backpackstory
  • Home
  • Domestic
    • Aceh
    • Bali
    • Banten
    • DKI Jakarta
    • Jawa Barat
    • Jawa Tengah
    • Jawa Timur
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Utara
    • Kepulauan Bangka Belitung
    • Kepulauan Riau
    • Lampung
    • Maluku
    • Maluku Utara
    • Nusa Tenggara Barat
    • Nusa Tenggara Timur
    • Papua
    • Papua Barat
    • Riau
    • Sumatera Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
  • Foreign
    • Armenia
    • Australia
    • Azerbaijan
    • Belgium
    • Bhutan
    • Brunei Darussalam
    • Cambodia
    • China
    • England
    • France
    • Georgia
    • Hong Kong
    • India
    • Iran
    • Italy
    • Japan
    • Kenya
    • Laos
    • Macau
    • Malaysia
    • Myanmar
    • Nepal
    • Netherlands
    • North Korea
    • Philippines
    • Russia
    • San Marino
    • Singapore
    • Scotland
    • South Korea
    • Taiwan
    • Tanzania
    • Thailand
    • Timor Leste
    • Turkey
    • United States of America
    • Uzbekistan
    • Vietnam
  • Mamacation
  • Events
  • Miscellaneous
    • Accommodation
    • Culinary
    • Others
    • Survival Kit
    • Transportation
  • Visa
    • Visa Amerika
    • Visa Armenia
    • Visa Australia
    • Visa Azerbaijan
    • Visa Cina
    • Visa Georgia
    • Visa India
    • Visa Iran
    • Visa Jepang
    • Visa Kenya
    • Visa Korea Selatan
    • Visa Myanmar
    • Visa Nepal
    • Visa Rusia
    • Visa Schengen
    • Visa Taiwan
    • Visa Tanzania
    • Visa Timor Leste
    • Visa Turki
    • Visa UK
  • About
    • Achievements
    • Clients Portfolio
    • Country List
    • Stage Performance

Ketika Gatotkaca Menyambangi Universal Studios Singapore!

arievrahman

Posted on May 18, 2014

“Lu flight bareng sama gue, Do?” Tanya saya melalui kolom Direct Message di Twitter, sehari sebelum keberangkatan kami ke Resorts World Sentosa Singapore. “Kayaknya sih gue pukul 9-an, kok.” Jawabnya tak lama setelah itu. Wah, ternyata kami satu flight karena saya juga dijadwalkan berangkat pukul 09.30 besok. “Oh sama, Do. Itu pakai Jetstar.” Balas saya kemudian.

Edo –salah seorang pembaca blog syariah ini, adalah pemenang kuis berhadiah jalan-jalan gratis ke Resorts World Sentosa (RWS) bersama saya yang diadakan melalui Facebook Page backpackstory. Kala itu, saya melontarkan sebuah pertanyaan “Apabila kamu terpilih untuk berjalan-jalan bersama saya di RWS, apakah hal tergila yang akan kamu lakukan?” dan mendapatkan lebih dari 30 jawaban gila yang masuk. Ada yang berencana memakai kebaya sambil keliling Universal Studios Singapore (USS), ada yang ingin menggendong saya keliling USS, ada yang ingin duet kayang bersama saya, ada yang ingin memeluk 50 orang pertama yang ditemuinya di sana, hingga ada yang ingin melakukan gerakan-gerakan yoga di depan bola dunia USS!

Setelah mencermati jawaban-jawaban yang masuk, –yang ditukaskan melalui beberapa media seperti blog, Soundcloud, juga YouTube– saya menemukan sebuah foto superhero Indonesia yang ikut di-posting di sana. Bukan, superhero tersebut bukanlah Si Pitung, Cut Nyak Dien, atau Jokowi. Melainkan Gatotkaca yang terkenal berotot kawat bertulang besi, yang di-posting oleh seorang pemuda bergelambir bernama Edo. Pemuda tersebut mengatakan, bahwa dia akan memakai kostum Gatotkaca untuk melakukan adegan levitasi di depan bola dunia USS. Bukan hanya itu, Edo juga melampirkan tautan beberapa postingan tentang RWS pada blognya, yang membuat saya iba memilih dia sebagai pemenang, jauh mengalahkan Emma Stone.

Sekitar pukul delapan pagi esok harinya, Edo menghubungi saya kembali: “Di mana, Riev? Gue udah di bandara.” dan terjadi keheningan sesaat, sebelum saya membalas pesannya. “LAH GUE JAM 9 MALAAAAAAAAM! :)))”

Belum sempat saya berhenti tertawa karena miskomunikasi yang terjadi, masuk sebuah pesan sedih dari Edo, yang membuat saya hampir menyemburkan teh yang saya minum lengkap dengan nasi uduknya. Pesan tersebut berbunyi: “Keris gue ditahan :(“

Welcome to USS!

Welcome to USS!

Categories: Foreign, Singapore

Tagged: #RWSID, BackpackstoryMeAndYou, Breakfast with Sesame, Resorts World Sentosa, Sesame Street, Singapore, Universal Studios Singapore

94 Comments

+Read more

Handphone Idaman Para Traveler

arievrahman

Posted on May 13, 2014

Handphone, saat ini adalah benda yang paling penting di dunia. Bagaimana tidak, hampir setiap saat kita selalu bersama dengannya. Mulai dari bangun tidur, yang dicari adalah handphone, untuk mematikan alarm maupun mengecek notifikasi yang masuk. Aktivitas harian, selalu handphone yang berada di tangan maupun di kantung kita, bukan pacar maupun selingkuhan. Bahkan menjelang tidur sekalipun, biasanya handphone –maupun variannya, seperti tabletphone– adalah benda terakhir yang dipegang sebelum menutup mata, sekadar membaca komik, atau membuka media-media sosial yang dipunyai.

Lalu bagaimana peran handphone dalam sebuah perjalanan? Benda yang satu ini, –sekarang– merupakan sahabat yang paling setia. Dia tidak akan marah, ketika kamu tiba-tiba kesal dan membantingnya. Tidak akan mengomelimu, apabila kamu membawanya dan tersesat. Dan dia hanya akan diam, ketika melihatmu flirting ke traveler lain. Alih-alih melakukan perbuatan tidak menyenangkan sesuai pasal 335 KUHP –yang sekarang sudah dicabut–, handphone justru akan menemani kamu sepanjang perjalanan. Mulai dari mengambilkan gambar untukmu, menyediakan media untuk mencatat jurnal perjalanan, hingga memutarkan lagu-lagu untuk meramaikan kesepian kamu.

Lalu bagaimanakah ciri-ciri handphone idaman para traveler? Di sini, saya akan mengupasnya satu persatu, –dari sudut pandang seorang traveler, bukan kokoh-kokoh Roxi Mas– setajam Farhat Abbas. (Catatan: Image yang terdapat pada postingan ini, didapatkan dari hasil pencarian di internet.)

1. Layar Lebar

Sejak era PDA (Personal Digital Assistant) yang dipopulerkan oleh pabrikan O2 beberapa tahun silam, –dan sempat menghilang karena dianggap tidak praktis, sebab terlalu lebar dan tebal, belakangan ini tren handphone adalah kembali ke layar sentuh yang lebar, namun dengan ukuran yang lebih tipis.

Bagi seorang traveler, layar sentuh yang lebar berarti kepuasan. Dia dapat mencatat jurnal perjalanan dengan mudah tanpa perlu memicingkan mata (terlebih jika handphone telah dilengkapi dengan stylus), dapat bermain game dengan puas tanpa perlu salah mengusap layarnya, dan bahkan dapat menikmati film biru beresolusi tinggi dengan maksimal di layarnya yang luas, –tanpa perlu memiringkan kepala.

Samsung Galaxy Note 3, 5.70-inch with 1080x1920 display and stylus.

Samsung Galaxy Note 3, 5.70-inch with 1080×1920 display and stylus.

2. Tahan Banting

Ingatkah kamu, berapa kali kamu menjatuhkan handphone? Jika jawabannya tidak ingat karena sudah terlalu sering, maka handphone tahan banting adalah jawaban yang tepat untuk doa-doa malammu.

Seorang traveler, adalah orang yang dinamis. Dia dituntut untuk dapat beraktivitas dengan baik di segala situasi. Dan untuk itulah sebuah handphone yang tahan banting dibutuhkan untuk mendampingi tugasnya. Handphone tersebut diharuskan untuk tidak dapat rusak apabila jatuh dari ketinggian, dan bahkan masih bisa beroperasi dengan baik walaupun seekor mammoth menginjaknya.

Apakah ada handphone yang seperti itu? Pada awalnya saya juga tak percaya akan adanya handphone tahan banting seperti itu, namun semuanya berubah sejak saya menemukan video ini. Ya, CAT telah mendesain sebuah handphone bernama CAT B15 yang benar-benar perkasa. Handphone ini tetap bekerja dengan baik walaupun telah dijatuhkan dari ketinggian 10,6 meter ke dalam kolam, dikeringkan dengan cara dibanting ke tanah, sebelum kemudian digilas oleh CAT 277D Multi Terrain Loader seberat 4.000 Kg lebih. Penasaran? Berikut ini adalah teasernya.

Untuk video lengkapnya, bisa dilihat di sini. Tonton, dan tercenganglah.

3. Anti Air

0.000000 0.000000
Categories: Survival Kit

Tagged: CAT, CAT B15, Caterpillar, Gravity, Handphone

43 Comments

+Read more

Ngeblog ketika Traveling, Why Not?

arievrahman

Posted on May 6, 2014

Sebelum membaca artikel ini, saya ingin menekankan –dengan perlahan dan hati-hati, tentu saja– bahwa beberapa foto yang terdapat di sini adalah sekadar ilustrasi belaka. Karena sungguh tidak mungkin nge-blog dengan asyik dan serius di tengah-tengah kolam Tirta Gangga, Karangasem, Bali, sementara membiarkan ratusan orang pengunjungnya mengantri untuk menikmati berjalan-jalan di kolam dengan berpijak pada batu-batu segi delapan yang terpasang secara simetris pada dasar kolam.

Namun, kamu masih bisa kok nge-blog dengan asyik dan serius ketika traveling. Asalkan tahu apa saja yang harus disiapkan, dan dilakukan.


Apa yang Harus Disiapkan?

A. Kemauan

Kemauan, –tanpa huruf L– adalah hal utama yang dibutuhkan dalam menulis artikel blog. Tanpa kemauan, kamu tak akan beranjak ke mana-mana. Tanpa kemauan, kamu hanyalah seorang pengangguran batiniah. Dan tanpa kemauan, tak akan ada artikel ini untuk dibaca olehmu.

B. Alat Tulis dan Buku Catatan

Tinggalkan batu, papyrus, juga daun lontar, karena sekarang zaman sudah berubah. Sebagai gantinya, sisipkan buku catatan kecil pada tas, dan bawa alat tulis yang berfungsi dengan baik. Bisa pensil, pulpen, maupun spidol. Tidak disarankan untuk menggunakan pylox, karena kamu mau traveling, bukan hura-hura lulus Ujian Nasional.

C. Smartphone

P1110666

Playing with smartphone, –taken at Taman Ujung, Karangasem, Bali.

Di era modern ini, wajib hukumnya memiliki sebuah smartphone yang dapat mempermudah berbagai aktivitas yang dilakukan ketika traveling, seperti menunjukkan arah ketika tersesat, menghibur kesendirian kamu dengan musik dan permainan, hingga menghitung berapa kalori yang terbakar setelah kamu berenang dari Bali ke Lombok.

D. Laptop

P1110246

Typing on laptop, –at Pirates Bay Restaurant, Nusa Dua, Bali.

Sebenarnya, smartphone saja sudah cukup. Namun, laptop akan membuat aktivitas blogging kamu lebih nyaman dengan layarnya yang lebar, dan adanya keyboard fisik –bukan virtual, maupun numerik– akan memudahkanmu mengetik dan meracik kata demi kata. Selain laptop, sebenarnya ada piranti lain yang juga memudahkan kegiatan blogging. Namun, demi Allah, jangan bawa desktop computer beserta monitor tabung 17 incinya! 

-8.409518 115.188916
Categories: Bali, Domestic, Survival Kit

Tagged: Bali, Blogging, Denpasar, Karangasem, Microsoft, Office 365 Personal, One Drive, One Note, Pirates Bay, Taman Ujung, Tirta Gangga, Travel Blog

96 Comments

+Read more

Mencicipi Love Bus di Laos

arievrahman

Posted on May 1, 2014

Dari luar, penampakan bus tersebut biasa-biasa saja. Bertingkat dua, seperti bus malam yang saya tumpangi di Kamboja dalam perjalanan dari Phnom Penh ke Siem Reap. Warnanya yang merah muda, mengingatkan saya akan Willer Bus di Jepang yang mengantarkan saya dari Tokyo ke Hiroshima, maupun dari Kyoto menuju Tokyo. Kelas yang saya pesan adalah VIP Sleeping, yang berarti saya akan dengan mudah tertidur dalam bus layaknya sleeper bus yang saya gunakan di Vietnam dari Mui Ne menuju Ho Chi Minh.

Namun dugaan saya salah, karena bus ini bukanlah sleeper bus biasa.

Bannaluang Bus Station

Bannaluang Bus Station, in the afternoon.

Sehari sebelumnya, pada siang hari di bulan terpanas di Laos –setelah perjalanan darat dengan minibus dari Vang Vieng yang lebih mirip perjalanan laut dengan speed boat dari Tarakan ke Derawan— saya bersama Eki langsung menuju Bannaluang Bus Station yang terletak tepat di seberang terminal perhentian minibus tersebut. Beberapa supir tuk-tuk mengerubuti kami untuk menawarkan jasanya, yang langsung kami tolak dengan memasang pose “maav mz, aq ga bs..” karena tujuan utama kami saat itu adalah untuk mencari tiket bus malam dari Luang Prabang menuju Vientiane.

Saat itu adalah hari-hari menjelang Pi Mai Lao, atau tahun baru Laos, di mana warga Laos di selatan (baca: Vientiane) berbondong-bondong hijrah ke utara (baca: Luang Prabang) untuk merayakannya. Mereka menuju tempat seperti Luang Prabang yang memiliki banyak kuil pemujaan Buddha, dengan anggapan bahwa semakin banyak kuil yang dikunjungi maka tahun baru mereka akan semakin baik dan diberkati. Hal yang dilakukan biasanya adalah mencuci patung-patung Buddha sebelum membasahi diri sendiri. Itulah mengapa perayaan tahun baru ini –seperti halnya Songhkran di Thailand, maupun wet dancers di Alexis– selalu identik dengan air, dan basah.

Berdasarkan rencana awal yang disusun, seharusnya saya sudah tiba di Luang Prabang pada pagi hari tadi, namun –sialnya, atau malah dapat disebut beruntung karena kami terpaksa menginap di Vang Vieng– kami kehabisan bus malam dari Vang Vieng menuju Luang Prabang karena banyaknya warga lokal yang menuju Luang Prabang dari arah selatan. “Due the Lao New Year, the bus is full. People go to Luang Prabang from the south.“ jelas penjual tiket bus di terminal Vang Vieng yang kemudian dilanjutkan dengan “but you can use the minibus to go, tomorrow morning.“

Dan sampailah kami di loket bus terminal Bannaluang. 

0.000000 0.000000
Categories: Foreign, Laos, Transportation

Tagged: Bannaluang Bus Station, Laos, Luang Prabang, sleeper bus, Vientiane

66 Comments

+Read more

Lima Bangunan Unik di Osaka

arievrahman

Posted on April 25, 2014

Apa mainan favoritmu waktu balita? Apabila saya yang mendapat pertanyaan tersebut, maka jawabannya adalah balok kayu dan kreasi bangunan. Saya tidak memilih Barbie, karena kurang manly dan tidak menjawab mainan tentara dan perangkat perangnya, karena saya cinta damai dan benci kekerasan. Sebentar, kamu tahu kan mainan ini? Apabila tidak tahu, mungkin masa kecil kamu yang tidak cool atau malah kurang bahagia.

 

Mainan yang saya maksudkan ini, biasanya mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:

  • Berukuran kecil, hanya sebesar genggaman tangan anak berumur lima tahun, atau kurang. Bukan sebesar pipa galian PDAM.
  • Terdiri dari berbagai macam bentuk geometri, seperti persegi panjang, segitiga, lingkaran, juga setengah lingkaran, atau berbentuk lain seperti pilar tembok, maupun pondasi bangunan.
  • Tiap bentuknya, memiliki warna yang beraneka ragam, namun biasanya hanya warna dasar, bukan warna-warna downline seperti cyan, turquoise  maroon, maupun magenta. Tujuannya adalah untuk melatih daya ingat si kecil terhadap warna-warna yang ada.
buildingcolor2

Building Blocks, image is taken from here.

Dahulu, saya biasa menempatkan satu set mainan pemberian Papa tersebut dalam sebuah kantung kresek hitam yang sudah mulai pudar warnanya karena gesekan. Sepulang dari TK, saya biasa menumpahkan balok-balok tersebut di ubin, dan mulai menyusunnya menjadi sebuah bentuk tertentu. Rumah, istana, gedung bertingkat, menara, atau sekadar susunan puing-puing tak jelas saya bangun dengan riangnya.

Riang? Ya, namanya juga anak-anak. Belum punya yang namanya penyakit hati.

Dan sekarang ketika traveling, tak jarang saya menemukan bangunan-bangunan unik yang membawa saya kembali ke imajinasi saya sewaktu kecil, misalnya sewaktu saya menjumpai 5 (lima) bangunan unik di Osaka, Jepang, berikut ini.

1. Osaka Castle

Howay!

Howay!

0.000000 0.000000
Categories: Foreign, Japan, Miscellaneous

Tagged: CAT, Caterpillar, Dotonbori, Glico Man, Japan, Jenga, Osaka, Osaka Castle, Shitennoji Temple, Tsutenkaku Tower, Umeda Sky Building

60 Comments

+Read more

« Older entries    Newer entries »


post title here

Banners for Blog Indonesia Terbaik 2019


Travel Blogs Award 2018

Travel Blog Awards 2017 – Winners

Top Posts & Pages

  • Langkah-langkah Mengurus Visa Amerika
  • Panduan Lengkap Membuat Visa Korea Selatan
  • Mengurus Sendiri Visa Inggris (UK)
  • 7 Cara Seru Menikmati Musim Gugur di Jepang
  • This Is How FootballTicketNet Ruins My Childhood Dream

Archives

Blog Stats

  • 5,485,813 serious hits

Donate to Backpackstory

Donate Button with Credit Cards

Enter your email address to become a serious reader and receive notifications of new posts by email.

Join 6,295 other subscribers
Follow backpackstory on WordPress.com

Recent Comments

aaa's avataraaa on Puncak 29 Rahtawu Gunung Muria…
Grass field's avatarGrass field on Langkah-langkah Mengurus Visa…
dutatrip's avatardutatrip on Ramadan di Singapura
Lombok Transport's avatarlombokwisata.toursan… on Terjebak di Museum of Sex…
lacasamaurilio1990's avatarlacasamaurilio1990 on Kejutan Demi Kejutan di G…

Twitter Updates

Tweets by arievrahman

Official Facebook Page

Official Facebook Page
  • View arievrahman’s profile on Facebook
  • View arievrahman’s profile on Twitter
  • View arievrahman’s profile on Instagram
  • View arievrahman’s profile on LinkedIn
  • View arievrahman’s profile on YouTube
  • View arievrahman’s profile on Google+
  • View arievrahman’s profile on Tumblr

Return to top

© Copyright Backpackstory 2012-2021

Website Powered by WordPress.com.

  • Subscribe Subscribed
    • backpackstory
    • Join 2,646 other subscribers
    • Already have a WordPress.com account? Log in now.
    • backpackstory
    • Subscribe Subscribed
    • Sign up
    • Log in
    • Report this content
    • View site in Reader
    • Manage subscriptions
    • Collapse this bar
 

Loading Comments...