backpackstory
  • Home
  • Domestic
    • Aceh
    • Bali
    • Banten
    • DKI Jakarta
    • Jawa Barat
    • Jawa Tengah
    • Jawa Timur
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Utara
    • Kepulauan Bangka Belitung
    • Kepulauan Riau
    • Lampung
    • Maluku
    • Maluku Utara
    • Nusa Tenggara Barat
    • Nusa Tenggara Timur
    • Papua
    • Papua Barat
    • Riau
    • Sumatera Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
  • Foreign
    • Armenia
    • Australia
    • Azerbaijan
    • Belgium
    • Bhutan
    • Brunei Darussalam
    • Cambodia
    • China
    • England
    • France
    • Georgia
    • Hong Kong
    • India
    • Iran
    • Italy
    • Japan
    • Kenya
    • Laos
    • Macau
    • Malaysia
    • Myanmar
    • Nepal
    • Netherlands
    • North Korea
    • Philippines
    • Russia
    • San Marino
    • Singapore
    • Scotland
    • South Korea
    • Taiwan
    • Tanzania
    • Thailand
    • Timor Leste
    • Turkey
    • United States of America
    • Uzbekistan
    • Vietnam
  • Mamacation
  • Events
  • Miscellaneous
    • Accommodation
    • Culinary
    • Others
    • Survival Kit
    • Transportation
  • Visa
    • Visa Amerika
    • Visa Armenia
    • Visa Australia
    • Visa Azerbaijan
    • Visa Cina
    • Visa Georgia
    • Visa India
    • Visa Iran
    • Visa Jepang
    • Visa Kenya
    • Visa Korea Selatan
    • Visa Myanmar
    • Visa Nepal
    • Visa Rusia
    • Visa Schengen
    • Visa Taiwan
    • Visa Tanzania
    • Visa Timor Leste
    • Visa Turki
    • Visa UK
  • About
    • Achievements
    • Clients Portfolio
    • Country List
    • Stage Performance
KKP Halim

Panduan Suntik Vaksin Meningitis di KKP Halim Jakarta

arievrahman

Posted on February 11, 2018

Assalamualaikum! Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Ilaahi Robbi yang telah memberikan kita beribu-ribu kenikmatan, baik nikmat Iman dan Islam, ataupun nikmat Sehat Wal’afiat, sehingga pada hari ini kamu dapat membaca artikel yang Insha Allah dimuliakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala ini. Tidak lupa pula, shalawat beserta salam kita limpahkan bersama kepada junjungan kita, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

Mungkin ada yang bertanya, kok tumben mukadimah blog ini menggunakan bahasa-bahasa yang Islami dan seperti hasil copy paste dari Google? Well, hal tersebut tidak lain tidak bukan adalah karena pada artikel ini, saya akan membahas mengenai Suntik Vaksin Meningitis, yang merupakan salah satu persyaratan yang harus dipenuhi apabila kamu akan menjalankan ibadah umrah –juga bepergian ke negara-negara tertentu.

Masha Allah!

Persyaratan Vaksin untuk Umrah
Pemerintah Kerajaan Arab Saudi memang mewajibkan vaksin meningitis sebagai syarat melakukan ibadah umrah dan haji –juga untuk para pekerja asing di sana, karena menurut WHO (World Health Organization) Arab Saudi termasuk salah satu tempat endemik bagi penyebaran virus penyakit meningitis, di mana virus meningitis ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kematian dan cacat yang cukup serius.
Meningitis merupakan radang pada membran pelindung yang menyelubungi otak dan sumsum tulang belakang, yang secara kesatuan disebut sebagai meningen.

Intinya adalah, bagi mereka yang ingin bepergian ke Saudi Arabia, baik untuk menunaikan ibadah haji, umrah, ataupun bekerja dalam jangka waktu tertentu, diminta untuk menyediakan sertifikat vaksinasi meningitis yang diambil sebelum masuk ke Saudi Arabia, tidak kurang dari sepuluh hari dan tidak lebih dari tiga tahun. Sertifikat Vaksinasi, International Certificate of Vaccination atau ICV, yang lebih dikenal di Indonesia sebagai buku kuning vaksin. Buku kuning, bukan kartu kuning seperti yang ditujukan ke Presiden Jokowi beberapa waktu lalu.

Categories: Domestic, Survival Kit

Tagged: KKP Halim, Suntik Meningitis, Vaksin

74 Comments

+Read more

20 Hal yang Bisa Dilakukan di Ambon Selama Akhir Pekan

arievrahman

Posted on February 3, 2018

Sebagai seorang pegawai kantoran, praktis saya hanya mempunyai sedikit waktu untuk liburan, kalau tidak akhir peken, hari kejepit, ya terpaksanya mengambil jatah cuti tahunan yang tidak seberapa jumlahnya itu. Intinya, saya ingin mendapatkan banyak hal dengan waktu yang terbatas tersebut. Tidak masalah apabila dikatakan sebagai checklist traveler, namanya juga pegawai kantoran.

Seperti halnya ketika saya mengunjungi Ambon, Maluku, beberapa pekan lalu, di mana saya hanya memiliki sedikit waktu di akhir pekan dan ingin mendatangi banyak tempat sekaligus; otomatis menggunakan jasa tur privat adalah sebuah pilihan yang tepat karena saya akan menghemat banyak waktu –ya walaupun dari segi ekonomi, biaya pasti akan lebih tinggi. Tidak masalah, namanya juga pegawai kantoran, bukan bule luar negeri yang ke Indonesia dengan budget tipis lalu kehabisan uang dan mengamen di sini.

Peta Wisata Ambon

Lalu, bagaimana dengan perjalanan saya di Ambon dan sekitarnya? Mam…pukah saya mendapatkan banyak hal hanya di akhir pekan? Atau apakah saya berhasil mendapatkan Bika Ambon di Ambon? Yang jelas, perjalanan saya di Ambon, diawali dengan…

1. Selfie di Puncak Love Negeri Allang

“Ayo, selfie dong di sini.” Celetuk Mbak Wiwin, pemandu perjalanan saya kala itu. “Ini namanya Puncak Love Negeri Allang.” Negeri, dalam bahasa setempat berarti desa. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih setengah jam dari Bandara Pattimura Ambon, akhirnya kami tiba di sebuah viewpoint yang menyajikan pemandangan pohon kelapa dan desa tepi pantai, dengan beberapa buah bangku dan meja kayu yang terletak pada lokasi tersebut.

Puncak Love Negeri Allang

Untuk masuk ke viewpoint yang dikelola oleh desa setempat ini, saya cukup membayar biaya retribusi atau tiket masuk seharga Rp2.000,- cukup murah, hanya seharga sebuah gorengan di Jakarta. Setelah mengabadikan beberapa foto dengan kamera, lalu saya mengambil ponsel dan sambil malu-malu, saya melakukan selfie.

Klik.

Categories: Domestic, GMT +9, Maluku

Tagged: Ambon, Bandara Pattimura, Maluku

46 Comments

+Read more

Bandara Pattimura Ambon

Tentang Menghabiskan Waktu di Bandara Pattimura Ambon

arievrahman

Posted on January 30, 2018

Matahari masih malu-malu naik ketika saya turun dari langit pagi itu. Waktu sudah menunjukkan hampir pukul tujuh, namun langit masih gulita dengan gumpalan awan kelabu yang bergumul beriringan. Hari Sabtu pagi, dan saya tiba lebih cepat dari perkiraan waktu kedatangan. Sambil menenteng tas selempang, saya berjalan keluar dari pesawat dan mendapati sambutan yang diberikan oleh bandar udara setempat.

“SELAMAT DATANG DI BANDAR UDARA INTERNASIONAL PATTIMURA – AMBON” tersemat pada sebuah tembok  hitam dengan terjemahan bahasa Inggris –bagi yang tidak menguasai bahasa Indonesia– di bawahnya. “Welcome to Pattimura International Airport Ambon.”. Sebuah logo kecil milik PT Angkasa Pura I (Persero) sebagai pengelola bandara di wilayah Tengah dan Timur Indonesia juga menghiasi sudut tembok hitam tersebut, sementara di baliknya menyembul tiga buah atap berbentuk segitiga yang mempercantik bandara dengan luas lahan 195 hektar tersebut.

Akhirnya, setelah menempuh lima jam penerbangan, termasuk transit sejenak di Makassar, saya berhasil menginjakkan kaki di Ambon, yang merupakan ibukota dari Maluku, provinsi ke-24 (dari 34) yang berhasil saya kunjungi di Indonesia. Tanpa sempat bernyanyi lagu Syukur ciptaan H. Mutahar, saya berfoto di depan tembok selamat datang bandara yang dahulu didirikan oleh Pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1939 itu.

Mama, beta su sampai di Ambon, Mama!

Bandara Pattimura Ambon

Saya melirik kembali jam tangan yang telah disesuaikan dengan waktu lokal, dan menyadari bahwa saya masih memiliki cukup banyak waktu di bandara yang mampu menangani lebih dari satu juta penumpang selama satu tahun ini, karena mobil jemputan yang dipesan untuk weekend tour di Ambon baru akan menjemput pukul sembilan.

Categories: Domestic, GMT +9, Maluku

Tagged: Ambon, Angkasa Pura I, Bandara Pattimura

33 Comments

+Read more

Atletico Santiago Bernabeu

Hal-hal yang Biasa Ditanyakan ke Travel Blogger (2)

arievrahman

Posted on January 9, 2018

Selamat tahun baru 2018! Apa kabar resolusi 2017 yang sudah direncanakan dari 2016? Well, sama seperti resolusi 2017 kamu yang tidak tercapai dan otomatis akan menjadi resolusi baru (tapi lama) tahun ini, maka saya akan memulai tahun baru ini dengan melanjutkan artikel yang belum selesai ditulis pada tahun lalu, yaitu menjawab hal-hal yang biasa kalian tanyakan ke travel blogger, yaitu, ehem, saya.

Sekadar intermezzo, basa-basi, terutama bagi kamu yang baru membaca blog ini, mungkin setelah mencari informasi tentang visa, akibat membaca artikel tentang museum seks yang menjadi Hot Thread di Kaskus, sekadar iseng, atau mungkin penasaran dengan saya (Masya Allah!), ini adalah tahun keenam saya menjadi travel blogger –pekerjaan yang menduduki peringkat tiga dalam Daftar Pekerjaan Terlama yang Pernah/Sedang Saya Lakukan.

Catatan: Yang menduduki peringkat pertama adalah pekerjaan menjadi anak mama, dan yang kedua adalah menjadi pekerja kantoran (Phew! Tahun ini, saya sudah sepuluh tahun lebih menjadi pegawai kantoran di bidang yang sama).

Travelers of The Year 2016

Dalam kurun waktu sejak saya memulai menulis tentang perjalanan di blog, hingga mendapatkan beberapa penghargaan sebagai bentuk apresiasi terhadap karya yang saya buat, saya juga mendapatkan beberapa pertanyaan yang masuk melalui berbagai kanal, seperti melalui komentar di blog, melalui surel, melalui media sosial seperti Instagram dan Twitter, atau mungkin ditanyakan langsung ketika kebetulan berpapasan dengan saya di perjalanan.

Lalu, apa sajakah pertanyaan tersebut, mari kita jawab bersama, sembari melanjutkan artikel sebelum ini. Bismillahirohmanirohim! Semoga jawaban saya dapat memuaskan haus dan dahaga netizen terkasih. 

Categories: Survival Kit, Uncategorized

Tagged: Q&A, Travel Blogger

66 Comments

+Read more

Subak Sembung ASTRA

Mengenal Ekowisata Subak Sembung dan Peran ASTRA di Banjar Pulugambang

arievrahman

Posted on December 30, 2017

Matahari sudah cukup tinggi ketika saya tiba di Ekowisata Subak Sembung, pagi itu. Perjalanan selama tiga puluh menit dari Kuta menjadi tak terasa kala saya menjumpai segarnya hamparan hijau-kuning persawahan dengan paving block selebar dua meter yang rapi mengelilinginya, dan nyaringnya suara gemericik air yang mengaliri parit kecil pada kanan dan kiri paving block tersebut.

Sepintas, saya melihat pengunjung yang sedang berjalan-jalan santai mengelilingi paving block –sambil sesekali berlari pelan, dengan pemandangan beberapa petani yang sedang asyik menjalankan pekerjaannya tanpa perlu ditemani iPod dan Spotify. Seorang ibu penjual sayur, menyambut kedatangan kami di sana, seraya menjajakan sayur yang dipetiknya langsung dari lahan yang dikelolanya di Subak Sembung. “Silakan sayurnya.” Sapanya sembari tersenyum.

Itulah sekilas Ekowisata Subak Sembung, Banjar Pulugambang, Kelurahan Peguyangan, yang terletak di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Denpasar Utara, Kota Denpasar, Bali yang dikenal sebagai oase di tengah kota, karena menyajikan pemandangan segar nan alami di antara riuhnya Kota Denpasar.

Subak Sembung ASTRA

Dalam perjalanan ini, saya tidak sendirian, karena ditemani oleh Tony yang sama penasarannya dengan saya akan Subak Sembung, Pino yang sudah terbiasa menyetir di Bali, dan Erna yang memang asli Bali sehingga tahu mengenai lokasi dan jalanan menuju kawasan ini.

Selain itu, kami juga beruntung, bahwa kami dapat menjumpai Bapak Agung Wisnawa selaku Klian atau Pimpinan Banjar Pulugambang yang mengetahui detil Subak Sembung dan juga Ibu Dwiyani Savitri selaku perwakilan dari CSR Group Astra Bali yang telah bersinergi bersama dengan masyarakat setempat, lembaga, dan pemerintah untuk mengembangkan ekowisata ini. Senangnya lagi, mereka ikut menemani kami berjalan-jalan mengelilingi Subak Sembung.

Categories: Bali, Domestic, GMT +8

Tagged: ASTRA, Banjar Pulugambang, Peguyangan, Subak Sembung

26 Comments

+Read more

« Older entries    Newer entries »


post title here

Banners for Blog Indonesia Terbaik 2019


Travel Blogs Award 2018

Travel Blog Awards 2017 – Winners

Top Posts & Pages

  • Langkah-langkah Mengurus Visa Amerika
  • Panduan Lengkap Membuat Visa Korea Selatan
  • 9 Cara Menikmati Bandung dan Sekitarnya
  • 10 Hal yang Mungkin Kamu Ketahui tentang Korea Utara
  • Mengurus Sendiri Visa Inggris (UK)

Archives

Blog Stats

  • 5,485,448 serious hits

Donate to Backpackstory

Donate Button with Credit Cards

Enter your email address to become a serious reader and receive notifications of new posts by email.

Join 6,295 other subscribers
Follow backpackstory on WordPress.com

Recent Comments

aaa's avataraaa on Puncak 29 Rahtawu Gunung Muria…
Grass field's avatarGrass field on Langkah-langkah Mengurus Visa…
dutatrip's avatardutatrip on Ramadan di Singapura
Lombok Transport's avatarlombokwisata.toursan… on Terjebak di Museum of Sex…
lacasamaurilio1990's avatarlacasamaurilio1990 on Kejutan Demi Kejutan di G…

Twitter Updates

Tweets by arievrahman

Official Facebook Page

Official Facebook Page
  • View arievrahman’s profile on Facebook
  • View arievrahman’s profile on Twitter
  • View arievrahman’s profile on Instagram
  • View arievrahman’s profile on LinkedIn
  • View arievrahman’s profile on YouTube
  • View arievrahman’s profile on Google+
  • View arievrahman’s profile on Tumblr

Return to top

© Copyright Backpackstory 2012-2021

Website Powered by WordPress.com.

  • Subscribe Subscribed
    • backpackstory
    • Join 2,646 other subscribers
    • Already have a WordPress.com account? Log in now.
    • backpackstory
    • Subscribe Subscribed
    • Sign up
    • Log in
    • Report this content
    • View site in Reader
    • Manage subscriptions
    • Collapse this bar
 

Loading Comments...