backpackstory
  • Home
  • Domestic
    • Aceh
    • Bali
    • Banten
    • DKI Jakarta
    • Jawa Barat
    • Jawa Tengah
    • Jawa Timur
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Utara
    • Kepulauan Bangka Belitung
    • Kepulauan Riau
    • Lampung
    • Maluku
    • Maluku Utara
    • Nusa Tenggara Barat
    • Nusa Tenggara Timur
    • Papua
    • Papua Barat
    • Riau
    • Sumatera Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
  • Foreign
    • Armenia
    • Australia
    • Azerbaijan
    • Belgium
    • Bhutan
    • Brunei Darussalam
    • Cambodia
    • China
    • England
    • France
    • Georgia
    • Hong Kong
    • India
    • Iran
    • Italy
    • Japan
    • Kenya
    • Laos
    • Macau
    • Malaysia
    • Myanmar
    • Nepal
    • Netherlands
    • North Korea
    • Philippines
    • Russia
    • San Marino
    • Singapore
    • Scotland
    • South Korea
    • Taiwan
    • Tanzania
    • Thailand
    • Timor Leste
    • Turkey
    • United States of America
    • Uzbekistan
    • Vietnam
  • Mamacation
  • Events
  • Miscellaneous
    • Accommodation
    • Culinary
    • Others
    • Survival Kit
    • Transportation
  • Visa
    • Visa Amerika
    • Visa Armenia
    • Visa Australia
    • Visa Azerbaijan
    • Visa Cina
    • Visa Georgia
    • Visa India
    • Visa Iran
    • Visa Jepang
    • Visa Kenya
    • Visa Korea Selatan
    • Visa Myanmar
    • Visa Nepal
    • Visa Rusia
    • Visa Schengen
    • Visa Taiwan
    • Visa Tanzania
    • Visa Timor Leste
    • Visa Turki
    • Visa UK
  • About
    • Achievements
    • Clients Portfolio
    • Country List
    • Stage Performance

Ibarat Perjalanan Menuju Air Terjun Mata Jitu

arievrahman

Posted on January 29, 2016

Sebelum saya ke sana, ada dua nama terkenal yang pernah mengunjungi Air Terjun Mata Jitu. Nama pertama adalah Diana Frances, yang dahulu bergelar The Princess of Wales, namun sekarang telah berganti gelar menjadi almarhumah Lady Di, sementara nama kedua adalah Maria Sharapova, yang berprestasi menggantikan Anna Kournikova di dalam mimpi-mimpi basah saya.

Lantas apakah alasan mereka mengunjungi Air Terjun Mata Jitu? Well, saya pun tak tahu, karena saya belum pernah bertanya langsung kepada mereka, melainkan hanya mampu memimpikan mereka layaknya saya memimpikan Aryati, sang mawar asuhan rembulan.

Jujur, tak mudah untuk mengunjungi Mata Jitu yang terdapat di Pulau Moyo, karena kamu harus berganti moda transportasi sedikitnya lima kali apabila berangkat dari Jakarta. Saking susahnya, saya menyebut bahwa perjalanan menuju Air Terjun Mata Jitu ini ibarat perjalanan untuk menemukan cinta sejati, yang walaupun susah, kamu akan terus berjalan, karena kamu tahu bahwa cinta sejati itu ada.

Air Terjun Mata Jitu

Pagi itu, kami tiba di Pelabuhan Pantai Goa (dinamakan demikian karena ada goa di pinggiran pantai) setelah pada hari sebelumnya terbang dari Jakarta menuju Lombok yang kemudian dilanjutkan menyeberang ke Sumbawa Besar menggunakan kapal feri. Dari sini, perjalanan ke Mata Jitu masih harus dilanjutkan dengan kapal nelayan lokal menuju Pulau Moyo, lokasi Mata Jitu berada.

Dari janji kapal yang berangkat pukul tujuh, yang ternyata molor karena harus membeli bahan bakar dan menunggu rombongan piknik lain –walaupun sebenarnya kami telah memesan kapal tersebut hanya untuk rombongan kami saja–, akhirnya kami baru berangkat pukul sembilan lewat, di saat matahari mulai terik.

“Maaf, mereka tiba-tiba datang, padahal sebelumnya aku pikir mereka gak jadi ke Moyo.” Jelas si pemandu tur kepada kami. Ya sudahlah, kasihan juga kalau rombongan yang salah seorang anggotanya mengenakan atribut My Trip My Adventure itu sampai tak jadi ke Pulau Moyo karena kami.  

Categories: Nusa Tenggara Barat

Tagged: Mata Jitu, prewedding, Pulau Moyo

239 Comments

+Read more

Tentang Mengurus Visa Cina

arievrahman

Posted on January 11, 2016

Saya mau jujur. Pada tahun 2012, saya pernah mengunjungi Cina, namun pengurusan visanya saya serahkan kepada calo. Saat itu, saya yang tak mau repot, menyerahkan segalanya, termasuk kepercayaan kepada si calo. Beliau cuma meminta kelengkapan dokumen termasuk paspor, biaya pengurusan dan biaya pelayanannya, sebelum kembali ke saya lagi dengan paspor yang telah ditempel Visa Cina.

Mudah sih, tapi tak ada tantangan. Hingga akhirnya saya penasaran, bagaimana sih sebenarnya prosedur mengurus sendiri Visa Cina. Apakah segitu susahnya hingga orang-orang mengandalkan para calo ini? Jawabannya tidak, karena mengurus Visa Cina ini sangat mudah dan cepat, lebih mudah dan cepat dibanding mendapatkan perhatian calon mertua.

Catatan: Visa Cina yang dimaksudkan di sini adalah berjenis visa turis, dengan kode L.

Karena, hanya dibutuhkan sedikitnya empat tahapan seperti di bawah ini untuk mendapatkan Visa Cina.

A. Menyiapkan Dokumen

Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah, menyiapkan dokumen-dokumen yang diperlukan sebelum mengajukan permohonan Visa Cina. Adapun dokumen-dokumen tersebut, terbagi lagi menjadi:

a. Dokumen Utama

Ini adalah dokumen-dokumen yang bersifat fardhu ain, atau hukumnya sangat wajib dan tidak dapat ditinggalkan. Kamu diharuskan menyiapkan beberapa dokumen berikut ini untuk mendapatkan Visa Cina.

Dokumen Kelengkapan Visa Cina

Dokumen Kelengkapan Visa Cina

1. Paspor

Paspor yang harus disiapkan adalah paspor asli dan resmi (yang walaupun pengurusannya dibantu oleh calo), yang sedikitnya masih berlaku hingga enam bulan ke depan, dan memiliki halaman kosong untuk ditempeli visa. Apabila paspor kamu sudah habis masa berlakunya karena sudah lewat dari lima tahun, ataupun habis halamannya karena kamu terlalu sering ke luar negeri atau karena dijadikan buku gambar oleh anak, sebaiknya perpanjang dahulu paspor kamu.

Categories: China, Foreign, Survival Kit, Visa, Visa Cina

Tagged: China, Chinese Visa Application Centre, Cina, Visa

232 Comments

+Read more

#TravelNBlog5: Hal-hal yang Terlewat di Makassar

arievrahman

Posted on January 8, 2016

Saya pernah mengunjungi Sulawesi Selatan di akhir 2013 dengan bermodal diskonan tiket Air Asia seharga lima ratus ribuan untuk perjalanan pulang pergi. Kala itu, saya menyempatkan untuk mengunjungi beberapa lokasi seperti Toraja, Rammang-Rammang, dan Tanjung Bira dalam empat hari.

Terlalu mepet? Memang. Namanya juga karyawan yang hanya punya waktu liburan terbatas. Imbasnya, waktu untuk menikmati Makassar lah yang dikorbankan. Praktis, di Makassar saat itu saya hanya punya waktu untuk mencoba Konro Karebosi, mampir sejenak ke Pelabuhan Paotere, dan menyempatkan berfoto di depan tulisan Pantai Losari yang terkenal ini.

Pantai Losari

Di penghujung tahun 2015 ini, saya mendapatkan kesempatan untuk kembali ke Makassar lagi, bersamaan dengan acara TravelNBlog yang digelar di sana. Namun, sama seperti sebelumnya, saya juga tak memiliki waktu yang panjang, cuma ada waktu sekitar dua hari.

Dua hari yang masih harus dibagi dengan TravelNBlog, dua hari yang ternyata cukup untuk membuat saya mendapatkan hal-hal yang sempat terlewat di Makassar.


Hari Sabtu lewat tengah malam saya tiba di Makassar bersama Mumun, dan langsung menuju ke hotel, untuk menuju kamar masing-masing. Sorry Mun, saya lebih memilih tidur bersama Wira, walaupun itu akhirnya menjadi keputusan yang saya sesali kemudian.

Categories: Domestic, Events, GMT +8, Sulawesi Selatan

Tagged: DiLo Makassar, Fort Rotterdam, Makassar, Somba Opu, TravelNBlog

57 Comments

+Read more

Tateyama Highland Bus (Bijodaira – Midagahara – Murodo)

7 Macam Moda Transportasi Unik di Tateyama Kurobe Alpen Route

arievrahman

Posted on December 21, 2015

Sebuah sentuhan mendarat di paha saya, yang diikuti tepukan ringan tanpa remasan manja. Saya masih menikmati sentuhan tersebut hingga tak lama kemudian, terdengar bisikan lirih di telinga kiri saya  “Mas, bangun Mas.”. Ucap suara tersebut. “Kita sudah sampai Toyama.”.

“Hah?” Saya menurunkan cocoon yang menutupi kepala, dan mencoba membuka mata untuk memisahkan bulu mata atas dan bawah yang saling memeluk. “Sudah pagi ya?” Tanya saya ke asal suara di samping saya, yang adalah seorang laki-laki. Huh. Bisa-bisanya saya tertidur dengan seorang laki-laki di saat seperti ini.

“Kita sebentar lagi turun, lho.” Jelas Rico, sementara saya masih mengucek-ucek mata, dan Osa masih sibuk menyiapkan peralatannya. Tak lama kemudian, bus malam yang kami tumpangi akhirnya berhenti pada sebuah halte dengan jalur trem di baliknya. Setelah perjalanan malam selama delapan jam dari Tokyo, akhirnya kami tiba di Toyama pada pukul enam pagi.

Pertanyaan berikutnya terlintas dalam benak saya, mau ke mana di Toyama sepagi ini?


Ada berbagai macam alasan yang mendorong saya untuk mengunjungi sebuah tempat. Seperti misalnya ketika saya ingin terbang dengan balon udara, saya mengunjungi Bagan. Kemudian ketika saya ingin melihat simbol kebebasan, saya pergi ke Liberty Island. Pernah juga saya datang ke Manchester untuk menonton sepakbola, walaupun akhirnya tak jadi nonton karena kena tipu calo tiket.

Ketika berencana mengunjungi Toyama, saya mempunyai alasan untuk menikmati alam khas musim gugur yang indah, di samping alasan lain, yaitu untuk mencoba berbagai macam moda transportasi unik yang terdapat di sana. Berbagai macam moda transportasi yang melintasi Tateyama Kurobe Alpen Route.

Transportation in Toyama

Transportation in Toyama

Secara garis besar, Tateyama Kurobe Alpen Route (berikutnya akan disebut sebagai Alpen Route saja) adalah sebuah rute perjalanan yang melintasi pegunungan utara Jepang yang membentang dari Toyama City di Prefektur Toyama hingga Omachi Town di Prefektur Nagano. Rute ini sebenarnya tidak terlalu panjang, hanya sekitar 37 Km, namun elevasi yang ditempuhnya luar biasa karena menembus dua buah gunung tinggi di Jepang, yaitu Tateyama (3015 mdpl) dan Akasawadake (2678 mdpl).

Atraksi utama dari rute yang diresmikan pada tahun 1971 ini tentu saja pemandangan indah sepanjang perjalanan di Gunung Tateyama yang merupakan bagian dari Chubu Sangaku National Park. Di rute yang ditutup pada musim dingin karena debit salju yang luar biasa tinggi ini, pengunjung dapat menikmati sajian beragam aktivitas menarik di tiga musim lainnya. Seperti misalnya, menyusuri tembok salju setinggi 20 meter di musim semi, mendaki Gunung Tateyama di musim panas, juga menikmati daun beraneka warna di musim gugur.

Categories: Foreign, Japan, Transportation

Tagged: H.I.S., HAnavi, Tateyama Kurobe Alpen Route, Toyama

79 Comments

+Read more

Awal Mula Backpackstory dan Giveaway #BackpackstorySejuta

arievrahman

Posted on December 9, 2015

Kalau berbicara tentang pembaca Backpackstory, pasti tak akan cukup apabila hanya dibahas dalam satu artikel dan dua komentar.  Mereka itu unik dan menarik, bahkan lebih menarik daripada artikel-artikel yang ada pada blog ini. Apabila saya sedang tidak rajin menulis, mereka kerap bertanya, “Kapan artikel barunya tayang?”. Sebuah pertanyaan yang intensitas kemunculannya sedikit di bawah pertanyaan “Kapan menikah?” dari teman dan kolega. Saya, biasanya hanya menjawab diplomatis dengan, “Yang sabar, ya! Karena orang sabar disayang Tuhan.”, walaupun bisa jadi yang bertanya itu menganut paham ateis.

Kemudian, ada juga beberapa pembaca yang mengaku bahwa mereka sudah membaca semua artikel saya, dari yang pertama, sampai yang terakhir. Bayangkan, ada sekitar 175 artikel dibabat habis oleh mereka. Setelahnya, mereka biasa berkata, “Aku sudah baca dari awal postingannya Mas, kapan nih yang baru keluar?”. Waduh, kok saya malah ditagih artikel. Ini pembaca, atau editor yang menunggu bab berikutnya dari rencana buku saya yang seharusnya selesai tahun 2014 lalu?

Lalu ada juga beberapa pembaca wanita yang mengaku berpacaran dengan pria warga negara Amerika Serikat, curhat melalui email, bertanya tentang pembuatan visa Amerika (karena ingin mengunjungi kekasihnya, ataupun untuk menikah di sana) dan bertanya bagaimana peluang untuk diterima visanya. Ya saya tidak tahu, wong saya belum pernah berpacaran dengan pria asal Amerika Serikat.

Terus terang, saya cukup terkejut terhadap respon yang masuk terhadap Backpackstory, blog perjalanan yang telah saya kelola selama tiga tahun lebih ini. Tidak disangka, bahwa blog perjalanan yang menjadi sarana pelarian hobi menulis saya dapat menarik perhatian orang-orang untuk membaca sebuah tulisan perjalanan.

Bahkan hingga menembus sejuta hits pada bulan November 2015 lalu.

Backpackstory Sejuta

Awal Mula Menulis

Mulanya, saya bukanlah seorang penulis cerita perjalanan, melainkan hanya seorang penulis cerita pendek bertemakan percintaan, based on true story, kadang-kadang. Sejak 2010, saya biasa mempublikasikan cerita pendek tersebut melalui Tumblr, dan pernah juga beberapa kali mengikuti proyek menulis buku secara keroyokan. Maklum, saya penakut, jadi gak berani sendirian, mau pacaran saja harus berdua.

Pada 2010, di tengah-tengah kepenatan bekerja, saya membuat sebuah keputusan sederhana yang pada akhirnya mengubah hidup saya menjadi seperti sekarang. Keputusan tersebut adalah membuat paspor dan pergi ke Singapura, Sama seperti layaknya kebanyakan orang Indonesia yang pertama kali melakukan perjalanan ke luar negeri.

Categories: Events, Miscellaneous

Tagged: #BackpackstorySejuta, backpackstory, giveaway

345 Comments

+Read more

« Older entries    Newer entries »


post title here

Banners for Blog Indonesia Terbaik 2019


Travel Blogs Award 2018

Travel Blog Awards 2017 – Winners

Top Posts & Pages

  • Langkah-langkah Mengurus Visa Amerika
  • Panduan Lengkap Membuat Visa Korea Selatan
  • Mengurus Sendiri Visa Inggris (UK)
  • Ini Rasanya Naik Pesawat Business Class!
  • Puncak 29 Rahtawu Gunung Muria: Kisah Pendakian Penuh Petilasan

Archives

Blog Stats

  • 5,485,715 serious hits

Donate to Backpackstory

Donate Button with Credit Cards

Enter your email address to become a serious reader and receive notifications of new posts by email.

Join 6,295 other subscribers
Follow backpackstory on WordPress.com

Recent Comments

aaa's avataraaa on Puncak 29 Rahtawu Gunung Muria…
Grass field's avatarGrass field on Langkah-langkah Mengurus Visa…
dutatrip's avatardutatrip on Ramadan di Singapura
Lombok Transport's avatarlombokwisata.toursan… on Terjebak di Museum of Sex…
lacasamaurilio1990's avatarlacasamaurilio1990 on Kejutan Demi Kejutan di G…

Twitter Updates

Tweets by arievrahman

Official Facebook Page

Official Facebook Page
  • View arievrahman’s profile on Facebook
  • View arievrahman’s profile on Twitter
  • View arievrahman’s profile on Instagram
  • View arievrahman’s profile on LinkedIn
  • View arievrahman’s profile on YouTube
  • View arievrahman’s profile on Google+
  • View arievrahman’s profile on Tumblr

Return to top

© Copyright Backpackstory 2012-2021

Website Powered by WordPress.com.

  • Subscribe Subscribed
    • backpackstory
    • Join 2,646 other subscribers
    • Already have a WordPress.com account? Log in now.
    • backpackstory
    • Subscribe Subscribed
    • Sign up
    • Log in
    • Report this content
    • View site in Reader
    • Manage subscriptions
    • Collapse this bar
 

Loading Comments...