“Tapi cowok sejati kan gak pakai matic!” Kata hati saya mengatakan. “Ah, tapi kan sekarang zamannya emansipasi pria!” Bantah pikiran saya. Setelah dua detik adu argumen, akhirnya dia pun mengalah, dan membiarkan saya memilih untuk  menyewa motor matic dengan mengesampingkan motor pria maupun motor bebek. “Okay, here’s your key.” Ucap sang resepsionis setelah kami memutuskan untuk memilih motor matic. “And that’s the motorbike.” Tunjuknya ke halaman guesthouse kecil kami di sudut Chiang Mai, Thailand. “Do you have the map?” Dia bertanya, yang hanya saya jawab dengan anggukan. “Good, so enjoy Chiang Mai! But wait …” “What is it?” “Don’t forget to bring the raincoat, now is monsoon season, rain can come anytime.” Dan saya pun membuka tas untuk memastikan jas hujan telah terbawa di…