Saya maju selangkah lagi, dan kini kedua kaki saya telah berada pada bibir tebing. Angin yang bertiup dari arah laut, membuat saya yang telanjang dada sedikit menggigil. Puting saya mengeras, dan jantung berdetak semakin kencang. Sembilan meter di bawah kaki saya terbentang lautan luas dengan ombaknya yang menderu kencang. Saya merasa, apabila memaksakan meloncat, debur ombaknya yang ganas dapat menghempaskan tubuh mulus saya kembali ke arah tebing.
“Ayo loncat!” Seru Fara yang berada pada tebing di sisi sebelah kiri saya, sementara di dekatnya ada Wandy yang telah siap dengan kameranya untuk merekam gerakan eksotis saya. Inilah cliff jumping di Nusa Ceningan, sebuah aktivitas yang memacu adrenalin, menantang keberanian, sekaligus menguji kejantanan di mana seorang anak manusia ditantang untuk meloncat dari ketinggian tertentu, langsung ke dalam laut.
Saya menatap ke bawah sekali lagi, sebuah tangga besi telah disiapkan di dinding tebing. Nantinya setelah mendarat, si peloncat diharuskan berenang ke tangga itu, dan mendakinya kembali ke atas. Beberapa menit sebelumnya, saya telah bertanya kepada para guard yang bertanggung jawab terhadap atraksi ini, tentang bagaimana cara meloncat dan mendarat yang baik. Kata salah seorang bli (panggilan untuk “Mas” di Bali) penjaga, yang penting mendarat dengan kaki terlebih dahulu, dan dalam posisi lurus, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Misalnya diputusin pacar.
Kemudian dalam hitungan ketiga dari Fara, saya meloncat ke arah laut yang telah menanti. Dan mendarat dengan pantat terlebih dahulu.
Why Go?
Jika kamu sudah mulai muak dan bosan dengan Bali, —well, walau kebanyakan orang selalu suka Bali– dan ingin merasakan pengalaman yang tidak mainstream, maka Nusa Lembongan adalah pilihan yang cocok. Jaraknya hanya selemparan kolor dari Bali, kolor Hercules tepatnya. Pulau seluas kurang lebih delapan kilometer persegi dengan jumlah populasi sekitar 5.000 orang ini merupakan pulau yang sering digunakan penduduk lokal untuk beribadah, juga sebagai sarana berlibur wisatawan baik asing maupun domestik (yang jumlahnya lebih sedikit).
Di sini, kamu akan mendapatkan pengalaman-pengalaman berbeda yang mungkin tidak kamu temukan di Bali maupun Zimbabwe, seperti misalnya mencoba cliff jumping (berada di Nusa Ceningan, yang disambungkan dengan jembatan kayu selebar satu sepeda motor dan satu orang dengan Body Mass Index normal dari Nusa Lembongan), berjemur telanjang di secret (and virgin –i hope so–) beach, hingga menjelajah ruangan bawah tanah underground house.






