backpackstory
  • Home
  • Domestic
    • Aceh
    • Bali
    • Banten
    • DKI Jakarta
    • Jawa Barat
    • Jawa Tengah
    • Jawa Timur
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Utara
    • Kepulauan Bangka Belitung
    • Kepulauan Riau
    • Lampung
    • Maluku
    • Maluku Utara
    • Nusa Tenggara Barat
    • Nusa Tenggara Timur
    • Papua
    • Papua Barat
    • Riau
    • Sumatera Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
  • Foreign
    • Armenia
    • Australia
    • Azerbaijan
    • Belgium
    • Bhutan
    • Brunei Darussalam
    • Cambodia
    • China
    • England
    • France
    • Georgia
    • Hong Kong
    • India
    • Iran
    • Italy
    • Japan
    • Kenya
    • Laos
    • Macau
    • Malaysia
    • Myanmar
    • Nepal
    • Netherlands
    • North Korea
    • Philippines
    • Russia
    • San Marino
    • Singapore
    • Scotland
    • South Korea
    • Taiwan
    • Tanzania
    • Thailand
    • Timor Leste
    • Turkey
    • United States of America
    • Uzbekistan
    • Vietnam
  • Mamacation
  • Events
  • Miscellaneous
    • Accommodation
    • Culinary
    • Others
    • Survival Kit
    • Transportation
  • Visa
    • Visa Amerika
    • Visa Armenia
    • Visa Australia
    • Visa Azerbaijan
    • Visa Cina
    • Visa Georgia
    • Visa India
    • Visa Iran
    • Visa Jepang
    • Visa Kenya
    • Visa Korea Selatan
    • Visa Myanmar
    • Visa Nepal
    • Visa Rusia
    • Visa Schengen
    • Visa Taiwan
    • Visa Tanzania
    • Visa Timor Leste
    • Visa Turki
    • Visa UK
  • About
    • Achievements
    • Clients Portfolio
    • Country List
    • Stage Performance

Sudah Tahu Cara Beli Tiket Kereta di India?

arievrahman

Posted on January 10, 2013

[DISCLAIMER: BASED ON MY OWN EXPERIENCE]

Sekitar 94% warga Indonesia menjawab “Tidak Tahu” ketika saya menanyakan pertanyaan tersebut, sementara 3% mengaku tahu, karena pernah bepergian ke India, sisanya 2% malah balik bertanya “Apa itu India?” dan 1% lainnya mengaku masih single. Dan demi mengentaskan pendidikan bangsa, maka pada kesempatan kali ini saya akan menjabarkan mengenai cara pembelian tiket kereta di India.

Kereta, merupakan salah satu moda transportasi favorit di India, karena mampu mencapai berbagai kota di penjuru India, dan mempunyai harga yang relatif terjangkau untuk sebagian besar penduduknya, juga untuk para turis. Namun kembali ke pertanyaan di atas, walaupun mungkin 1,210,193,422 penduduk India (hasil sensus 2011) tahu cara membelinya, apakah para turis juga tahu?

I don’t think so, because I think about you.

Untuk membeli tiket kereta bagi penduduk di luar India, ada beberapa hal yang harus dimiliki, yaitu:

  1. Jaringan Internet
  2. Teman di India
  3. Keberuntungan
  4. Kartu Kredit
  5. Budi Pekerti yang Luhur

Berdasarkan hasil browsing dan researching saya di beberapa situs dan buku, diperoleh jawaban bahwa tiket kereta di India bisa diperoleh melalui situs Clear Trip yang memang melayani pembelian/pemesanan beberapa fasilitas liburan seperti tiket pesawat, tiket kereta api, hingga hotel di India. Menurut mereka, alasan memilih Clear Trip adalah dapat menerima pembayaran via kartu kredit yang diterbitkan bank mana saja di seluruh dunia. Namun masalahnya adalah, memangnya segampang itu membeli tiketnya?

Jawabannya, TIDAK.

Anggap saja, tiket kereta itu adalah seorang wanita yang ingin kamu nikahi, kamu adalah seorang pria yang sangat ingin mendapatkannya, dan Clear Trip adalah si mak comblang–nya. Tentunya pasti ada beberapa tahap yang harus ditempuh, bukan? bukan. 

1. Perkenalan dengan Mak Comblang

Gunakan jaringan internetmu untuk membuka situs yang akan digunakan untuk membeli tiket, yaitu Clear Trip. Dan layaknya Biro Jodoh online papan atas, kamu diharuskan untuk berkenalan dengan cara membuat akun di Clear Trip terlebih dahulu. Caranya cukup mudah, yaitu tinggal registrasi dengan memasukkan email, nama, password, dan beberapa data pendukung lainnya.

2. Memilih Jenis Wanita

Setelah berkenalan dengan comblang, kamu bisa masuk ke halaman muka Clear Trip untuk memilih kriteria wanita yang diinginkan, dari kota mana ke mana, jenis klas yang dikehendaki, jumlah yang diinginkan, juga tanggal pemakaiannya.

Okay, this sounds so wrong in so many ways.

Halaman Muka Clear Trip, pilih jenis wanita kereta yang kamu inginkan.

Halaman Muka Clear Trip, pilih jenis wanita kereta yang kamu inginkan.

Di India, ada beberapa jenis klas kereta yang dapat dipilih yaitu mulai dari Second Class (SC) yang berjubel peminatnya, Sleeper Class (SL) yang murah, Three Tier Air Conditioned Class (3A) yang sudah ber-AC, Two Tier Air Conditioned Class (2A) yang nyaman, hingga First Class Air Conditioned (1A) yang memiliki fasilitas paling bagus. Untuk detail dan foto masing-masing kelas, kamu bisa melihatnya di sini.

3. Berkenalan dengan Orang Tuanya

0.000000 0.000000
Categories: Foreign, India, Miscellaneous, Survival Kit, Transportation

Tagged: Clear Trip, India, IRCTC, Kereta Api

74 Comments

+Read more

Kaleidoskop 2012: Hal-hal yang Terjadi Ketika Kiamat Tak Jadi Terjadi

arievrahman

Posted on January 6, 2013


Some people travel to remember the past, and other to forget the past.

Some find their love, and other lose their love.

Di tahun 2012, banyak kejadian yang telah saya lewati. Susah, senang, menderita, bahagia, jatuh cinta, patah hati, jelek, gak ganteng-ganteng, semua telah terjadi, namun saya berhasil selamat sampai 2013 di tengah ancaman kiamat dari Suku Maya. Rentetan perjalanan telah saya lakukan, dengan tujuan yang berbeda-beda. Sebagian untuk mengenang masa lalu, dan sisanya mungkin untuk melupakan masa lalu. Sebagian perjalanan saya menemukan cinta, dan sisanya saya pernah kehilangan cinta. Sebagian perjalanan ke luar negeri, sebagian keluar di dalam, dan sisanya di dalam negeri. Dan inilah kaleidoskop saya:

A. Luar Negeri

Tahun 2012, saya mencatatkan rekor pribadi, karena berhasil go international dangan mengunjungi delapan negara berbeda. Beragam peristiwa seru pun telah terjadi, diantaranya adalah:

  1. Mengunjungi Macau, yang dikenal dengan Las Vegas-nya Asia.
  2. Mendaki anak tangga di Lantau Island, Hongkong untuk menjumpai Big Buddha yang tersohor.
  3. Berjalan-jalan keliling dunia dalam sehari dengan mengunjungi Windows of The World di Shenzen, China.
  4. Memaksakan diri untuk bangun pagi, setelah perjalanan yang kurang menyenangkan dari Phnom Penh ke Siem Reap, untuk melihat sunrise di Angkor Wat, Kamboja.
  5. Menaiki cable car tercuram yang pernah saya naiki bersama Mama, untuk melihat dengan jelas keindahan Pulau Langkawi, Malaysia.
  6. Menyisihkan sebagian dana untuk mengunjungi Toyama Prefecture, demi menikmati musim gugur di Jepang.
  7. Berdesak-desakan di kapal penduduk yang murah, melintasi Chao Praya River, untuk menikmati detil Wat Arun di Bangkok, Thailand.
  8. Menyaksikan konser Regina Spektor — one of my favorite female singer — secara gratis karena menang kuis di Esplanade, Singapura.
Luar

Ariev Goes International (Agnes mah lewaaaat itemnya)

B. Dalam Negeri

Tahun 2012, juga dapat disebut sebagai tahun persahabatan (catatan: harap dibedakan antara sahabat dan friendzone) bagi saya, karena di tengah perjalanan tersebut, saya menemukan teman-teman baru, yang seru dan menyenangkan. Adapun keseruan tersebut, diantaranya adalah:

  1. Menyaksikan pelepasan ribuan lampion pada malam Waisak di Candi Borobudur yang megah.
  2. Berwisata sambil menjaga kebersihan lingkungan, dengan mengikuti Operasi Semut di Kebun Raya Cibodas.
  3. Mendaki puncak Sikunir pada pagi hari buta untuk menikmati sunrise juga mengunjungi berbagai objek wisata di wilayah Dieng yang cukup mistis.
  4. Menjelajah belantara dengan berjalan kaki, untuk mengunjungi salah satu suku tertua di Indonesia, yaitu Baduy Dalam.
  5. Jalan-jalan sambil beramal, dengan mengunjungi Kawah Putih Ciwidey setelah melakukan charity di Panti Asuhan Ulul Albab, Bandung.
  6. Mengunjungi lapas Nusa Kambangan dengan menggunakan visitor card dan menemukan private beach yang sangat cantik.
  7. Melihat komodo langsung di habitatnya di Kepulauan Komodo, karena — oke, kalian boleh iri lagi — memenangkan blog competition.
  8. Menikmati pergantian tahun ke 2013 di Kepulauan Karimunjawa yang memiliki alam laut yang mempesona.
Dalam

Ariev goes single #eh

Cukup berwarna kan, tahun 2012 saya?

Di tahun 2013 ini, harapan saya tetap sama seperti tahun-tahun sebelumnya, yaitu menemukan kekasih setia lahir batin dan membangun rumah tangga bersamanya hingga ajal menjemput dapat lebih banyak menikmati keindahan dunia, dan berbagi cerita kepada kamu semuanya.

Akhir kata, segenap kru #backpackstory — yang tak lain adalah saya sendiri — mengucapkan SELAMAT TAHUN BARU 2013, MAY THE FORCE BE WITH YOU.

KOWAWA!

DSCN1596

Me, with elementary girls from Sapporo at Japanese Garden, Kinkaku Ji, Kyoto, Japan.

PS: I’m the one who wants to be with you

Categories: Miscellaneous, Others

Tagged: 2012, Kaleidoskop

31 Comments

Adakah Sebongkah Es di Flores?

arievrahman

Posted on January 2, 2013

Pesawat perintis Transnusa tiba di Bandar Udara Komodo, Labuan Bajo. Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur pada pukul sepuluh waktu Indonesia Bagian Tengah. Kebanyakan dari kami, memang baru kali ini mengunjungi Pulau Flores jadi wajar bila reaksi yang kami berikan beragam ketika pesawat kecil tersebut berhasil mendarat dengan mulus.

Penumpang 1: “Alhamdulillah, akhirnya sampai jugaaa.”

Penumpang 2: “Hoeekk, hoeeekkkk.”

Penumpang 1: “Woy, kenapa lu? Nih kantong buat muntah.”

Penumpang 2: “Maklum sob, baru kali ini naik pesawat. Anu, ada minyak kayu putih ga?”

Penumpang 1: “Nih, tangkap!”

Penumpang 3: “Zzzz… Zzzzzz…”

Pramugari: “Pak, bangun Pak. Sudah sampai di Pulau Komodo. Itu ditunggu istrinya, di bawah.”

Penumpang 3: “APA? ISTRI SAYA AFFAIR SAMA KOMODO?”

DSCN0006

Selamat datang di Labuan Bajo!

Adat tuak curu dan pengalungan selendang khas Flores menyambut kedatangan kami yang merupakan pemenang online quiz tourism campaign trip yang diselenggarakan oleh Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) melalui website resmi pariwisata Republik Indonesia www.indonesia.travel. Rombongan ini terdiri dari pemenang dalam negeri (15 orang) dan luar negeri (5 orang) ditambah perwakilan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, sejumlah media, yaitu: Kompas, Tempo, blogger Kompasiana, Trans TV, VOI (RRI), serta Miss Earth 2011 dan Miss Scuba 2011 sebagai tamu undangan. Kami semua mendapat kesempatan mengunjungi Taman Nasional Komodo yang diakui sebagai salah satu UNESCO World Heritage Site, secara GRATIS.

Please envy us!

Siang itu, rombongan langsung bertolak ke Pulau Rinca yang merupakan salah satu pulau utama –selain Pulau Komodo dan Pulau Padar– di Taman Nasional Komodo. Tujuannya jelas, untuk melihat secara langsung mahkluk yang diklaim sebagai binatang purbakala yang masih hidup di dunia ini, KOMODO.

DSCN0338

Coba tebak, ada berapa komodo di gambar ini?

Komodo sendiri, merupakan hewan raksasa mirip kadal dengan panjang sekitar 2-3 meter, dengan berat yang bisa mencapai 165 Kg, atau 100 Kg saat perut kosong. Mereka adalah predator, yang bahkan bisa memangsa jenisnya sendiri saat lapar. Namun kita tak perlu khawatir saat perjalanan ke habitat alam mereka, karena kita akan ditemani oleh para jagawana yang bertugas sebagai ranger atau pawang mereka. Saat ini, populasi komodo di dunia sangatlah sedikit, maka tak heran jika komodo masuk sebagai salah satu binatang yang harus dilindungi.

Petualangan di Pulau Rinca berlangsung selama kurang lebih dua jam, dengan trekking di habitat alami komodo. Di siang hari yang terik tersebut, para peserta harus berjalan melalui hutan, semak, dan melewati bukit yang cukup tinggi. Perjalanan tersebut berlangsung menyenangkan, selain kami dapat melihat komodo tersebut secara langsung, pemandangan yang kami lihat selama trekking sangatlah mempesona.

Categories: Accommodation, Domestic, Nusa Tenggara Timur

Tagged: Flores, Kanawa, Komodo, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Pink Beach

29 Comments

+Read more

Not So Smart Review about Smart Hotel

arievrahman

Posted on December 17, 2012

jDua teman saya memberi jawaban yang sama ketika saya menanyakan pertanyaan: “Ada rekomendasi hotel murah dan nyaman di Jakarta?”, mereka kompak menyebutkan “Smart Hotel” dalam jawaban mereka. Alasannya pun beragam “Lokasinya strategis, dekat dengan Grand Indonesia.”, “Harganya murah, cuma tiga ratus ribuan per malam, full service.”, hingga “Makanannya enak, ada Sizzler pula.”. Dan berangkat dari rasa penasaran dan ingin tahu yang membesar dan mengeras, maka suatu hari saya memutuskan menginap di sana.

Smart Hotel

Smart Hotel, Jakarta.

“Ada kamar, Mas?”

“Ada Pak, yang ga ada jodoh di sini.”

“Mas, please deh. Saya tahu saya butuh jodoh, tapi ga nista-nista banget kok!”

“Iya Pak, maaf. Ini yang ada beberapa kamar, yang paling murah harganya Rp. 455.000,-“

“Wah, ga ada yang lebih murah lagi Mas?”

“Ini weekend soalnya, jadi kamar penuh. Yang lebih mahal banyak, Pak.”

“Okelah, kamar berapa Mas?”

“Kamar 713.”

***

Kamar Tidur

Ruangan kamar yang saya tempati nampak tak begitu lega, dengan ukuran yang hanya sekitar 3×3 meter. Dua botol Aqua kemasan kaca terletak rapi di meja, beserta remote AC dan remote TV. Handuk terlipat rapi di kasur bersama dengan sepasang bantal yang kelihatannya empuk, di depan lemari pakaian yang sangat minimalis. Secara keseluruhan, kamar tersebut cukup nyaman walaupun minus sandal hotel yang sering dijadikan oleh-oleh khas penduduk Indonesia.

Setelah meletakkan beberapa barang bawaan, saya pun meninggalkan hotel karena ada beberapa keperluan.

Twin room at Smart Hotel

Not so spacious room

Kamar Mandi

Saya tiba kembali di hotel pukul dua pagi hari berikutnya, dan mendapati kamar yang masih perawan. Kasur yang empuk seakan memanggil saya untuk segera menyetubuhinya. “Sini, Om!” Ucapnya, sambil menurunkan selimut sehingga memperlihatkan sedikit tubuhnya yang molek. Tapi iman saya yang kuat mengatakan, bahwa saya kotor. Dan saya harus mandi terlebih dahulu.

Saya membuka pintu kamar mandi, menatap tubuh indah saya di cermin, lalu mulai menggosok gigi di washtafel. Air keran saya nyalakan sembari saya memasukkan sesuatu yang berbulu ke dalam mulut, namanya sikat gigi. Setelah mulut berbusa, saya mematikan keran dan ASTAGA! Air menggenang di washtafel, padahal lubang pembuangan telah dibuka sebesar pintu maaf ketika lebaran. “Wah, bisa main bebek-bebekan nih.”

Categories: Accommodation, Miscellaneous

Tagged: DKI Jakarta, Hotel, Smart Hotel

29 Comments

+Read more

Surga di Birunya Belitung

arievrahman

Posted on December 8, 2012

Amri berdiri di ujung kapal, tangan kanannya terangkat ke atas sedangkan sebelah tangannya lagi memencet hidung, lalu pada hitungan ketiga dia terjun ke dalam birunya laut…

1.

2..

3…

 

Sayang semuanya

 

BYUR!

…

(Tenang, ini bukan adegan bunuh diri)

Kapal bergerak perlahan menuju pesisir, mengikuti arah tambang yang ditarik oleh Amri yang berenang menuju Pulau Pasir.

“Pulau ini tak setiap hari bisa terlihat.” Pak Asnawi bercerita “Kalian harusnya bersyukur karena saat ini air laut sedang surut.”

Saat itu saya bingung, apa istimewanya gundukan pasir yang terletak di tengah laut ini, lalu saat itulah Amri muncul dari dalam air membawa sepasang bintang laut terbesar yang pernah saya lihat.

“Di bawah pulau ini, terdapat banyak sekali bintang laut.” Pak Asnawi melanjutkan ceritanya “Dan ukurannya sangat besar.”

Amri memberikan sepasang bintang laut tersebut kepada saya, sebelum terjun kembali ke dalam air untuk mencari bintang laut yang lain. Binatang yang merupakan wujud asli dari Patrick Star (sahabat Spongebob Squarepants yang mempunyai udel bodong -red) ini berkedut-kedut di telapak tangan saya dengan manjanya.

Bintang laut terbesar (yang pernah saya lihat)

Bintang laut terbesar (yang pernah saya lihat)

…

Kapal yang kami sewa seharga Rp. 400.000,- untuk setengah hari ini kemudian bergerak ke Pulau Lengkuas yang termashyur dengan mercu suar tuanya. Pasangan Bapak – Anak, Pak Asnawi dan Amri, nampak kompak menjalankan tugasnya. Ketika Pak Asnawi memegang kemudi kapal, Amri bertugas memberi tahu arah angin dan arah ke mana kapal akan bergerak. Ketika Pak Asnawi memetik kelapa untuk kami yang kelaparan, Amri bertugas membuka kelapa itu untuk kami. Ketika Pak Asnawi ingin mencari istri lagi, Amri mendapat uang sogokan dari bapaknya.

Kapal Pak Asnawi merapat di Pulau Lengkuas

Kapal Pak Asnawi merapat di Pulau Lengkuas

0.000000 0.000000
Categories: Domestic, Kepulauan Bangka Belitung

Tagged: Belitung, Kepulauan Bangka Belitung, Laskar Pelangi, Pulau Lengkuas, Tanjung Kelayang, Tanjung Tinggi

31 Comments

+Read more

« Older entries    Newer entries »


post title here

Banners for Blog Indonesia Terbaik 2019


Travel Blogs Award 2018

Travel Blog Awards 2017 – Winners

Top Posts & Pages

  • Panduan Lengkap Membuat Visa Korea Selatan
  • Puncak 29 Rahtawu Gunung Muria: Kisah Pendakian Penuh Petilasan
  • Langkah-langkah Mengurus Visa Amerika
  • Kisah Drukpa Kunley dan Desa Penuh Phallus di Bhutan
  • Ini Rasanya Naik Pesawat Business Class!

Archives

Blog Stats

  • 5,485,868 serious hits

Donate to Backpackstory

Donate Button with Credit Cards

Enter your email address to become a serious reader and receive notifications of new posts by email.

Join 6,295 other subscribers
Follow backpackstory on WordPress.com

Recent Comments

aaa's avataraaa on Puncak 29 Rahtawu Gunung Muria…
Grass field's avatarGrass field on Langkah-langkah Mengurus Visa…
dutatrip's avatardutatrip on Ramadan di Singapura
Lombok Transport's avatarlombokwisata.toursan… on Terjebak di Museum of Sex…
lacasamaurilio1990's avatarlacasamaurilio1990 on Kejutan Demi Kejutan di G…

Twitter Updates

Tweets by arievrahman

Official Facebook Page

Official Facebook Page
  • View arievrahman’s profile on Facebook
  • View arievrahman’s profile on Twitter
  • View arievrahman’s profile on Instagram
  • View arievrahman’s profile on LinkedIn
  • View arievrahman’s profile on YouTube
  • View arievrahman’s profile on Google+
  • View arievrahman’s profile on Tumblr

Return to top

© Copyright Backpackstory 2012-2021

Website Powered by WordPress.com.

  • Subscribe Subscribed
    • backpackstory
    • Join 2,646 other subscribers
    • Already have a WordPress.com account? Log in now.
    • backpackstory
    • Subscribe Subscribed
    • Sign up
    • Log in
    • Report this content
    • View site in Reader
    • Manage subscriptions
    • Collapse this bar
 

Loading Comments...