Membandingkan Tur Stadion Liverpool FC dan Manchester United
arievrahman
Posted on September 2, 2017
Ada berbagai alasan orang berwisata ke Inggris, ada yang penasaran dan ingin melihat Stonehenge dari dekat (lalu tetap bingung apakah sebenarnya Stonehenge itu?), ada yang ingin sungkem ke Ratu Elizabeth (dan kemungkinan besar gagal), ada yang ingin napak tilas jejak The Beatles (dengan mengunjungi museum, mengikuti tur, dan datang ke Cavern Club versi KW Super), ada yang ingin mengikuti tur hantu di York (ya, siapa tahu, kan?), dan yang paling populer tentu saja adalah berkunjung ke markas klub sepakbola favorit.
Hal yang wajar, mengingat Inggris dikenal sebagai negara tempat lahirnya sepakbola di tahun 1800-an, ketika sekelompok pria berlarian sambil bergantian menendang bola dan mencetak gol. Saat itu, “football” dilahirkan bukan karena mereka bermain bola dengan kaki, melainkan karena permainan dilakukan sambil berdiri (dan) menggunakan kaki –alih-alih dilakukan di atas punggung kuda, seperti Jon Snow.
Berikutnya, Football Association (FA) dibentuk, dan klub-klub sepakbola di Inggris bermunculan dengan cepat, bagai akun-akun media sosial provokatif buatan Saracen. Dalam sejarah sepakbola moderen, Inggris dikenal karena produktif menghasilkan beberapa klub sepakbola besar, seperti Liverpool FC dan Manchester United.
Eh maaf, maksud saya, yang satunya adalah mantan klub besar.
Dalam kunjungan pertama saya ke Inggris pada 2015 silam, saya menyempatkan diri untuk bertandang ke Anfield yang merupakan markas Liverpool FC dan juga Old Trafford yang menjadi markas Manchester United, klub sepakbola yang dikenal sebagai yang terbesar di dunia, menurut pendukungnya sendiri.
Berdasarkan kunjungan singkat –dengan hanya mengikuti paket stadium tour versi standar, saya mencoba membandingkan mengenai pengalaman spiritual yang saya dapatkan di kedua stadion tersebut. Berikut ini adalah liputannya.
Tagged: Anfield, Liverpool, Manchester United, Old Trafford, Stadium Tour
