backpackstory
  • Home
  • Domestic
    • Aceh
    • Bali
    • Banten
    • DKI Jakarta
    • Jawa Barat
    • Jawa Tengah
    • Jawa Timur
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Utara
    • Kepulauan Bangka Belitung
    • Kepulauan Riau
    • Lampung
    • Maluku
    • Maluku Utara
    • Nusa Tenggara Barat
    • Nusa Tenggara Timur
    • Papua
    • Papua Barat
    • Riau
    • Sumatera Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
  • Foreign
    • Armenia
    • Australia
    • Azerbaijan
    • Belgium
    • Bhutan
    • Brunei Darussalam
    • Cambodia
    • China
    • England
    • France
    • Georgia
    • Hong Kong
    • India
    • Iran
    • Italy
    • Japan
    • Kenya
    • Laos
    • Macau
    • Malaysia
    • Myanmar
    • Nepal
    • Netherlands
    • North Korea
    • Philippines
    • Russia
    • San Marino
    • Singapore
    • Scotland
    • South Korea
    • Taiwan
    • Tanzania
    • Thailand
    • Timor Leste
    • Turkey
    • United States of America
    • Uzbekistan
    • Vietnam
  • Mamacation
  • Events
  • Miscellaneous
    • Accommodation
    • Culinary
    • Others
    • Survival Kit
    • Transportation
  • Visa
    • Visa Amerika
    • Visa Armenia
    • Visa Australia
    • Visa Azerbaijan
    • Visa Cina
    • Visa Georgia
    • Visa India
    • Visa Iran
    • Visa Jepang
    • Visa Kenya
    • Visa Korea Selatan
    • Visa Myanmar
    • Visa Nepal
    • Visa Rusia
    • Visa Schengen
    • Visa Taiwan
    • Visa Tanzania
    • Visa Timor Leste
    • Visa Turki
    • Visa UK
  • About
    • Achievements
    • Clients Portfolio
    • Country List
    • Stage Performance

Menikmati Bagan dari Balon Udara

arievrahman

Posted on February 9, 2014

Tak ada pendingin udara pada bus bekas perang dunia ke-II tersebut, hanya mengandalkan jendela yang kacanya dibuka separuh sehingga udara luar bisa masuk ke dalamnya. Saat itu pukul setengah enam pagi waktu Bagan, di mana suhu udara sedang dingin-dinginnya. Saya meringkuk, mencoba mencari kehangatan dari memeluk tubuh sendiri, namun gagal. Sweater biru lusuh yang saya kenakan pun tak banyak membantu pada udara seperti ini.

Bus mulai berbelok meninggalkan jalan beraspal, masuk ke jalur yang bukan semestinya tidak dilalui kendaraan bermotor, melewati Shwesandaw Paya, tempat saya melihat sunset kemarin. Namun ini masuk lebih jauh lagi, dengan jalanan yang semakin tak karuan, dan tanpa penerangan sedikit pun. Apabila ini tahun 1945, saya pasti sudah mengira bahwa saya sedang diculik ke Rengasdengklok. Namun ini tahun 2014, dan saya sedang di Bagan, menuju landasan balon udara, Balloons Over Bagan.

Seorang kru meminta kami semua untuk turun dari bus, dan menikmati secangkir teh atau kopi hangat (atau dua jika kurang, bahkan tiga jika ada yang tak tahu malu), sambil menyaksikan persiapan balon udara sebelum lepas landas.

P1050331

Hot air balloon preparation

Lidah api disemburkan ke udara, oleh mesin yang membakar propana cair bercampur udara. Sebuah pemandangan menakjubkan pada pagi hari, ketika itu menjadi satu-satunya cahaya yang menerangi saya. Tak berapa lama, setelah peralatan dipastikan siap dan berjalan dengan baik, kami dipanggil satu persatu oleh seorang bule yang kemudian saya ketahui adalah pilot balon udara saya.

Kami menurut, bagai kerbau dicocok hidungnya.

0.000000 0.000000
Categories: Foreign, Myanmar

Tagged: Ayeyarwaddy river, Bagan, Balon Udara Bagan, Hot Air Balloon, Mingalazedi Temple, Myanmar

104 Comments

+Read more

Bloscars 2014 — Sebuah Pencapaian dan Harapan

arievrahman

Posted on February 1, 2014

There’s an end in every weekend. Itu adalah hari Senin, hari di mana seharusnya dibenci semua orang, karena menghapus kesenangan akhir pekan dengan menghadirkan setumpuk masalah (baca: pekerjaan) di meja kerja. Tak terkecuali saya, masuk bekerja setelah liburan akhir tahun sungguh menyebalkan rasanya. Baru ganti tahun, eh, sudah diberi pekerjaan baru lagi. Namun sebuah email yang saya terima hari itu sungguh membuat hati saya bergetar, mata saya berbinar, dan Rhoma Irama bergitar. Sebuah email yang bertajuk:

Selamat! Kamu terpilih jadi Finalis Skyscanner Bloscars 2014

Wow! Saya seakan tak percaya akan pencapaian ini. Backpackstory yang belum genap dua tahun menyambangi dunia travel blog Indonesia, sudah dinominasikan sebagai salah satu finalis dari kontes travel blogger award yang diadakan oleh Skyscanner –sebuah platform pencarian tiket pesawat, hotel, dan sewa mobil online— berjudul Bloscars 2014.

10-finalists

10 Finalists Bloscars 2014 (photos are compiled by Skyscanner and collaged by Firsta)

Pada ajang tersebut, backpackstory bersanding dengan sembilan finalis lainnya yang hadir dengan karakter dan keunikannya masing-masing. Mereka adalah (saya menyebutkan sesuai nama blog dan dengan urutan seperti pada kolase di atas): Tindak-tanduk Arsitek, The Lostraveler, Mixed Up Already, Trip to Trip, Fahmi Anhar, Discover Your Indonesia, My Time Capsule, Perjalanan Tak Berujung, dan Backpacker Borneo. Kamu bisa cek blog kami, untuk menentukan siapakah yang pantas menggondol Bloscars 2014 ini.

Mekanisme Vote

1497686_613920988681747_1347786863_n

Pilih travel blog favoritmu sekarang!

Cara vote-nya cukup mudah, tidak sesulit membalikkan telapak tangan mammoth atau berbicara empat mata dengan calon mertua, yaitu (misalkan kalian ingin memberikan suara merdu untuk backpackstory, maka yang harus dilakukan adalah) seperti ini:

  1. Buka halaman ini, jangan buka halaman Instagram Ibu Ani Yudhoyono maupun blog Dokter Asri (sudah tak bisa diakses). Atau bisa juga klik icon Bloscars 2014 yang terdapat pada sidebar di sebelah kanan tulisan ini.
  2. Klik pilih, pada logo berwarna hijau di atas tulisan backpackstory.
  3. Masukkan alamat email kamu (juga email tetangga sekampung ataupun email seluruh follower Katy Perry) pada kolom yang tersedia.
  4. Centang kolom “Mendaftarlah untuk menerima newsletter gratis kami tentang berbagai penawaran, tips dan inspirasi perjalanan menarik!” apabila ingin mendapatkan info menarik dari Skyscanner. Sangat dianjurkan untuk mencentang karena bermanfaat dan berpahala.
  5. Klik pilih, pada logo berwarna hijau di atas tulisan backpackstory (serupa tapi tak sama dengan poin nomor 2).
  6. Ulangi berulang kali dan sesering mungkin, karena kompetisi berlangsung hingga tanggal 23 Februari 2013.
  7. Ajak kakak, adik, om, tante, akang, teteh, mas, mbak, nenek, kakek, bapak, ibu, dan seluruh semesta untuk masuk Panther vote!

Harapan apabila terpilih sebagai pemenang (Amin ya Allah!), saya akan memberikan lebih banyak lagi pengalaman dan cerita menarik yang akan dijejalkan ke dalam backpackstory. Dan pssttt, lucky voter juga dapat membawa pulang hadiah penerbangan senilai Rp. 5.000.000,- setiap minggunya.

Jadi tunggu apa lagi, buruan vote pilihan kamu di Bloscars 2014!

1601063_620513384689174_296186881_n

I will Kayang anywhere as you wish, if I win. Insha Allah.

COBLOS AKU MAS, COBLOS! 

0.000000 0.000000
Categories: Events

Tagged: backpackstory, Bloscars 2014, Skyscanner

50 Comments

Banyak Jalan Menuju Rumah

arievrahman

Posted on January 31, 2014

Saat itu Hari Jumat pukul tujuh malam lewat tiga puluh sekian menit, saat saya sudah selesai menukarkan tiket online dengan tiket fisik kereta api di Stasiun Jakarta Pasar Senen. “Ah, masih ada waktu sekitar setengah jam untuk ke toilet dan membeli cemilan di perjalanan.” Batin saya. Apalagi sebelumnya, Mama sudah mengingatkan untuk membawa bekal, kalau-kalau kereta yang saya tumpangi ini mengalami keterlambatan tiba, karena banjir yang melanda Stasiun Tawang Semarang.

“PLAK!” Sebuah tangan menampar lengan saya, saat saya hendak masuk ke Seven Eleven –yang baru saja dibangun– pada komplek stasiun. Saya sontak kaget, takut apabila tangan yang baru saja mendarat di lengan saya adalah milik preman stasiun, atau bencong penguasa daerah tersebut. Saya menoleh dan melihat ke arah pemilik lengan, seorang pria yang duduk di bangku Seven Eleven terkekeh sambil menutup mulutnya.

“Lho, kowe tho, Ndes?” (“Loh, kamu toh, kawan?” Kata “Ndes” merupakan panggilan akrab bagi orang-orang yang tinggal di kawasan Semarang dan sekitarnya. Mirip seperti “Cuk” di Surabaya, atau “Nigga” di Brooklyn.) Saya melihat wajah seorang teman yang kemudian saya kenali sebagai Wisnu, teman semasa kuliah yang baru saja dimutasi ke Jakarta, yang kemudian saya cubit putingnya (tindakan ini jangan dipraktikkan kepada teman lawan jenis, di tempat umum.). “Jek ngopo ning kene?” (“Sedang apa di sini?” Pertanyaan yang wajar dan tidak terkesan posesif karena tidak dilanjutkan dengan “TADI SIAPA COWOK YANG PEGANG-PEGANG PAHA KAMU?”)

“Nungguin Kereta Senja Utama.” Wisnu menyebutkan nama kereta yang sama dengan yang akan saya gunakan. “Malam ini keretanya delay empat jam.”

“WASSUUUU!” (“Astaghfirullah.”)

0.000000 0.000000
Categories: Domestic, Jawa Tengah, Miscellaneous, Transportation

Tagged: Argo Anggrek, Kalibodri, Kereta Api, Krengseng, Lion Air, Menoreh, Poncol, RM Gerbang Elok, Semarang, Senja Utama, Tawang banjir, Tawang Jaya, Ungaran

36 Comments

+Read more

Hujan-hujanan di Chiang Mai

arievrahman

Posted on January 28, 2014

“Tapi cowok sejati kan gak pakai matic!” Kata hati saya mengatakan. “Ah, tapi kan sekarang zamannya emansipasi pria!” Bantah pikiran saya. Setelah dua detik adu argumen, akhirnya dia pun mengalah, dan membiarkan saya memilih untuk  menyewa motor matic dengan mengesampingkan motor pria maupun motor bebek.

“Okay, here’s your key.” Ucap sang resepsionis setelah kami memutuskan untuk memilih motor matic. “And that’s the motorbike.” Tunjuknya ke halaman guesthouse kecil kami di sudut Chiang Mai, Thailand.

“Do you have the map?” Dia bertanya, yang hanya saya jawab dengan anggukan. “Good, so enjoy Chiang Mai! But wait …”

“What is it?”

“Don’t forget to bring the raincoat, now is monsoon season, rain can come anytime.”

Dan saya pun membuka tas untuk memastikan jas hujan telah terbawa di dalamnya. Pengalaman basah di Phuket telah membuat saya dan Ahwan lebih berhati-hati menghadapi musim hujan. Salah satunya adalah dengan membawa jas hujan. Setelah semuanya siap, dimulailah perjalanan kami yang diawali dengan melihat panda di Chiang Mai.

DSCN5766

Please meet Ahwan, girls!

Chiang Mai, –pada saat saya ke sana bulan September 2011 dan belum terdapat Starbucks di sana– adalah satu-satunya lokasi di Asia Tenggara yang mempunyai koleksi panda di kebun binatangnya. Dan alasan inilah yang membuat kami sepakat mendatangi Chiang Mai Zoo, demi melihat panda. Panda asli, bukan panda lokal.

Hujan rintik-rintik, menemani perjalanan macho kami dengan motor matic. “Tak apalah, demi panda.” Pikir saya. Setelah sebelumnya mencari makan pagi dan sempat mampir ke stasiun Chiang Mai untuk membeli tiket kereta ke Bangkok –destinasi kami berikutnya–, sampailah kami di kebun binatang dengan kondisi tubuh nyemek.

0.000000 0.000000
Categories: Foreign, Thailand

Tagged: Chiang Mai, Chiang Mai Zoo, Phuphing Palace, Thailand, Wat Phra That Doi Suthep

62 Comments

+Read more

28 Things You Have to Know Before Visiting Myanmar

arievrahman

Posted on January 21, 2014

Hey, I just came back from my five days trip in Myanmar. There, I visited 3 big cities, Yangon – Mandalay – Bagan, and took some half day trips to Bago, Amarapura, and Mount Popa. According to my experience, –and I think you should know, because I want to make you know– these are 28 things you have to know before visiting Myanmar:

[PS: This is my first (also full) post in English, and if you’re asking “Why English?”, I will ask you back “Why not? Or do you want me to write in Burmese?”]

1. You Need a Visa (Although You Are From South East Asia’s Country)

Yap, you read it right. Myanmar (who just opened itself to the world) obligate the visitors to have a visa before entering the country. Actually, if you come from several countries, you can make Visa On Arrival for business purpose, or you can pay online agent (whose cost is not cheap) to make one for you. For Indonesian, I have guideline about how to make Myanmar’s Visa here (written in Indonesian language).

2. Only Bring US Dollar in Mint Condition

“Our Bank don’t accept bad condition Dollar.” Said a man who’s in charge of Shwedagon Pagoda’s ticket box. “It’s our country’s policy.”. I argued with him, and said that I got that shabby and folded 20 US Dollar in Bagan, as a change for (my good looking 50 US Dollar) its entrance fee. How come a country didn’t accept shabby US Dollar but gave me one?

3. Can You Find Kyats in Coins?

P1040116

Kyats in Banknote

During my five days trip, I didn’t find any Kyat (local currency) in coin, but if you want to find a shabby, folded, crumpled, torn, Scotch taped, or-whatever-bad-condition-you-named-it banknote, they have lots. So if you can find Kyats in coin, please give me one, for My Mom’s collection.

4.

0.000000 0.000000
Categories: Culinary, Foreign, Myanmar, Transportation

Tagged: Amarapura, Bagan, Buddha, Burma, Foreign, Kyats, Longjyi, Mandalay, Myanmar, Thanakha, U-Bein Bridge, Yangon

125 Comments

+Read more

« Older entries    Newer entries »


post title here

Banners for Blog Indonesia Terbaik 2019


Travel Blogs Award 2018

Travel Blog Awards 2017 – Winners

Top Posts & Pages

  • Puncak 29 Rahtawu Gunung Muria: Kisah Pendakian Penuh Petilasan
  • Panduan Lengkap Membuat Visa Korea Selatan
  • Sebuah Perjalanan Menuju Kebebasan
  • Legenda Restoran Padang Sederhana
  • Kejutan Demi Kejutan di Georgia

Archives

Blog Stats

  • 5,485,832 serious hits

Donate to Backpackstory

Donate Button with Credit Cards

Enter your email address to become a serious reader and receive notifications of new posts by email.

Join 6,295 other subscribers
Follow backpackstory on WordPress.com

Recent Comments

aaa's avataraaa on Puncak 29 Rahtawu Gunung Muria…
Grass field's avatarGrass field on Langkah-langkah Mengurus Visa…
dutatrip's avatardutatrip on Ramadan di Singapura
Lombok Transport's avatarlombokwisata.toursan… on Terjebak di Museum of Sex…
lacasamaurilio1990's avatarlacasamaurilio1990 on Kejutan Demi Kejutan di G…

Twitter Updates

Tweets by arievrahman

Official Facebook Page

Official Facebook Page
  • View arievrahman’s profile on Facebook
  • View arievrahman’s profile on Twitter
  • View arievrahman’s profile on Instagram
  • View arievrahman’s profile on LinkedIn
  • View arievrahman’s profile on YouTube
  • View arievrahman’s profile on Google+
  • View arievrahman’s profile on Tumblr

Return to top

© Copyright Backpackstory 2012-2021

Website Powered by WordPress.com.

  • Subscribe Subscribed
    • backpackstory
    • Join 2,646 other subscribers
    • Already have a WordPress.com account? Log in now.
    • backpackstory
    • Subscribe Subscribed
    • Sign up
    • Log in
    • Report this content
    • View site in Reader
    • Manage subscriptions
    • Collapse this bar
 

Loading Comments...