backpackstory
  • Home
  • Domestic
    • Aceh
    • Bali
    • Banten
    • DKI Jakarta
    • Jawa Barat
    • Jawa Tengah
    • Jawa Timur
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Utara
    • Kepulauan Bangka Belitung
    • Kepulauan Riau
    • Lampung
    • Maluku
    • Maluku Utara
    • Nusa Tenggara Barat
    • Nusa Tenggara Timur
    • Papua
    • Papua Barat
    • Riau
    • Sumatera Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
  • Foreign
    • Armenia
    • Australia
    • Azerbaijan
    • Belgium
    • Bhutan
    • Brunei Darussalam
    • Cambodia
    • China
    • England
    • France
    • Georgia
    • Hong Kong
    • India
    • Iran
    • Italy
    • Japan
    • Kenya
    • Laos
    • Macau
    • Malaysia
    • Myanmar
    • Nepal
    • Netherlands
    • North Korea
    • Philippines
    • Russia
    • San Marino
    • Singapore
    • Scotland
    • South Korea
    • Taiwan
    • Tanzania
    • Thailand
    • Timor Leste
    • Turkey
    • United States of America
    • Uzbekistan
    • Vietnam
  • Mamacation
  • Events
  • Miscellaneous
    • Accommodation
    • Culinary
    • Others
    • Survival Kit
    • Transportation
  • Visa
    • Visa Amerika
    • Visa Armenia
    • Visa Australia
    • Visa Azerbaijan
    • Visa Cina
    • Visa Georgia
    • Visa India
    • Visa Iran
    • Visa Jepang
    • Visa Kenya
    • Visa Korea Selatan
    • Visa Myanmar
    • Visa Nepal
    • Visa Rusia
    • Visa Schengen
    • Visa Taiwan
    • Visa Tanzania
    • Visa Timor Leste
    • Visa Turki
    • Visa UK
  • About
    • Achievements
    • Clients Portfolio
    • Country List
    • Stage Performance
Dolphin's Kiss

Dicumbu Lumba-lumba di Dolphin Island

arievrahman

Posted on October 3, 2013

“Do you know how to distinguish dolphins and sharks in the sea?” Tanya pria gempal berkerah biru dan bersandalkan Crocs di hadapan kami, yang disampaikan dalam bahasa Inggris a la Singaporean, Singlish.

Kami semua diam tanpa jawaban, sementara matanya yang ramah menelisik satu per satu wajah di hadapannya. Saya menunduk –yang merupakan kebiasaan dari Sekolah Dasar, bahwa jika tak mengetahui jawaban yang ditanyakan oleh sang guru, lebih baik menunduk, daripada ditanya-tanya.–, sementara yang lain bengong.

“From their fin?” Jawab seorang wanita muda di bangku sebelah.

“No, it’s hard to do in the sea. Any other answers?” Pria tersebut menepukkan kedua tangannya. “Firstly, I wanna ask you, are dolphins fish? Or mammal?”

“MAMMAAAALLLL!” Kami semua serempak menjawab. Ya, faktor usia, pengalaman, dan kematangan membuat kami mengetahui bahwa lumba-lumba bukanlah ikan, namun mamalia, sama seperti saya, kamu, juga Ikang Fawzi.

“Now, if they are mammal, do you know how mammal swims?” Pria berkulit putih itu memelankan intonasinya, supaya terdengar lebih jelas dan serius. “Mammal swims with up and down pattern, while fish…” dia berhenti sejenak “…swims with left and right pattern.” lanjutnya sambil menggerakkan tangan –kemudian pinggul– ke kanan dan ke kiri.

“And now, when you’re surfing in the sea, and you see a fin appears on the surface, don’t be scare first.” Dia menjelaskan. “See their swimming pattern first. If you see the pattern is up and down, just smile and come closer because it’s a dolphin. But..!” Suaranya berhenti mendadak “if you see the pattern is left and right, you know what will you do?”

Dia diam, kami juga diam. Dan sebelum saya sempat bernyanyi Pelangi di Matamu, pria tersebut sudah menunjukkan senyumnya yang lebar.

“YOU HAVE TO RUUUUNNN FOR YOUR LIFEEE!” Serunya sambil memeragakan gerakan lari di tempat, yang disambut gelak tawa kami. “And before we start our schedule today, let’s see this video.” 

Kemudian sebuah televisi pun menyala di hadapan kami.

IMG_6185

Dolphin Island Introduction, mind the bellies.

1.352083 103.819836
Categories: Foreign, Singapore

Tagged: Adventure Cove Waterpark, Dolphin Discovery, Dolphin Island, Marine Life Park, Resorts World Sentosa, Singapore

21 Comments

+Read more

Adventure Cove Waterpark: Mari Lebih Dekat dengan Mereka!

arievrahman

Posted on September 29, 2013

Raut tegang menghiasi wajah Pak Syamsul yang memegang pinggiran perahu karet dengan kencang, sementara di depannya ada saya yang juga tak kalah tegang kala perahu kami –yang didesain untuk digunakan maksimal dua orang– mendaki rel setinggi kurang lebih 15 meter sebelum kemudian diterjunkan bebas mengikuti alur seluncuran tersebut.

Inilah Riptide Rocket, coaster tenaga air magnetik pertama di Asia Tenggara. Di mana para pengunjung dapat menaiki perahu karet kecil ukuran dua orang yang akan mendorong mereka menuju tanjakan menentang gravitasi dan merosot mendadak hanya dalam waktu 40 detik sepanjang 225 meter.

Dan kali ini, pengunjungnya adalah saya, dan Pak Syamsul.

Setelah mencapai titik tertinggi, perahu karet mulai dilepaskan ke bawah tanpa mengikuti alur rel, hanya bermodalkan tenaga air magnetik dan gravitasi bumi. Saya tak menyangka bahwa ini akan jadi pengalaman paling seru saya sepanjang mencoba seluncuran di kolam air manapun. Perahu karet bergerak turun dengan kecepatan tinggi, masuk ke dalam terowongan gelap yang berliku. Cahaya muncul di ujung terowongan, yang ternyata adalah sebuah turunan yang diikuti tanjakan tajam yang mendorong perahu kami naik lagi. Kemudian turun lagi, masuk ke dalam terowongan gelap lagi, dan naik lagi, sebelum akhirnya turun menyusuri terowongan spiral yang seakan tanpa ujung. Adrenalin saya terpompa seirama dengan denyut jantung yang semakin kencang, dan tepat ketika saya merasa ini tak berakhir, perahu kami bergerak dengan kencang keluar dari terowongan.

BYUUURRRRR!

Perahu kami terguling, saya dan Pak Syamsul terjun bebas ke dalam air, lalu semuanya gelap.

IMGP0922

Welcome to Adventure Cove Waterpark

1.352083 103.819836
Categories: Foreign, Singapore

Tagged: Adventure Cove Waterpark, Dolphin Island, Marine Life Park, Ray Bay, Resorts World Sentosa, Shark Encounter, Singapore

9 Comments

+Read more

Serunya Jadi Astronot di Bawah Laut

arievrahman

Posted on September 26, 2013

“Helm ini beratnya 32 Kilo.” Ucap pria tersebut dalam Bahasa Inggris sambil menunjuk sebuah helm mirip helm astronot yang terletak di depannya. Sekilas penampakan helm tersebut mengingatkan saya pada Moby di video clip “We’re all made of stars” ataupun pada sosok Neil Armstrong. “Dan helm ini akan kalian pakai nanti ketika menyelam di akuarium nanti.”

Glek! Saya menelan ludah. Bagaimana mungkin saya bisa kuat menopang helm seberat 32 kilogram bersama dosa-dosa saya sekaligus. Batin saya seakan ingin meronta sambil bernyanyi “IT’S BEYOND MEEEE, I CANNOT CARRY THE WEIGHT OF A HEAVY WORLD!”.

“Tapi tenang saja, di dalam air, beratnya akan berkurang menjadi kira-kira enam kilo saja.” Jelasnya lagi.

“HAHAHA CUMA ENAM KILO, PASTI BAHU YANG TERBENTUK DARI HASIL FITNESS SAYA MAMPU MENOPANGNYA HAHAHA!” Jerit batin saya jumawa, membanggakan hasil fitness yang terakhir saya lakukan lima tahun lalu.

DSCN1687

Helm Astronot seberat 32 Kg.

Sea Trek Adventure, merupakan satu wahana baru yang baru saja dirilis oleh Resorts World Sentosa, dan masuk ke dalam ruang lingkup Marine Life Park. Nantinya peserta akan menceburkan dirinya selama kurang lebih 20 menit ke dalam akuarium terbesar dunia, tepatnya di atas puncak gunung laut di dalam habitat Open Ocean yang memiliki kapasitas 18,2 juta liter air. Di dalam akuarium tersebut, peserta akan dapat mengagumi panorama menakjubkan dari kehidupan laut yang dinamis dan menyaksikan keajaiban petualangan laut di antara kurang lebih 50,000 ikan lebih dari 80 spesies yang berbeda, termasuk pari manta, kerapu goliath, hiu macan tutul, dan masih banyak lagi.

DSCN1688

Me in wetsuit

Sesuai instruksi, dan setelah mendengarkan paparan singkat, kami mulai memakai peralatan yang disediakan –setelah sebelumnya kami membilas diri di bawah shower yang disediakan, tanpa silet di tangan, minus air mata yang berderai, juga tanpa batin yang berteriak “AKU SUDAH GAK PERAWAN, MAMAAAA!”– yang meliputi pakaian selam, sepatu boots, hingga sarung tangan.

“Sudah siap? Nanti kalian akan masuk ke akuarium dengan didampingi Ashraff sang dive master bersama partnernya, juga Matt, yang akan mengambil foto-foto kalian.” Jelas Anggi, Executive Communications dari Resorts World Sentosa.

DSCN1690

We in wetsuit

Setelah siap, kami (saya, Afif Farhan dari DetikTravel, dan Pak Syamsul Hadi dari media cetak Kompas) pun berjalan ke arah akuarium yang terbesar di dunia tersebut. Di permukaan, nampak beberapa ikan pari berenang ke sana kemari dengan wajah yang seolah memanggil kami untuk segera memasuki akuarium tersebut.

“Nah, siapa yang mau pertama masuk?” Tanya Anggi, yang dibalas Afif dan Pak Syamsul dengan sepakat “Arif aja yang duluan.”.

Glek!

1.352083 103.819836
Categories: Foreign, Singapore

Tagged: Marine Life Park, Resorts World Sentosa, S.E.A Aquarium, Sea Trek, Singapore

33 Comments

+Read more

The DestinASEAN: Menjelajah Kisah di 10 Negara

arievrahman

Posted on September 23, 2013

“Kita mau ke mana? Ini bukan ke arah Kuala Lumpur, ya?” tanya gue kepada seorang pria di samping gue. KTM (Keretapi Tanah Melayu) komuter yang kami naiki melaju dengan kencang menuju arah yang terlihat seperti pedesaan. Jantung gue mulai berdetak lebih kencang seperti genderang mau perang. Rasanya darah gue mengalir lebih cepat dari ujung kaki ke ujung kepala. Keringat dingin perlahan-lahan menetes dari ujung dahi. Oke, gue panik.

Gue. Panik.

Beribu-ribu pikiran negatif tiba-tiba berseliweran di otak gue. Puluhan what-if scenario pun terbayang. Bagaimana kalau orang ini penjahat? Bagaimana kalau gue diculik, terus dijual kepada para cukong human trafficking asal Thailand yang seram dengan kumis menjuntai seperti di film? Lalu sesampainya di Thailand, gue akan dijual kembali pada night club kelas satu kemudian dipaksa untuk menjadi sexy dancer.

***

Nukilan cerita di atas, berasal dari sebuah buku yang baru saja saya khatamkan kemarin. Buku yang terbit dari rahim Bentang Pustaka melalui B First di bulan Juli 2013 ini berjudul The DestinASEAN: Menjelajah Kisah di 10 Negara, yang mengisahkan tentang catatan perjalanan para pelancong di 10 negara ASEAN. Yang membuat buku ini seru, adalah hadirnya 10 orang penulis–termasuk pasangan suami istri Adam & Susan Poskitt, yang saya hitung satu, karena merupakan satu entitas yang terikat karena pernikahan–dengan ciri khas dan gaya penulisannya masing-masing. Berbeda dengan travel book atau travel guide pada umumnya, buku ini adalah travelogue para penulis, yang memaparkan secara seru dan gamblang mengenai peristiwa menarik yang mereka temukan selama di perjalanan.

THE DESTINASEAN_

The DestinASEAN: Menjelajah Kisah di 10 Negara

Secara umum, buku setebal 246 halaman ini terbagi menjadi empat bagian, yaitu People-Culture: Mengenal manusia, Menyelami Budaya, City: Menghirup Atmosfer Kota, History: Menguak Sejarah, Belajar dari Kekalahan, dan Nature: Menyapa Alam di mana pada tiap bagiannya berisi beberapa kisah unik dari para penulisnya.

Siapa saja mereka, dan apakah yang mereka tawarkan, saya akan membeleberkan sedikit di sini.

0.000000 0.000000
Categories: Books, Miscellaneous, Others

Tagged: B First, Bentang Pustaka, Book, The DestinASEAN, travelogue

18 Comments

+Read more

What’s Behind The Smile

arievrahman

Posted on September 17, 2013


Desingan peluru menembus udara,

malam-malam yang makin panjang, 

dan tiada henti. 

“Kita harus berpindah, ke selatan!”

Serumu, sambil menggengam tanganku.

“Ikuti mereka, biar aku menjaga kampung ini.”

Aku menggeleng, 

dan langkah-langkah tentara Burma semakin mendekat.

“Kita akan bertemu,

di perbatasan Thailand.”

Pesanmu, seraya memeluk tubuhku.

Dan itulah kata terakhir,

yang kudengar darimu.

***

Aku terbangun dengan mata yang basah, peristiwa belasan tahun lalu ternyata masih menghantuiku. Saat di mana aku kehilangan lelakiku, yang berjanji akan menemui di perbatasan, untuk kemudian menikahiku. Aku menyandarkan tubuhku ke sudut ranjang, mencoba menegakkan kepala, walaupun lumayan berat karena lilitan gelang keemasan di leher, yang tiap tahun semakin banyak jumlahnya. Ada yang bilang, gelang ini melindungiku dari harimau, ada yang bilang tumpukan gelang ini merupakan perwujudan dari naga, ada yang bilang menambah sex appeal-ku, dan ada yang bilang semakin mempercantikku. Tapi kenyataannya, gelang-gelang yang merupakan warisan turun-temurun ini justru membuat leher dan selangkaku sakit dan memar karena tak kuasa menopang beratnya.

Aku tak peduli, toh tak ada yang aku cari lagi. Cintaku telah hilang belasan tahun lalu.

Aku membasahi tubuhku dengan air dari kamar mandi yang telah disiapkan lalu mengenakan pakaian yang telah disediakan, sebelum merapikan bilik-bilik bambu yang dibangun pemerintah setempat demi kepuasan para pengunjung.

“Kamu harus tersenyum.” Pesan salah seorang pengurus tempat ini padaku, bertahun-tahun silam “Tak peduli mau siapapun yang datang, dan seaneh apapun permintaan mereka, kamu harus tetap tersenyum.”

Selain aku, di sini juga berkumpul beberapa orang wanita dari berbagai suku di sekitar Thailand Utara. Beberapa diantaranya bahkan masih belia. Kadang aku iri pada si kembar yang cantik karena usia mereka masih muda, sehingga wajar jika banyak pengunjung yang datang lebih memilih untuk berfoto bersama mereka. Aku tahu ada beberapa pengunjung yang memberikan tip kepada mereka secara sembunyi-sembunyi, dan pura-pura tak melakukan apa-apa ketika memergokiku sedang menatap ke arahnya.

0.000000 0.000000
Categories: Foreign, Thailand

Tagged: Chiang Rai, Fiction, Karen, Kayan, Long Neck, PeopleAroundUs

9 Comments

+Read more

« Older entries    Newer entries »


post title here

Banners for Blog Indonesia Terbaik 2019


Travel Blogs Award 2018

Travel Blog Awards 2017 – Winners

Top Posts & Pages

  • Puncak 29 Rahtawu Gunung Muria: Kisah Pendakian Penuh Petilasan
  • Panduan Lengkap Membuat Visa Korea Selatan
  • Langkah-langkah Mengurus Visa Amerika
  • Kisah Drukpa Kunley dan Desa Penuh Phallus di Bhutan
  • Kejutan Demi Kejutan di Georgia

Archives

Blog Stats

  • 5,485,840 serious hits

Donate to Backpackstory

Donate Button with Credit Cards

Enter your email address to become a serious reader and receive notifications of new posts by email.

Join 6,295 other subscribers
Follow backpackstory on WordPress.com

Recent Comments

aaa's avataraaa on Puncak 29 Rahtawu Gunung Muria…
Grass field's avatarGrass field on Langkah-langkah Mengurus Visa…
dutatrip's avatardutatrip on Ramadan di Singapura
Lombok Transport's avatarlombokwisata.toursan… on Terjebak di Museum of Sex…
lacasamaurilio1990's avatarlacasamaurilio1990 on Kejutan Demi Kejutan di G…

Twitter Updates

Tweets by arievrahman

Official Facebook Page

Official Facebook Page
  • View arievrahman’s profile on Facebook
  • View arievrahman’s profile on Twitter
  • View arievrahman’s profile on Instagram
  • View arievrahman’s profile on LinkedIn
  • View arievrahman’s profile on YouTube
  • View arievrahman’s profile on Google+
  • View arievrahman’s profile on Tumblr

Return to top

© Copyright Backpackstory 2012-2021

Website Powered by WordPress.com.

  • Subscribe Subscribed
    • backpackstory
    • Join 2,646 other subscribers
    • Already have a WordPress.com account? Log in now.
    • backpackstory
    • Subscribe Subscribed
    • Sign up
    • Log in
    • Report this content
    • View site in Reader
    • Manage subscriptions
    • Collapse this bar
 

Loading Comments...