backpackstory
  • Home
  • Domestic
    • Aceh
    • Bali
    • Banten
    • DKI Jakarta
    • Jawa Barat
    • Jawa Tengah
    • Jawa Timur
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Utara
    • Kepulauan Bangka Belitung
    • Kepulauan Riau
    • Lampung
    • Maluku
    • Maluku Utara
    • Nusa Tenggara Barat
    • Nusa Tenggara Timur
    • Papua
    • Papua Barat
    • Riau
    • Sumatera Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
  • Foreign
    • Armenia
    • Australia
    • Azerbaijan
    • Belgium
    • Bhutan
    • Brunei Darussalam
    • Cambodia
    • China
    • England
    • France
    • Georgia
    • Hong Kong
    • India
    • Iran
    • Italy
    • Japan
    • Kenya
    • Laos
    • Macau
    • Malaysia
    • Myanmar
    • Nepal
    • Netherlands
    • North Korea
    • Philippines
    • Russia
    • San Marino
    • Singapore
    • Scotland
    • South Korea
    • Taiwan
    • Tanzania
    • Thailand
    • Timor Leste
    • Turkey
    • United States of America
    • Uzbekistan
    • Vietnam
  • Mamacation
  • Events
  • Miscellaneous
    • Accommodation
    • Culinary
    • Others
    • Survival Kit
    • Transportation
  • Visa
    • Visa Amerika
    • Visa Armenia
    • Visa Australia
    • Visa Azerbaijan
    • Visa Cina
    • Visa Georgia
    • Visa India
    • Visa Iran
    • Visa Jepang
    • Visa Kenya
    • Visa Korea Selatan
    • Visa Myanmar
    • Visa Nepal
    • Visa Rusia
    • Visa Schengen
    • Visa Taiwan
    • Visa Tanzania
    • Visa Timor Leste
    • Visa Turki
    • Visa UK
  • About
    • Achievements
    • Clients Portfolio
    • Country List
    • Stage Performance
Honeymoon in Venice

Warna-warni Bulan Madu di Venezia

arievrahman

Posted on March 27, 2017

“So, this will be your room, here.” Ucap Nico, host airbnb kami di Venezia, sambil menunjukkan sebuah kamar mungil nan rapi yang terletak di lantai tiga bangunan tersebut. “If you want some magic, just open the window.” Setelah dia membuat kami, atau saya tepatnya, menggotong koper seberat dua puluh kilo naik ke laantai tiga tanpa adanya lift, eskalator, maupun ojek gendong, kini apa lagi yang dia tawarkan?

Saya yang penasaran langsung bergegas membuka jendela kamar tersebut, dan menemukan pemandangan khas Venezia dalam satu bingkai. Gondola yang melaju melalui kanal-kanal sempit, dengan rumah-rumah beratap merah bata berjejer di sampingnya. Sepertinya pilihan saya untuk berbulan madu di Venezia cukup tepat dengan hadirnya pemandangan tersebut.

“The view is fantastic.” Puji saya, yang sesaat melupakan penat di bisep kekar yang kini bertelur “…and also romantic.”

Honeymoon in Venice

“And now, I will show you some information in Venice.” Pria necis tersebut membuka peta lipat yang sudah disiapkannya, dan melingkari beberapa tempat-tempat menarik di Venezia. Mulai dari objek wisata, terminal gondola, hingga restoran-restoran lokal yang unik. “My favorite restaurant is La Zucca. They have specialization in cooking pumpkins.”

“What, pumpkins?”

“Yes, pumpkins.” Nico menjelaskan dengan menggambar sebuah lingkaran imajiner dengan tangannya. “The owner is my friend. And if you want, I can make a reservation for you, because the place is always full.”

Saya melirik Gladies, istri saya, yang saat itu sedang melirik Nico yang lebih ganteng.

Categories: Foreign, Italy

Tagged: Bulan Madu, Honeymoon, Venezia, Venice

45 Comments

+Read more

Trinity: Nekad Traveler The Movie – Pengalaman Pertama Main Film Layar Lebar

arievrahman

Posted on March 15, 2017

Semua berawal dari sebuah pesan singkat melalui WhatsApp yang saya terima di penghujung bulan Oktober 2016, dari Mbak Trinity, seorang legenda travel blogger di Indonesia, yang bertanya, “Tanggal 28 Oktober ada di mana? Bisa bolos gak?”. Kampret ini Mbak Trinity, ngobrol jarang, eh tiba-tiba ngajakin bolos. Saya membalas pesannya dengan mengatakan bahwa saya di Jakarta saja, ngantor, dan menanyakan alasan mengapa dia bertanya.

Namun jawabannya, yang ternyata adalah sebuah tawaran, merupakan hal yang mungkin tak akan datang dua kali dalam hidup saya.

"Mau ikutan syuting film TNT ga jadi cameo? Di Jakarta."

(((SYUTING))) Ya, syuting, sebuah kata terjemahan dari ‘shooting’ yang tidak ada padanannya dalam bahasa Indonesia di KBBI, yang berarti pengambilan gambar/adegan guna keperluan sebuah film. Sebuah kata yang membangkitkan gairah saya untuk membolos kantor, demi bisa setara dengan Raditya Dika dan Ernest Prakasa.

“Sebenarnya ngantor sih, Mbak, tapi kalau acaranya sore mungkin bisa, atau jam sebelum Jumatan gitu, hehe.” Balas saya sambil malu-malu mau.

Baca: Intimate Interview bersama Trinity Traveler: Hidup sebagai Travel Writer!

Berikutnya, Mbak Trinity menghubungkan saya dengan Casting Director film tersebut, Mas Hagai, yang kemudian memberikan jadwal shooting kepada saya. “Kalau pagi sampai jam makan siang bisakah?” Tanyanya.

“Sebenarnya, saya pagi mau ikutan acara lari di kantor, tapi mungkin bisa di-skip kalau ikutan ini. Haha.” Jawab saya, masih malu-malu mau. “Bagaimana, Mas?”

“Sudah main film saja.” Jawabnya, “Ada fee-nya sekian sekian.”

Main film, masuk bioskop, dan dapat uang. Masa iya rezeki ditolak, gak enak lah sama Reza Rahadian. “Nanti perannya sebagai wartawan di acara launching buku Trinity, yang sedang interview Trinity.” Jelasnya lagi. Walaupun tidak mendapat peran sebagai Hamish Daud, saya bersyukur, karena tanpa perlu ikut casting seperti Rachel Maryam, Sarah Azhari dan Femmy Permatasari, saya langsung mendapat peran di film tersebut.

“Oke, Mas. Nanti lokasi di mana ya?”

“Di Coffe Life, daerah Ragunan. Pukul tujuh pagi, persiapan ini itu.”

Trinity: The Nekad Traveler

“Kalau untuk cameo lain, kira-kira saya ada yang kenal gak ya, Mas?”

“Puan Nindya.”

“Oh, si Puan.” Siapa ya? 

Categories: Events

Tagged: Maudy Ayunda, Trinity Traveler, Trinity: The Nekad Traveler

137 Comments

+Read more

Tetap Online dan Happy dengan Vivo V5Plus di Taiwan

arievrahman

Posted on March 3, 2017

Tidak seperti biasanya, perjalanan saya dan Neng ke Taiwan kali ini sepertinya sangat kurang persiapan. Visa Taiwan untuk Neng baru jadi sekitar seminggu sebelum perjalanan, Itinerary yang detail belum sempat disiapkan; jangankan pergi ke money changer dan menukarkan Dollar, untuk packing pun kami lakukan dengan tergesa-gesa dan tanpa sempat membuat daftar apa saja yang harus kami bawa.

Padahal, seharusnya perjalanan ini adalah perjalanan yang spesial, karena dilakukan untuk merayakan ulang tahun saya, ulang tahun Neng, juga anniversary pernikahan kami yang tepat dilakukan setahun sebelumnya, namun kesibukanlah yang membuat kami menjadi kurang persiapan.

Praktis, di perjalanan yang disponsori oleh tiket murah seharga dua jutaan ini, kami hanya membawa sedikit harga diri, pakaian secukupnya, kartu ATM dan kartu kredit, juga Vivo V5Plus, handphone seksi yang sekarang dipakai Neng untuk menggantikan handphone lamanya yang rusak.

Vivo V5 Plus
Foto dengan Vivo V5 Plus

Sebagai insan media sosial sejati, wajib hukumnya untuk dapat online setiap saat, maka kami sangatlah girang tatkala mendapat Wi-Fi gratis di Taoyuan International Airport yang dapat digunakan langsung, tanpa password, tanpa perlu masuk dengan menggunakan akun Facebook atau BIGO Live.

Beberapa meter sebelum gerbang imigrasi, langkah saya terhenti oleh sekumpulan manusia yang mengantre tertib pada beberapa buah loket. Penasaran, saya mendekat maju, dan ternyata itu adalah loket penjualan SIM Card lokal yang dapat digunakan oleh turis yang datang ke Taiwan. Memang, dalam perjalanan ini kami berniat untuk menggunakan SIM Card lokal supaya dapat terus online. Namun apa daya, uang Dollar sepeser pun kami tak punya, SIM juga tak ada, STNK entah ke mana, sementara tidak ada ATM di sekitar situ.

ATM, bukan mesin ATM, karena M pada ATM sudah berarti mesin.

Categories: Survival Kit, Taiwan

Tagged: Taipei, Taiwan, Vivo, Vivo V5 Plus

30 Comments

+Read more

Perihal Mengatur Budget Ketika Traveling

arievrahman

Posted on February 27, 2017

Susah-susah gampang. Adalah jawaban yang saya berikan apabila ada yang bertanya bagaimana cara mengatur budget ketika traveling. Susah kalau memang kamu belum tahu bagaimana cara membuat budget plan dan alokasi budget-nya mau untuk apa saja, dan mudah sebenarnya apabila kamu sudah tahu cara-caranya.

Sebelum berangkat, saya biasanya sudah menyiapkan rencana perjalanan (itinerary) dan sudah menghitung estimasi  budget yang saya butuhkan untuk bepergian selama kurun waktu tertentu. Ya walaupun di kenyataan belum tentu ada teman jalannya, namun itinerary dan budget selalu sudah ada dalam bayangan.

Kebanyakan dari kita memiliki beberapa masalah dalam per-budget-an ketika traveling, seperti tidak tahu bagaimana caranya memisahkan komponen biaya dalam traveling, tidak bisa membuat budget plan, tidak dapat mengatur pengeluaran (tidak bisa menghemat) ketika traveling, hingga tidak punya budget untuk traveling.

Apabila kamu mempunyai masalah-masalah di atas, maka sama. marilah kita bahas bersama perihal budget dalam artikel ini.

Komponen Utama Budget Ketika Traveling

Selama lebih dari lima tahun bepergian, saya menemukan fakta bahwa komponen budget tersebut sebenarnya hanya terdiri dari tiga komponen utama, di mana kamu tidak akan dapat melakukan perjalanan tanpa mereka, dan komponen tambahan, yang dapat kamu tinggalkan dan hempaskan seperti mantan.

Komponen utama tersebut meliputi biaya transportasi, akomodasi, juga konsumsi. Sementara komponen tambahan yang penting bagi orang Indonesia seperti saya, kamu, dan teman-teman kantormu adalah biaya lain-lain yang biasanya digunakan untuk berbelanja dan membeli oleh-oleh.

1. Transportasi

Budget Traveling

Transportasi di sini meliputi segala macam moda transportasi yang kamu gunakan untuk mencapai tujuanmu, mulai dari biaya untuk membeli tiket pesawat, menyeberang dengan kapal feri, atau menyewa mobil untuk melakukan road trip. Dalam banyak kasus, biaya ini adalah biaya yang memakan pos paling besar, sehingga harus dipersiapkan dengan baik. 

Categories: Miscellaneous, Survival Kit

Tagged: BTPN, budget, Jenius, Jenius Apps, Jenius x-Card, Mengelola Alokasi Budget, Mengelola Keuangan

45 Comments

+Read more

Panduan Mendapatkan Visa Taiwan untuk Wisatawan Indonesia

arievrahman

Posted on February 21, 2017

Puluhan orang berbaju putih, pria dan wanita, mengantre pada sebuah loket di sudut ruangan, sementara puluhan lainnya duduk dengan wajah sedikit tegang pada beberapa baris bangku panjang yang disediakan di dalam ruangan Taipei Economic and Trade Office (TETO), yang terletak di lantai 12 Gedung Artha Graha, Jakarta. Mereka adalah calon-calon pahlawan devisa negara kita, para bakal Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang sedang mencari visa untuk bekerja di Taiwan.

Tepat di bawah loket bertuliskan ‘Visa TKI’, terlihat seorang pria yang sepertinya adalah koordinator penyalur TKI sedang membantu para calon TKI untuk meletakkan sampel sidik jarinya ke permukaan sebuah mesin. Sambil menempelkan jarinya, para calon TKI tersebut diminta untuk meneriakkan dengan lantang nama, tanggal lahir, dan pernyataan belum pernah ke Taiwan. Kurang lebih seperti ini lafalnya.

“Nama Sumiyati, asal Cilacap, tanggal lahir 25 Desember 1978, saya belum pernah ke Taiwan!”

Saya memperhatikan pemandangan tersebut dengan kagum, kagum akan kegigihan mereka untuk berjuang di luar negeri, demi menghidupi keluarga yang mungkin masih tinggal di pelosok negeri. Memang, menjadi TKI adalah salah satu jalan pintas bagi Warga Negara Indonesia untuk memperbaiki nasib, yang apabila berhasil, mereka akan mendapatkan penghasilan tetap. Berbeda dengan travel blogger, yang status penghasilannya masih Insyaallah.

Sekadar catatan, saat ini Taiwan adalah negara pengguna TKI terbanyak ketiga di dunia.
TETO Taiwan - TKI

“Mas, mau urus visa TKI?” Tanya seorang petugas keamanan kepada saya di pintu masuk TETO.

Saya menggeleng, “Bukan Mas, ini mau urus visa wisata.” Saya memberikan dokumen kelengkapan visa yang sudah saya siapkan sebelumnya, “Untuk istri saya.”

“Dicek dulu ya dokumennya.” Jawabnya, sambil memberikan pandangan yang seolah tak percaya ada seseorang berwajah alim yang ingin berwisata ke Taiwan.

Categories: Survival Kit, Taiwan, Visa, Visa Taiwan

Tagged: Taiwan, TETO, Visa, Visa Taiwan

193 Comments

+Read more

« Older entries    Newer entries »


post title here

Banners for Blog Indonesia Terbaik 2019


Travel Blogs Award 2018

Travel Blog Awards 2017 – Winners

Top Posts & Pages

  • Langkah-langkah Mengurus Visa Amerika
  • Panduan Lengkap Membuat Visa Korea Selatan
  • Mengurus Sendiri Visa Inggris (UK)
  • Ini Rasanya Naik Pesawat Business Class!
  • Puncak 29 Rahtawu Gunung Muria: Kisah Pendakian Penuh Petilasan

Archives

Blog Stats

  • 5,485,593 serious hits

Donate to Backpackstory

Donate Button with Credit Cards

Enter your email address to become a serious reader and receive notifications of new posts by email.

Join 6,295 other subscribers
Follow backpackstory on WordPress.com

Recent Comments

aaa's avataraaa on Puncak 29 Rahtawu Gunung Muria…
Grass field's avatarGrass field on Langkah-langkah Mengurus Visa…
dutatrip's avatardutatrip on Ramadan di Singapura
Lombok Transport's avatarlombokwisata.toursan… on Terjebak di Museum of Sex…
lacasamaurilio1990's avatarlacasamaurilio1990 on Kejutan Demi Kejutan di G…

Twitter Updates

Tweets by arievrahman

Official Facebook Page

Official Facebook Page
  • View arievrahman’s profile on Facebook
  • View arievrahman’s profile on Twitter
  • View arievrahman’s profile on Instagram
  • View arievrahman’s profile on LinkedIn
  • View arievrahman’s profile on YouTube
  • View arievrahman’s profile on Google+
  • View arievrahman’s profile on Tumblr

Return to top

© Copyright Backpackstory 2012-2021

Website Powered by WordPress.com.

  • Subscribe Subscribed
    • backpackstory
    • Join 2,646 other subscribers
    • Already have a WordPress.com account? Log in now.
    • backpackstory
    • Subscribe Subscribed
    • Sign up
    • Log in
    • Report this content
    • View site in Reader
    • Manage subscriptions
    • Collapse this bar
 

Loading Comments...