir tak percaya atas penjelasan yang diberikan, mengingat kemarin, matahari bersinar cerah di Puerto Princesa. Kami diam tanpa suara, hanya mendengarkan pria yang seharusnya datang untuk menjemput kami sejak setengah jam lalu –bukan hanya datang untuk mengabarkan berita buruk–. Kesal rasanya, apabila rencana perjalanan yang telah disusun jauh-jauh hari tiba-tiba dibatalkan. Di Hari H. Layaknya kekasih yang membatalkan janji kencan ketika kita sudah rapi, wangi, dan siap berangkat mengapel. Nyesek, bro!

“Typhoon Haiyan will come today. It’s the greatest typhoon ever!” Serunya setengah ketakutan. “Its speed is approximately 270 kilometres per hour.”

Dua ratus tujuh puluh kilometer per jam. Empat kali lebih kencang daripada Honda Scoopy saya, dan tujuh kali lipat dari sepeda motor macho yang saya gunakan kemarin. “So, how about our tour?”

“You can rescheduled it to tomorrow, if the weather is good.” Jawabnya. “Now I have to go to another clients to tell them this bad news. Good morning.“

Dan dia meninggalkan kami dalam diam, menatap peta dunia yang terpampang di serambi Dallas Inn.

Yeah, Ibn Batuta, you’re right. Traveling (or you can say, the person that I meet when traveling), it leaves me speechless. 

IMGP2162

Dallas Inn, has been visited by travelers around the world.

0.000000 0.000000
Categories: Foreign, Philippines, Survival Kit

Tagged: Dallas Inn, HP TS 11, Puerto Princesa, Typhoon Haiyan, Yellow Cab Pizza

57 Comments

+Read more

Hangatnya Matahari Puerto Princesa

arievrahman

Posted on November 22, 2013

Saya benci hujan, hujan selalu mengganggu acara liburan saya. Ketika saya mengunjungi Melaka, hujan turun dari pagi hingga siang dan membuat jadwal city tour saya berantakan. Pada saat saya pergi ke Osaka, hujan membuat langit menjadi kelabu dan mengurangi kecantikannya ketika diabadikan dengan kamera. Sewaktu ke Derawan, hujan turun mulai pagi dan membuat jadwal hoping islands menjadi molor. Saya benci hujan.

Saya benci hujan, hujan yang paling saya ingat adalah ketika saya kecil menemukan kucing kesayangan saya dengan perut yang menggelembung tewas di bawah derasnya hujan, yang kemudian membuat air mata saya mengalir lebih deras dari hujan yang paling deras.

Saya benci hujan, dan tatkala matahari menyinari seorang perempuan –yang saya prediksi berusia 30-an– yang membawa tulisan “Welcome to Puerto Princesa Mr. Arif” menyambut kedatangan kami di Puerto Princesa International Airport, saya dan Fara girang bukan kepalang, karena saya benci hujan.

IMGP2152

Sunny day in Puerto Princesa

“Filipina kan lagi ada typhoon!” Demikian komentar teman saya, ketika mengetahui saya akan berangkat ke Filipina beberapa waktu lalu. Belum lagi Fara yang mengirimkan potongan artikel tentang musibah taifun, di mana pada artikel tersebut terdapat cerita tentang kerusakan kota dan ribuan korban jiwa melayang karena angin siklon tropis yang mengguncang Filipina. Sekadar informasi, Filipina adalah negara yang paling banyak dilalui taifun tiap tahunnya, dengan rata-rata 24 buah taifun per tahun. Fakta yang membuat saya membenci taifun, karena bisa mengganggu liburan. Sama seperti alasan saya membenci hujan.

Matahari Puerto Princesa siang itu, membuat saya menjadi orang yang religius. Tak henti-hentinya saya mengucap Alhamdullilah kepada Tuhan karena diberikan cuaca yang sangat tepat untuk traveling. Terang namun tak menyilaukan, terik namun tak membakar kulit. Hangatnya matahari Puerto Princesa, membuat saya lupa bahwa saya membenci hujan.

“Do you have motorbike for rent?” Tanya saya kepada Ace, caretaker di Dallas Inn, tempat kami menginap.

“Yes, sure.” Pria itu mengangguk. “What kind of motorbike do you want to rent? Automatic, semi automatic?”

Saya yang macho pun memilih, “Give me the automatic one, please.”

Dan tak berapa lama, sebuah sepeda motor Honda Beat berwarna merah muda telah siap di depan penginapan.

0.000000 0.000000
Categories: Foreign, Philippines

Tagged: Balut, Baywalk, Dallas Inn, Honda Bay, Luli Island, Palawan, Philippines, Puerto Princesa

59 Comments

+Read more

Kota Lama, Kawan Lama, dan Kenangan Lama.

arievrahman

Posted on November 17, 2013

“Terserah kamu aja deh Beb, aku ke mana saja ikut.” Ujar Eva, di tengah malam yang panas –karena kamar saya yang tidak ber-AC–, menjawab pesan yang saya kirimkan via WhatsApp. Dibantu dengan koneksi internet yang kencang, saya yang saat itu berprofesi sebagai pemburu tiket murah pun langsung melakukan beberapa kali klik pada website maskapai negara tetangga yang didominasi warna kebanggan Bangsa Indonesia, yaitu merah putih.

“Okay Beb, jadinya ke Penang bulan Maret, tiketnya lima ratus ribu PP.” Balas saya lagi via WhatsApp, yang tak dibalasnya lagi, karena sudah ketiduran. Memang, salah satu derita pencari tiket murah(an), adalah sering dititipi oleh kawan-kawan yang terkadang bahkan tidak menemaninya dalam proses booking dan payment, melainkan hanya berucap: (1) Gue titip ya. (2) Ke mana saja terserah deh, yang penting murah. (3) Eh, gue tidur dulu ya, kalau dapat kabarin.

Ngehek.

Dan beberapa bulan kemudian, tibalah kami di Penang.

IMG_00000063

Welcome to Penang!

Bepergian bersama Eva, bukanlah yang pertama kali saya lakukan, karena sebelumnya saya pernah mengunjungi Kamboja bersamanya juga beberapa kali jalan-jalan singkat yang kami lakukan di kampung halaman kami, Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Indonesia.

Saya pertama kali mengenal Eva sejak kelas 1 SMP, di mana dia belum menggunakan nama “Eva” melainkan masih “Novi” yang diambil dari nama panjangnya Noviana Eva Wati. Saat itu entah bagaimana keadaannya, buku catatan saya hilang, dan tiba-tiba sudah berada di meja Eva, eh Novi, yang berada dua deretan di belakang saya. Spontan saya berseru, “Balikin dong, kalau gak dibalikin berarti tandanya kamu suka sama aku!”. Novi hening, kelas hening, dan salah seorang anak perempuan yang merupakan anak teman Mama berseru “Hei Arif, nanti aku bilangin Mama kamu lho! Aku kenal sama Mama kamu!”.

Kelas pun semakin hening, dan buku catatan saya kembali ke tangan saya.

Pertemanan tersebut berlanjut hingga SMA, di mana kami hampir selalu berada pada kelas yang sama. Berdasarkan sejarah, hanya sekali kami tidak berada di satu kelas yang sama, yaitu pada saat kelas 2 SMA. Namun walaupun kami sering berada dalam satu kelas, bukan berarti kami sering mengobrol dan menjadi akrab. Faktanya, Novi lebih banyak menghabiskan waktu untuk bergaul (baca: pacaran dengan anak motor) dan beraktivitas (baca: aktif dalam organisasi seperti Paskibra, yang lebih suka mengibarkan bendera daripada bra) sementara saya lebih banyak menghabiskan masa muda saya di kelas dan di rumah (baca: belajar giat demi menggapai cita-cita).

Tercatat, kami hanya menjadi lebih dekat ketika ujian, karena abjad pada nama kami berurutan. Karena hal itu, Novi menjadi sering berbincang dengan saya, melalui kalimat seperti: “Psst.. Psst.. Nomor 37 jawabannya apa ya?” sambil menjulurkan tangan ke bangku belakang, yang saya respon dengan memberinya tulisan dalam sepotong kertas kecil.

Dan setelah masa SMA, jarak pun memisahkan kami. Walaupun sama-sama kuliah di ibukota, kami menjadi jarang ketemu karena kesibukan masing-masing. Sekadar informasi, saat itu saya kuliah di Ibukota Indonesia, Novi kuliah di Ibukota Jawa Tengah.

0.000000 0.000000
Categories: Foreign, Malaysia

Tagged: Blackberry Z10, Bukit Bendera, Cheong Fatt Tze Mansion, Georgetown, Kek Lok Si, Malaysia, Noviana Eva Wati, Penang, Ungaran

42 Comments

+Read more

Mamacation: Ayo Kita Nonton Bola, Ma!

arievrahman

Posted on November 9, 2013

Lautan manusia menyeruak di seluruh penjuru Hong Kong Stadium, tempat pertandingan antara Manchester United melawan Kitchee FC digelar malam itu. Sorak sorai membahana terdengar dari ujung ke ujung stadion, hampir semuanya menyanyikan chant kebangsaan Manchester United, dan hanya satu orang yang bernyanyi The Blaydon Races. Nuansa merah memadati stadion yang berkapasitas 40.000 orang tersebut, di mana 99,99 % penonton mengenakan jersey Manchester United, sementara hanya 1 (satu) orang yang mengenakan jersey Newcastle United. Mama yang mainstream dan anaknya yang hipster.

DSCN9863

Like Mother (doesn’t) like son.

Tunggu, bagaimana bisa saya yang adalah fan berat Newcastle United sekonyong-konyong berada di sini menonton pertandingan Manchester United? Begini ceritanya.

Semuanya berawal dari beberapa minggu sebelum pertandingan ketika saya mengantarkan Rico untuk menghadiri pesta pernikahan sahabatnya di Semarang. “Kamu yakin gak mau masuk, Mas?” Tanya Rico tepat ketika saya selesai memarkirkan mobil dengan rapi pada tempat yang telah disediakan.

Saya menggeleng, “Gak usah lah, aku gak begitu kenal sama yang nikah.” Jawab saya. ” Jadi nunggu di sini saja, nanti kalau sudah selesai kabarin saja.”

“Oke, kalau begitu.”

“Eh, Co!” Seru saya sebelum Rico turun dari mobil.

“Ya, Mas?”

“Bungkusin ya.”

“…” Dan hujan pun turun dengan derasnya tepat ketika Rico masuk ke gedung tempat resepsi diadakan, dan saya sendirian menunggu di dalam mobil yang basah karena tangisan langit. Saya mengeluarkan laptop dari dalam tas yang saya bawa, menancapkan modem dengan penuh suka cita ke dalam port USB, dan mulai online, yang ditandai dengan membuka timeline Twitter.

Di antara hiruk pikuk timeline yang penuh dengan kegaulauan, kegaringan, dan bahkan kecabulan terdapat sebuah tweet dari @hardrockfm yang menyegarkan mata saya, yaitu adanya sebuah kuis yang berhadiah jalan-jalan ke Hong Kong untuk dua orang per periode, untuk menonton pertandingan Manchester United.

“Damn. Manchester United. Mengapa bukan Newcastle United sih?” Saya membatin sambil mengklik link yang tertaut pada tweet  tersebut dan mulai mengikuti kuisnya. Sebanyak sepuluh pertanyaan umum mengenai Hong Kong saya temukan pada tautan tersebut, dan saya menjawabnya dengan hati-hati, sembari googling untuk jawaban pertanyaan yang saya tidak ketahui. Hujan pun berhenti, ketika semua soal telah saya jawab. Tak berapa lama, Rico menelepon dan meminta saya menjemputnya. Saya secepat kilat menuju lokasi penjemputan dengan iming-iming sejumput snack yang dibawakannya dari pesta. Yes, I am that cheap.

22.272787 114.188251
Categories: Events, Foreign, Hong Kong, Mamacation

Tagged: Hard Rock FM, Hong Kong, Kitchee FC, Mamacation, Manchester United, Newcastle United

40 Comments

+Read more

« Older entries    Newer entries »


post title here

Banners for Blog Indonesia Terbaik 2019


Travel Blogs Award 2018

Travel Blog Awards 2017 – Winners

Top Posts & Pages

  • Puncak 29 Rahtawu Gunung Muria: Kisah Pendakian Penuh Petilasan
  • Panduan Lengkap Membuat Visa Korea Selatan
  • Langkah-langkah Mengurus Visa Amerika
  • Sebuah Perjalanan Menuju Kebebasan
  • Legenda Restoran Padang Sederhana

Archives

Blog Stats

  • 5,485,836 serious hits

Donate to Backpackstory

Donate Button with Credit Cards

Enter your email address to become a serious reader and receive notifications of new posts by email.

Join 6,295 other subscribers
Follow backpackstory on WordPress.com

Recent Comments

aaa's avataraaa on Puncak 29 Rahtawu Gunung Muria…
Grass field's avatarGrass field on Langkah-langkah Mengurus Visa…
dutatrip's avatardutatrip on Ramadan di Singapura
Lombok Transport's avatarlombokwisata.toursan… on Terjebak di Museum of Sex…
lacasamaurilio1990's avatarlacasamaurilio1990 on Kejutan Demi Kejutan di G…

Twitter Updates

Tweets by arievrahman

Official Facebook Page

Official Facebook Page
  • View arievrahman’s profile on Facebook
  • View arievrahman’s profile on Twitter
  • View arievrahman’s profile on Instagram
  • View arievrahman’s profile on LinkedIn
  • View arievrahman’s profile on YouTube
  • View arievrahman’s profile on Google+
  • View arievrahman’s profile on Tumblr

Return to top

© Copyright Backpackstory 2012-2021

Website Powered by WordPress.com.

  • Subscribe Subscribed
    • backpackstory
    • Join 2,646 other subscribers
    • Already have a WordPress.com account? Log in now.
    • backpackstory
    • Subscribe Subscribed
    • Sign up
    • Log in
    • Report this content
    • View site in Reader
    • Manage subscriptions
    • Collapse this bar
 

Loading Comments...