Matahari masih malu-malu naik ketika saya turun dari langit pagi itu. Waktu sudah menunjukkan hampir pukul tujuh, namun langit masih gulita dengan gumpalan awan kelabu yang bergumul beriringan. Hari Sabtu pagi, dan saya tiba lebih cepat dari perkiraan waktu kedatangan. Sambil menenteng tas selempang, saya berjalan keluar dari pesawat dan mendapati sambutan yang diberikan oleh bandar udara setempat. “SELAMAT DATANG DI BANDAR UDARA INTERNASIONAL PATTIMURA – AMBON” tersemat pada sebuah tembok  hitam dengan terjemahan bahasa Inggris –bagi yang tidak menguasai bahasa Indonesia– di bawahnya. “Welcome to Pattimura International Airport Ambon.”. Sebuah logo kecil milik PT Angkasa Pura I (Persero) sebagai pengelola bandara di wilayah Tengah dan Timur Indonesia juga menghiasi sudut tembok hitam tersebut, sementara di baliknya menyembul tiga buah atap berbentuk segitiga yang…