backpackstory
  • Home
  • Domestic
    • Aceh
    • Bali
    • Banten
    • DKI Jakarta
    • Jawa Barat
    • Jawa Tengah
    • Jawa Timur
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Utara
    • Kepulauan Bangka Belitung
    • Kepulauan Riau
    • Lampung
    • Maluku
    • Maluku Utara
    • Nusa Tenggara Barat
    • Nusa Tenggara Timur
    • Papua
    • Papua Barat
    • Riau
    • Sumatera Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
  • Foreign
    • Armenia
    • Australia
    • Azerbaijan
    • Belgium
    • Bhutan
    • Brunei Darussalam
    • Cambodia
    • China
    • England
    • France
    • Georgia
    • Hong Kong
    • India
    • Iran
    • Italy
    • Japan
    • Kenya
    • Laos
    • Macau
    • Malaysia
    • Myanmar
    • Nepal
    • Netherlands
    • North Korea
    • Philippines
    • Russia
    • San Marino
    • Singapore
    • Scotland
    • South Korea
    • Taiwan
    • Tanzania
    • Thailand
    • Timor Leste
    • Turkey
    • United States of America
    • Uzbekistan
    • Vietnam
  • Mamacation
  • Events
  • Miscellaneous
    • Accommodation
    • Culinary
    • Others
    • Survival Kit
    • Transportation
  • Visa
    • Visa Amerika
    • Visa Armenia
    • Visa Australia
    • Visa Azerbaijan
    • Visa Cina
    • Visa Georgia
    • Visa India
    • Visa Iran
    • Visa Jepang
    • Visa Kenya
    • Visa Korea Selatan
    • Visa Myanmar
    • Visa Nepal
    • Visa Rusia
    • Visa Schengen
    • Visa Taiwan
    • Visa Tanzania
    • Visa Timor Leste
    • Visa Turki
    • Visa UK
  • About
    • Achievements
    • Clients Portfolio
    • Country List
    • Stage Performance
Turkish Airlines Business Class

Ini Rasanya Naik Pesawat Business Class!

arievrahman

Posted on December 6, 2016

“Selamat malam, Mas.” Saya menyapa seorang petugas berseragam Turkish Airlines yang sedang berjaga di terminal keberangkatan 2D Bandara Internasional Soekarno Hatta, sementara selembar e-ticket yang sudah saya cetak di kantor menempel erat di tangan saya. “Kalau untuk check-in Turkish di mana ya?” Di balik petugas tersebut, nampak serombongan jamaah umroh berseragam sama layaknya anak panti asuhan, sedang mengantre untuk check-in di counter Turkish Airlines.

Berikutnya, saya memberikan e-ticket yang saya pegang kepada si petugas, “Untuk yang Business Class, Mas.”

Petugas itu memperhatikan e-ticket yang sedikit lecek tersebut, dan menatap saya sekilas dari atas ke bawah –saat itu saya mengenakan kemeja kasual dengan dilapisi jaket bomber yang saya beli sebelum Pak Jokowi punya, celana model jogger yang dibeli dengan voucher MAP hasil menang kuis (karena saya malas mengenakan sabuk yang harus dilepas-lepas ketika melewati mesin X-Ray), sepatu kets, memanggul sebuah backpack, dan menggeret koper kecil ukuran kabin– sebelum memberikan senyuman termanis yang biasa ditujukan menantu ke mertua.

“Kalau Business Class, langsung saja ke Priority Lounge, Pak.” Jelasnya. “Belok kanan, nanti letaknya ada di ujung.”

Turkish Airlines Business Class

Maklum saja, saat itu adalah pertama kalinya saya akan naik pesawat kelas bisnis untuk rute penerbangan internasional yang menempuh jarak ribuan mil, dari Jakarta ke Istanbul, menggunakan maskapai Turkish Airlines (Berikutnya akan disebut sebagai Turkish). Jadi mohon dimaafkan apabila saya agak-agak ndeso, walaupun kenyataannya memang ndeso sih.

Sebenarnya, rekor saya naik pesawat kelas bisnis sebelum ini adalah pada penerbangan Garuda Indonesia, Jakarta menuju Lampung, di mana urutan peristiwanya adalah: naik pesawat – duduk – minum jus – sampai tujuan. 

Categories: Miscellaneous, Survival Kit, Transportation, Turkey

Tagged: Business Class, Turkey, Turkish Airlines

190 Comments

+Read more

Blue Mosque, Istanbul

Langkah-langkah Mudah Membuat e-Visa Turki

arievrahman

Posted on November 28, 2016

Untuk mengunjungi Turki, ada satu keuntungan yang dimiliki oleh saya, kamu, juga Pak SBY selaku WNI (Warga Negara Indonesia), yaitu adalah kemudahan untuk mendapatkan visanya. Ya, sebagai WNI, proses pengurusan visanya dapat dilakukan dengan sangat mudah (tidak perlu datang ke kedutaan), cepat (bisa diurus dalam waktu kurang dari 48 jam sebelum keberangkatan), murah (hanya 25 US Dollar,  lebih mahal sedikit dari harga cheese tart premium Pablo), dan tidak sampai menimbulkan sakit kepala, sesak napas, hingga kanker, serangan jantung, impotensi, dan gangguan kehamilan dan janin.

Cara tersebut adalah dengan menggunakan electronic visa, atau yang biasa disingkat dengan e-Visa Turki. Walaupun sebenarnya WNI bisa mengurus VOA (Visa on Arrival), namun saya merasa, e-Visa jauh lebih nyaman, dan tidak menimbulkan rasa deg-degan apabila ternyata aplikasi VOA kita menimbulkan masalah.

Tak mau kan apabila sudah sampai Turki, kemudian dideportasi karena VOA bermasalah akibat dokumen yang kurang atau sebab lainnya? Maka dari itu, saya lebih menyarankan kamu untuk menggunakan e-Visa dibandingkan VOA.

Lalu, bagaimana cara membuat e-Visa Turki, kisanak? Gampang, yang pertama, kamu harus membuka dahulu situs resmi Republic of Turkey: Electronic Visa Application System.

e-Visa Turki

Dalam situs yang menampilkan beberapa objek wisata Turki yang menggoda sebagai latar belakang, dikatakan “In 3 Steps your e-Visa is ready!”. Ya, hanya dalam tiga tahap, maka kamu akan bisa mendapatkan e-Visa Turki. Bahkan lebih ringkas daripada tahapan menggunakan make-up a la Korea yang bisa sampai 11 tahap.

#1 Apply

Tahap pertama, adalah tahap yang sedikit lebih panjang dibandingkan yang lainnya, adalah melakukan pendaftaran melalui situs tersebut. Setelah kamu mengklik “Apply” maka kamu akan diarahkan ke halaman demi halaman yang harus kamu isi untuk mendapatkan e-Visa Turki.

Categories: Survival Kit, Turkey, Visa, Visa Turki

Tagged: e-Visa Turki, Turki, Visa

213 Comments

+Read more

Petualangan yang Tak Biasa di Bandung

arievrahman

Posted on November 23, 2016

Lalu, apa tugas saya berikutnya? Saat itu, saya masih bengong memperhatikan sebuah foto pada halaman akun Instagram @majalahpanorama, di mana wajah saya terpampang di situ bersama lima orang peserta lainnya. Sementara caption pada foto itu mengatakan “Selamat untuk kalian yang masuk ke TOP 6 #travelersoftheyear2016 dan tetap semangat untuk menjalankan tugas-tugas selanjutnya.”

Tugas-tugas selanjutnya. Setelah sebelumnya diminta menjawab berbagai pertanyaan, mengumpulkan foto-foto liburan, mengarang tulisan, mencari dukungan like di Instagram, hingga melakukan proses wawancara pada babak TOP 10 supaya dapat melaju ke babak selanjutnya, kini apa lagi?

Berenang dengan ikan hiu di Raja Ampat? Mencabut kuku singa di Taman Safari? Atau melakukan lompat batu di Nias dengan mengenakan busana muslim syariah?

Berbagai dugaan muncul di kepala saya, sebelum akhirnya pemberitahuan resmi datang dari Majalah Panorama.

“Peserta wajib melakukan perjalanan ke kota-kota yang sudah ditentukan oleh pihak panitia dengan menggunakan Nissan Navara sebagai alat transportasi selama perjalanan.”

Wah, lumayan nih, bakal jalan-jalan dengan mobil double cabin yang mendapatkan penghargaan sebagai International Pick-up Award Of The Year 2016 pada sebuah penganugerahan yang berlangsung di Lyon, Perancis.

Saya pun membayangkan akan membawa si gagah Navara menjelajah hutan-hutan Kalimantan, jalanan berbatu di Flores, ataupun untuk mudik ke Semarang melintasi Jalur Pantura yang terkenal dengan para pedangdutnya.


Arif: Bandung 14-15 Oktober 2015

Dari hasil undian dan rapat internal yang dilakukan oleh panitia, ternyata saya mendapatkan jadwal untuk melakukan perjalanan ke Bandung! Sebuah perkara yang mudah, karena saya kerap bepergian ke Bandung sedikitnya sebulan sekali, untuk berkunjung ke rumah mertua, dan berjalan-jalan ke factory outlet yang bertebaran di Bandung.

Namun, masa iya saya membawa si gagah Navara hanya untuk berkunjung ke rumah mertua sambil berkata “Keren kan mobil Arif sekarang? Dapat pinjam ini.” Atau sekadar numpang lewat di Jalan Dago atau Jalan Riau, dan memarkirnya pada halaman salah satu factory outlet yang terdapat di sana.

Nissan Navara Bandung

Karena, dengan menggunakan Navara, Bandung bukan hanya sebatas rumah mertua dan factory outlet. Saya tahu, Bandung memiliki lebih dari itu. Bandung should be surprisingly limitless.

Categories: Domestic, GMT +7, Jawa Barat

Tagged: Bandung, Cikole, Kawah Ratu, Navara

45 Comments

+Read more

Surviving America

arievrahman

Posted on November 17, 2016

In December 2015, Donald Trump, the nominee of the Republican Party for President of the United States in 2016 made a tendentious statement after US citizen Rizwan Farook and his Pakistani wife Tashfeen Malik murdered 14 people in San Bernardino on December 2, 2015. He said that he will do the “Total and complete shutdown of Muslims entering the United States.” if he were elected as president.

At that time, I thought that Trump’s nomination for President of the United States was only a joke from Republicans. Come on, how come that a real estate tycoon (that became reality show star, later) without no military and government experience, could be the next president of USA?

Furthermore, at his presidential campaign, Trump also made some controversial statements and promises, from prosecuting Hillary Clinton (his election rival), building a wall along the border between (United States of) America and Mexico, lifting coal production limit, to banning the muslims entering America.

Yes, muslims, like me, you, and the halal kebab seller in New York.

Halal Kebab Seller in New York

Halal Kebab Seller in New York

Unfortunately, Republicans were not joking, so were the Americans who voted for Trump at the election. On November 8, 2016, The Republican Party nominee, businessman Donald Trump from New York, and his running mate, Governor Mike Pence of Indiana, defeated the Democratic Party nominee, former Secretary of State and former Senator Hillary Clinton from New York, and her running mate, Senator Tim Kaine of Virginia.

With that result, Donald Trump along with his slogan “Make America Great Again” was elected to be the next President of The USA, and expected to take office as the 45th President on January 20, 2017. Yes, it was not a joke.

DONALD TRUMP WILL BE THE NEXT PRESIDENT OF USA.

So, how about his promises? Specifically, how about muslims’ chance to enter America? Does it mean that America will not be a “Liberty Country” anymore? 

Categories: Foreign, United States of America

Tagged: America, Liberty, muslims, Trump, USA

29 Comments

+Read more

Stonehenge

Saya dan Lagu Stonehenge Karya Ylvis

arievrahman

Posted on November 5, 2016

Apabila ada satu tempat di Inggris yang membuat saya penasaran, itu adalah Stonehenge, yang merupakan kumpulan batu-batu prasejarah yang secara misterius tersusun rapi di Wiltshire, 13 kilometer di utara Salisbury. Menariknya, dari hasil penelitian para arkeolog, disimpulkan bahwa batu-batu tersebut tidak berasal dari Inggris, melainkan dari Wales yang terletak ratusan kilometer jauhnya dari Stonehenge.

Pertanyaannya, oleh siapakah Stonehenge dibangun? Dan untuk apa?

Mengetahui bahwa saya pernah mengunjungi Stonehenge, salah seorang teman, Josefine, memberikan sebuah referensi lagu dari duo komedian asal Norwegia, Ylvis, yang berjudul sama, yaitu Stonehenge. Melalui sebuah tautan, saya mulai mendengarkan lagu tersebut, dan komentar saya cuma satu, “Lagunya lucu yaaa!“.

Sejak menonton video klipnya di YouTube dan mencerna kata demi kata yang dinyanyikan oleh Vegard Ylvisåker dan Bård Ylvisåker, saya merasakan sebuah kemiripan antara kami. Selain tampang, kemiripan tersebut adalah sebuah kegelisahan yang sama, yaitu tentang apakah sebenarnya Stonehenge itu? Untuk apa dibangun? Atau dalam bahasa mereka, What’s the meaning of Stonehenge?

 

Lebih jauh lagi, lirik  lagu tersebut pun secara garis besar cocok menggambarkan keadaan yang saya alami. Tentang sebuah kehidupan pria dewasa yang tentram, namun gelisah dengan adanya misteri yang masih belum terpecahkan hingga saat ini, sebuah misteri tentang Stonehenge.

Berikut adalah lirik demi lirik lagu tersebut, yang sedikit banyak terimplementasikan dalam kehidupan saya sehari-hari, juga tentang adanya sebuah perjalanan untuk memecahkan misteri Stonehenge.

Categories: England, Foreign

Tagged: England, Stonehenge, Wiltshire, Ylvis

37 Comments

+Read more

« Older entries    Newer entries »


post title here

Banners for Blog Indonesia Terbaik 2019


Travel Blogs Award 2018

Travel Blog Awards 2017 – Winners

Top Posts & Pages

  • Langkah-langkah Mengurus Visa Amerika
  • Panduan Lengkap Membuat Visa Korea Selatan
  • Mengurus Sendiri Visa Inggris (UK)
  • Ini Rasanya Naik Pesawat Business Class!
  • Puncak 29 Rahtawu Gunung Muria: Kisah Pendakian Penuh Petilasan

Archives

Blog Stats

  • 5,485,674 serious hits

Donate to Backpackstory

Donate Button with Credit Cards

Enter your email address to become a serious reader and receive notifications of new posts by email.

Join 6,295 other subscribers
Follow backpackstory on WordPress.com

Recent Comments

aaa's avataraaa on Puncak 29 Rahtawu Gunung Muria…
Grass field's avatarGrass field on Langkah-langkah Mengurus Visa…
dutatrip's avatardutatrip on Ramadan di Singapura
Lombok Transport's avatarlombokwisata.toursan… on Terjebak di Museum of Sex…
lacasamaurilio1990's avatarlacasamaurilio1990 on Kejutan Demi Kejutan di G…

Twitter Updates

Tweets by arievrahman

Official Facebook Page

Official Facebook Page
  • View arievrahman’s profile on Facebook
  • View arievrahman’s profile on Twitter
  • View arievrahman’s profile on Instagram
  • View arievrahman’s profile on LinkedIn
  • View arievrahman’s profile on YouTube
  • View arievrahman’s profile on Google+
  • View arievrahman’s profile on Tumblr

Return to top

© Copyright Backpackstory 2012-2021

Website Powered by WordPress.com.

  • Subscribe Subscribed
    • backpackstory
    • Join 2,646 other subscribers
    • Already have a WordPress.com account? Log in now.
    • backpackstory
    • Subscribe Subscribed
    • Sign up
    • Log in
    • Report this content
    • View site in Reader
    • Manage subscriptions
    • Collapse this bar
 

Loading Comments...