Saya mau jujur. Pada tahun 2012, saya pernah mengunjungi Cina, namun pengurusan visanya saya serahkan kepada calo. Saat itu, saya yang tak mau repot, menyerahkan segalanya, termasuk kepercayaan kepada si calo. Beliau cuma meminta kelengkapan dokumen termasuk paspor, biaya pengurusan dan biaya pelayanannya, sebelum kembali ke saya lagi dengan paspor yang telah ditempel Visa Cina.
Mudah sih, tapi tak ada tantangan. Hingga akhirnya saya penasaran, bagaimana sih sebenarnya prosedur mengurus sendiri Visa Cina. Apakah segitu susahnya hingga orang-orang mengandalkan para calo ini? Jawabannya tidak, karena mengurus Visa Cina ini sangat mudah dan cepat, lebih mudah dan cepat dibanding mendapatkan perhatian calon mertua.
Catatan: Visa Cina yang dimaksudkan di sini adalah berjenis visa turis, dengan kode L.
Karena, hanya dibutuhkan sedikitnya empat tahapan seperti di bawah ini untuk mendapatkan Visa Cina.
A. Menyiapkan Dokumen
Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah, menyiapkan dokumen-dokumen yang diperlukan sebelum mengajukan permohonan Visa Cina. Adapun dokumen-dokumen tersebut, terbagi lagi menjadi:
a. Dokumen Utama
Ini adalah dokumen-dokumen yang bersifat fardhu ain, atau hukumnya sangat wajib dan tidak dapat ditinggalkan. Kamu diharuskan menyiapkan beberapa dokumen berikut ini untuk mendapatkan Visa Cina.

Dokumen Kelengkapan Visa Cina
1. Paspor
Paspor yang harus disiapkan adalah paspor asli dan resmi (yang walaupun pengurusannya dibantu oleh calo), yang sedikitnya masih berlaku hingga enam bulan ke depan, dan memiliki halaman kosong untuk ditempeli visa. Apabila paspor kamu sudah habis masa berlakunya karena sudah lewat dari lima tahun, ataupun habis halamannya karena kamu terlalu sering ke luar negeri atau karena dijadikan buku gambar oleh anak, sebaiknya perpanjang dahulu paspor kamu.
Jangan lupa juga untuk memfotokopi paspor kamu, namun hanya halaman depan yang berisikan data pemegang paspor dan foto diri kamu.
2. Formulir Permohonan Visa
Formulir ini dapat diisi dengan dua cara, yaitu mengisi secara online sebelum diunduh dalam bentuk .pdf, atau mengunduh dahulu formulirnya sebelum mengisi manual dengan tulisan tangan atau dengan mesin ketik ‘Brother’.
Untuk petunjuk pengisian, akan saya jabarkan pada huruf B di bawah, dimohon kesabarannya menunggu.
3. Foto
Foto yang disarankan oleh website resmi Chinese Visa Application Service Centre adalah foto terkini berukuran 48mm x 33mm, dengan posisi kepala polos (kecuali untuk yang berhijab) tanpa aksesoris seperti topeng hoki Jason Voorhees, dengan latar belakang warna terang.
Apabila bingung, datang saja ke Jakarta Foto di Jalan Sabang Jakarta seperti yang biasa saya lakukan dan minta untuk difoto guna keperluan Visa Cina, atau Visa RRT kalau kata engkoh penjaga Jakarta Foto.

Foto Visa Cina
4. Bukti Status Kependudukan yang Legal
Bukti status di sini hanya diperlukan apabila kamu mengurus permohonan Visa Cina bukan di negara tempat kamu terdaftar sebagai warga negara. Sebagai contoh, apabila kamu adalah warga Nigeria yang berdomisili di Petamburan dan berjualan Sate Afrika, maka kamu harus melampirkan bukti status kependudukan kamu di Nigeria untuk mendaftar Visa Cina di Jakarta, seperti KTP Nigeria, Paspor Nigeria, ataupun Kartu Pelajar University of Nigeria Nsukka.
5. Fotokopi Visa Cina terdahulu
Apabila kamu pernah mendapatkan Visa Cina sebelumnya, maka lampirkan fotokopi visa tersebut pada kelengkapan dokumen yang harus kamu siapkan.
b. Dokumen Pendukung
Dokumen pendukung ini sifatnya fardhu kifayah, atau wajib dilampirkan apabila ada, walaupun sebaiknya sih ada. Dokumen-dokumen tersebut meliputi:
1. Itinerary Perjalanan
Untuk itinerary, tidak perlu detil, yang penting memuat rencana tanggal perjalanan, nama tempat yang akan didatangi, juga nama penginapan yang dijadikan tempat menginap selama di Cina. Apabila bingung, kamu dapat menyimak contoh itinerary yang saya buat ini.
2. Bukti Pemesanan Tiket Pulang Pergi
Bukti pemesanan tiket ini dibutuhkan untuk menunjukkan keseriusan kamu mengunjungi Cina, bukan hanya berniat main-main saja. Apabila beruntung, kamu bisa mendapatkan tiket perjalanan ke Cina dengan harga yang lumayan murah sama seperti yang saya dapatkan, yaitu sekitar 2,2 juta untuk perjalanan pulang pergi dari Jakarta. Tentunya dengan Air Asia.

3. Bukti Pemesanan Hotel
Untuk pemesanan hotel, tidak perlu hotel yang mewah ataupun sudah sungguh-sungguh dipesan. Kamu dapat menggunakan layanan cancellation policy dari situs seperti Hostelworld, untuk mem-booking penginapan, dan kemudian membatalkannya lagi, demi kepentingan pembuatan visa.
4. Surat Undangan dari Cina
Apabila kamu mendapatkan surat undangan untuk berkunjung ke Cina baik dari perusahaan, perorangan, ataupun panda asli di Cina, maka lampirkanlah surat tersebut dalam permohonanmu. Surat tersebut, sedikitnya harus memuat:
- Informasi data diri kamu: Nama, jenis kelamin, tanggal lahir, dan lain-lain.
- Detil perjalanan kamu di Cina: Tanggal kedatangan dan kepulangan, tempat-tempat yang akan kamu kunjungi, hingga data akomodasi yang akan kamu gunakan di Cina.
- Informasi dari si pengundang: Nama, nomor telepon di Cina, alamat, cap resmi perusahaan apabila ada, dan jangan ketinggalan juga untuk membubuhkan tanda tangan si pengundang.
B. Mengisi Permohonan Aplikasi Visa
Apabila kamu berencana mengisi dokumen permohonan aplikasi visa secara online, maka pastikan kamu menggunakan internet browser dengan minimum requirement sebagai berikut: Internet Explorer version 6.0, 7.0, 8.0, Mozilla Firefox version 3.6, atau Safari 5.0. Saya tidak tahu mengapa website resmi Chinese Visa Application Service Centre tidak menyebutkan Google Chrome sebagai syarat browser, mungkin mereka sedang bermusuhan.
Pastikan juga kamu memiliki aplikasi Adobe Acrobat Reader yang telah dipasang Simplified Chinese Kit, supaya kamu dapat mengunduh dan menampilkan formulir permohonan visamu secara jelas.
Lalu apa saja yang harus diisi pada formulir permohonan tersebut?
a. Personal Info

Personal Info
Pada bagian ini, kamu akan diminta mengisi data-data pribadi yang berhubungan dengan diri kamu sendiri. Sebuah hal yang mudah, karena tak ada yang lebih mengenal diri kamu, selain kamu sendiri. Data-data tersebut meliputi:
- Nama lengkap, isikan nama kamu dalam alfabet. Walaupun diminta mengisi ‘in English’ tapi jangan terjemahkan nama kamu menjadi “John” apabila kamu bernama “Jono”.
- Nama Cina, apabila ada. Sayangnya saya tidak memilikinya, berbeda dengan Ti Pat Kai.
- Nama lain, apabila kamu memiliki nama lain, misalnya “Imam Samudera”.
- Sex, hehehe. Maksudnya jenis kelamin, bukan intensitasmu berhubungan badan.
- Tanggal lahir, jangan takut untuk menuliskan tahun kelahiranmu, karena formulis pengisian ini aman, tidak akan bocor ke mana-mana.
- Kewarganegaraan, termasuk isian apabila kamu sudah berpindah kewarganegaraan, seperti Christian Gonzales.
- Tempat kelahiran, yang mencakup negara dan provinsi. Atau bisa juga kamu mengisi ‘batu’ apabila kamu adalah Sun Go Kong.
- Nomor Kewarganegaraan, atau dengan kata lain nomor KTP.
- Data paspor, yang meliputi jenis paspor yang kamu miliki –bisa biasa, diplomatik, maupun yang lainnya–, nomor paspor, tanggal berlaku paspor, dan tempat dikeluarkannya paspor.
- Pekerjaan, ada beberapa pilihan yang dapat dicentang, mulai dari pengangguran sampai bisnisman, jadi jangan khawatir tidak ada pilihan kategori pekerjaan kamu. Apabila memang tidak ada, kamu bisa mengisinya pada kolom ‘other’, misalkan ‘travel blogger’.
- Pendidikan, pilihannya kuliah, sudah lulus, atau lainnya. Tidak ada pilihan, masih mengerjakan skripsi dan gak lulus-lulus di sini.
- Data kantor ataupun kampus tempat kamu bekerja atau berkuliah, yang berisikan nama, alamat, nomor telepon, dan kode pos.
- Data tempat tinggal, yang meliputi alamat, nomor telepon, dan kode pos. Tenang, tidak ada pertanyaan apakah masih KPR ataupun sudah lunas.
- Alamat e-mail, saya yakin kamu yang membaca ini pasti sudah punya alamat e-mail. Kalau belum, HELLAAAWWW!
- Status pernikahan, apakah menikah, single, atau kamu juga dapat mengisi kolom ‘other’ dengan jawaban yang lebih spesifik. Seperti misalnya ‘duda satu anak mendamba wanita muslimah yang rajin mencukur bulu ketiak’.
- Data keluarga inti, isikan dengan nama anak, ataupun orang tua, jika ada.
- Emergency Contact, isikan dengan nomor telepon saudara atau kerabat yang dapat dihubungi apabila kamu tertimpa masalah seperti dikejar debt collector.
- Negara tempat kamu mengajukan visa, isilah Indonesia apabila kamu mengajukan permohonan visa di Indonesia, bukan Korea Utara.
b. Travel Info

Travel Info
Pada bagian ini, kamu akan diminta untuk menjelaskan secara lebih lanjut mengenai maksud kedatangan kamu ke Cina. Ungkapkan dengan terus terang, jangan ada yang ditutup-tutupi seperti polusi di Beijing. Kolom isian pada bagian ini meliputi:
- Tujuan kedatangan, apakah untuk wisata, berdagang, bekerja, transit, atau bisa juga hanya untuk short term visit guna melayani short time order.
- Ingin berapa kali masuk, jangan berpikir ngeres dahulu. Maksudnya adalah menanyakan jenis visa yang kamu mau, apakah one entry, two entry, atau mau multiple entries yang berlaku hingga setahun. Tentunya makin sering kamu masuk, makin mahal biayanya.
- Jenis visa yang kamu inginkan, apakah express atau regular. Tentunya akan ada biaya tambahan apabila kamu mengambil paket ekspres.
- Waktu kedatangan di Cina, beserta berapa lama rencana kedatangan kamu di Cina.
- Rencana perjalanan (itinerary) di Cina, yang meliputi nama provinsi, jadwal kedatangan, dan alamat tinggal ketika di Cina. Samakan dengan itinerary yang sudah kamu buat untuk keperluan pengurusan visa.
- Siapa yang akan membiayai perjalanan kamu di Cina, apakah diri kamu sendiri, orang tua kamu, atau bisa juga Om Bram.
- Informasi mengenai pengundang, apabila ada yang mengundang kamu untuk datang ke Cina, maka kolom ini wajib diisi. Apabila tidak ada, ya sama sih dengan saya.
- Apakah kamu pernah mendapat Visa Cina sebelumnya. Harap diisi dengan tanggal dan tempat di mana kamu pernah mendapatkannya. Kalau ada.
- Negara-negara yang kamu kunjungi dalam 12 bulan terakhir. Diisi, tapi jangan sombong. Ini isian visa bukan kolom profil di Twitter yang dapat diisi “Traveler | 25 years old | 67 countries & 176 women”.
c. Other Info

Other Info
Ini adalah bagian yang sebaiknya diisi dengan jawaban ‘No’ karena kamu akan mendapat masalah apabila mengisinya dengan ‘Yes’. Sorry, Jim Carey. Pertanyaan pada bagian ini meliputi:
- Apakah kamu pernah tinggal di Cina melebihi batas waktu berakhirnya visa kamu?
- Apakah kamu pernah ditolak masuk ke Cina?
- Apakah kamu memiliki catatan kriminal di Cina atau negara lain?
- Apakah kamu memiliki gangguan kejiwaan?
- Apakah kamu mengunjungi daerah berpenyakit menular pada 30 hari terakhir?
- Apakah kamu jomblo dan mencari pasangan? Ya, yang ini pertanyaan dari saya sendiri.
Pada bagian ini pulalah terdapat sebuah kolom yang dapat kamu isi dengan informasi lain mengenai pengajuan visa kamu. Istilahnya, kamu dapat memberikan alasan mengapa visa kamu harus disetujui pada kolom ini.
Kemudian, apabila kamu bepergian dengan orang lain ke Cina dengan rencana keberangkatan yang sama, maka kamu juga harus menyertakan data diri orang tersebut, yang meliputi nama lengkap, jenis kelamin, dan tanggal lahir.
d. Declaration and Additional Info

Declaration and Additional Info
Bagian terakhir pada isian permohonan visa adalah deklarasi dan info tambahan. Pada bagian ini, kamu akan diminta untuk menandatangani permohonan visa kamu, dengan beberapa ketentuan yang harus dipenuhi seperti di atas. Apabila kamu meminta orang lain untuk menguruskan visa kamu, maka kamu juga harus memberikan detail informasi mengenai orang tersebut pada bagian ini.
Informasinya meliputi nama orang tersebut, hubungan dengan kamu apakah direstui atau belum, alamat, nomor telepon, juga tanda tangan orang tersebut.
Untuk tanda tangan, dapat dilakukan setelah formulir permohonan dicetak.

Print your form!
Terakhir, kamu dapat mencetak formulir permohonan visa yang telah kamu isi secara online tersebut, untuk dapat ditempeli foto dan diberi tanda tangan.
C. Membawa Dokumen Visa ke Visa Application Centre
Setelah semua dokumen lengkap, maka langkah berikutnya adalah membawa semua dokumen tersebut ke Chinese Visa Application Centre. Kamu disarankan untuk mengurus Visa Cina ini sebulan sebelum rencana keberangkatan, asalkan tidak melebihi tiga bulan sebelumnya. Untuk wilayah Jakarta, kamu dapat mengurusnya pada alamat:
Chinese Visa Application Centre
The East Building, Unit 6, 2nd Floor,
Jalan DR. Ide Anak Agung Gde Agung Kav.E 3.2,
No.1 South Jakarta 12950, Indonesia.
Harap perhatikan juga mengenai jam buka visa application centre, yaitu dari Hari Senin hingga Jumat, pukul 09.00-15.00 untuk pengajuan visa, dan pukul 09.00-16.00 untuk pengambilan visa. Perhatikan juga bahwa tempat ini tutup pada hari Sabtu, Minggu, dan hari libur nasional Indonesia. Karena karyawan juga butuh libur.

Chinese Visa Application Centre
“Selamat pagi, Pak.” Sapa saya pada petugas berseragam putih di pintu masuk Chinese Visa Application Centre. Pria itu bertanya mengenai maksud kedatangan saya, sebelum akhirnya memberikan selembar kecil kartu antrean reguler dengan nomor R0002. R untuk Regular, mungkin. Bukan untuk Romeo.
Berikutnya, saya masuk ke dalam sebuah ruangan luas dengan beberapa baris bangku panjang berwarna abu-abu di tengah ruangan. Pada salah satu sisi ruangan dingin tersebut, terdapat 13 loket dengan masing-masing seorang petugas di dalamnya. Sementara pada sudut ruangan yang lain terdapat dua buah televisi layar lebar, yang satu untuk menunjukkan status antrean, sementara televisi satunya menyiarkan berita aktual yang terjadi di Cina.
Saya menatap kertas kecil di tangan, di sana tertera waktu kedatangan saya adalah pukul 08.53. “Wah, mungkin belum buka loketnya.” Batin saya, karena jam buka kantor memang pukul 09.00. Belum sempat menunggu lama dan bermain Candy Crush, tiba-tiba nomor antrean saya dipanggil untuk datang ke loket nomor 7 dari 13 loket yang tersedia di ruangan luas tersebut.
Seorang petugas wanita yang saya taksir berusia awal 20-an –masih kinyis-kinyis dan ranum–, meminta dokumen yang saya bawa. Wanita itu membalik lembaran permohonan yang telah saya cetak dan mengecek kelengkapan lainnya. Setelah mengembalikan paspor lama saya, dia memberikan selembar kertas kepada saya, yaitu sebuah formulir untuk pengambilan visa.
Tak ada wawancara seperti halnya ketika saya mengajukan Visa Amerika Serikat, hanya pengecekan kelengkapan dokumen, dan beres.

Pickup Form Chinese Visa
“Kemudian pembayarannya bagaimana, Cik?” Tanya saya penasaran. Wanita loket 7 itu menjawab bahwa pembayaran dapat dilakukan ketika pengambilan visa, atau seminggu lagi sesuai dengan jadwal yang saya terima.
“Bisa pakai debit?”
“Bisa.” Jawabnya singkat, namun berarti.
Pada pukul 09.03, saya meninggalkan ruangan tersebut dengan televisi yang masih menayangkan tentang musibah tanah longsor di Shenzen. Ternyata, hanya 10 menit waktu yang dibutuhkan untuk melakukan pendaftaran Visa Cina.
D. Membayar Biaya Visa
Sesuai dengan jadwal yang saya dapat, seminggu kemudian, atau lima hari kerja berikutnya, saya telah kembali lagi ke Chinese Visa Application Centre untuk mengambil visa yang seharusnya sudah jadi. Masih dengan prosedur yang sama yaitu datang, memberikan maksud kedatangan ke petugas, mendapat nomor antrean, dan menunggu. Pada pukul 10.21, saya masuk ke dalam ruangan tersebut dengan perlahan.
Kali ini, saya mendapat nomor antrean C00032, dengan C yang mungkin saja berarti Collection, atau Cherrybelle. Belum sempat mengistirahatkan pantat dengan benar, nomor antrean saya sudah muncul di layar televisi, sekarang dari loket 13 yang memanggil.
Dengan semangat, saya menghampiri wanita muda yang berada di balik loket dan memberikan pickup form yang saya miliki. Setelah itu, wanita loket 13 meminta saya untuk membayar biaya sejumlah Rp1.080.000,- yaitu biaya pengurusan 2 (dua) buah Visa Cina, milik saya dan Mama.
Setelah pembayaran saya lakukan dengan Debit BCA, wanita loket 13 memberikan sebuah receipt untuk mengambil visa di loket 12, yang terletak di samping loket miliknya. Wah, saya dioper ke wanita lain!

Chinese Visa Receipt
Berikutnya, saya memberikan receipt yang saya terima dari wanita loket 13 kepada wanita loket 12. Wanita itu kemudian mengambil dua buah paspor yang terletak di dekatnya, “Silakan dicek lagi.” ucapnya.
Saya meresponnya dengan membuka lembar demi lembar paspor saya juga paspor mama, sebelum tersenyum puas ketika menemukan sebuah halaman yang sudah tertempel Visa Cina. Setelah mengucapkan terima kasih, saya meninggalkan ruangan tersebut pada pukul 10.26, atau hanya lima menit sejak kedatangan saya di sana. Luar biasa cepat!
Bagi saya, Visa Cina adalah salah satu visa yang cara memperolehnya cukup mudah, dan sangat nyaman. Tidak perlu waktu lama untuk mengantre, juga untuk menyiapkan dokumen kelengkapannya, karena tidak membutuhkan surat pengantar dari kantor juga fotokopi rekening koran.
Wah, kalau tahu begini, saya tidak perlu pakai calo dulu!
Chinese Visa Application Centre
Call: 021-579-38655
Fax: 021-579 38659
E-mail: jakartacentre@visaforchina.org
Tagged: China, Chinese Visa Application Centre, Cina, Visa


Mantap penjelasannya
Gak buat pusing bacanya
Jadi lebih mudah buat ngurus visa
LikeLike
Terima kasih banyak, semoga bermanfaat artikelnya.
LikeLike
mas klo dokumen pendukung ga dimasukin masih bisa dapet visa ga?
LikeLike
Bisa mas, tapi mungkin akan timbul beberapa pertanyaan dari pihak kedutaannya 🙂
LikeLike
Permisi kak. Mau tanya. Di kolom artikel B.2. Yg tentang menunjukkan bukti pemesanan tiket. Bagaimana cara mendapat tiket low fare air asia? Apakah mengurus visa china bisa mendapatkan tiket low fare? Atau kita yg mencari sendiri?
Dan juga mau tanya, bukti pemesanan tiketnya apa yg sudah dilunasi atau sekedar booking saja? Mohon balesannya krn rencana mau berkunjung kesana bulan desember nanti.
LikeLike
Halo mas, kalau tiket low fare ya harus mencari sendiri kalau ada promo.
Untuk tiket, asalkan sudah ada kode booking sih harusnya sudah bisa untuk diajukan 🙂
LikeLike
Nanya dong.. Kl Visa dr HK perlu dilampirin kah..?
LikeLike
Weits, emang ada ya visa HK?
LikeLike
Tanya lagi dong, itu biaya segitu utk single or multiple entries ya..?
LikeLike
Itu single entry mbak 🙂
LikeLike
Salam kenal, infonya sangat bermanfaat nih…
Btw mau nanya, kmrin saudara kembar ku ngurus visa di service center Surabaya, tp kok beribet ya..agak dipersulit gitu padahal sudah bawa dokumen lengkap, flight n hotel booking juga udah dilampirkan, tapi kata petugas yang agak ketus bin jutek, katanya hotel booking harus jelas identitas yg mem-booking (kebetulan adik saya yg sdg studi di china yg mem-booking-kan melalui situs Booking.com), disitu memang hanya tertulis booking number&confirmation code gtu..beda dgn flight booking confirmation yg jelas trtulis identitas pemesan (Airasia). Gimana ya itu?
LikeLike
Hai Mbak, kemudian jadinya bagaimana? Apakah permohonannya sudah dimasukkan dan disetujui?
Kalau saya baca di syarat pengajuannya, bukti pemesanan tersebut hanya dokumen pendukung, bukan dokumen utama, sehinga seharusnya visa tetap bisa masuk walau tidak melampirkan dokumen tersebut.
LikeLike
Info yang sangat josss gandoss. Semoga penulis selalu dilindungi Tuhan amin.
LikeLike
Aamiin aamiin, terima kasih atas doanya. Semoga selalu diberikan kesehatan 🙂
LikeLike
mas, kan berangkatnya berdua ibu ya…apakah untuk hotel confirmation satu2 apa jadi satu?
untuk mengurus visa sendiri bisa langsung kasih hard copy formnya pas lagi apply kan. karena saya dan suami masih beda KK. trims
LikeLike
Halo halo, untuk hotel confirmation bisa kok melampirkan bukti pemesanan yang sama, tidak ada masalah.
Iya bisa langsung di sana nanti ketika mengurus 😀
Good luck!
LikeLike
Hi Mas, saya akhirnya udah ngurus visa sendiri dan sudah approved. beneran gampang banget ya urusnya. ga seribet negara lain selama syaratnya terpenuhi. xie xie mas…
LikeLike
Ihiy! Alhamdulillah kalau lancar! Selamat liburan yaaa~
LikeLike
Halo mas Ariev yang sering disapa mbak hahahahah kok iso tho yo =)))
Aku juga salah satu yg menjadikan blog ini referensi kalo mau bikin-bikin visa, lho. Makasih ya mas semua tulisannya helpful sekali! Aku beberapa kali ke Cina tapi tau beres terus, tinggal berangkat. Kali ini baru kena urusan urus mengurus visanya, sepertinya mudah juga urus sendiri yaa 😀 hari ini submit, mudah-mudahan tembus yaaa hehe
LikeLike
Wahahaha halo mas, eh mbak!
Iya terima kasih pula sudah membaca blog ini, semoga makin banyak informasi tentang visa yang dapat dipetik di sini haha. Jadi gimana sudah keluar hasil visanya belum? 😀
Good luck ya!
LikeLike
mas, mau tanya nih kebetulan akhir januari nanti saya mau beijing, nah waktu yang pas kapan ya kira-kira untuk menguruanya ? nah mau tanya lagi, paspor saya 24hal apa g bermsalah ya ?
LikeLike
Halo mas, enakan sih Desember sudah mengurus visanya biar nyaman. Seharusnya asalkan sama-sama ordinary passport sih gak ada masalah.
Semoga membantu.
LikeLike
mbak, untuk foto kok ukurannya ribet yah? kira2 kayak 3×4 bukan tuh yah? kalo mesti ke jalan sabang jauh betul… lagi mau exchange ke China InshaAllah 🙂
LikeLike
Iya memang untuk visa kadang ukurannya sedikit gak normal, tapi bisa kok kalau mau dipotong sendiri pakai gunting gak masalah 😀
Semoga lancar ya untuk exchange-nya.
LikeLike
untuk masa berlakunya itu benar 90 hari kan tanpa harus ada masa perpanjangan per 30 hari? soalnya saya disanaa bisa 45 hari dan katanya perpanjangan jauh betul di HK 😦
LikeLike
Hai kak, kalau di visa aku sih kemarin 30 hari dapatnya, dan aku gak pernah bilang dapat 90 hari hehe. Mungkin bisa ditanyakan nanti untuk masa berlaku lebih dari 30 hari bagaimana jenis visanya.
LikeLike
Kak, gue mau ke China Bulan depan~~~
Kalo pake calo dulu bayar berapa, kaaa? Jodoh bisa di-calo-in juga, gaaaak? #eh
LikeLike
Aseeek! Dulu kalau gak salah sih cuma beda 100 dibanding tarif resminya.
Jodoh bisa sih dicaloin, tapi gak bisa milih.
LikeLike
Mas ini kan udah dapet pick up formnya. Terus td officer bilang “nanti d hubungi lg ya mas”. Nah itu pihak officer akan ngubungin lg kapan ya? Atau lgsg aja dateng lg setelah 5 hari? Soalnya rumah saya jauh dari jkt. Thanks
LikeLike
Halo mas, sebaiknya sih ditanyakan lagi ke kedutaan, karena di saya langsung ada tanggalnya. Kalau mau ya coba datang saja setelah 5 hari. Atau memang ada syarat yang kurang? Soalnya pihak kedutaan biasanya gak akan menghubungi lagi kalau memang semua syarat sudah lengkap.
LikeLike
Mas knp ya di pickup form saya expected collection datenya belum keluar?
LikeLike
Wah kalau technical issue seperti ini saya kurang paham mas, coba ditanyakan kembali ke pihak kedutaan.
LikeLike
Thanks Mas Ariev untuk informasinya, help a lot, karena kebetulan saya juga lagi mau mengurus Visa ke China.
Saya ada pertanyaan Mas, kalau misalnya freelance bagaimana ya, alamat apa yg ditulis di kolom ‘Alamat Kantor’ atau saya kosongkan saja?
Kemudian apakah orang tua saya perlu ikut ke Kantor pengurusan Visanya atau cukup saya saja yang wakilkan? (karena saya pergi bertiga dgn kedua org tua saya).
Thanks sebelumnya Mas
NB : ooo iya Mas Ariev apakah pernah melakukan pengurusan Visa ke Australia? Apakah ada artikelnya Mas, saya mau cari info2nya juga karena kebetulan juga lg mau mengurus Visa kesana
LikeLike
Halo mas, menurut aku kalau freelance bisa juga diisi alamat tempat tinggal, atau tempat yang biasa digunakan untuk bekerja.
Kemudian untuk pengurusan visa ini, dapat diwakilkan kok, tidak perlu datang ke kedutaan 🙂
Untuk Mengurus Visa Australia, dapat dibaca di sini.
LikeLike
ooo, oke Mas Ariev, thanks, berarti pihak Visa Kedutaan Cina tidak akan meminta Surat Pengantar Kerja saya ya kalau saya tulis alamat saya.
oo iya, kalau orang tua saya, perlu diisi apa ya di kolom pekerjaannya atau dikosongkan saja (krn mereka berdua sudah tidak bekerja).
berarti formulir online utk kedua org tua saya juga bisa saya yang isikan ya, tinggal mereka tanda tangan saja kan ya.
oke, akan saya cari juga di blog Mas Ariev untuk yang Visa Aussie.
terima kasih banyak atas bantuannya ya Mas
LikeLike
Iya, enggak ribet kok mereka, jadi aman. Orang tua bisa ditulis retired saja mas, kan memang sudah pensiun.
Iya, formulir juga bisa diisikan, dan tanda tangan setahu aku juga bisa diwakilkan hehe.
Good luck!
LikeLike
sipppp Mas, thanks a lot…o iya, untuk Visa China ini tidak perlu melampirkan Fotokopi Rekening Koran tabungan kita seperti Visa Australia kan ya atau bagaimana Mas?
LikeLike
Iya betul, syaratnya ya cuma yang ada di artikel itu saja mas hehe.
LikeLike
halo Mas Ariev, thanks a lot untuk semua informasi dan bantuan jawabannya, Visa saya sudah keluar…
ternyata memang mudah sekali untuk diurus sendiri dan cepat (masukan untuk teman2 yang lain, apabila apply mendekati Chinese New Year/Imlek seperti saya, maka akan terdelay sekitar 3-4 hari, karena Kedutaan China nya akan libur lama utk merayakan Imlek, hehehe)
thanks again Mas Ariev, sukses terus untuk blog nya, dan terus bisa membantu dgn informasi2nya
Hendra
LikeLike
Alhamdulillah, lancar urusan visanya, iya memang kalau untuk Visa Cina memang lebih mudah dan murah apabila diurus sendiri hehehehe.
Terima kaish juga atas masukannya, semoga bermanfaat untuk yang lain.
Selamat liburan!
LikeLike
Boss klo diluar jakarte giman ntuh pengurusannye? ane domisili di Batam 😀
LikeLike
bisa pake travel agent mas, saya di bandung pake dwidaya tour cuma 575rb.
LikeLike
kalo mau hemat ngurus sendiri gimane ntuh? harus ke JKT?
LikeLike
Menurut saya sih lebih hemat pakai travel agent daripada langsung ke Jakarta, soalnya biaya resmi Rp540.000,- kan? Travel agent cuma selisih sedikit.
LikeLike
thanks infonya mas 😀
LikeLike
Bisa pakai travel agent, atau minta tolong saudara yang ada di Jakarta boss 😀
LikeLike
Thanks master inponya 😀
LikeLike
Sama sama yaaa 😀
LikeLike
gak butuh rekening koran / bukti keuangan yah kalo untuk pengajuan visa Cina?
LikeLike
Enggak kok, cukup dokumen-dokumen itu aja.
LikeLike
ada perbedaan tidak ya visa untuk liburan sama visa untuk mengikuti fair (business)? atau bisa menggunakan visa liburan saja untuk mengikuti fair?
LikeLike
Kalau menurut aku sih boleh boleh saja kalau mau mengikuti fair dengan visa liburan, toh tidak lama kan ya jadwal fair-nya?
LikeLike
Siang,,mau tanya,, saya prnh akuin 3x visa cina berturut turut dan ditolak trus, akhir ny di paspor bagian blakang ad cap penolakan dr kdutaan, kotak kecil merah dan didlm kotak itu tertulis hati yrakhr tgl dan taun saya mngajukn visa, peetanyaan saya apakah saya msh bisa aply v8sa cina lgi
LikeLike
halo mbak, harusnya sih bisa asalkan sudah melewati jangka waktu tertentu, namun aku gak tahu berapa lama itu jangka waktunya.
Kalau boleh tahu, apakah alasan penolakannya?
LikeLike
Terlalu banyak ceritanya yang ditambahi jadi gak enak bacanya, kayak jual koyok, banyolan gak lucu. Yang baca juga jadi muuuuuaaaaakkkk.
LikeLiked by 1 person
Makasih masukannya mas, baru pertama dapat komentar seperti ini. Semoga ke depannya saya bisa lebih baik lagi, dan semoga informasinya tetap dapat bermanfaat untuk mas dan yang lain. Sukses selalu untuk mas di Pematang Siantar 🙂
LikeLike
mas kalo yang di luar jkt gimana ya buat visa nya? apa harus ke jkt? apa pake calo bisa?
LikeLike
Halo mas/mbak, kalau visa cina bisa kok diwakilkan. Di artikelnya kan saya mewakili ibu saya hehe. Pakai calo juga bisa.
LikeLike
kalo simcard di cina beli dimana? dan kalo buat makanan halal berapa harganya?
LikeLike
Simcard, waktu itu saya pakai international roaming dari provider di Indonesia, namun di bandara sana seharusnya juga ada.
Makanan halal ya mungkin mulai dari 50 ribuan 🙂
LikeLike
Hi, mau tanya. untuk buat visa china apa harus membuat appointment dulu ?
LikeLike
Langsung saja kok kalau Visa China.
LikeLike
Trims,,
LikeLike
sama-sama!
LikeLike
Jadi itu proses visa china nya cuma satu hari?
Enak ya, coba aja di Medan bikin visa china, beuh pasti dipersulit.
LikeLike
Sebenarnya harus 2x datang ke tempatnya, yaitu untuk daftar dan untuk ambil kembali paspornya.
Memangnya kenapah di Medan, kok dipersulit?
LikeLike
kak itu 30 hari dpt dr sana atau minta? berarti aku kalau mau jalan2 3 minggu bisa dong ya…
LikeLike
Itu dikasih dari sana 30 hari, tapi kalau mau jalan 3 minggu sih sebaiknya diinfokan juga ke kedutannya biar visanya bisa mengcover tripnya.
LikeLike
maksudnya gimana ya, kak? sorry nih kurang jelas. karna aku juga pengin tinggal disana selama it, kurang lebih 20 hari lah kalo bisa. terima kasih.
LikeLike
Ya saya dapat visanya untuk maksimal perjalanan 30 hari di Cina.
LikeLiked by 1 person
Hallo mungkin writter tau mengenai untuk membuat visa di surabaya itu hanya untuk domisili tertentu yah? Jadi ga bisa seluruh domisili di indonesia, terimakasih.
LikeLike
Nah kalau ini sepertinya tergantung mau membuat visa apa. Kalau Jepang sepertinya regional gitu, sementara kalau Cina saya kurang tahu.
LikeLike
Hi mas, kalo dari tulisan ini berarti visa cina ga butuh fotokopian buki tabungan ya mas?
LikeLike
Halo, iya betul kalau untuk buku tabungan tidak wajib untuk dilampirkan 🙂
LikeLike
Halo, kalau ngurus visa, pasport ditinggal di keduataannya yah? Dan diambil pas penganbilan? Terima kasih
LikeLike
Halo, iya betul ketika mengurus visa maka paspor akan ditinggal dan diambil kembali ketika pengambilan visa.
LikeLike
mantap tips2 gokil nya mas gendis, pas bgt smoga sya bisa berkunjung ke china, langgeng trus ya sma mba ariv
LikeLike
………
LikeLike
udah lama gua ga jalan jalan ke china terakhir kesana tahun 2014.
LikeLike
Hayuk lah ke sana lagi! Dulu ke mana aja pas ke China?
LikeLike
Mas, aku mau tanya dong!! november ini aku mau ke China. Aku mau magang disana selama 1 bulan. Kira-kira dokumen apa saja yang harus aku siapkan ? Terus boleh nggk sih aku pakai visa wisata ? Mohon bantuannya. Terimakasih 🙂
LikeLike
Halo halo kak!
Nah kalau tujuannya untuk magang pasti beda jenis visanya, dan itu aku kurang paham juga tentang persyaratannya. Mungkin bisa cari tahu langsung ke tempat pembuatan visanya 🙂
LikeLike
sangat membantu infonya… maaf sebelumnya apakah mengisi form online bisa dilakukan lebih dr 2x… karna ada data yg belum terisi tetapi sudha tersubmit… mohon pencerahanya… terimakasih
LikeLike
Halo kak, ini saya jawab sepengetahuan saya ya, kalau menurut saya sih tidak apa-apa tapi nanti pengajuannya based on latest application.
Atau bisa juga update dilakukan ketika penyerahan dokumen di sana. Sekali lagi ini menurut saya hehe.
LikeLike
kalo form online visa boleh diisi lebih dr 2x kah?? kira2 masalah ga ya??? mohon pencerahananya
LikeLike
Kalau udah pernah ada visa VOA Shenzen apakah diinformasikan jg di form nya?
LikeLike
kalau menurut saya sih gak perlu dimasukkan lagi, karena VOA Shenzen berbeda dengan Visa Cina.
LikeLike
Terimakasih sharingnya. Oh iya, mau tanya dong. itu waktu pengurusan visa sama mama, apakah mama nya juga ikut? apa bisa satu orang ngurus visa untuk 2 orang gitu.
LikeLike
Halo mas, kalau kemarin saya semua yang berangkat mas.
LikeLike
bisa gak ya misal saya sama istri gitu, yang datang ngurus visa hanya saya?
LikeLike
dan jawabannya bisa diwakilkan. sangat mudah untuk apply visa china ini.
Terimakasih sharingnya
LikeLike
Semoga bermanfaaat yaa!
LikeLike
Bisa kok, waktu itu saya mewakili ibu saya mas.
LikeLike
kalo visa nya diurusin sama temen, ada tambahan document g ya? atau cuma perlu tambahan data dan tanda tangan yg mengurus aja di kolom paling bawah form visa application nya? atau harus dilampirin surat kuasa juga??
LikeLike
Kalau kemarin saya mengajukan punya mama sih tidak menambah dokumen apa-apa. Namun kalau kakak baca dengan detail, saya sudah mengatakan “Apabila kamu meminta orang lain untuk menguruskan visa kamu, maka kamu juga harus memberikan detail informasi mengenai orang tersebut pada bagian ini.” pada bagian Declaration aplikasi onlinenya.
LikeLike
terima kasih atas infonya ,sangat bermanfaat .lagi mau mengurus visa ke china
LikeLiked by 1 person
Sama-sama, semoga semuanya lancar ya!
LikeLike
mas saya dari aceh mau mengurus visa ke cina,kira2 baik nya ngurus sendiri atau pakai jasa agen saja,berti klau ke konsulat di kota medan ngk bisa di urus mas ya? harus ke jakarta ya…
LikeLike
Halo mas, maaf baru membalas komennya, kalau misal mas senggang sih sebaiknya diurus sendiri karena prosesnya cenderung mudah dibanding visa yang lain. Di Medan ada kok http://www.visaforchina.org/MES_EN/ semoga lancar yaaa 🙂
LikeLike
Btw thank ya agan/sis om tante mas bro recep nya maknyuss….detail
LikeLike
Sama-sama gaaan! Semoga bermanfaat ya!
LikeLike
Maksih pak/ibu atas blognya mengenai visa cina yang sangat membantu saya nanti untuk buat visa turis cina bulan depan, tapi saya mau tanya mengenai imigrasi cinasaat kedatangan di bandar, apakah mereka bertanya lagi tentang keuangan kita misalkam buku tabungan atau ada pertanyaan lain yg mempersulit ? Mohon infonya terimakasih.
LikeLike
Halo kak, kalau secara garis besar, biasanya mereka akan tanya perihal maksud kedatangan, penginapan di mana, dan berapa lama akan berkunjung ke negara tersebut. Kalau dirasa perlu lagi, baru mereka akan bertanya hal-hal lain. Seperti misalnya berapa uang yang dibawa selama perjalanan, dst.
LikeLike
hallo backpackstory, saya mau tanya jika untuk pengurusan perkeompok kecil bagaimana ya ? karena saya renca nya akan mengajukan visa china untuk 7 orang keluarga saya, apakah perlu menggunakan surat kuasa ? dan saat penyersahan dokumen apakah perlu untuk datang semua ke 7 keluarga kami ? terima kasih ya ka
LikeLike
Halo mas, untuk pengurusan kelompok kecil tidak perlu datang ke kedutaan kok, bisa melalui agen juga. Siapkan saja surat kuasa pengurusan visanya, pak. Atau bisa langsung menghubungi biro travel saya, Whatravel Indonesia.
LikeLike
Terimakasih banyak atas infonya yg sangat detail dan jelas.
LikeLike
Sama-sama, terima kasih sudah mampir di sini.
LikeLike
Halo kak, saya mau tanya ini. Rencana saya mau buat visa ke china untuk saya, papa dan mama saya. Namun karena saya di luar jakarta, rencana mau minta tolong temen buat ajuin sm ambil visa nanti. Apakah temen saya bisa ajuin 3 visa sekaligus?
LikeLike
Halo kak, mohon maaf baru membalas. Untuk visa china bisa kok diwakilkan, tidak harus datang sendiri. Terima kasih.
LikeLike
Halo kak bertanya..kalo udah urus visa china dan dapat visanya tapi tinggalnya di airbnb bukan di hotel apa saya diwajibkan untuk lapor ke polisi setempat 24 jam setelah sampai? atau tidak usah? karena saya liat di internet dan komunitas airbnb kalo diwajibkan foreigner untuk melakukan hal tersebut.
LikeLike
Hmm, saya malah baru tahu case itu. Harusnya sepanjang sudah dapat visa, tidak akan menjadi masalah nanti tinggalnya di mana kak. Paling koordinasi aja sama pemilik huniannya, perihal itu.
LikeLike
Hi
LikeLike
halo
LikeLike