backpackstory
  • Home
  • Domestic
    • Aceh
    • Bali
    • Banten
    • DKI Jakarta
    • Jawa Barat
    • Jawa Tengah
    • Jawa Timur
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Utara
    • Kepulauan Bangka Belitung
    • Kepulauan Riau
    • Lampung
    • Maluku
    • Maluku Utara
    • Nusa Tenggara Barat
    • Nusa Tenggara Timur
    • Papua
    • Papua Barat
    • Riau
    • Sumatera Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
  • Foreign
    • Armenia
    • Australia
    • Azerbaijan
    • Belgium
    • Bhutan
    • Brunei Darussalam
    • Cambodia
    • China
    • England
    • France
    • Georgia
    • Hong Kong
    • India
    • Iran
    • Italy
    • Japan
    • Kenya
    • Laos
    • Macau
    • Malaysia
    • Myanmar
    • Nepal
    • Netherlands
    • North Korea
    • Philippines
    • Russia
    • San Marino
    • Singapore
    • Scotland
    • South Korea
    • Taiwan
    • Tanzania
    • Thailand
    • Timor Leste
    • Turkey
    • United States of America
    • Uzbekistan
    • Vietnam
  • Mamacation
  • Events
  • Miscellaneous
    • Accommodation
    • Culinary
    • Others
    • Survival Kit
    • Transportation
  • Visa
    • Visa Amerika
    • Visa Armenia
    • Visa Australia
    • Visa Azerbaijan
    • Visa Cina
    • Visa Georgia
    • Visa India
    • Visa Iran
    • Visa Jepang
    • Visa Kenya
    • Visa Korea Selatan
    • Visa Myanmar
    • Visa Nepal
    • Visa Rusia
    • Visa Schengen
    • Visa Taiwan
    • Visa Tanzania
    • Visa Timor Leste
    • Visa Turki
    • Visa UK
  • About
    • Achievements
    • Clients Portfolio
    • Country List
    • Stage Performance

Sedikit Timor Leste dan Lima Alasan Membawa Vivo V5 Ketika Traveling

arievrahman

Posted on January 5, 2017

Bagi seorang traveler masa kini, gadget –atau yang dalam bahasa Indonesia baku disebut dengan gawai, adalah hal yang tidak boleh ditinggalkan. Di manapun berada, kamu akan dapat menemukan para traveler masa kini sedang asyik bermain dengan gawai yang mereka punyai. Ada yang duduk di kafe sambil menikmati secangkir kopi dan Wi-Fi gratis di laptopnya, ada yang santai di pantai sambil mendengarkan musik dari portable speaker yang dibawa, ada juga yang sibuk berpose dengan kamera digital hingga mengalahkan pose model yang difotonya.

Yang menjadi candu paling dahsyat dari semua gawai tersebut, mungkin adalah smartphone, yang hampir tidak pernah lepas dari tangan mereka. Saya sering menemukan beberapa traveler yang asyik ber-selfie (dalam bahasa Indonesia disebut swafoto), merekam video pendek untuk di-upload ke Instagram Stories, menulis status di Facebook (tentang keindahan tempat yang dikunjungi, bukan tentang penistaan agama), memutar video syur hingga mendengarkan musik asyik, yang semuanya dilakukan dengan menggunakan telepon genggamnya.

Apalagi bagi saya, yang mempunyai berbagai macam kesibukan di dunia online, di mana terkoneksi dengan internet melalui telepon genggam adalah sebuah keharusan ketika traveling. Seperti halnya ketika saya mengunjungi Timor Leste, di mana saya membawa Vivo V5 (dan juga istri) sebagai pelengkap traveling saya.

Vivo V5

Begitu mendarat di Dili yang panas, saya dan Neng langsung dikerubuti warga bak selebriti, namun bedanya, mereka tidak meminta tanda tangan ataupun foto bersama, melainkan mengucapkan kalimat-kalimat seperti “Kakak, taksinya kakak.”; “Kakak, mau ke mana, kakak?” “Kakak, mari saya antar, kakak.”; “Kakak, Giordanonya kakak.”.

Wah, ternyata di Timor Leste, semuanya bisa berbahasa Indonesia! Sebuah hal yang saya aminkan, karena saya tidak perlu repot-repot untuk berkomunikasi dengan bahasa Tetun, ataupun bahasa Portugis. Saya menerawang ke sekitar, mencari-cari sign yang bertuliskan “Mr. Muhammad Arif Rahman, welcome to Timor Leste” namun tak ada, entah karena saya bukan selebriti, atau karena orang hotel lupa mengirimkan seseorang untuk menjemput kami.

Putus asa, saya celingukan mencari hal lain. Bukan, bukan Kris Dayanti, melainkan toko penjual SIM Card lokal. Namun hasilnya nihil juga. Toko SIM Card tak ada, penjemput entah ke mana. Hingga akhirnya kami duduk pasrah di sudut bandara dan berserah diri ke seorang sopir taksi yang sedari tadi giat menawarkan jasanya kepada kami. 

Categories: Foreign, Survival Kit, Timor Leste

Tagged: Timor Leste, Vivo, Vivo V5

43 Comments

+Read more

Kaleidoskop 2016 – (Seharusnya Menjadi) Tahunnya Bahagia

arievrahman

Posted on January 1, 2017

Tahun 2016 dapat dikatakan sebagai tahun yang penuh kabar duka, baik bagi Indonesia maupun bagi dunia. Mulai dari pemboman Sarinah pada awal tahun, demo yang mengakibatkan bentrok antara sopir taksi dan penyedia jasa layanan transportasi online, kasus Al Maidah ayat 51, pembunuhan duta besar Rusia di Turki, hingga meninggalnya Sutan Bhatoegana dan penyanyi legendaris George Michael yang terkenal dengan bisikannya cerobohnya.

Walaupun kental dengan kesedihan, namun 2016 juga lewat dengan membawa kabar baik dan kebahagiaan, seperti misalnya selesainya masa tahanan Antasari Azhar yang mengaku “dikriminalisasikan”, aman dan lancarnya aksi 212 di Jakarta akibat kerjasama pihak-pihak terkait, gempita pendukung Donald Trump yang bahagia karena presiden pilihannya menang, tercapainya perundingan antara Turki dan Rusia untuk bekerja sama mengakhiri perang panjang di Suriah, juga tentang saya yang akhirnya mengakhiri masa lajang pada tahun tersebut.

Dalam hal perjalanan, 2016 juga membuka awal yang baru bagi saya, karena saya telah menemukan my lifetime travel companion, Neng, yang berjanji akan menemani saya untuk jalan-jalan ke mana saja. Ya kecuali ke daerah-daerah yang terlalu panas, karena sayang dengan perawatannya.

So, ini dia rekap perjalanan saya di tahun 2016.

Januari: Mamacation Terakhir

Saya mengawali 2016 dengan menikmati malam pergantian tahun di Waisai, Raja Ampat. Sebuah malam yang dimeriahkan dengan panggung dangdut, gebyar kembang api, dan hadirnya Bapak Presiden Jokowi untuk membuka acara malam itu. Jarang-jarang kan liburan ditemani Presiden Republik Indonesia! Walaupun perjalanan menuju Puncak Wayag cukup menantang, namun bahagia saya dapat begitu tiba di puncaknya.

Ski at Badaling

Pada bulan yang sama, saya juga berkesempatan mengajak Mama untuk bermain salju –salah satu keinginannya, di China. Perjalanan bersama Mama yang kerap saya sebut dengan Mamacation tersebut, adalah perjalanan yang terakhir kami lakukan bersama.

Categories: Domestic, Foreign

Tagged: Kaleidoskop

89 Comments

+Read more

Panduan Lengkap Membuat Visa Korea Selatan

arievrahman

Posted on December 24, 2016

Selain Jepang dan India, salah satu negara Asia lain yang menjadi hot destination untuk para turis Indonesia adalah Korea Selatan (selanjutnya akan disebut sebagai Korea). Sebuah hal yang wajar, mengingat Korean Invasion ke Indonesia benar-benar nyata adanya. Mulai dari menyebarnya mobil Korea seperti KIA dan Hyundai beberapa tahun silam, dikenalnya perangkat elektronik Korea seperti LG dan Samsung, hingga kini, masuknya serbuan K-Pop, K-Drama, juga mewabahnya kosmetik asal Korea di tanah air.

Bahkan istri saya sendiri pun jadi terkena Korean Fever, yang ditandai dengan hobinya menonton film-film Korea, memakai produk kosmetik Korea, hingga memanggil suaminya sendiri dengan panggilan “Oppaaa” yang di-imut-imutkan.

Baca: Panduan Belanja Kosmetik Korea di Myeongdong

Puncaknya, tahukah kamu kalau salah seorang artis Korea, menduduki urutan kedua sebagai artis yang paling banyak dicari orang Indonesia di Google pada tahun 2016? Ya, dialah Song Joong-ki yang bersinar setelah membintangi serial drama Descendant of The Sun (saya belum menonton). Bahkan Joong-ki Komaladi ini mengalahkan Isyana Sarasvati, Awkarin, dan Gal Gadot dalam daftar itu!

song-joong-ki-yoo-si-jin

Tapi, maaf Song Joong-ki, kamu masih kalah populer dibanding artis yang berada pada urutan pertama daftar tersebut. (sumber) Namanya, Saipul Jamil, yang semakin terkenal karena kasus “HAP” di bulan Februari 2016 lalu (yang ini saya juga belum menonton). Salut untuk Saipul Jamil, karena berhasil mengalahkan Song Joong-Ki dalam daftar ini.

Singkat kata, untuk mengobati Korean Fever tersebut, saya, sebagai suami yang baik berinisiatif mengajak istri mengunjungi Korea, yang mana untuk menuju ke sana dibutuhkan sebuah dokumen penting bernama Visa. Atau tepatnya Visa Kunjungan Wisata.

Persyaratan Umum dan Persyaratan Dokumen Visa Korea Selatan

Untuk mengurus Visa Korea Selatan, sebenarnya tidak terlalu rumit dan sulit apabila dibandingkan dengan mengurus Visa Schengen, Visa UK, ataupun Visa Amerika Serikat. Hanya tinggal menyiapkan beberapa persyaratan, mengisi formulir aplikasi visa, kemudian menyerahkan dokumen tersebut serta melakukan pembayaran, maka (apabila lancar) Visa Korea pun sudah dapat kamu miliki.

Categories: Foreign, South Korea, Visa, Visa Korea Selatan

Tagged: Visa, Visa Korea

525 Comments

+Read more

Tips dan Panduan Belanja Kosmetik (Skin Care) di Myeongdong Korea Selatan

arievrahman

Posted on December 17, 2016

Sebagai suami yang baik, saya selalu berusaha semaksimal mungkin untuk membahagiakan, dan menuruti keinginan istri. Misalkan saja, ketika istri lapar, saya akan berusaha untuk segera membawanya ke Rumah Makan Padang terdekat sebagai pertolongan pertama. Ketika istri bosan di apartemen, maka saya akan mengajaknya pergi ke bioskop untuk menonton film terbaru. Ketika istri ingin pulang ke Bandung, sebisa mungkin saya akan mengantarkannya, menyetir dari Jakarta ke Bandung, pulang-pergi, tanpa “mampir” di Puncak.

Kemudian, ketika istri berkata bahwa dia mulai menyukai kosmetik dan perawatan kecantikan Korea, saya terdiam. Bingung. Bagaimana cara untuk membahagiakannya? Apa iya saya harus belajar 11 langkah perawatan wajah a la Korea kemudian kami saling mendandani satu sama lain? Atau saya harus membelikannya produk kecantikan Korea terbaru setiap kali dia tergoda?

“Kita ke Korea saja yuk, supaya kamu bisa puas belanja skin care?” Tanya saya, pada suatu hari. “Kebetulan ada long weekend ini di bulan Desember.”

Sebuah ajakan yang langsung dibalas dengan senyuman malu-malu, yang berarti mau. Malu-malu mau. Sebagai seorang suami, senyuman istri adalah segalanya, pertanda kebahagiaan. Karena bahagia istri, adalah bahagia suami juga.

Myeongdong

Apabila berbicara tentang produk perawatan kecantikan Korea, maka kita tidak akan bisa lepas dari sebuah distrik bernama Myeongdong, yang dikenal sebagai surga belanja skin care (kosmetik) di Korea Selatan. Ya, di wilayah seluas sekitar 1 km² yang menduduki peringkat sembilan sebagai “Most expensive shopping street in the world” pada tahun 2013 ini, terdapat berbagai macam pilihan belanja untuk kelas menengah atas, mulai dari busana, aksesoris, hingga kosmetik.

Berdasarkan hasil pengamatan saya selama menemani istri berbelanja, berikut saya berikan beberapa tips dan panduan untuk berbelanja kosmetik di Myeongdong, yang dikatakan mampu menampung sekitar dua juta pengunjung setiap harinya, atau seperlima dari total penduduk di Seoul.

Catatan: Saya hanya sebagai pengamat, bukan pelaku belanja. Tepatnya pengamat cewek-cewek Korea yang sedang belanja.

Categories: Foreign, South Korea, Survival Kit

Tagged: Korea, kosmetik, make up, Myeongdong, Skin Care

170 Comments

+Read more

Raja Ampat

Adakah Surga di Raja Ampat?

arievrahman

Posted on December 10, 2016

Mereka bilang, ada surga di Raja Ampat. Saya sih tak percaya, karena aneh, saya belum pernah ke surga, dan bagaimana mungkin mereka yang juga belum pernah mengunjungi surga, bisa berbicara tentang surga. Apakah mereka pernah bermimpi tentang surga? Ataukah mereka mengetahui surga dari buku-buku dan film-film? 

Atau jangan-jangan, mereka adalah pengikut Lia Eden?

Waisai, Januari 2016

Pagi itu, saya bangun lebih pagi dari biasanya, karena kami –saya dan beberapa teman, dijadwalkan akan mengunjungi Pulau Wayag, yang merupakan ikon wisata alam Raja Ampat bersama dengan Misool, Pianemo, dan Arborek.

“Perjalanan akan memakan waktu hingga empat jam perjalanan.” Jelas Rio, pemandu kami dalam perjalanan menuju Wayag, pada malam sebelumnya. “Pastikan besok bisa bangun pagi, supaya tidak kesiangan sampai sana.”

Jadilah saya pagi itu –dengan wajah kucel karena belum sempat mandi besar dan perut lapar bercampur mulas karena belum sempat ke toilet, berangkat dari penginapan dan bergegas menaiki perahu motor yang akan berangkat ke Wayag, bersama lima orang kawan, seorang pemandu, seorang awak perahu, beberapa kotak makan siang, dan dua jeriken besar bahan bakar di ujung perahu.

Jangan bayangkan perahunya adalah perahu besar yang nyaman, seperti yacht milik Dan Bilzerian dengan lusinan wanita seksi berbikini yang setia menemaninya karena uang. Perahu ini cuma perahu kayu sepanjang kurang lebih tiga meter, tanpa sofa yang empuk. You got what you pay, karena kami hanya mengambil Paket Wisata Domestik kelas ekonomi yang ditambah mahalnya harga bahan bakar di Papua saat itu, maka kami hanya mendapatkan perahu kecil ini, yang bahkan untuk duduk pun kami harus berhadap-hadapan seperti posisi duduk di angkot Bandung, tanpa sandaran punggung. Dan tanpa cewek-cewek cantik khas Bandung.

Konon, untuk menyewa perahu motor kecil menuju Wayag saat itu, dibutuhkan biaya sebesar 8-10 juta untuk sekali jalan.

Raja Ampat

Baru beberapa menit perjalanan, kantuk saya berangsur hilang karena pemandangan yang tersaji sangatlah menyegarkan. Laut yang bening, langit yang biru, dan pulau-pulau berpasir putih yang seakan memanggil saya dari kejauhan. Saat itu, saya sudah lupa lapar dan pacar, walaupun rasa mulas masih tetap ada.

“Sebentar lagi, kita berhenti di pulau kosong itu, ya!” Seru Rio, sambil menunjuk ke sebuah pulau berpasir putih di sisi kiri kami.

“Wah, ada apakah di sana, Bang?” Saya bertanya penasaran, apalagi dengan iming-iming surga yang ada di Raja Ampat, kata mereka.

“Gak ada apa-apa sih.” Sahutnya “Ya, siapa tahu kalian mau ke toilet.”

“Yeee!”

Categories: Domestic, GMT +9, Papua, Papua Barat

Tagged: HIS Travel Indonesia, Papua, Raja Ampat, Wayag

63 Comments

+Read more

« Older entries    Newer entries »


post title here

Banners for Blog Indonesia Terbaik 2019


Travel Blogs Award 2018

Travel Blog Awards 2017 – Winners

Top Posts & Pages

  • Langkah-langkah Mengurus Visa Amerika
  • Panduan Lengkap Membuat Visa Korea Selatan
  • Mengurus Sendiri Visa Inggris (UK)
  • Ini Rasanya Naik Pesawat Business Class!
  • Puncak 29 Rahtawu Gunung Muria: Kisah Pendakian Penuh Petilasan

Archives

Blog Stats

  • 5,485,662 serious hits

Donate to Backpackstory

Donate Button with Credit Cards

Enter your email address to become a serious reader and receive notifications of new posts by email.

Join 6,295 other subscribers
Follow backpackstory on WordPress.com

Recent Comments

aaa's avataraaa on Puncak 29 Rahtawu Gunung Muria…
Grass field's avatarGrass field on Langkah-langkah Mengurus Visa…
dutatrip's avatardutatrip on Ramadan di Singapura
Lombok Transport's avatarlombokwisata.toursan… on Terjebak di Museum of Sex…
lacasamaurilio1990's avatarlacasamaurilio1990 on Kejutan Demi Kejutan di G…

Twitter Updates

Tweets by arievrahman

Official Facebook Page

Official Facebook Page
  • View arievrahman’s profile on Facebook
  • View arievrahman’s profile on Twitter
  • View arievrahman’s profile on Instagram
  • View arievrahman’s profile on LinkedIn
  • View arievrahman’s profile on YouTube
  • View arievrahman’s profile on Google+
  • View arievrahman’s profile on Tumblr

Return to top

© Copyright Backpackstory 2012-2021

Website Powered by WordPress.com.

  • Subscribe Subscribed
    • backpackstory
    • Join 2,646 other subscribers
    • Already have a WordPress.com account? Log in now.
    • backpackstory
    • Subscribe Subscribed
    • Sign up
    • Log in
    • Report this content
    • View site in Reader
    • Manage subscriptions
    • Collapse this bar
 

Loading Comments...