backpackstory
  • Home
  • Domestic
    • Aceh
    • Bali
    • Banten
    • DKI Jakarta
    • Jawa Barat
    • Jawa Tengah
    • Jawa Timur
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Utara
    • Kepulauan Bangka Belitung
    • Kepulauan Riau
    • Lampung
    • Maluku
    • Maluku Utara
    • Nusa Tenggara Barat
    • Nusa Tenggara Timur
    • Papua
    • Papua Barat
    • Riau
    • Sumatera Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
  • Foreign
    • Armenia
    • Australia
    • Azerbaijan
    • Belgium
    • Bhutan
    • Brunei Darussalam
    • Cambodia
    • China
    • England
    • France
    • Georgia
    • Hong Kong
    • India
    • Iran
    • Italy
    • Japan
    • Kenya
    • Laos
    • Macau
    • Malaysia
    • Myanmar
    • Nepal
    • Netherlands
    • North Korea
    • Philippines
    • Russia
    • San Marino
    • Singapore
    • Scotland
    • South Korea
    • Taiwan
    • Tanzania
    • Thailand
    • Timor Leste
    • Turkey
    • United States of America
    • Uzbekistan
    • Vietnam
  • Mamacation
  • Events
  • Miscellaneous
    • Accommodation
    • Culinary
    • Others
    • Survival Kit
    • Transportation
  • Visa
    • Visa Amerika
    • Visa Armenia
    • Visa Australia
    • Visa Azerbaijan
    • Visa Cina
    • Visa Georgia
    • Visa India
    • Visa Iran
    • Visa Jepang
    • Visa Kenya
    • Visa Korea Selatan
    • Visa Myanmar
    • Visa Nepal
    • Visa Rusia
    • Visa Schengen
    • Visa Taiwan
    • Visa Tanzania
    • Visa Timor Leste
    • Visa Turki
    • Visa UK
  • About
    • Achievements
    • Clients Portfolio
    • Country List
    • Stage Performance

Hampir Putus di Melaka

arievrahman

Posted on November 28, 2015

“POKOKNYA AKU MAU TURUN!” Isabella menjauhi kursinya sambil berteriak, sementara pria di sampingnya mencoba menahan dengan memegang tangannya. “LEPASKAN ALBERTO!” Tampiknya keras sembari berusaha melepaskan pegangan tangan pria tersebut.

“TAPI ISABELLA, KITA KAN SEDANG DI ATAS PERAHU!”

Isabella terdiam, sementara perahu masih membawa mereka mengarungi Sungai Melaka, bersama juga dengan Bongky dan Wati, dua orang figuran yang ikut serta pada kisah ini.

Dengan sekuat tenaga, Isabella berhasil melepaskan pegangan tangan Alberto, dan bergerak mendekati nakhoda perahu, sebelum mengambil ancang-ancang untuk melompat keluar dari perahu yang sedang bergerak di gelapnya malam.

“JANGAAAN!”

Malacca River

Malacca River (Photo: Bongky)

[Disclaimer: Kisah ini sungguh-sungguh terjadi, walaupun nama pelaku sengaja disamarkan, serta ditambah sedikit dramatisasi kisah, walaupun penulis bukan seorang Gemini.]

Sudah setahun lebih Alberto mengenal Isabella lebih jauh, dan mengikuti anjuran kebanyakan orang yang mengatakan, “Bawalah pasanganmu ketika traveling, supaya kamu dapat mengetahui sifat aslinya.”, maka Alberto pun mengajak Isabella ikut serta dalam perjalanannya, bersama dengan Bongky dan Wati, sahabat karib Alberto.

Rute perjalanan mereka kala itu cukup simpel, cuma seputaran Asia Tenggara yang dimulai dari Singapura, kemudian Malaysia, sebelum beranjak mengunjungi Kamboja. Sebuah rangkaian perjalanan yang didukung dengan harga tiket pesawat ke Singapura yang cukup murah, yang mereka dapatkan dari sebuah situs perjalanan seperti Wego.

Pada awalnya, perjalanan ini nampak normal dan biasa-biasa saja. Mereka datang dengan pesawat paling malam dari Jakarta, menginap di dalam Bandara Changi sebelum menjelajah Singapura selama seharian. Kala itu, mereka tidak  menginap di Singapura demi alasan efisiensi waktu, namun hanya menitipkan barang-barang mereka pada sebuah hostel di kawasan Little India.

Semuanya masih berjalan baik-baik saja, hingga pada suatu perjalanan dengan MRT ke Jurong East, Bongky bertanya kepada Alberto.

“Eh, mantan gebetan kamu, si Maria Fernanda itu apa kabar? Dia di Singapura kan?”

DHEG!

Categories: Foreign, Malaysia, Singapore

Tagged: Malaysia, Melaka, Singapore, Stadthuys, Wego

103 Comments

+Read more

This Is How FootballTicketNet Ruins My Childhood Dream

arievrahman

Posted on November 19, 2015

I am an avid Newcastle United fan, I bet some of you already knew that. I have so many happy and sad stories from being a Newcastle United fan, but this one, is my saddest stories.

It was started in a sunny day of 1997, when Dad (now he had passed away) took me to one of the sport shops in Semarang. A little me –at that time I  studied in junior high school– stopped and stared at a clothes rack full of colourful fake jerseys. AC Milan, Sampdoria, Manchester United, Fiorentina, etc.

“You can pick the one that you like, son.” Dad smiled and rubbed my hair. Yay! I moved to the rack vigorously, choosing the jerseys. It was the time when I started playing football with my friends, and having the (fake) jersey, is a must.

I sorted the jerseys. AC Milan and Manchester United? Umm, no, too mainstream. Sampdoria? I don’t really like the badge, man with cigar? No. Fiorentina? Seriously, you want to play football with purple shirt? Umm, no. My next stop was a black and white shirt. At first glance, I thought it was Juventus jersey, but it was different, and none of my friends has jersey like this. I think it was cool to be different than others.

“Can I have this one, Dad?” I begged. It was Newcastle United jersey.

Newcastle 1997 Jersey

Of course it was slightly different from the image above, yes, because it was a counterfeit jersey. It didn’t have ‘adidas’ embroidery under the collar (lately, I put an ‘adidas’ iron-on sticker on it), it didn’t have the ‘Newcastle United’ print in the back, and the collar was too tight and almost killed myself when I use this jersey. It only had the Newcastle United badge (two sea horses flanked a black and white crest with castle and flag above it) –which I think it was the coolest logo until now (seriously, you put crane and devil to your football badge?)–, and the Newcastle Brown Ale logo on its chest. Thank God, that Dad didn’t know that it was an alcohol brand (My Dad is a devout moslem), so he still bought me the jersey.

Then I started to fall in love with Newcastle United because of their non mainstream jersey. Shallow? Yes. But it’s love. My first love, so you can’t blame it on me.

As a Newcastle United fan, my biggest childhood dream was visiting England to watch them play.

Categories: England, Foreign

Tagged: football, FootballTicketNet, Manchester, Newcastle United, scam

121 Comments

+Read more

Masak-Memasak a la Bali

arievrahman

Posted on November 10, 2015

Lampu remang-remang menyambut kami di ujung perjalanan malam itu. Setelah mengunjungi Desa Adat Penglipuran dengan menggunakan bus pada sore hari, kami diminta berganti kendaraan dengan menggunakan mobil kecil. “Jalan menuju tempat berikutnya sempit, jadi bus tidak dapat lewat.” Oke, semoga saja memang benar karena itu.

Dengan sedikit malas karena harus berganti kendaraan, saya terpaksa menuruti perintah sang pemandu dengan alasan keselamatan, hingga akhirnya kami tiba di sebuah rumah bergaya Bali dengan patung batu di depan gapuranya. Tak ada keterangan apa-apa di depan rumah tersebut, kecuali sebuah neon yang menyinari papan kecil bertuliskan ‘Paon Bali’.

Setelah berganti kendaraan yang dilanjutkan perjalanan menyusuri jalanan sempit, gelap, dan berkelok, kemudian tiba di sebuah rumah remang-remang, berikutnya apa lagi? Sebuah rumah pembantaian seperti pada film ‘Hostel’? Atau justru tempat berkumpulnya sekte sesat yang doyan orgy seperti pada film ‘Eyes Wide Shut’? Saya tentu saja mengharapkan pilihan yang kedua.

Namun semuanya berubah, setelah saya memasuki rumah itu.

Paon Bali

Paon Bali

Senyum ramah menyambut saya ketika memasuki gapura, mempersilakan untuk masuk ke dalam rumah tersebut. Saya tak buru-buru percaya, karena kata Mama “Jangan percaya dengan stranger“. Berikutnya, saya masuk lebih dalam, menelisik tiap sudut rumah dan mendapati dua buah meja panjang pada halaman belakang rumah.

Pada salah satu meja, terdapat beraneka jenis pisau dan berbagai benda tajam, sementara di dekatnya terletak berbagai bumbu masak seperti lengkuas, jahe, bawang merah bawang putih tanpa ibunya, dan cabai merah. Sedangkan meja satunya lagi masih kosong, hanya terisi beberapa peralatan dapur seperti piring dan gelas.

Waduh, jangan-jangan saya akan dimasak rica-rica di sini. Meja yang kosong untuk membedah tubuh saya, dan meja satunya lagi untuk membumbui saya.

Di samping meja, berdiri seorang pria gondrong dengan baju bergambar barong yang tak kalah gondrongnya. Pria itu mengenakan bandana berwarna merah dengan anting pada kuping kirinya, sementara sebuah jam hitam menempel di tangan kanannya, menemani garpu yang melingkar di tangan kirinya.

Iya, garpu makan besi dijadikan gelang oleh pria gondrong tersebut. Untung saja bukan garpu taman. Rumah remang-remang, benda-benda tajam, bumbu masak, pria gondrong misterius, lalu berikutnya apa lagi Ya Allah? Sutan Bhatoegana muncul dari balik meja?

Categories: Bali, Culinary, Domestic, GMT +8

Tagged: Bali, Chef Muto, Jelajah Gizi, lawar, Masak, sate lilit

48 Comments

+Read more

Mencicipi Kopi Luwak di Bali Pulina

arievrahman

Posted on November 4, 2015

“AGGRESIVE ANIMAL, PLEASE DON’T TOUCH!!!”

Sebuah papan pengumuman tergantung di sisi kandang besi Bali Pulina dengan jeruji yang mengelilinginya. Di dalamnya, nampak dua ekor binatang berlarian dan berloncatan ke sana ke mari. Binatang itu mirip tikus, berwarna kecokelatan, namun dengan ukuran yang lebih besar, walaupun tidak sebesar gorila betina yang sedang hamil. 

Paradoxurus hermaphroditus, adalah nama binatang tersebut, dan karena namanya yang susah maka orang-orang di Indonesia selalu menyebutnya dengan musang luwak, atau biasa disingkat dengan ‘luwak’ saja. Pada umumnya, seekor luwak dewasa berukuran panjang sekitar 50cm dengan ekor belakang yang dapat mencapai 45 cm. Sekotak penuh makanan berupa biji kopi merah-hijau berada pada salah satu sudut kandang dengan tempat minuman di sampingnya, sementara pada sudut lainnya berjejer rapi kotoran luwak tersebut.

Saya kembali memperhatikan kandang tersebut dengan seksama. Pada bagian tengah kandang, ada sebatang besar pohon berongga yang digunakan luwak untuk tempat nongkrong dan beristirahat. Luwak, dikenal sebagai binatang arboreal yaitu binatang yang hidup di pepohonan, walaupun sering juga dijumpai di atas tanah dan di kebun binatang. Selain itu, luwak juga dikenal sebagai binatang nocturnal, karena lebih sering beraktivitas di malam hari, seperti Batman.

Luwak Bali Pulina

Luwak (Paradoxurus hermaphroditus)

Untuk urusan makan, luwak dikenal sebagai binatang omnivora yang merupakan pemakan segalanya, mulai dari buah-buahan lembek seperti buah kopi, mangga, pepaya, dan rambutan hingga telur, serangga, burung, dan mamalia kecil dapat menjadi santapannya.

Lalu pertanyaanya, mengapa ada luwak di Agro Wisata Kopi Bali Pulina?

Bali Pulina

Bali Pulina

Jawabannya adalah karena luwak dapat menghasilkan kopi termahal di dunia, yang diperoleh dari hasil memilah-milah kotoran luwak, dan Bali saat ini merupakan salah satu produsen utama kopi luwak di Indonesia.

Categories: Bali, Culinary, GMT +8

Tagged: Bali, Bali Pulina, Jelajah Gizi, Kopi Luwak, Ubud

60 Comments

+Read more

Membedah Tunas Toyota Pasar Minggu

arievrahman

Posted on October 20, 2015

Saya masih ingat saat terakhir kali saya melakukan perjalanan dengan mobil bersama teman-teman. Kala itu, kami mengunjungi Sukabumi, Cianjur, dan Lembang dalam sebuah rangkaian road trip ketika long weekend. Capai, tapi menyenangkan. Beberapa bulan sebelumnya, saya turut mendampingi para pemenang kompetisi menulis yang diselenggarakan oleh Toyota, untuk bertualang di Bali dengan menggunakan Toyota Rush. Perjalanan yang seru sekaligus menyenangkan.

Bagi saya, bepergian dengan mobil adalah memang sebuah hal yang sungguh menyenangkan. Kita dapat menikmati perjalanan sambil berbagi peran penting dalam sebuah petualangan. Misal, ada yang berperan sebagai sopir dengan tugas menyetir mobil dengan baik dan memastikan penumpang tidak akan terluka karena serbuan banci di lampu merah. Kemudian pendamping sopir yang bertugas menemani sopir berkendara, sambil memutar musik Top 40, sekaligus sopir cadangan apabila diperlukan. Juga para penumpang di jok belakang yang bertugas sebagai seksi konsumsi dan menyediakan kebutuhan pangan sepanjang perjalanan, termasuk uang bensin.

Apabila ditanya, apa peran yang biasa saya ambil dalam sebuah road trip, maka jawabannya adalah sopir. Bahkan saking seringnya saya menjadi sopir, saya pernah menggantikan tugas sopir taksi yang mengantuk ketika mengantarkan saya ke rumah.

Namun, walaupun saya sering menjadi sopir, di lubuk hati yang terdalam pastilah saya ingin mempunyai mobil sendiri, yang keren, yang dapat diajak road trip bersama teman-teman.

Berdasar atas keinginan tersebut, saya datang mengunjungi Tunas Toyota Pasar Minggu, atas rekomendasi seorang teman. Untuk sekadar survei, ya syukur-syukur khilaf dan membeli 4-5 mobil di sana.

Tunas Toyota Pasar Minggu

Tunas Toyota Pasar Minggu

Halaman Depan

Sengaja, saya membawa sepeda motor ketika mengunjungi dealer mobil  yang terletak di Jalan Raya Pasar Minggu Nomor 7 ini. Alasannya ada dua. Pertama, saya ingin mengetahui apakah calon konsumen yang datang menggunakan sepeda motor diperlakukan secara layak, dan alasan kedua adalah, karena memang saya tak punya mobil.

Categories: Events, Survival Kit

Tagged: #TunasExperience, Tunas Toyota

33 Comments

+Read more

« Older entries    Newer entries »


post title here

Banners for Blog Indonesia Terbaik 2019


Travel Blogs Award 2018

Travel Blog Awards 2017 – Winners

Top Posts & Pages

  • Langkah-langkah Mengurus Visa Amerika
  • Panduan Lengkap Membuat Visa Korea Selatan
  • Mengurus Sendiri Visa Inggris (UK)
  • Ini Rasanya Naik Pesawat Business Class!
  • Puncak 29 Rahtawu Gunung Muria: Kisah Pendakian Penuh Petilasan

Archives

Blog Stats

  • 5,485,720 serious hits

Donate to Backpackstory

Donate Button with Credit Cards

Enter your email address to become a serious reader and receive notifications of new posts by email.

Join 6,295 other subscribers
Follow backpackstory on WordPress.com

Recent Comments

aaa's avataraaa on Puncak 29 Rahtawu Gunung Muria…
Grass field's avatarGrass field on Langkah-langkah Mengurus Visa…
dutatrip's avatardutatrip on Ramadan di Singapura
Lombok Transport's avatarlombokwisata.toursan… on Terjebak di Museum of Sex…
lacasamaurilio1990's avatarlacasamaurilio1990 on Kejutan Demi Kejutan di G…

Twitter Updates

Tweets by arievrahman

Official Facebook Page

Official Facebook Page
  • View arievrahman’s profile on Facebook
  • View arievrahman’s profile on Twitter
  • View arievrahman’s profile on Instagram
  • View arievrahman’s profile on LinkedIn
  • View arievrahman’s profile on YouTube
  • View arievrahman’s profile on Google+
  • View arievrahman’s profile on Tumblr

Return to top

© Copyright Backpackstory 2012-2021

Website Powered by WordPress.com.

  • Subscribe Subscribed
    • backpackstory
    • Join 2,646 other subscribers
    • Already have a WordPress.com account? Log in now.
    • backpackstory
    • Subscribe Subscribed
    • Sign up
    • Log in
    • Report this content
    • View site in Reader
    • Manage subscriptions
    • Collapse this bar
 

Loading Comments...