backpackstory
  • Home
  • Domestic
    • Aceh
    • Bali
    • Banten
    • DKI Jakarta
    • Jawa Barat
    • Jawa Tengah
    • Jawa Timur
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Utara
    • Kepulauan Bangka Belitung
    • Kepulauan Riau
    • Lampung
    • Maluku
    • Maluku Utara
    • Nusa Tenggara Barat
    • Nusa Tenggara Timur
    • Papua
    • Papua Barat
    • Riau
    • Sumatera Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
  • Foreign
    • Armenia
    • Australia
    • Azerbaijan
    • Belgium
    • Bhutan
    • Brunei Darussalam
    • Cambodia
    • China
    • England
    • France
    • Georgia
    • Hong Kong
    • India
    • Iran
    • Italy
    • Japan
    • Kenya
    • Laos
    • Macau
    • Malaysia
    • Myanmar
    • Nepal
    • Netherlands
    • North Korea
    • Philippines
    • Russia
    • San Marino
    • Singapore
    • Scotland
    • South Korea
    • Taiwan
    • Tanzania
    • Thailand
    • Timor Leste
    • Turkey
    • United States of America
    • Uzbekistan
    • Vietnam
  • Mamacation
  • Events
  • Miscellaneous
    • Accommodation
    • Culinary
    • Others
    • Survival Kit
    • Transportation
  • Visa
    • Visa Amerika
    • Visa Armenia
    • Visa Australia
    • Visa Azerbaijan
    • Visa Cina
    • Visa Georgia
    • Visa India
    • Visa Iran
    • Visa Jepang
    • Visa Kenya
    • Visa Korea Selatan
    • Visa Myanmar
    • Visa Nepal
    • Visa Rusia
    • Visa Schengen
    • Visa Taiwan
    • Visa Tanzania
    • Visa Timor Leste
    • Visa Turki
    • Visa UK
  • About
    • Achievements
    • Clients Portfolio
    • Country List
    • Stage Performance

Mikurigaike, Onsen tertinggi di Jepang

arievrahman

Posted on November 5, 2012

.

[PARENTAL ADVISORY: EXPLICIT CONTENT]

Asap mengepul deras di ruangan berukuran 5×5 meter tersebut, tampak beberapa pria sedang asik berendam di kolam kayu yang berisikan air panas alam dan beberapa diantaranya sedang mandi sambil duduk di atas bangku kecil. Semuanya telanjang tanpa sehelai benang pun, termasuk saya dan Osa.

FAAAKKKKK!!!! 

—

Onsen, berarti sumber air panas dalam bahasa Jepang (tidak termasuk termos dan dispenser. -red) yang dalam perkembangannya mengalami pergeseran sedikit arti menjadi sumber air panas yang dijadikan pemandian umum (dan biasanya dipadukan bersama dengan penginapan), dan untuk menikmatinya kita mesti telanjang dan benar-benar bersih.

Berikut adalah tahapan untuk menikmati onsen (gambar diambil dari onsen modern yang terdapat di Kaneyoshi Ryokan, Osaka):

Tahapan untuk menggunakan onsen

  1. Masuk Onsen, karena kalau ga masuk bagaimana mau menikmati onsen. #okesip Untuk harga masuk onsen bervariasi, rata-rata mulai dari ¥500 (Kurs 1 Yen saat tulisan ini dibuat, adalah sekitar 120 rupiah) hingga harus menginap di penginapan tertentu untuk merasakan sensasi onsen yang dimiliki.
  2. Telanjang, adalah syarat wajib bagi pengunjung onsen. Di sini, kita harus menanggalkan semua yang dikenakan di badan hingga hanya tersisa sedikit cinta dan hati nurani. Mungkin awalnya kamu malu telanjang di antara orang-orang asing, namun lama kelamaan akan enak terbiasa juga melihat biji-biji berseliweran. Taruh pakaian kamu di keranjang, atau loker yang telah disediakan pemilik onsen. Lalu masuklah ke dalam ruangan onsen dengan telanjang, percaya diri, dan gagah berani.
  3. Membasuh badan, adalah hal pertama yang harus dilakukan ketika sudah telanjang di dalam ruangan onsen. Hal ini dilakukan untuk menetralkan suhu tubuh setelah beraktivitas, juga membersihkan kotoran luar yang menempel.  Setelah basah basah basah, masuk mandi madu lah ke dalam onsen.

    Onsen modern, dengan air panas buatan.

  4. Setelah rileks dan otot-otot mengendur, kembalilah ke jalan yang benar tempat membasuh badan lagi, namun kali ini mandilah di situ. Yang unik dari mandi di sini, adalah dilakukan dengan cara duduk di atas bangku kecil. Caranya adalah bawa bangku ke tempat mandi, duduk, nyalakan shower, keramas, pakai sabun, bilas. As simple as that, not so complicated like love. Jangan khawatir, peralatan mandi seperti syampo dan sabun di sini gratis. Asal jangan dibawa pulang sebotol-botolnya.

    Bershowerlah di sini

  5. Setelah selesai bilas, nikmatilah onsen kembali. Lakukan sampai puas, dan lemas.

Yang perlu diperhatikan adalah, ada beberapa hal yang sebaiknya tidak dilakukan di dalam onsen. Hal tersebut terangkum dalam onsen etiquette berikut:

  1. Jangan letakkan handuk yang dibawa ke dalam kolam onsen, hal ini dipercaya akan merusak kadar mineral yang terdapat dalam onsen.
  2. Pelan-pelanlah ketika memasuki onsen, dan disunnahkan kaki kanan terlebih dahulu sambil mengucap “Bismillah, semoga yang lain lebih kecil burungnya!”. Jangan memasuki kolam dengan gerakan akrobat khas loncat indah, juga jangan berenang di dalam onsen.
  3. Jangan membawa makanan dan minuman ke dalam onsen, hal ini diakibatkan ga enak rasanya kalau makan sambil mandi.
  4. Jangan mencuci pakaian di dalam onsen, juga dilarang mencuci piring maupun mobil.
  5. Beberapa onsen melarang orang yang memiliki tato untuk masuk, karena dikhawatirkan orang tersebut adalah anggota Yakuza. Namun kalau kamu (wanita, single, dan mempunyai penampilan menarik) ingin membuat tato, bisa menghubungi saya untuk sebuah tato di hati.

—

Perjalanan saya mencari onsen campur untuk pria dan wanita, akhirnya membawa saya ke ketinggian 2.450 meter di atas permukaan laut.

0.000000 0.000000
Categories: Foreign, Japan

Tagged: Alpen Route, Cara Menikmati Onsen, Japan, Murodo, Onsen

84 Comments

+Read more

Sepinya Roma

arievrahman

Posted on October 27, 2012

Where’s the gladiator?

Langkah kaki saya terhenti sesaat, mengagumi arsitektur bangunan yang terhampar di depan mata. Setelah mengambil beberapa gambar dengan kamera saku, saya pun bertanya “Ini kota apa hati? Sepi banget.”.

Selamat datang di Macau Fisherman’s Wharf (MFW), theme park pertama dan terbesar di Macau. Di sini, kamu bisa menemukan tiruan dari beberapa landmark terkenal dunia seperti Colosseum, Istana Pottala, hingga Gunung Vesuvius dalam ukuran yang cukup fantastis. Namun sayang, dalam beberapa tahun belakangan ini MFW telah kehilangan tajinya, bahkan pengunjung yang datang kebanyakan pun adalah wisatawan penasaran seperti saya. Apakah kita mulai bosan bermain, atau memang MFW sudah kalah pamor dengan meja judi?

***

Foto ini dipersembahkan untuk mengikuti Turnamen Foto Perjalanan – Ronde 6: Kota,

yang berlangsung di sini.

Categories: Foreign, Macau

Tagged: Kota, Macau, Macau Fisherman's Wharf, TurnamenFotoPerjalanan

3 Comments

Sang Pembuat Teh

arievrahman

Posted on October 27, 2012

Hanya ada satu jenis teh yang tak ada di sini, yaitu teh manis tanpa s.

Dengan cekatan pria berusia 40-an tahun itu meracik pesanan kami, campuran antara teh hijau kualitas rendah dengan matcha yang merupakan kasta tertinggi dari teh Jepang yang digunakan ketika upacara minum teh.

Inilah Nishiki Market – Kyoto, tempat di mana kamu bisa menemukan makanan-makanan aneh yang mungkin tak akan kamu temukan di kota lain di Jepang. Mulai dari teh hijau, cemilan, sate gurita, geisha, hingga ikan tuna segar. Maka jangan heran jika di beberapa sudut pasar ini kamu akan menjumpai aroma serupa Nano-Nano, atau Bantargebang.

“Teh campuran ini, hanya bertahan tiga bulan.” Sang pembuat teh tersebut menjelaskan. “Tapi kalau kamu memilih yang teh hijau biasa masa daluarsanya bisa sampai enam bulan.”

Kami berpandangan canggung, sempat jeda sebentar, dan akhirnya memutuskan untuk mengganti pesanan kami.

Alih-alih menggerutu, pria itu mengganti pesanan kami dengan segera lalu kemudian berkata: “Arigatou gozaimasu!”

***


Foto ini dipersembahkan untuk mengikuti Turnamen Foto Perjalanan – Ronde 5: Pasar,

yang berlangsung di sini.

Categories: Culinary, Foreign, Japan

Tagged: Japan, Nishiki Market, Pasar, TurnamenFotoPerjalanan

8 Comments

Apa Susahnya Mendapatkan Visa Jepang?

arievrahman

Posted on October 5, 2012

Banyak orang berkata bahwa mendapatkan Visa Jepang, sama susahnya dengan peluang Jokowi menjadi Gubernur DKI. Dan kemarin, saya – yang seorang karyawan, dan bertujuan untuk berlibur ke Jepang – mengurus sendiri Visa Jepang tersebut, tanpa bantuan calo, ask the audience, maupun call a friend. Lalu apa saja persyaratan yang diperlukan dan bagaimana caranya, simak kesaksian saya berikut ini:

A. PERSYARATAN YANG DIPERLUKAN

1. Paspor

Syarat pertama yang diperlukan jika ingin mengunjungi Jepang, adalah paspor (bukan syahadat atau calon istri). Paspor adalah tanda bahwa negara telah memberikan izin bagi warga negaranya untuk bepergian ke luar negeri. Paspor ini dapat kamu peroleh di Kantor Imigrasi setempat baik dengan usaha sendiri maupun menggunakan jasa calo.

2. Formulir Permohonan Visa

Setelah mendapatkan izin dari negara asal untuk bepergian ke luar negeri, sekarang saatnya meminta izin dari negara yang akan kita kunjungi. Izin tersebut diberikan dalam bentuk visa (bukan mastercard), yang diajukan dengan cara mengisi formulir permohonan visa yang dilampiri syarat-syarat lainnya. Untuk Visa Jepang, formulir permohonannya bisa kamu download di sini.

3. Pasfoto Terbaru

Kebanyakan negara mengharuskan pemohon visa untuk melampirkan pasfoto terbaru dari sang pemohon, tidak terkecuali Jepang. Untuk visa Jepang, foto yang digunakan berukuran 4,5 cm x 4,5 cm = 20,25 cm² dengan latar belakang putih. Saat ini, banyak studio foto yang telah melayani pembuatan foto untuk mengurus visa, dan salah satunya (yang saya pakai, in a good way. -red) adalah Jakarta Foto – Jalan H. Agus Salim (Sabang) No. 35 A. Hasilnya bagus, prosesnya cepat, dan biayanya pun hanya sebesar IDR 40.000,- termasuk CD berisi soft copy foto saya. Mau?

Isinya 4 lembar foto + 1 CD (compact disc, bukan celana dalam. -red)

4. Fotokopi KTP

Kartu Tanda Penduduk (yang biasa disingkat KTP) menunjukkan bahwa kamu adalah benar-benar Warga Negara Indonesia, bukan imigran gelap atau cungko. KTP bisa kamu dapatkan jika telah berusia 17 tahun atau sudah kawin maupun pernah kawin. Ingat, kawin berbeda dengan “kawin”. Untuk mengurus visa Jepang, kamu hanya perlu melampirkan fotokopi KTP bukan e-KTP yang belum selesai prosesnya.

5. Surat Keterangan Karyawan dari Kantor

Surat keterangan ini diperlukan jika kita tidak mempunyai penjamin di Jepang, berisi pernyataan bahwa kita benar-benar bekerja di kantor tersebut, mempunyai penghasilan yang cukup, dan lamanya perjalanan karena semua yang berasal dari kantor suatu saat pasti akan kembali pada kantor. Surat keterangan karyawan dari kantor ini dibuat dalam bahasa Inggris dan ditandatangani oleh atasan/pihak berwenang, seperti Kepala Kantor, atau bagian HRD.

Sehubungan dengan pengajuan surat keterangan karyawan, ada beberapa tipe atasan yang mungkin kamu temui di kantor, yaitu:

0.000000 0.000000
Categories: Foreign, Japan, Survival Kit, Visa, Visa Jepang

Tagged: Japan, Survival Kit, Visa, Visa Jepang

360 Comments

+Read more

Modernisasi Mekong

arievrahman

Posted on September 26, 2012

Mekong, di tengah modernisasi.

Deru mesin perahu sederhana yang digunakan para nelayan tradisional, beradu dengan berisiknya laju pembangunan yang dilakukan si kaya di pinggiran Sungai Mekong pada senja itu.

Apakah masyarakat Phnom Penh telah siap menyambut modernisasi kotanya?

Apakah para investor telah siap melakukan modernisasi tanpa merusak budaya setempat?

Mari kita nantikan, karena harga naik mulai Senin.

***


Foto ini dipersembahkan untuk mengikuti Turnamen Foto Perjalanan – Ronde 4: Senja,

yang berlangsung di sini.

Categories: Cambodia, Miscellaneous, Others

Tagged: Cambodia, Mekong, Phnom Penh, Senja, TurnamenFotoPerjalanan

4 Comments

« Older entries    Newer entries »


post title here

Banners for Blog Indonesia Terbaik 2019


Travel Blogs Award 2018

Travel Blog Awards 2017 – Winners

Top Posts & Pages

  • Panduan Lengkap Membuat Visa Korea Selatan
  • Puncak 29 Rahtawu Gunung Muria: Kisah Pendakian Penuh Petilasan
  • Langkah-langkah Mengurus Visa Amerika
  • Ini Rasanya Naik Pesawat Business Class!
  • Nasib Sial di Perbatasan Azerbaijan - Georgia

Archives

Blog Stats

  • 5,485,874 serious hits

Donate to Backpackstory

Donate Button with Credit Cards

Enter your email address to become a serious reader and receive notifications of new posts by email.

Join 6,295 other subscribers
Follow backpackstory on WordPress.com

Recent Comments

aaa's avataraaa on Puncak 29 Rahtawu Gunung Muria…
Grass field's avatarGrass field on Langkah-langkah Mengurus Visa…
dutatrip's avatardutatrip on Ramadan di Singapura
Lombok Transport's avatarlombokwisata.toursan… on Terjebak di Museum of Sex…
lacasamaurilio1990's avatarlacasamaurilio1990 on Kejutan Demi Kejutan di G…

Twitter Updates

Tweets by arievrahman

Official Facebook Page

Official Facebook Page
  • View arievrahman’s profile on Facebook
  • View arievrahman’s profile on Twitter
  • View arievrahman’s profile on Instagram
  • View arievrahman’s profile on LinkedIn
  • View arievrahman’s profile on YouTube
  • View arievrahman’s profile on Google+
  • View arievrahman’s profile on Tumblr

Return to top

© Copyright Backpackstory 2012-2021

Website Powered by WordPress.com.

  • Subscribe Subscribed
    • backpackstory
    • Join 2,646 other subscribers
    • Already have a WordPress.com account? Log in now.
    • backpackstory
    • Subscribe Subscribed
    • Sign up
    • Log in
    • Report this content
    • View site in Reader
    • Manage subscriptions
    • Collapse this bar
 

Loading Comments...