Matahari sudah cukup tinggi ketika saya tiba di Ekowisata Subak Sembung, pagi itu. Perjalanan selama tiga puluh menit dari Kuta menjadi tak terasa kala saya menjumpai segarnya hamparan hijau-kuning persawahan dengan paving block selebar dua meter yang rapi mengelilinginya, dan nyaringnya suara gemericik air yang mengaliri parit kecil pada kanan dan kiri paving block tersebut. Sepintas, saya melihat pengunjung yang sedang berjalan-jalan santai mengelilingi paving block –sambil sesekali berlari pelan, dengan pemandangan beberapa petani yang sedang asyik menjalankan pekerjaannya tanpa perlu ditemani iPod dan Spotify. Seorang ibu penjual sayur, menyambut kedatangan kami di sana, seraya menjajakan sayur yang dipetiknya langsung dari lahan yang dikelolanya di Subak Sembung. “Silakan sayurnya.” Sapanya sembari tersenyum. Itulah sekilas Ekowisata Subak Sembung, Banjar Pulugambang, Kelurahan Peguyangan, yang terletak di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Denpasar Utara, Kota…