backpackstory
  • Home
  • Domestic
    • Aceh
    • Bali
    • Banten
    • DKI Jakarta
    • Jawa Barat
    • Jawa Tengah
    • Jawa Timur
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Utara
    • Kepulauan Bangka Belitung
    • Kepulauan Riau
    • Lampung
    • Maluku
    • Maluku Utara
    • Nusa Tenggara Barat
    • Nusa Tenggara Timur
    • Papua
    • Papua Barat
    • Riau
    • Sumatera Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
  • Foreign
    • Armenia
    • Australia
    • Azerbaijan
    • Belgium
    • Bhutan
    • Brunei Darussalam
    • Cambodia
    • China
    • England
    • France
    • Georgia
    • Hong Kong
    • India
    • Iran
    • Italy
    • Japan
    • Kenya
    • Laos
    • Macau
    • Malaysia
    • Myanmar
    • Nepal
    • Netherlands
    • North Korea
    • Philippines
    • Russia
    • San Marino
    • Singapore
    • Scotland
    • South Korea
    • Taiwan
    • Tanzania
    • Thailand
    • Timor Leste
    • Turkey
    • United States of America
    • Uzbekistan
    • Vietnam
  • Mamacation
  • Events
  • Miscellaneous
    • Accommodation
    • Culinary
    • Others
    • Survival Kit
    • Transportation
  • Visa
    • Visa Amerika
    • Visa Armenia
    • Visa Australia
    • Visa Azerbaijan
    • Visa Cina
    • Visa Georgia
    • Visa India
    • Visa Iran
    • Visa Jepang
    • Visa Kenya
    • Visa Korea Selatan
    • Visa Myanmar
    • Visa Nepal
    • Visa Rusia
    • Visa Schengen
    • Visa Taiwan
    • Visa Tanzania
    • Visa Timor Leste
    • Visa Turki
    • Visa UK
  • About
    • Achievements
    • Clients Portfolio
    • Country List
    • Stage Performance

A Perfect Place to Celebrate Love

arievrahman

Posted on September 14, 2013

.

[Kisah ini, merupakan sequel dari cerita ini]

Setelah kurang lebih tiga jam perjalanan terombang-ambing di lautan yang membuat badan agak pegal –karena tempat duduk di boat yang tidak mempunyai sandaran punggung– walaupun hati senang (karena bersama pacar, bukan karena invoice cair. -red), akhirnya tibalah kami di lokasi yang telah direncanakan sebagai tempat untuk merayakan cinta, yaitu Derawan.

“Ke mana kita sekarang?” Tanya Hana kepada saya.

“Kita ikuti Mas Jeme saja dulu.” Jawab saya sambil menurunkan barang dari boat, lalu mengikuti arahan Jeme –pemandu kami– untuk berkumpul di dermaga sebelum digerakkan ke penginapan.

Setelah foto-foto sejenak, kami pun mengikuti para kru yang membawa gerobak untuk mengangkut barang-barang peserta tur menuju ke penginapan. Melewati penginapan mahal yang terletak di pinggir pantai, berhenti sejenak di bawah spanduk becak motor, menembus permukiman penduduk, hingga akhirnya tiba di homestay bermaterialkan kayu yang terletak di atas laut.

DSCN8155

Hubungi Bapak… Siti?

“Hari ini acaranya bebas.” Ucap si pemandu “Nanti malam kalian akan dijemput untuk makan malam, dan melihat penyu bertelur. Jika beruntung.”

Kami (Saya dan Hana, bukan saya dan pemandu. -red) memutuskan untuk beristirahat sejenak, sebelum beranjak keluar untuk menikmati sore hari di Pulau Derawan. Rencana kami hari itu,hanya berjalan-jalan di perkampungan setempat, menyusuri pantai, melihat sunset, sebelum lanjut mengikuti acara malam hari sesuai jadwal.

DSCN8181

Hatinya PKK ❤

Hari mulai gelap saat kami menyusuri pantai sambil sesekali berpegangan tangan, tepat ketika senja mulai merekah, kami telah tiba pada anjungan di depan sebuah dive centre. Kami duduk berdekatan, dan Hana merebahkan kepalanya di pundak saya. Sambil berbicara tentang apa saja, kami menikmati matahari yang perlahan ditelan lautan Derawan.

24.828363 85.517449
Categories: Domestic, Kalimantan Timur

Tagged: Derawan, Jeme, Kakaban, Kalimantan Timur, Maratua, Mitra Derawan Travel, Sangalaki, Tarakan

35 Comments

+Read more

Mamacation: Mengunjungi Akuarium Terbesar Dunia

arievrahman

Posted on September 10, 2013

Saya masih ingat saat pertama kali saya ke Jakarta belasan tahun silam, untuk mengantarkan Papa ke bandara dalam rangka kunjungan dinas. Ketika itu, saya yang masih polos tanpa dosa, merengek ke Beliau supaya diantarkan mengunjungi Sea World, yang merupakan akuarium terbesar di Indonesia. Tumbuh dan dibesarkan oleh orang tua yang memiliki pekerjaan di bidang kelautan dan perikanan membuat saya mengagumi keindahan laut dan penghuninya, apalagi sebelumnya Papa bercerita bahwa Beliau telah mengunjungi Sea World dan sangat terkesan akan pesonanya.

“Ayo Pa, kita masuk.” Seru saya di pintu masuk Sea World, malam itu.

“Kamu aja ya yang masuk, sama Mama.” Jawabnya. “Papa kan sudah pernah, nanti Papa tunggu di luar saja sama Om kamu.”

Mama menggandeng jemari kecil saya, dan mengajak saya masuk ke dalam Sea World. Saat itu saya belum tahu bahwa alasan Papa tidak mau turut serta adalah karena harga tiket masuknya yang dianggap mahal untuk berempat, yaitu sebesar Rp. 20.000,- per orangnya. Sementara Beliau menunggu, saya menikmati keindahan bawah laut di Sea World bersama Mama, dan terperangah karena kecantikannya. Berbagai macam ikan lalu lalang di atas kami, ketika kami berdiri di atas belt otomatis yang mengantarkan kami dari ujung ke ujung terowongan bawah laut Sea World. Saya cuma bisa bengong sambil bilang wow! (Sorry no koprol scene is included here).

Malam penuh kenangan itu kami lalui dengan menuruti permintaan saya berikutnya, yaitu naik bus tingkat di Jakarta pada lantai atas dan bangku terdepan, yang membuat saya sukses masuk angin di hari berikutnya.

Saat itu saya berpikir bahwa Sea World adalah akuarium terindah di dunia, hingga …

IMGP0775

…akhirnya saya menemukan ini.

1.253522 103.825703
Categories: Foreign, Mamacation, Singapore

Tagged: Mamacation, Marine Life Park, Resorts World Sentosa, S.E.A Aquarium, Sea World, Singapore

42 Comments

+Read more

Nekad (Walau Tak Sampai Naked) di Macau

arievrahman

Posted on August 30, 2013

Berawal dari sebuah video super nekad yang saya temukan di link ini, saya jadi teringat beberapa kejadian di masa lalu, di mana saya melakukan traveling bersama empat orang kawan saya –yang dapat dibilang nekad (walau tak sampai naked)– ke Macau, pada bulan Januari tahun 2012. Di musim dingin.

Dan inilah kisah beberapa contoh ke-nekad-an kami.

Nekad Masuk ke Kasino

Udara dingin menyambut kedatangan kami di Macau, dan dari papan petunjuk temperatur yang terpasang di Macau International Airport, saya mengetahui bahwa suhu saat itu adalah 16°C. “Brrr!” Seru kami hampir bersamaan ketika melangkah keluar bandara dan bercumbuan langsung dengan udara setempat. Kami bergegas menuju shuttle bus gratis yang terletak di pintu keluar bandara, untuk menuju ke tujuan pertama kami, yaitu The Venetian Resort, Hotel and Casino.

Kasino? Ya, kasino tempat judi, bukan almarhum Kasino. Sesuatu yang diharamkan di Indonesia, namun legal di beberapa negara lain. Tempat perjudian kelas atas ini menyebar seantero Macau, hingga membuat Macau dikenal sebagai Las Vegas-nya Asia. Dan salah satu kasino paling ternama di Macau bernama The Venetian.

DSC_5944

The Venetian Resort, Hotel and Casino.

DSC_5911

Inside The Venetian Resort (mall & casino)

Hanya sekitar sepuluh menit dari bandara untuk mencapai Venetian Resort, dan kami pun nampak seperti orang desa yang baru pertama kali datang ke Jakarta ketika tiba di sini. Melongo, hingga rahang jatuh melihat kemegahan bangunannya. Di dalam bangunan ini terdapat juga pusat perbelanjaan, yang memiliki kanal buatan seperti di Venezia, Italia dengan gondola dan lampu-lampu tamannya. Menariknya, langit-langit bangunan ini dilukis biru-putih hingga nampak seperti langit siang kala cerah dengan awan putih yang beriring.

DSCN7455

Venice’s Gondola in Macau, err, wait.

Kami sedikit ketakutan ketika akan nekad memasuki kasino, dan saling dorong-dorongan tentang siapa yang masuk lebih dulu. Maklum, di Indonesia tak ada kasino, dan kata Bang Rhoma, judi itu haram hukumnya. Sempat terbesit dalam pikiran, bagaimana kalau tiba-tiba di dalam ada sweeping FPI atau adanya George Clooney dan Brad Pitt yang datang untuk merampok kasino tersebut.

22.198000 113.547300
Categories: Macau

Tagged: Macau, Macau Fisherman's Wharf, Macau Tower, Nam Pan Hotel, Nekad Traveler, Pastelaria Koi Kei, St. Paul, Telkomsel Flash, The Venetian Resort

55 Comments

+Read more

Traveling for Dummies

arievrahman

Posted on August 28, 2013

Halo semuanya!

Tak terasa sudah lebih dari setahun blog serius ini hadir di tengah-tengah penduduk Bumi. Dan karena ini adalah artikel ke-69, maka saya berusaha untuk membuatnya spesial, seperti angka tersebut. Untuk sebagian orang, angka 69 berarti sebuah posisi seks seperti yang dilantunkan dan dilakukan oleh Ariel ketika masih bersama Peter Pan dulu “Kaki di kepala, kepala di kaki.”, yaitu di atas normal. Bagi sebagian lain, 69 merupakan simbol Yin-Yang, atau dualisme keseimbangan, seperti misalnya pria dan wanita, gelap dan terang, hitam dan putih, panas dan dingin, juga saya dan Luna Maya. Sedangkan untuk kebanyakan anak SD, 69 hanya berarti angka setelah 68 dan sebelum 70.

Jika dilihat bentuknya, angka 69 adalah seperti sepasang kecebong yang berhadapan namun terbalik posisinya. Yang satu kepalanya di atas, satunya di bawah. Dan dengan mengambil filosofi bahwa kalau sudah 69 harus putar balik, maka saya akan membuat sebuah artikel tentang awal yang mendasari terjadinya traveling itu sendiri. 

Secara garis besar, ada beberapa komponen mengenai traveling yang dapat diulas di sini. Dan mari kita simak enam komponen esensial dari traveling versi penulis, only on this spot.

1. WHY TRAVEL?

DSCN2012

Kayang in Taj Mahal, India.

Mengapa traveling?

Ada beberapa alasan yang mendasari orang untuk melakukan traveling, misalnya cinta, membahagiakan orang tua, mencari bahan artikel karena pekerjaan, maupun hanya sekadar numpang kayang di Taj Mahal. Alasan-alasan inilah yang menjadi motivasi dan semangat orang untuk bepergian. Namun tak selamanya traveling ini membutuhkan alasan, ada juga yang traveling karena sindrom entahlah-tiba-tiba-pengin-traveling-gak-perlu-elu-ngurusin-gue-nyet dan sebagainya.

Namun yang perlu diingat, bukankah tidak mempunyai alasan ini sendiri juga merupakan sebuah alasan?

Categories: Budget and Itinerary, Miscellaneous, Survival Kit

Tagged: budget, flashpacker, itinerary, partner, Traveling for Dummies, traveling style

35 Comments

+Read more

Wow, ada Naga di Pati!

arievrahman

Posted on August 22, 2013

H-1 LEBARAN

Lebih kurang setengah jam setelah melewati kota Kudus –yang terkenal dengan soto, jenang, dan malamnya–, mobil kami mulai melangkah menapaki jalan raya Kabupaten Pati. Saya memelankan lajunya ketika melihat banner besar sebelum memasuki Kota Pati. Di pengumuman yang terpampang di Pabrik Kacang Dua Kelinci tersebut tertera tulisan “ada Naga DI SINI“.

“Wow, ada Naga di Pati!” Seru saya, hingga membangunkan Mama yang tertidur di samping saya.

“Naga? Mana Naga?” Dan mobil pun melaju, memasuki Kota Pati yang disambut gapura kedatangan bertuliskan “PATI BUMI MINA TANI.” yang kemudian disusul dengan papan kampanye raksasa salah seorang calon legislatif setempat, bergambarkan muka seorang pria bertampang Jawa yang dicetak seukuran Kaiju, dengan kalimat “Sopo Leh Iki?“

Sopo Leh Iki? Siapa sih ini? Saya pun tak tahu, yang saya tahu adalah saya lapar dan ingin segera mendapatkan istri dunia akhirat menyantap Nasi Gandul juga Soto Kemiri khas Pati.

HARI LEBARAN

Berbekal wejangan “Posisi menentukan prestasi.” kami bangun cukup pagi di hari nan suci itu demi mendapatkan tempat terbaik untuk menunaikan salat Idul Fitri. Sudah merupakan tradisi turun temurun, bahwa salat ied di Pati dipusatkan di Masjid Agung Pati Baitunnur, yang berhalamankan alun-alun Kota Pati. Ketika tiba di lokasi, ribuan jemaah sudah menggelar koran, karpet, dan sajadah yang mereka bawa dari rumah, dan seruan takbir berkumandang membahana di sana. Sungguh suasana yang syahdu, kami bersyukur dapat datang tepat waktu dan tidak menemukan pihak-pihak yang menyalahgunakan lokasi untuk menggelar tikar dan rantang, untuk kemudian piknik.

Kami membentangkan sajadah tepat di halaman Masjid Baitunnur, mendengarkan sambutan pejabat yang sedikit bermuatan politik, sebelum melaksanakan ibadah dengan khidmat.

IMGP0159

Salat Idul Fitri di Alun-alun Pati

Acara keluarga sehabis salat adalah mengunjungi makam keluarga untuk mendoakan mereka yang telah pergi mendahului kita, dan dilanjutkan dengan prosesi sungkeman atau bersalam-salaman dengan orang tua dan keluarga sambil meminta maaf dan mendengarkan nasihat dari yang lebih tua. Ketika giliran saya, nenek membisikkan pertanyaan “Kapan nikah?” juga nasihat supaya saya segera menikah. Mama pun sama. Sungguh like mother like daughter. Saya pun cuma bisa mengaminkan dalam hati, sambil berharap pacar saya membaca postingan ini. Di hari yang suci, kami kembali suci, seperti para siswa di Prabumulih.

0.000000 0.000000
Categories: Culinary, Domestic, Jawa Tengah

Tagged: Dua Kelinci, Jawa Tengah, lebaran, Nasi Gandul, Pati, Soto Kemiri, Waroeng Pati

26 Comments

+Read more

« Older entries    Newer entries »


post title here

Banners for Blog Indonesia Terbaik 2019


Travel Blogs Award 2018

Travel Blog Awards 2017 – Winners

Top Posts & Pages

  • Puncak 29 Rahtawu Gunung Muria: Kisah Pendakian Penuh Petilasan
  • Panduan Lengkap Membuat Visa Korea Selatan
  • Langkah-langkah Mengurus Visa Amerika
  • Kisah Drukpa Kunley dan Desa Penuh Phallus di Bhutan
  • Legenda Restoran Padang Sederhana

Archives

Blog Stats

  • 5,485,844 serious hits

Donate to Backpackstory

Donate Button with Credit Cards

Enter your email address to become a serious reader and receive notifications of new posts by email.

Join 6,295 other subscribers
Follow backpackstory on WordPress.com

Recent Comments

aaa's avataraaa on Puncak 29 Rahtawu Gunung Muria…
Grass field's avatarGrass field on Langkah-langkah Mengurus Visa…
dutatrip's avatardutatrip on Ramadan di Singapura
Lombok Transport's avatarlombokwisata.toursan… on Terjebak di Museum of Sex…
lacasamaurilio1990's avatarlacasamaurilio1990 on Kejutan Demi Kejutan di G…

Twitter Updates

Tweets by arievrahman

Official Facebook Page

Official Facebook Page
  • View arievrahman’s profile on Facebook
  • View arievrahman’s profile on Twitter
  • View arievrahman’s profile on Instagram
  • View arievrahman’s profile on LinkedIn
  • View arievrahman’s profile on YouTube
  • View arievrahman’s profile on Google+
  • View arievrahman’s profile on Tumblr

Return to top

© Copyright Backpackstory 2012-2021

Website Powered by WordPress.com.

  • Subscribe Subscribed
    • backpackstory
    • Join 2,646 other subscribers
    • Already have a WordPress.com account? Log in now.
    • backpackstory
    • Subscribe Subscribed
    • Sign up
    • Log in
    • Report this content
    • View site in Reader
    • Manage subscriptions
    • Collapse this bar
 

Loading Comments...