backpackstory
  • Home
  • Domestic
    • Aceh
    • Bali
    • Banten
    • DKI Jakarta
    • Jawa Barat
    • Jawa Tengah
    • Jawa Timur
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Utara
    • Kepulauan Bangka Belitung
    • Kepulauan Riau
    • Lampung
    • Maluku
    • Maluku Utara
    • Nusa Tenggara Barat
    • Nusa Tenggara Timur
    • Papua
    • Papua Barat
    • Riau
    • Sumatera Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
  • Foreign
    • Armenia
    • Australia
    • Azerbaijan
    • Belgium
    • Bhutan
    • Brunei Darussalam
    • Cambodia
    • China
    • England
    • France
    • Georgia
    • Hong Kong
    • India
    • Iran
    • Italy
    • Japan
    • Kenya
    • Laos
    • Macau
    • Malaysia
    • Myanmar
    • Nepal
    • Netherlands
    • North Korea
    • Philippines
    • Russia
    • San Marino
    • Singapore
    • Scotland
    • South Korea
    • Taiwan
    • Tanzania
    • Thailand
    • Timor Leste
    • Turkey
    • United States of America
    • Uzbekistan
    • Vietnam
  • Mamacation
  • Events
  • Miscellaneous
    • Accommodation
    • Culinary
    • Others
    • Survival Kit
    • Transportation
  • Visa
    • Visa Amerika
    • Visa Armenia
    • Visa Australia
    • Visa Azerbaijan
    • Visa Cina
    • Visa Georgia
    • Visa India
    • Visa Iran
    • Visa Jepang
    • Visa Kenya
    • Visa Korea Selatan
    • Visa Myanmar
    • Visa Nepal
    • Visa Rusia
    • Visa Schengen
    • Visa Taiwan
    • Visa Tanzania
    • Visa Timor Leste
    • Visa Turki
    • Visa UK
  • About
    • Achievements
    • Clients Portfolio
    • Country List
    • Stage Performance

Persoalan Liburan di Flores

arievrahman

Posted on October 30, 2016

Pada kunjungan kedua ke Flores, yaitu di tahun 2016, saya sempat membayangkan bahwa daerah-daerah lain di Flores akan seperti Labuan Bajo –yang merupakan kota pertama dan satu-satunya di Flores, yang saya datangi beberapa tahun sebelumnya– yang dapat dikatakan sudah cukup maju, dengan tingkat pembangunan yang layak. Namun ternyata saya salah, karena berdasarkan pengamatan saya pada saat liburan sembilan hari melakukan road trip di Flores, masih terdapat persoalan pembangunan dan beberapa hal yang masih belum memadai.

Sebut saja misalnya kondisi jalanan yang masih berlubang, sinyal komunikasi telepon dan internet yang tidak stabil di beberapa daerah, juga kualitas dan persebaran listrik yang tidak merata.

Dalam perjalanan ke Moni, minibus yang saya tumpangi sempat berhenti cukup lama pada jalanan yang terletak di pinggiran jurang, dikarenakan adanya longsoran tebing di sisi kanan jalan. Saat itu, kami menunggu excavator bekerja membersihkan sisa tanah longsoran yang seharusnya mungkin bisa dicegah dengan pembangunan tembok penahan longsor pada tebing yang konturnya terlihat sangat rawan longsor dan sudah pernah longsor beberapa kali tersebut.

Jalan menuju Moni

Mengenai komunikasi, hanya ada satu provider yang mampu bekerja baik di Flores, itupun dengan kualitas jaringan internet yang seadanya. Saya hanya mendapatkan jaringan 3G dan 4G di Labuan Bajo, sementara di daerah lainnya, kadang-kadang saya hanya mendapatkan EDGE, atau bahkan hingga hilang sinyal.

Cerita lucu dan sedikit miris justru saya dapat ketika saya berada di Dintor, dan ingin menghubungi istri namun tidak mendapatkan sinyal di sana. Salah seorang penduduk lokal menyarankan, “Wah, di sini kalau mau dapat sinyal, harus menyeberang ke Pulau Mules.”, dan saya pun menyeberang setelah membujuk beberapa teman perjalanan untuk patungan sewa kapal. Ketika teman yang lain asyik menikmati pantai, saya mencoba menyalakan telepon genggam, mencoba mengontak istri setelah dua hari menghilang dengan sinyal EDGE pas-pasan yang saya peroleh.

Saya sempat mengetes sinyal dengan mengirimkan WhatsApp ke istri, menanyakan apakah sedang bisa ditelepon apa tidak. Kemudian setelah mendapat jawaban berupa kata ‘iya’, sinyal EDGE tersebut hilang. Saya mencoba berpindah tempat, dari pantai yang penuh kotoran sapi, hingga memasuki kampung muslim di Pulau Mules, dan ketika sinyal muncul lagi, istri sudah kadung ngambek dan tidak mau mengangkat telepon.

Categories: Domestic, GMT +8, Nusa Tenggara Timur

Tagged: Flores, Listrik

79 Comments

+Read more

Trinity Traveler

Intimate Interview bersama Trinity Traveler: Hidup sebagai Travel Writer!

arievrahman

Posted on October 28, 2016

Apabila ada yang bertanya, buku apakah yang terakhir saya baca, maka jawabannya adalah The Naked Traveler 7 karangan Trinity yang telah sukses membawa saya seakan-akan singgah ke Myanmar, India, Kanada, Fiji, Seychelles, hingga Tanzania, melalui tulisan-tulisan yang ada pada buku tersebut. Selain perjalanan, buku setebal 286 halaman dan setinggi 20,5 cm tersebut juga menyajikan berbagai tip unik yang bermanfaat, seperti misalnya bagaimana cara berpakaian di musim dingin, bagaimana panduan berobat ke Penang, juga bagaimana trik dan solusinya apabila kehabisan uang ketika traveling.

“Pulang aja! Gitu aja kok repot!” Itu adalah jawaban paling top dari pertanyaan “Bagaimana kalau kehabisan uang pas traveling?” Kan kampret. Masa iya solusinya adalah pulang. Tapi Trinity menjelaskan bahwa pulang adalah solusi yang tepat, karena keluarga akan tetap menerima kita apapun keadaannya, ya kecuali kalau diusir.

Kampret.

Trinity Traveler

Trinity Traveler

Bagi seorang Travel Blogger seperti saya, nama Trinity mungkin adalah legenda, atau seorang pionir dalam urusan per-blogging-an. Blog miliknya, yaitu naked-traveler.com, dikenal sebagai travel blog pertama di Indonesia! Kemudian, hanya dalam waktu kurang dari dua tahun sejak memulai blogging pada 2005, blognya sudah dinominasikan sebagai finalis Indonesia’s Best Blog Awards!

Gak jauh beda sih dengan Backpackstory, yang pernah memenangkan penghargaan sebagai Indonesia’s Best Travel Blog of The Year 2014 versi Skyscanner Indonesia. Eh maaf.

Berawal dari blogging, Trinity kemudian meluncurkan sejumlah buku traveling, yang masuk ke dalam jajaran buku bestselling nasional. Tak tanggung-tanggung, sudah ada 13 buku! Beda jauh dengan saya yang hanya punya empat buku, itu pun buku tabungan semua.

Categories: Events, Survival Kit

Tagged: Inspiring People, The Naked Traveler, Trinity Traveler

68 Comments

+Read more

Review Mobile Application Dwidayatour: All In One Travel Solution

arievrahman

Posted on October 18, 2016

Saya adalah orang yang tidak bisa lepas dari telepon genggam; hampir setiap saat, telepon genggam selalu ada di tangan saya. Bahkan, kebersamaan saya dengan telepon genggam telah mengalahkan kebersamaan saya bersama istri. Sejak mulai bangun tidur, melakukan aktivitas di toilet, berangkat kerja, makan siang, meeting, hingga pulang kembali ke apartemen, dapat dikatakan bahwa telepon genggam adalah hal yang tidak pernah terlupakan.

Hal itu dikarenakan karena, banyak keperluan dan kebutuhan hidup dapat dipenuhi hanya melalui sebuah telepon genggam, atau bahasa kerennya: mobile phone, telepon yang mobile, yang dapat berpindah-pindah, seperti halnya karyawan swasta di ahensi digital.

Berbagai keperluan dan kebutuhan hidup tersebut, antara lain adalah: berkomunikasi melalui saluran telepon dan messenger; membalas email pekerjaan; bermain game; mendengarkan musik favorit; mengecek jadwal bioskop; mengatur jadwal pekerjaan; mencatat pengeluaran harian; memesan taksi; hingga membeli tiket pesawat, memesan hotel, membeli paket wisata, maupun mengurus visa dan paspor melalui aplikasi mobile.

Dwidayatour Mobile Application

Ya, kamu tak salah baca, melalui inovasi terbaru yang diluncurkan oleh Dwidayatour, kamu dapat memenuhi segala kebutuhan perjalanan, hanya dengan menggunakan sebuah aplikasi mobile yang disebutkan sebagai one stop solutions for your travel needs.

Memangnya, siapa sih Dwidayatour?

Kalau kamu bertanya demikian, maka saya akan menjawab, bahwa secara garis besar, Dwidayatour adalah sebuah agen penyedia jasa tour & travel domestik dan internasional yang mempunyai lebih dari 80 cabang di Indonesia, dan berpusat di Jakarta. Saat ini, Dwidayatour memiliki berbagai layanan produk dan jasa wisata seperti pemesanan tiket pesawat, reservasi hotel, 24 hours emergency service, foreign exchange, dokumen perjalanan, MICE, leisure program, cruise, car rental, asuransi perjalanan, dan layanan booking online.

Categories: Survival Kit

Tagged: aplikasi, Dwidayatour

32 Comments

+Read more

Empat Jam Sightseeing di Antwerp (Bagian Pertama)

arievrahman

Posted on October 14, 2016

Pukul sembilan pagi itu, setengah jam sudah kami menunggu sehabis sarapan sandwich di Starbucks, namun kereta kami masih belum kelihatan batang lokomotifnya. Dalam itinerary perjalanan yang saya susun sebelumnya, kami seharusnya berangkat dari Amsterdam pukul 08.52 dan tiba di Antwerp dua setengah jam kemudian. Aneh, karena tak biasanya kereta di Eropa ini delay tanpa sebab yang jelas, kecuali…

Saya bergegas menuju layar informasi terdekat di Amsterdam Central guna mengecek kembali platform kereta manakah yang menuju Antwerp, sementara Neng saya tinggalkan sebentar bersama koper. “Sial!” Ternyata kekhawatiran saya benar, ternyata ada pengalihan jalur kereta (yang saya tidak ketahui karena kurang cermat mendengar pengumuman, atau karena diumumkan dengan bahasa Belanda), dan kereta yang seharusnya kami naiki sudah berangkat meninggalkan kami.

Beruntungnya, ini Amsterdam, di mana ada beberapa kereta yang mengarah ke Antwerp di jam keberangkatan yang hampir sama, dan bisa dinaiki tanpa harus membeli tiket lagi, cukup dengan tiket tanpa jam keberangkatan yang telah kami pesan sebelumnya.

“Yuk Neng, kita pindah platform.” Ajak saya sambil menggeret koper, “Yuk, Per.”


Tak berapa lama, kami telah berada dalam kereta yang mengarah ke Antwerp, dan menemukan tempat duduk kosong yang berhadap-hadapan. Namun masalah berikutnya muncul, ketika saya ingin meletakkan koper di rak koper di atas. Masalah tersebut bernama: Keterbatasan Fisik.

Iya, dengan ukuran koper yang besar, ditambah barang bawaan yang berat, saya yang bertubuh mungil namun charming ini kesusahan untuk menaikkan koper tersebut ke dalam rak. Beruntungnya lagi, ada bapak-bapak bule berbadan tegap yang merasa iba dan membantu saya menaikkan koper tersebut.

“Nuhun, Pak.” Ucap Neng, berterima kasih.

Train to Antwerp
Cangcimen, cangcimen!
Train to Antwerp
srupuuut~
Galau menatap sutet.
Galau menatap sutet.

Setelah kereta melaju beberapa puluh menit, muncul mbak-mbak bule dengan keranjang makanan yang digendongnya di depan. Kalau di Brebes, mungkin mbak-mbak itu sudah berteriak “Mijon Mijon, Kua Kua.” sambil menawarkan minuman dan telur asin berwarna toska. Namun kalau di sini, mbak-mbak bule itu menyodorkan selembar menu makanan dan minuman yang dapat dipilih oleh para penumpang.

Neng memilih segelas kopi, sementara saya memilih menatap mbak-mbak bulenya, dengan pandangan om-om.

Categories: Belgium, Foreign

Tagged: Antwerp, Belgium, The Chocolate Line

60 Comments

+Read more

Phishing dan Pencurian Identitas Kartu Kredit

Waspadai Phishing dan Pencurian Identitas Kartu Kredit

arievrahman

Posted on October 10, 2016

Pada suatu pagi yang dingin di bulan September 2015, seperti biasa, saya terbangun karena suara alarm yang berisik dari handphone. Sebagai seseorang yang tumbuh di era millenium, wajar rasanya kalau hal pertama yang dilakukan setiap bangun pagi adalah mengecek notifikasi di handphone, apalagi saat itu saya belum menikah, sehingga belum mempunyai ‘kesibukan lain’ selepas ‘bangun’ tidur.

Mata saya tertuju pada beberapa notofikasi yang muncul, beberapa mention di Twitter, beberapa likes di Instagram, beberapa love yang tak terbalas di Path, beberapa comment di Facebook, dan beberapa SMS yang masuk.

Wait, SMS? Seingat saya, hanya ada sedikit kemungkinan SMS yang masuk ke handphone saya, dan beberapa di antaranya adalah:

  • SMS Banking pertanda gajian. Tapi saat itu bukanlah hari gajian saya.
  • SMS Mama minta pulsa. Namun Mama saya tak pernah meminta pulsa, melainkan meminta supaya saya segera menikah.
  • SMS penawaran KTA dan penutupan kartu kredit. Sepertinya tak mungkin lah, mereka mengirimkan SMS di tengah malam dan mengganggu tidur calon konsumen, bisa langsung di-block nanti kontaknya.
  • SMS pemberitahuan adanya transaksi online yang dilakukan dengan menggunakan kartu kredit. Ya, memang saya sering bertransaksi online, apalagi kalau menyangkut kebutuhan traveling seperti membeli tiket penerbangan dan memesan penginapan, tapi semalam kan saya tidur cepat, dan sepertinya saya belum melakukan transaksi online lagi di beberapa hari terakhir.

Karena merasa ada yang janggal, saya langsung membuka notifikasi SMS tersebut, dan benar saja, ada empat buah SMS yang mencurigakan, dikirim pada tengah malam.

Saya mendapati SMS atas transaksi kartu kredit milik saya, di sebuah perusahaan travel (sebut saja namanya Mawar Travel --bukan nama sebenarnya), dengan total nilai transaksi lebih dari lima juta Rupiah. Semuanya transaksi yang tidak pernah saya lakukan sebelumnya.
Phishing dan Pencurian Identitas Kartu Kredit

Ilustrasi diperagakan oleh model profesional.

Panik, saya langsung menelepon bank penerbit kartu kredit saya (sebut saja Bank Melati –bukan nama sebenarnya juga) untuk langsung memblokir kartu kredit akibat adanya transaksi yang mencurigakan, sekaligus meminta untuk mengirimkan kartu kredit penggantinya.

“Wah, ini pasti fraud atau penipuan nih.” Geram saya.

Categories: Miscellaneous, Survival Kit

Tagged: Identity Theft, Kartu Kredit, Phishing

84 Comments

+Read more

« Older entries    Newer entries »


post title here

Banners for Blog Indonesia Terbaik 2019


Travel Blogs Award 2018

Travel Blog Awards 2017 – Winners

Top Posts & Pages

  • Langkah-langkah Mengurus Visa Amerika
  • Panduan Lengkap Membuat Visa Korea Selatan
  • Mengurus Sendiri Visa Inggris (UK)
  • Ini Rasanya Naik Pesawat Business Class!
  • Puncak 29 Rahtawu Gunung Muria: Kisah Pendakian Penuh Petilasan

Archives

Blog Stats

  • 5,485,691 serious hits

Donate to Backpackstory

Donate Button with Credit Cards

Enter your email address to become a serious reader and receive notifications of new posts by email.

Join 6,295 other subscribers
Follow backpackstory on WordPress.com

Recent Comments

aaa's avataraaa on Puncak 29 Rahtawu Gunung Muria…
Grass field's avatarGrass field on Langkah-langkah Mengurus Visa…
dutatrip's avatardutatrip on Ramadan di Singapura
Lombok Transport's avatarlombokwisata.toursan… on Terjebak di Museum of Sex…
lacasamaurilio1990's avatarlacasamaurilio1990 on Kejutan Demi Kejutan di G…

Twitter Updates

Tweets by arievrahman

Official Facebook Page

Official Facebook Page
  • View arievrahman’s profile on Facebook
  • View arievrahman’s profile on Twitter
  • View arievrahman’s profile on Instagram
  • View arievrahman’s profile on LinkedIn
  • View arievrahman’s profile on YouTube
  • View arievrahman’s profile on Google+
  • View arievrahman’s profile on Tumblr

Return to top

© Copyright Backpackstory 2012-2021

Website Powered by WordPress.com.

  • Subscribe Subscribed
    • backpackstory
    • Join 2,646 other subscribers
    • Already have a WordPress.com account? Log in now.
    • backpackstory
    • Subscribe Subscribed
    • Sign up
    • Log in
    • Report this content
    • View site in Reader
    • Manage subscriptions
    • Collapse this bar
 

Loading Comments...