Semuanya berawal dari sebuah kartu sakti yang bernama CIMB Niaga AirAsia BIG Card dan promosinya yang memotong basic fare sebesar 30% untuk keberangkatan awal bulan tangktober 2014 ke Bangkok, yang membuat saya seketika berpikir “Kenapa gak mamacation ke sana saja ya? Kan ibu-ibu pasti suka Bangkok dan kegiatan belanjanya.”.

Lalu Kun Fayakun. Seperti terhipnotis Uya Kuya, saya melakukan transaksi di sini, membeli dua tiket ke Bangkok untuk hari Sabtu dan Minggu, atas nama saya dan Mama, yang dibayarkan dengan CIMB Niaga AirAsia BIG Card.

Dan seminggu kemudian sampailah kami di Bangkok.

***

Salah satu tanda tiba kepagian adalah ketika jam check-in di Baiyoke Sky Hotel –yang merupakan hotel tertinggi di Thailand– belum buka. Namun, tak ada yang salah dengan tiba lebih awal, karena sembari menunggu jam check-in, kami bisa mengeksplor tempat-tempat belanja di sekitar hotel. Hey It’s Thailand, man! Let’s find something cheap to buy.

Indra Square

Kami beruntung karena memilih hotel yang terletak di daerah Pratunam, karena di sana terdapat banyak sekali toko-toko yang menjual berbagai macam pernak-pernik, seperti layaknya ITC di Indonesia. Seperti misalnya Indra Square yang terletak tepat di seberang Baiyoke Sky Hotel.

Salah satu kejadian unik di sini, adalah ketika saya memotret sebuah toko yang menjual berbagai macam suvenir untuk oleh-oleh, sementara Mama menawar. Si penjualnya –seorang wanita tua– tiba-tiba mendatangi saya dengan wajahnya yang masam sambil berseru “NO PHOTO!” dan saya pun terkesiap “YOU HAVE TO PAY 2.000 BAHT!” sebuah jumlah yang melebihi uang yang saya bawa selama dua hari tersebut.

Okay, okay, I will delete the photos!” Sergah saya, sambil menghapus dua buah foto Mama yang berpose bersama miniatur patung gajah.

YES QUICK! I SEE YOU TAKING TWO PHOTOS!” Sahutnya galak.

Next time please put the sign, so I know that I can’t take photos here.” Gerutu saya sambil berlalu, tanpa membeli apa-apa.

Berikutnya, kami mendatangi beberapa toko di sana, seperti toko perhiasan, busana, hingga toko tas kulit di mana akhirnya Mama membeli sebuah tas kulit dengan diskon 30% yang masih dipotong lagi harga persahabatan. “Aku gak punya tas yang model kayak gini.” Ya, wanita memang selalu punya alasan untuk membeli tas baru.

Chatuchak Weekend Market

Sebelum berangkat ke Thailand, saya sudah mengingatkan Mama akan adanya kemungkinan hujan. Dan benar saja, ketika kami masih berada di Indra Square, hujan turun lumayan deras. Mama sudah siap dengan payungnya, sementara saya dengan hapalan tarian India ketika hujan.

Setelah hujan reda, kami telah siap dengan pakaian santai dan dompet tebal. Karena tujuan berikutnya adalah Chatuchak Weekend Market yang terletak di  Kamphaeng Phet 2 Road dan merupakan pasar terbesar di Thailand yang hanya buka (total) setiap akhir pekan.

Ada dua ungkapan umum yang terkenal di Chatuchak, yaitu:

  1. Kamu tidak akan keluar dan masuk dari pintu yang sama, karena pasar ini terlalu luas, dan memiliki banyak pintu-pintu kecil.
  2. Kamu tidak akan keluar tanpa membeli apa-apa, karena di sini tersedia hampir semua macam barang yang kamu cari, mulai dari pakaian dalam, perabot masak, umbi-umbian, hingga kerajinan kulit buaya. Buaya air, bukan buaya darat.

Di sini, kami membeli oleh-oleh untuk sanak saudara dan teman-teman yang biasanya rewel memintanya. Termasuk juga mencicipi beberapa street food yang banyak tersedia di sini.

Beberapa tips apabila kamu ingin mengunjungi Chatuchak, adalah sediakan waktu minimal setengah hari untuk berkeliling, dan apabila tersesat dan terpisah dengan rombongan, jadikanlah clock tower yang terletak tepat di tengah pasar sebagai meeting point.

Siam Paragon

Ketika aktivitas Chatuchak mulai berhenti menjelang senja, kami berpaling ke kawasan yang baru saja menggeliat, di sekitar Siam, di mana terdapat pusat perbelanjaan kelas menengah ke atas, seperti misalnya Siam Paragon, yang terdapat tepat di bawah stasiun kereta Siam.

Beberapa merk terkenal menghiasi mal ini seperti Chanel, Prada, Bvlgari, juga Louis Vuitton yang saya masih tidak bisa membacanya dengan benar. Lu-is Vit-ton, Lu-i Vi-Tong, atau El-Vi saja?

Siam Paragon

Chanel, bisa dilihat, gak bisa dibeli. Bisa sih, tapi kesehatanmu kan lebih penting.

Karena semua ada di Jakarta, maka kami memutuskan tidak membeli barang-barang tersebut.  Oh iya, apabila kamu ingin berbelanja banyak di Bangkok dan ribet bawa bergepok-gepok uang cash, kamu cukup berbelanja dengan menggunakan CIMB Niaga AirAsia BIG Card karena satu lagi keuntungan dari kartu ini adalah apabila saldo spending dalam satu tahun telah mencapai jumlah tertentu, maka kamu akan mendapat gratis iuran tahunan untuk tahun berikutnya. Asyik kan?

Asiatique

Pukul delapan malam, yang berarti the night is still young in Bangkok. (And we’re younger, of course). Kami memutuskan untuk pergi ke salah satu lokasi belanja malam yang saya sebut night market yang paling gemerlap di Bangkok, bernama  Asiatique.

Untuk mencapai ke sana, kami menggunakan BTS ke stasiun Saphan Taksin, dan lanjut dengan menggunakan free ferry service yang langsung menyeberang ke Asiatique.

Saat ini, Asiatique memiliki sekitar 1.500 toko dan 40 restoran yang  tentunya akan semakin membingungkan orang-orang yang berbelanja ke sana, seperti saya dan Mama. Namun karena kami sudah sempat berbelanja di Chatuchak, dan harga yang ditawarkan di sana lebih murah, maka kami memutuskan hanya akan makan malam di Asiatique. Namun di sinilah tantangan sebenarnya.

Sebagai traveler syariah, Mama pun agak memilih-milih makanan. Karena beberapa restoran di sini menyediakan menu babi, maka kami pun menjadi lebih selektif dengan mencari restoran seafood berminyak babi. Perut kenyang, hati senang, kami akhirnya kembali ke hotel untuk tidur telentang.

Damnoen Saduak Floating Market

Pagi harinya, kami bangun lebih awal karena agenda hari itu adalah mengunjungi salah satu pasar apung yang melegenda di Thailand, bernama Damnoen Saduak. Sebelumnya saya telah memesan secara online paket tur untuk dua orang untuk mengunjungi Elephant Village dan Damnoen Saduak Floating Market selama setengah hari.

Pihak penyelenggara tur sebelumnya berkata bahwa akan menjemput kami di lobi hotel pada pukul 06:30, sehingga kami siap pun siap sedia pada pukul 06:29. Namun pada kenyataannya, jemputan baru datang pada pukul 07:25 (yang mengakibatkan kami masih punya waktu untuk mengintip pasar pagi dadakan yang muncul di sekitar Pratunam), itu juga setelah saya menelepon Customer Service Asia Web Direct. Lokasi yang terletak sekitar 80 Kilometer di luar Bangkok ini, ditempuh dalam waktu kurang dari dua jam.

Dan di Damnoen Saduak yang memiliki 80 kanal ini, petualangan kami dimulai.

Dimulai dari menyewa perahu yang dikemudikan oleh seorang wanita tua –ya, di sini kebanyakan pengemudi perahu adalah wanita yang sudah tak muda lagi. Mungkin yang muda lebih suka belanja.–, kami pun berkeliling pasar terapung tersebut selama kurang lebih 40 menit.

Beberapa penjual suvenir di pinggiran sungai kadang menarik perahu kami dengan kait, supaya lebih dekat ke tokonya. Tapi saya tak membeli apa-apa ketika perahu mendekati si penjual, alasannya “Maaf, kami lebih ingin mendekatkan diri pada Allah.”.

Berikutnya, para penjual makanan dalam perahu juga lalu lalang di sini yang membuat jakun saya bergerak naik turun sementara Mama saya tak berjakun. Karena tak kuasa menahan godaan, maka kami pun membeli makanan apa saja yang terlihat enak, mulai dari ketan mangga, kelapa muda, jambu bangkok, hingga seafood platter.

Setelah perjalanan berakhir, kami berpindah ke perahu mesin untuk berkeliling floating village yang masih menggunakan perahu sebagai moda transportasi umum untuk beraktivitas sehari-hari. Ugh, how I wish that they’re ninja.

MBK (Mahboonkrong) Center

Kami sengaja mengambil penerbangan malam supaya masih punya sedikit waktu untuk berkemas dan bersantai di jalan, but back again, it’s Bangkok, so why don’t we use that small time to shop again?

Jadi, kami pun memutuskan untuk menuju Mahboonkrong, atau yang biasa disebut sebagai MBK Center di kawasan Siam, yang merupakan pusat perbelanjaan langganan orang Indonesia yang berkunjung ke Bangkok. Kalau saya sih menyebutnya, ITC Cempaka Mas-nya, Thailand.

Ya, menemukan orang Indonesia yang berbelanja di sini, lebih mudah daripada menemukan orang Thailand yang berbelanja di ITC Cempaka Mas. Bahkan pelayan toko di sini, banyak yang bisa berbahasa Indonesia, seperti “Murah, murah.”.

MBK Center

Jual: Perlengkapan Kickboxing, bukan untuk KDRT.

Di sini, saya sempat bertemu Topik, salah seorang kawan asal Indonesia yang kebetulan sedang berada di Bangkok untuk kepentingan bisnis. Usai menemani Mama berbelanja, Topik kemudian mentraktir kami untuk makan di Fifth Food Avenue, Alhamdulillah.

Saya sempat bertanya ke Topik, tentang sebenarnya apa sih yang murah di Bangkok. Dan dia menjawab “Cewek.”. Yeeee! Bilangnya telat, ini sudah mau balik lagi ke Jakarta. Eh gimana gimana? Astaghfirullah.

***

Jika kamu ingin berbelanja dan hanya punya waktu di akhir pekan, maka Bangkok adalah salah satu pilihan yang tepat. Terlebih lagi dengan adanya CIMB Niaga AirAsia BIG Card yang akan membuat aktivitas liburan sambil belanjamu semakin menyenangkan. 

Ya, CIMB Niaga AirAsia BIG Card  melalui programnya #HolidayOnUs mempunyai beberapa keuntungan bagi para pejalan, yaitu diantaranya:

  1. Kamu bisa mendapatkan 3X lipat AirAsia BIG POINTS untuk setiap transaksi pembelian tiket AirAsia di www.airasia.com dan/atau Tune Hotels. Yang berarti bahwa semakin banyak BIG POINTS, semakin besar kesempatan kamu untuk me-redeem poin agar bisa  terbang gratis bersama AirAsia.
  2. Dengan kartu ini, kamu bisa mendapatkan 1 (satu) AirAsia BIG POINTS untuk setiap transaksi ritel lainnya senilai Rp6000,00.
  3. Adanya program khusus dari Air Asia bagi para pemegang kartu ini, seperti misalnya program eksklusif berupa potongan harga sebesar 30% dari harga pokok (basic fares) untuk pembelian tiket AirAsia melalui www.airasia.com yang berlangsung pada tanggal 15-28 September 2014 kemarin.
  4. Selain itu, untuk kamu yang gemar berbelanja, kartu ini juga menawarkan cicilan 0% sepanjang tahun untuk jangka waktu 3 bulan, yang berlaku untuk semua transaksi ritel dengan minimum pembelanjaan Rp500.000,00.
CIMB Niaga AirAsia BIG Card

Terima kasih CIMB Niaga AirAsia BIG Card!

Dengan CIMB Niaga AirAsia BIG Card kamu pun bisa melakukan liburan yang menyenangkan, seperti yang telah kami lakukan di Bangkok.

Terima kasih CIMB Niaga AirAsia BIG Card!

Advertisements