backpackstory
  • Home
  • Domestic
    • Aceh
    • Bali
    • Banten
    • DKI Jakarta
    • Jawa Barat
    • Jawa Tengah
    • Jawa Timur
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Utara
    • Kepulauan Bangka Belitung
    • Kepulauan Riau
    • Lampung
    • Maluku
    • Maluku Utara
    • Nusa Tenggara Barat
    • Nusa Tenggara Timur
    • Papua
    • Papua Barat
    • Riau
    • Sumatera Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
  • Foreign
    • Armenia
    • Australia
    • Azerbaijan
    • Belgium
    • Bhutan
    • Brunei Darussalam
    • Cambodia
    • China
    • England
    • France
    • Georgia
    • Hong Kong
    • India
    • Iran
    • Italy
    • Japan
    • Kenya
    • Laos
    • Macau
    • Malaysia
    • Myanmar
    • Nepal
    • Netherlands
    • North Korea
    • Philippines
    • Russia
    • San Marino
    • Singapore
    • Scotland
    • South Korea
    • Taiwan
    • Tanzania
    • Thailand
    • Timor Leste
    • Turkey
    • United States of America
    • Uzbekistan
    • Vietnam
  • Mamacation
  • Events
  • Miscellaneous
    • Accommodation
    • Culinary
    • Others
    • Survival Kit
    • Transportation
  • Visa
    • Visa Amerika
    • Visa Armenia
    • Visa Australia
    • Visa Azerbaijan
    • Visa Cina
    • Visa Georgia
    • Visa India
    • Visa Iran
    • Visa Jepang
    • Visa Kenya
    • Visa Korea Selatan
    • Visa Myanmar
    • Visa Nepal
    • Visa Rusia
    • Visa Schengen
    • Visa Taiwan
    • Visa Tanzania
    • Visa Timor Leste
    • Visa Turki
    • Visa UK
  • About
    • Achievements
    • Clients Portfolio
    • Country List
    • Stage Performance

Sebuah Perjalanan Menuju Kebebasan

arievrahman

Posted on April 18, 2015

“Butuh waktu lebih dari sepuluh tahun bagi Frédéric Auguste Bartholdi, si pematung kebangsaan Perancis untuk merancang, membangun, termasuk mengumpulkan donasi guna menciptakan sosok wanita setinggi 46 meter tersebut. Seorang wanita simbol kemerdekaan dan kebebasan, bagi siapa saja yang memandangnya.”.

Liberty Statue

The Liberty


Saya menatap selembar kertas di tangan saya, kertas yang saya cetak dari hasil pemesanan online. Di situ tertera bahwa saya dijadwalkan untuk menyeberang menuju Liberty Island dengan feri pukul 09.00, sementara jam digital di tangan kiri saya sudah menunjukkan waktu pukul 08.50.

Angin sejuk merontokkan dedaunan di Battery Park, saat pergantian musim dari panas ke gugur, sementara seorang gelandangan tertidur dengan tak acuh di bangku taman dengan jaket tebalnya. Saya berlari menembus taman ke arah deretan orang-orang yang mengantre dengan rapi, menuju sebuah kapal bertuliskan “Miss Liberty”.

“Ah, itu pasti kapalnya!” Batin saya. “Semoga saya tidak terlambat.”.

Miss Liberty Ferry

Miss Liberty Ferry

Dengan napas sedikit tersengal –karena berlari sambil membawa tas selempang berisikan tripod dan kamera, bukan karena kelelahan menyapu dedaunan di Battery Park– saya memperlihatkan kertas yang telah saya siapkan tersebut pada seorang penjaga dengan muka masam.

“Sorry, Sir.” Cegahnya, menghalangi saya masuk, “You have to change the ticket, before you can enter.”.

“But I have a schedule at 09.00.” Saya menimpalinya seraya menunjukkan waktu yang tercetak di kertas putih tersebut.

Categories: Foreign, United States of America

Tagged: Amerika Serikat, Ellis Island, Liberty Island, Manhattan, Patung Liberty

57 Comments

+Read more

#TravelNBlog3 dan Nostalgia Kenangan akan Semarang

arievrahman

Posted on April 11, 2015

“Arif?” Sebuah suara mengagetkan saya dari belakang ketika seorang pria berkaus oblong dan bersepatu Crocs memanggil saya. Saya sempat berpikir untuk menjawab, “Bukan, saya Vanness Wu.”, namun pertanyaan berikutnya membuat saya mengurungkan niat tersebut.

“Arif anaknya Pak Mulyara, ya?” Tanya pria itu lagi.

DEG! Saya tertegun. Bagaimana bisa seorang pria yang saya tidak ingat wajahnya, dapat mengenali saya sebagai anak dari Pak Mulyara, yang merupakan ayah biologis saya. Hendak mengaku sebagai Ibas, anak dari Bapak SBY, namun saya urungkan karena kaus berlengan pendek yang saya gunakan.

“Iya, Pak, eh Om.” Jawab saya. “Kok tahu?”

“Wajahmu mirip dengan Papa kamu.” Ucapnya singkat dan spontan saya tersenyum mendengarnya. Tak menyangka kalau Papa dulunya ganteng. Berikutnya, Om Didik (nama pria itu, setelah saya bertanya dengan malu-malu) bercerita bahwa dahulu dia dan Papa adalah teman sekantor, sebelum Papa meninggal, dan Om Didik dipindahtugaskan ke kota lain. “Saya pernah ke luar kota sama Papa kamu. Tapi kalau saya sih biasanya main-main di sana setelah kerjaan selesai, sementara Papa kamu sibuk menulis terus.”.

Ya, lahir dari seorang ayah yang suka menulis (karena pekerjaannya sebagai peneliti) dan ibu yang suka jalan-jalan (bukan pekerjaan, namun memang tabiat) telah membuat saya berkembang sebagai seorang tukang makan.

“Kamu panitia di sini?” Tanya Om Didik lagi.

“Iya, Om.” Saya mengangguk, “Nanti juga ikut mengisi materinya.”.

“Kalau begitu, titip anak saya ya. Dia kemarin daftar buat ikutan TravelNBlog ini.” Ucapnya sambil memperkenalkan seorang gadis kecil berkacamata yang ditemani seorang wanita berjilbab, yang tidak lain adalah istri Om Didik.

“Alifia.” Ucap si gadis kecil.


TravelNBlog 3

Tim Sukses TravelNBlog 3

Sehari sebelumnya, bermodalkan tiket pesawat murah yang diperoleh dari EzyTravel, saya mendarat di Bandara Ahmad Yani Semarang dengan bahagia bersama Mumun dan Wulan yang memang sepesawat. Di sana, telah menanti jemputan dari Golden Bird yang memang telah dipesan sebelumnya.

Selamat datang kembali di Semarang, ibu kota propinsi Jawa Tengah. Kota yang menemani saya tumbuh besar (ke samping), dan kota di mana kenangan-kenangan masa lalu bersemayam. Mulai dari jatuh cinta, patah hati, hingga ditinggal menikah sang kekasih. Semua terjadi di Semarang.

“Ke Ibis Budget Hotel, Pak!” Seru saya, tak mengacuhkan kenangan lama yang tiba-tiba muncul.


Categories: Domestic, Events, Jawa Tengah

Tagged: kepingan kenangan, Lawang Sewu, Mamacation, Semar Jawi, Semarang, TravelNBlog

96 Comments

+Read more

Trip Batangan: Cara Lelaki Merayakan Momen

arievrahman

Posted on March 31, 2015

Awalnya, saya berencana tidak akan traveling ke mana-mana di tahun 2015 ini, karena sedang menyisihkan tabungan untuk sebuah hal penting lainnya seperti membeli sebuah Lamborghini layaknya Syahrini. Namun semuanya berubah di awal bulan Maret 2015, ketika Lamborghini belum terbeli, dan nafsu traveling mulai menggoda iman lagi.

Maka jadilah saya, bersama beberapa pria berbatang yang merasakan kegelisahan yang sama, menginisiasi sebuah trip bernama Trip Batangan. Hanya dipersiapkan dalam dua minggu, dengan dua kali meeting yang berlanjut ke WhatsApp Group, maka terwujudlah sebuah perjalanan yang laki banget dan sangat macho ini.

Trip Batangan

Goen, Alle, Zayn Malik, Doni.

Dimulai dari Jakarta, menuju Singapura, dan berlanjut ke Malaysia. Berikut ini adalah daftar merah kemachoan kami.

Menginap di Geylang

Setiap lelaki, pastilah memiliki sisi liar dalam dirinya. Nakal dan berani, mungkin adalah kata yang tepat ketika kami memutuskan untuk menginap di Geylang, yang dikenal sebagai red light district area di Singapura. Gang Dolly-nya Singapura, Pasar Kembang-nya Singapura, atau Sunan Kuning-nya Singapura, you name it lah. Inilah kawasan yang tidak pernah tidur di Singapura, walaupun banyak orang yang suka ‘tidur’ di sini.

Ketika tiba di malam harinya, beberapa wanita berpakaian minim berjejer di sepanjang lorong Geylang, memamerkan tubuh sintalnya, sengaja berusaha membuat para lelaki khilaf. Sementara pada sisi lain jalan, terpancar neon box beraneka warna yang menandakan sebuah tempat karaoke untuk yang hobi meng-karaoke dan di-karaoke. Tetapi bukan mereka yang membuat kami tergoda, melainkan sebuah rumah makan India yang terletak di sisi kiri jalan. Lapar, ternyata mengalahkan nafsu, dan mampu membuat syahwat bersabar sejenak.

Sepanjang jalan menuju Hotel 101 yang telah dipesan oleh Alle, kami menjumpai banyak sekali lelaki yang berada di kanan-kiri jalan, berbuat hal yang tak jelas. Ada yang berbicara sendiri, ada yang mengobrol dengan kawannya, dan ada yang sepertinya sedang menawar seorang wanita.

Geylang

Tawar-menawar di Geylang.

Sekelompok wanita berpakaian seksi berjalan cepat menyusul kami dari sisi kanan sambil mengobrol dengan volume suara yang tinggi, berbicara bahasa yang saya kenal dengan baik. Bahasa Jawa.

Kampret! Mungkin nilai Rupiah yang semakin lemah terhadap Dollar Singapura telah membuat wanita-wanita ini meninggalkan negaranya dan menanggalkan harga dirinya untuk bekerja di Geylang, memuaskan hasrat pria-pria yang ingin beramal, maupun beranal.

Di Geylang, kebanyakan Pekerja Seks (PS) berasal dari Tiongkok, Indonesia, juga Vietnam. Sementara beberapa PS asal Afrika yang memiliki bokong dan payudara jumbo juga beberapa kali terlihat di sini.

Categories: Foreign, Malaysia, Singapore

Tagged: #CelebrateMoment, Hello Kitty Town, Johor, Legoland, Smartfren Andromax C2s

86 Comments

+Read more

Akhir Pekan Bersama Limo

arievrahman

Posted on March 21, 2015

Dengan perlahan, saya memencet tombol pada remote, yang mengakibatkan klakson mobil berbunyi dan central lock-nya terbuka. Kemudian melalui sentuhan ringan pada handle pintu depan, saya memasuki mobil dan duduk dengan nyaman di balik kemudi mobil Toyota New Limo (selanjutnya akan disebut sebagai Limo saja) keluaran tahun 2009 tersebut.

“Ini mobil eks taksi Blue Bird Group.” Demikian penjelasan yang saya dapat sebelumnya. Saya menatap odometer di dashboard dan menatap angka yang cukup fantastis, lebih dari 300.000 kilometer telah ditempuh mobil ini, dan pertanyannya, “Dengan umur yang sudah 5 tahun dan jarak tempuh yang cukup jauh, mampukah mobil ini digagahi secara layak sebagai mobil harian?”

Untuk menjawab pertanyaan itu, saya menjajal sendiri kemampuan si Limo, dengan berkendara dari Mampang menuju Bogor, atau tepatnya Caringin. Atau lebih tepatnya lagi Santa Monica Resort. Namun kali ini saya tidak sendiri, karena ditemani oleh Galang, Gladies, Vivi, dan Wandy sebagai teman semobil, juga ada teman-teman di Limo yang lain, sebagai pemeran figuran.

BlueBirdLimo
Ready to Go!
BlueBirdLimo
In da car, Galang acts like a King! Lion king.
BlueBirdLimo

Inside the Limo

Dari sisi interior, mobil yang dibandrol mulai dari 70 jutaan ini telah mengalami sedikit renovasi. Mulai dari sistem audio yang berubah lebih trendy dengan hadirnya

Categories: Domestic, Events, Jawa Barat, Transportation

Tagged: BlueBird Group, Limo, Rafting Cisadane, Santa Monica, taksi

32 Comments

+Read more

10 Pilihan Tempat Makan Siang di Benhil

arievrahman

Posted on March 14, 2015

Saya sudah tak ingat kapan terakhir kali saya mendengar bel tanda istirahat makan siang berbunyi, bisa sepuluh tahun, atau bahkan belasan tahun lalu ketika saya masih bersekolah di bangku SMA. Kala itu, saya langsung menghambur ke kantin sekolah tanpa mempedulikan wanita-wanita innocent di sekililing saya, dan mencari mana kantin yang mau dikunjungi. Pilihannya tak banyak, hanya ada tiga kantin. Satu kantin menjual soto ayam, satu kantin menjual gorengan, dan satu kantin lagi menjual nasi rames.

Namun kini berbeda, bel istirahat makan siang telah terganti dengan bel alami berupa suara perut keroncongan yang bisa datang kapan saja. SMA di kampung juga berganti dengan lokasi kantor yang berada di Kelurahan Bendungan Hilir (selanjutnya disingkat menjadi Benhil, karena kalau Bento, rumah real estate). Sementara tiga buah kantin tersebut kini berganti dengan puluhan, bahkan ratusan tempat makan siang di wilayah Benhil.

*gulp*

Saya menelan ludah, membayangkan apa menu makan siang saya hari ini. Benhil, memang dikenal sebagai salah satu gudang kuliner di Jakarta Pusat. Apalagi dengan banyaknya permukiman dan perkantoran di sekitarnya, tentu akan membuat para pengusaha kuliner semakin menjamur di sana. Mulai dari Soto Lamongan di depan PAM, Gado-gado Bu Aam di Jalan Pejompongan, hingga Bakmi Bangka Siska Jaya di Jalan Bendungan Hilir 5 belakang Gedung BRI. Semuanya menggoda!

Kuliner Benhil

Berikutnya, saya mengusap layar telepon genggam yang sudah mengeras, dan membuka aplikasi Zomato. Banyak pilihan tempat makan siang muncul ketika saya membuka tab ‘Nearby‘ dan ketika saya memencet tombol ‘Open Now‘ tempat-tempat tersebut ter-filter lagi menjadi tempat-tempat pilihan yang sudah buka saat makan siang.

Saya memilih salah satu lokasi yang ditawarkan, dan mendapati alamat lengkap tempat makan tersebut, lengkap dengan peta yang terintegrasi dengan Google Maps. Saya juga bisa langsung menelepon si restoran, karena aplikasi ini telah terintegrasi juga dengan fitur ‘Call‘ di telepon genggam. Di bawahnya, ada beberapa keterangan singkat mengenai jenis masakan yang disajikan, menu favorit, juga kisaran harga untuk makan berdua. Menariknya, ada pula review beserta rating dan foto-foto dari pengunjung sebelumnya yang telah meng-upload-nya di Zomato.

Dan berikut ini adalah 10 tempat pilihan saya:

1. Djono Jogya

Categories: Culinary, DKI Jakarta, Domestic

Tagged: Bendungan Hilir, Benhil, kuliner, Zomato

155 Comments

+Read more

« Older entries    Newer entries »


post title here

Banners for Blog Indonesia Terbaik 2019


Travel Blogs Award 2018

Travel Blog Awards 2017 – Winners

Top Posts & Pages

  • Langkah-langkah Mengurus Visa Amerika
  • Mengurus Sendiri Visa Inggris (UK)
  • Panduan Lengkap Membuat Visa Korea Selatan
  • This Is How FootballTicketNet Ruins My Childhood Dream
  • Panduan Lengkap Mengurus Sendiri Visa Turis Australia

Archives

Blog Stats

  • 5,485,764 serious hits

Donate to Backpackstory

Donate Button with Credit Cards

Enter your email address to become a serious reader and receive notifications of new posts by email.

Join 6,295 other subscribers
Follow backpackstory on WordPress.com

Recent Comments

aaa's avataraaa on Puncak 29 Rahtawu Gunung Muria…
Grass field's avatarGrass field on Langkah-langkah Mengurus Visa…
dutatrip's avatardutatrip on Ramadan di Singapura
Lombok Transport's avatarlombokwisata.toursan… on Terjebak di Museum of Sex…
lacasamaurilio1990's avatarlacasamaurilio1990 on Kejutan Demi Kejutan di G…

Twitter Updates

Tweets by arievrahman

Official Facebook Page

Official Facebook Page
  • View arievrahman’s profile on Facebook
  • View arievrahman’s profile on Twitter
  • View arievrahman’s profile on Instagram
  • View arievrahman’s profile on LinkedIn
  • View arievrahman’s profile on YouTube
  • View arievrahman’s profile on Google+
  • View arievrahman’s profile on Tumblr

Return to top

© Copyright Backpackstory 2012-2021

Website Powered by WordPress.com.

  • Subscribe Subscribed
    • backpackstory
    • Join 2,646 other subscribers
    • Already have a WordPress.com account? Log in now.
    • backpackstory
    • Subscribe Subscribed
    • Sign up
    • Log in
    • Report this content
    • View site in Reader
    • Manage subscriptions
    • Collapse this bar
 

Loading Comments...