Saya sudah tak ingat kapan terakhir kali saya mendengar bel tanda istirahat makan siang berbunyi, bisa sepuluh tahun, atau bahkan belasan tahun lalu ketika saya masih bersekolah di bangku SMA. Kala itu, saya langsung menghambur ke kantin sekolah tanpa mempedulikan wanita-wanita innocent di sekililing saya, dan mencari mana kantin yang mau dikunjungi. Pilihannya tak banyak, hanya ada tiga kantin. Satu kantin menjual soto ayam, satu kantin menjual gorengan, dan satu kantin lagi menjual nasi rames. Namun kini berbeda, bel istirahat makan siang telah terganti dengan bel alami berupa suara perut keroncongan yang bisa datang kapan saja. SMA di kampung juga berganti dengan lokasi kantor yang berada di Kelurahan Bendungan Hilir (selanjutnya disingkat menjadi Benhil, karena kalau Bento, rumah real estate). Sementara tiga buah kantin…