backpackstory
  • Home
  • Domestic
    • Aceh
    • Bali
    • Banten
    • DKI Jakarta
    • Jawa Barat
    • Jawa Tengah
    • Jawa Timur
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Utara
    • Kepulauan Bangka Belitung
    • Kepulauan Riau
    • Lampung
    • Maluku
    • Maluku Utara
    • Nusa Tenggara Barat
    • Nusa Tenggara Timur
    • Papua
    • Papua Barat
    • Riau
    • Sumatera Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
  • Foreign
    • Armenia
    • Australia
    • Azerbaijan
    • Belgium
    • Bhutan
    • Brunei Darussalam
    • Cambodia
    • China
    • England
    • France
    • Georgia
    • Hong Kong
    • India
    • Iran
    • Italy
    • Japan
    • Kenya
    • Laos
    • Macau
    • Malaysia
    • Myanmar
    • Nepal
    • Netherlands
    • North Korea
    • Philippines
    • Russia
    • San Marino
    • Singapore
    • Scotland
    • South Korea
    • Taiwan
    • Tanzania
    • Thailand
    • Timor Leste
    • Turkey
    • United States of America
    • Uzbekistan
    • Vietnam
  • Mamacation
  • Events
  • Miscellaneous
    • Accommodation
    • Culinary
    • Others
    • Survival Kit
    • Transportation
  • Visa
    • Visa Amerika
    • Visa Armenia
    • Visa Australia
    • Visa Azerbaijan
    • Visa Cina
    • Visa Georgia
    • Visa India
    • Visa Iran
    • Visa Jepang
    • Visa Kenya
    • Visa Korea Selatan
    • Visa Myanmar
    • Visa Nepal
    • Visa Rusia
    • Visa Schengen
    • Visa Taiwan
    • Visa Tanzania
    • Visa Timor Leste
    • Visa Turki
    • Visa UK
  • About
    • Achievements
    • Clients Portfolio
    • Country List
    • Stage Performance

Sebuah Perjalanan Panjang Bernama Pernikahan (2) – Persiapan Menjelang Pernikahan

arievrahman

Posted on March 26, 2016

“Sebenarnya, rukun pernikahan itu cuma ada lima.” Sambil menggosok batu akiknya, bapak di depan saya memelankan suaranya, “Yaitu SISWA.”

“Hah? Siswa?” Apakah ini maksudnya saya harus membawa lima orang siswa supaya bisa menikah? Saya kan bukan Saipul Jamil. Hap!

“Iya S.I.S.W.A.” Jawabnya. “Suami, Istri, Saksi, Wali, dan Akad atau yang biasa disebut sebagai Ijab Kabul.”

Oh. Cheesy amat ternyata singkatannya. Berbeda dengan S.H.I.E.L.D., yang merupakan kepanjangan dari Strategic Homeland Intervention, Enforcement and Logistics Division, yang walaupun cheesy namun tetap keren karena menggunakan bahasa Inggris, eh Amerika.

Siang itu, saya mendapatkan bersama Neng sedang mendapatkan bimbingan pernikahan pada salah satu KUA di Bandung. Iya, memang menikah itu sebenarnya cuma ada lima rukun yang harus dipenuhi, namun di Indonesia, lima rukun tersebut berkembang menjadi berbagai macam hal yang harus dipenuhi untuk melengkapkan rukun pernikahan. Hal-hal yang diantaranya meliputi, undangan ratusan orang, pembuatan suvenir pernikahan sebagai cenderamata tamu undangan, penyajian musik-musik kekinian untuk menghibur tamu yang hadir, hingga persiapan adat yang sangat panjang.

Hal-hal panjang yang harus saya lalui, sebelum menikah dengan Neng.

Klik ini untuk membaca cerita sebelumnya, sekaligus tentang panduan mengurus dokumen pernikahan.

Perjalanan Menyiapkan Kebutuhan Pernikahan

Setelah dokumen pernikahan terpenuhi, berikutnya adalah menyiapkan tetek bengek (berarti segala macam urusan, bukan tetek yang kena flu terus bengek) pernikahan. Tantangannya adalah, waktu untuk mengurus semuanya kurang dari tiga bulan lagi.

Yang pertama adalah menentukan konsep pernikahan. Sebenarnya kami ingin mengundang sedikit saja tamu, yang hanya terdiri dari keluarga, kerabat, dan teman-teman dekat, namun pihak keluarga berpendapat bahwa relasi, teman-teman lama, hingga saudaranya saudara juga harus diundang. Baiklah.

Setelah mendapat estimasi jumlah undangan, kami kemudian mencari desainer untuk merancang desain undangan kami. Tentu saja kami tidak mau kalau kualitas desain undangan kami lebih rendah daripada Drawa, maskot Asian games 2018 yang tidak jelas wujudnya berupa burung atau ayam atau cabe-cabean.

Untungnya, saya mempunyai kenalan bernama Mutia Hanifah, yang piawai mewujudkan konsep undangan kami. Sebuah konsep undangan sederhana, berbentuk paspor dan pernak-perniknya, seperti boarding pass untuk tanda pengambilan suvenir, juga luggage tag sebagai suvenirnya.

Desain Undangan Pernikahan
Desain Undangan Pernikahan
Desain Undangan Pernikahan

Masalah undangan beres, berikutnya masalah pakaian. Berhubung kami akan melangsungkan rangkaian acara sebanyak 3 kali,

Categories: DKI Jakarta, Events, Jawa Barat, Miscellaneous, Nusa Tenggara Barat

Tagged: Kaliem, Kenawa, OMDC, Pernikahan, prewedding

177 Comments

+Read more

Banyak Jalan Menuju Roma: Lewat San Marino?

arievrahman

Posted on March 19, 2016

Saya mengecek ulang itinerary yang telah saya susun pada malam sebelumnya, perjalanan pertama ke Italia dalam rangka bulan madu sudah selayaknya memang mengunjungi kota-kota yang dikatakan romantis, walaupun mainstream. Pisa karena menara miringnya, Firenze karena arsitektur kota dan patung-patungnya (walaupun saya dan Neng bukan penyembah berhala), Venezia karena kanal-kanal dan gondolanya, dan berakhir di Roma yang merupakan kota terakhir sebelum kami terbang kembali ke Jakarta.

Transportasi di Italia, dapat dikatakan sudah lebih maju dari Indonesia, terbukti dengan banyaknya alternatif yang disediakan untuk berpindah-pindah tiap kota, seperti bus dan kereta api yang semuanya dapat dipesan online. Pisa ke Firenze, dan Firenze ke Venezia, saya memilih untuk menggunakan kereta api karena cepat dan murah. Berarti sekarang tinggal Venezia ke Roma; saya kembali bertanya ke diri sendiri dengan sebuah pertanyaan klasik, “Enaknya naik apa, ya?”

“Naikin istri, Mas.” Sebuah suara gaib berbisik.

italy_map from school project

Katanya, banyak jalan menuju Roma, atau dalam bahasa Inggrisnya, “All roads lead to Rome”. Semua jalan akan menuju Roma, sama seperti jalan yang diambil Angel Lelga. Wah, berarti banyak pilihan transportasi dong, batin saya girang. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan secara online, saya mendapatkan beberapa informasi pilihan jenis transportasi dari Venezia ke Roma yang berjarak sekitar 480 Km, yaitu:

  • Pesawat terbang, memakan waktu 1 jam, dengan biaya 100 Euro per orang.
  • Kereta api, memakan waktu 3,5 jam, dengan biaya 80 Euro per orang.
  • Mobil, memakan waktu 5 jam.
  • Bus, memakan waktu 8 jam, dengan biaya 30 Euro per orang.
  • Berjalan kaki, memakan waktu 96 jam.

Berikutnya, saya mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang ada, pesawat terbang itu cepat namun mahal, kereta api tidak terlalu cepat dan sedikit mahal, bus lama namun murah, sementara berjalan kaki itu gratis namun bisa mengakibatkan paru-paru basah, dibegal di jalan, betis meletus, dan jari melepuh apabila dilakukan sambil menggeret koper sebesar kulkas tanpa istirahat.

Setelah berhitung, pilihan saya pun mengerucut menjadi satu, yaitu mobil. Atau tepatnya mobil yang disewa melalui Hertz dengan harga 80,5 Euro per hari sudah termasuk full cover asuransi. Lumayan kan, dengan harga segitu dapat mobil untuk berdua, selama 24 jam, jadi bisa self drive ke Roma dan bisa mampir-mampir ke tempat lain. Oh iya, menariknya lagi, mobil ini tak perlu dikembalikan lagi ke Venezia karena bisa diletakkan di Return Point Hertz di Roma.

Bayangkan iritnya, kalau kamu bepergian berempat, atau berlima.

Hertz Venezia

Hertz Venezia

Categories: Italy, San Marino, Transportation

Tagged: Hertz, road trip, Rome, San Marino

74 Comments

+Read more

Sebuah Perjalanan Panjang Bernama Pernikahan (1) – Mengurus Dokumen Pernikahan

arievrahman

Posted on March 12, 2016

Perjalanan panjang ini sebenarnya sudah dimulai beberapa tahun silam, tepatnya pada bulan Oktober 2012, namun waktu itu saya belum menyadari bahwa wanita yang saya temui kala itu akan menjadi istri saya saat ini. Memang rencana Tuhan sungguh tak terduga, karena siapa sangka dari proyek menulis buku cinta-cintaan berjudul Rasa Cinta, saya malah mendapatkan cinta, ya walaupun tidak seketika.

Dari pertemuan pertama ketika acara launching buku, saya tidak langsung berpacaran dengan Gladies (selanjutnya akan disebut sebagai Neng), gadis yang saat itu belum menimbulkan getaran di hati. Kami masih harus menjalani hidup masing-masing (saya berpacaran dan patah hati beberapa kali lagi, sementara Neng patah hati berbulan-bulan dan menemukan resep brownies fenomenalnya) sebelum akhirnya bertemu lagi pada penghujung 2014 (baca ceritanya di sini).

Launching Rasa Cinta

Our first meet, biasa saja, gak bikin dag dig dug.

Orang yang tepat, datang di waktu yang tepat. Mungkin itu adalah istilah yang pas digunakan untuk pertemuan ketiga kami. Saya yang baru saja patah hati akibat putus cinta, bertemu dengan Neng yang sudah matang dan sedang ranum-ranumnya.

“Wah, sudah siap petik nih.” Batin saya. Berikutnya, perjalanan panjang pun dimulai.

Catatan: Artikel ini akan sangat panjang, apabila tidak kuat membaca segera lambaikan tangan ke kamera.

Perjalanan Memastikan Bahwa She is The One

Sebelum bertemu dengan Neng, saya selalu berdoa untuk dipertemukan dengan seorang wanita yang mandiri, baik, sabar, penurut, juga hormat kepada pasangannya. Beruntungnya, Tuhan menjawab doa-doa anak saleh tersebut dengan menghadirkan Neng kepada saya.

Tak butuh waktu lama bagi saya untuk meyakini bahwa dialah yang saya cari, dan singkat cerita, akhirnya kami pun berpacaran, setelah Neng terjerumus sepikan-sepikan saya.

Si Eneng

Katanya, banyak cewek cakep di angkot Bandung.

Pada awal berpacaran, Neng menantang saya untuk datang ke Bandung dan bertemu dengan kedua orang tuanya, hal yang langsung saya sanggupi karena saya sudah pengalaman dengan hal-hal semacam ini.

Mencintai seseorang, berarti pula mencintai orang tua dan seluruh keluarganya.

Sedihnya, pada awal kedatangan ke Bandung, saya tidak langsung diperkenalkan Neng sebagai pacarnya, namun hanya sebagai ‘Teman Tapi Dekat’. 

Categories: DKI Jakarta, Events, Jawa Barat, Miscellaneous

Tagged: KUA, Pernikahan

118 Comments

+Read more

Panduan Membuat SIM Internasional

arievrahman

Posted on March 9, 2016

Salah satu hal yang terdapat dalam bucket list rencana perjalanan saya adalah melakukan road trip dengan menyetir sendiri di luar negeri. Memang mungkin terlihat sepele dan remeh, namun perihal mengendarai mobil di negara yang kultur dan peraturannya berbeda dengan Indonesia merupakan sebuah tantangan yang menarik.

Namun, apakah saya bisa serta merta mengendarai mobil di luar negeri dengan bermodal Surat Izin Mengemudi (SIM) Indonesia? Jawabannya, bisa ya dan bisa tidak. Ya, apabila saya termasuk orang yang cuek dan tidak taat peraturan, ataupun pelit dan kikir untuk mengeluarkan biaya pembuatan SIM Internasional. (Naudzubillahi min dzalik). Tidak, apabila saya adalah orang yang taat dengan peraturan internasional, di mana untuk mengendarai kendaraan di luar negeri diwajibkan untuk mempunyai SIM Internasional, di samping SIM dari negara asal.

Harap diingat, apabila kamu bepergian ke luar negeri, maka kamu akan membawa nama baik bangsa di pundakmu. Bayangkan apabila kamu tertangkap polisi di luar negeri karena mengendarai mobil sambil ngebut dan ngupil serta tidak mempunyai SIM Internasional, pasti akan ditanya dari mana asal kamu, dan ketika kamu menyebut nama Indonesia, pasti si polisi akan membatin “Ooo, dasar Indon!“. See, negara akan terluka karena perbuatanmu yang tidak menyenangkan.

Next, apabila kebetulan kamu adalah orang yang satu golongan dengan saya, yaitu orang yang taat peraturan dan ingin membuat SIM Internasional, berikut ini akan saya berikan panduan membuat SIM Internasional yang ternyata jauh lebih mudah daripada membuat e-KTP Jakarta.

Pelayanan SIM Internasional

Memang, pada awalnya, saya sempat ragu untuk membuat SIM Internasional karena suudzon bahwa pembuatannya akan berbelit-belit dan lama seperti halnya membuat SIM A ataupun SIM C secara resmi, belum lagi ditambah ketakutan apabila ada calo yang berada di lapangan. Namun, setelah bertanya kepada salah seorang teman yang bekerja di Hertz ditambah dengan googling sana-sini, saya mendapati bahwa ternyata hanya dibutuhkan beberapa dokumen/kelengkapan untuk mengurus SIM Internasional, yaitu:

1. Asli dan Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP)

KTP, adalah dokumen yang menunjukkan bahwa kamu adalah warga negara Indonesia yang telah akil baligh dan berumur lebih dari 17 tahun. Walaupun mengurusnya terkadang sulit dan ribet, namun dokumen ini sangat dibutuhkan di dalam kehidupan sehari-hari, karena mulai dari rental DVD hingga mengurus warisan, semua akan membutuhkan KTP. KTP ini diterbitkan oleh pemerintah daerah setempat, tempat kamu tinggal, atau tempat kamu menumpang alamat.

Categories: DKI Jakarta, Survival Kit

Tagged: Korlantas POLRI, SIM Internasional

122 Comments

+Read more

Longqing Gorge Snow and Ice Festival

Salju Pertama dan Mamacation Terakhir

arievrahman

Posted on February 10, 2016

“Look at the window!” William, si tour guide berseru kepada saya dan Mama dari jok depan, sementara di luar mobil, nampak butiran air turun dari langit, namun tidak nampak seperti hujan biasa, maupun hujan monyet. “It’s snowy outside!“

Saya melongo. Mama juga. Maklum, di kampung kami, tidak ada yang namanya salju, kalau ada pun paling-paling hanya bunga es di dalam freezer karena kulkas yang rusak.

“You are lucky.” William menjelaskan, “I haven’t seen the snowfall here for several days.”

Berikutnya, Mister Cao memelankan laju sedan Volkswagen Passat yang dikemudikannya karena jalanan yang menjadi licin akibat hujan salju. Malam itu, kami berencana mengunjungi Longqing Gorge untuk menyaksikan Ice & Snow Festival yang memang rutin digelar tiap tahunnya dari 15 Januari hingga 29 Februari, apabila tahun bersangkutan adalah tahun kabisat.

Longqing Gorge Ice and Snow Festival

Longqing Gorge Ice and Snow Festival


Sebetulnya, tak ada dalam itinerary kami untuk datang mengunjungi Longqing Gorge malam itu, namun sebuah ajakan dari William selepas kami mengunjungi Badaling Great Wall di sore harinya membuat kami sejenak berpikir.

“Since you are here, and have nothing to do tonight, what about seeing the Ice and Snow Festival? It is so beautiful.”

Oh iya, benar juga, kami tidak ada acara malam itu. Hanya beristirahat di Badaling Ski Resort sambil menunggu pagi untuk kemudian bermain ski. Kemudian kapan lagi melihat festival yang katanya hanya ada pada awal tahun di musim dingin ini. Di Dufan belum tentu ada sepuluh tahun sekali.

Longqing Gorge Snow and Ice Festival

“Umm, okay. So how about the price?”

“Because it’s not included in the itinerary, so it will be additional price… umm…” William menghentikan kalimatnya sejenak, sambil mengkalkulasikan perhitungannya dengan Mister Cao, tentunya dengan bahasa mandarin yang kami tak mengerti artinya. “260 Yuan per person, including the ticket price, parking, and the gas.”.

“Piye Mah?” (Gimana, Ma?) Sekarang giliran saya yang berdiskusi dengan Mama, dengan bahasa Jawa yang William tidak akan mengerti artinya. “Rongatus suwidak yuwan sak wong.” (Dua ratus enam puluh Yuan per orang.)

Categories: China, Foreign, Mamacation

Tagged: Beijing, Longqing Gorge, Mamacation, salju, snow and ice festival

129 Comments

+Read more

« Older entries    Newer entries »


post title here

Banners for Blog Indonesia Terbaik 2019


Travel Blogs Award 2018

Travel Blog Awards 2017 – Winners

Top Posts & Pages

  • Langkah-langkah Mengurus Visa Amerika
  • Panduan Lengkap Membuat Visa Korea Selatan
  • Mengurus Sendiri Visa Inggris (UK)
  • Ini Rasanya Naik Pesawat Business Class!
  • Puncak 29 Rahtawu Gunung Muria: Kisah Pendakian Penuh Petilasan

Archives

Blog Stats

  • 5,485,713 serious hits

Donate to Backpackstory

Donate Button with Credit Cards

Enter your email address to become a serious reader and receive notifications of new posts by email.

Join 6,295 other subscribers
Follow backpackstory on WordPress.com

Recent Comments

aaa's avataraaa on Puncak 29 Rahtawu Gunung Muria…
Grass field's avatarGrass field on Langkah-langkah Mengurus Visa…
dutatrip's avatardutatrip on Ramadan di Singapura
Lombok Transport's avatarlombokwisata.toursan… on Terjebak di Museum of Sex…
lacasamaurilio1990's avatarlacasamaurilio1990 on Kejutan Demi Kejutan di G…

Twitter Updates

Tweets by arievrahman

Official Facebook Page

Official Facebook Page
  • View arievrahman’s profile on Facebook
  • View arievrahman’s profile on Twitter
  • View arievrahman’s profile on Instagram
  • View arievrahman’s profile on LinkedIn
  • View arievrahman’s profile on YouTube
  • View arievrahman’s profile on Google+
  • View arievrahman’s profile on Tumblr

Return to top

© Copyright Backpackstory 2012-2021

Website Powered by WordPress.com.

  • Subscribe Subscribed
    • backpackstory
    • Join 2,646 other subscribers
    • Already have a WordPress.com account? Log in now.
    • backpackstory
    • Subscribe Subscribed
    • Sign up
    • Log in
    • Report this content
    • View site in Reader
    • Manage subscriptions
    • Collapse this bar
 

Loading Comments...