backpackstory
  • Home
  • Domestic
    • Aceh
    • Bali
    • Banten
    • DKI Jakarta
    • Jawa Barat
    • Jawa Tengah
    • Jawa Timur
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Utara
    • Kepulauan Bangka Belitung
    • Kepulauan Riau
    • Lampung
    • Maluku
    • Maluku Utara
    • Nusa Tenggara Barat
    • Nusa Tenggara Timur
    • Papua
    • Papua Barat
    • Riau
    • Sumatera Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
  • Foreign
    • Armenia
    • Australia
    • Azerbaijan
    • Belgium
    • Bhutan
    • Brunei Darussalam
    • Cambodia
    • China
    • England
    • France
    • Georgia
    • Hong Kong
    • India
    • Iran
    • Italy
    • Japan
    • Kenya
    • Laos
    • Macau
    • Malaysia
    • Myanmar
    • Nepal
    • Netherlands
    • North Korea
    • Philippines
    • Russia
    • San Marino
    • Singapore
    • Scotland
    • South Korea
    • Taiwan
    • Tanzania
    • Thailand
    • Timor Leste
    • Turkey
    • United States of America
    • Uzbekistan
    • Vietnam
  • Mamacation
  • Events
  • Miscellaneous
    • Accommodation
    • Culinary
    • Others
    • Survival Kit
    • Transportation
  • Visa
    • Visa Amerika
    • Visa Armenia
    • Visa Australia
    • Visa Azerbaijan
    • Visa Cina
    • Visa Georgia
    • Visa India
    • Visa Iran
    • Visa Jepang
    • Visa Kenya
    • Visa Korea Selatan
    • Visa Myanmar
    • Visa Nepal
    • Visa Rusia
    • Visa Schengen
    • Visa Taiwan
    • Visa Tanzania
    • Visa Timor Leste
    • Visa Turki
    • Visa UK
  • About
    • Achievements
    • Clients Portfolio
    • Country List
    • Stage Performance

Mazda 2 Be Alive: Cerita Sepanjang Perjalanan Jakarta-Bandung

arievrahman

Posted on May 4, 2016

Jujur, sebenarnya aku baru dua bulan mengenal mereka. Namun, kalian boleh iri, karena walaupun baru kenal, aku merasa sudah sangat dekat dan kerap menemani perjalanan mereka. Minggu lalu saja, aku baru balik jalan-jalan dari Padalarang bersama mereka. Enak kan, baru kenal saja sudah diajak jalan-jalan, apalagi kalau sudah kenal lama, mungkin aku sudah diajak tidur, kayak ABG-ABG zaman sekarang.

Tentang mereka, sebut saja mereka, Mas dan Neng, pasangan suami-istri yang baru saja menikah itu. Mas adalah seorang pria Jawa berkulit sawo matang dengan senyumnya yang menawan, sementara Neng adalah wanita Sunda berkulit bengkuang dengan tawanya yang memesona. Kalau kata orang-orang sih, mereka pasangan yang cocok. Sementara kalau kata aku, mereka adalah pasangan yang cocok banget.

Oh iya, perkenalkan, nama aku All New Mazda 2 GT Metropolitan Grey Mica, yang kalau kepanjangan bisa kamu singkat dengan panggilan Mz Grey. Keren kan namaku, masih satu marga dengan Mas Christian Grey di film Fifty Shades of Grey, namun bedanya aku gak suka BDSM. Aku suka yang lembut-lembut, kayak mesin SKYACTIV-G yang ada di dalam tubuhku. Mesin yang dirancang dengan presisi tinggi untuk hasilkan performa terbaik dengan tingkat emisi yang rendah dan bahan bakar yang lebih hemat.

Awal perkenalanku dengan Mas, yang waktu itu belum menikah, adalah pada suatu malam yang dingin sehabis Jakarta diguyur hujan seharian. Hujan bulan Februari. Please, kalian jangan membayangkan sebuah kisah bromance yang romantis, karena pada malam itu, aku ditunggangi oleh pria lain untuk diantarkan ke apartemen milik Mas.

Mazda 2 Grey

“Selamat menikmati mobilnya, Mas.” Kata pria yang pertama kali memperkenalkan aku ke Mas, kalau tak salah, Irman namanya. “Ini pakai Advanced Keyless Entry. Jadinya, untuk buka tutup pintu mobil hingga menyalakan mesin, Mas tidak perlu lagi mengeluarkan kunci dari saku.”

Setelah mendapat kunci, Mas langsung memasuki aku, mengatur posisi duduknya pada jok sporty yang aku punya –naik-turun, depan-belakang, dan maju-mundur– sebelum mengatur letak setirku baik secara tilt maupun telescopic. Berikutnya, Mas mulai mengatur pandangannya melalui spion kanan-tengah-kiri, sekaligus mempelajari fitur-fitur lain, yang ada padaku.

“Hmm, leh uga ne mobil.” Komentarnya tentang aku.

Hari itu adalah dua hari sebelum Mas menikah. Setelahnya, kami sering sekali melalui hari-hari bersama, baik suka maupun duka. Dan kalau ditanya, bagaimana perjalananku dengan Mas, akan ada beberapa peristiwa yang akan selalu aku ingat. 

Categories: DKI Jakarta, Jawa Barat, Survival Kit, Transportation

Tagged: Bandung, Jakarta, Mazda 2, Padalarang, Stone Garden

48 Comments

+Read more

11 Hal Menyebalkan yang Mungkin Kamu Temukan di Paris

arievrahman

Posted on April 30, 2016

Malam telah tiba begitu saya dan Neng tiba di Paris Nord, setelah dua jam perjalanan dengan Thalys yang nyaman dari Antwerp. Finally we are here! Di kota paling romantis di dunia, kata mereka yang selalu mengagung-agungkan Paris dan kecantikannya. Menara Eiffel, yang dinobatkan sebagai ‘The Most Famous Tower in The World’ juga dianggap sebagai simbol keromantisan Paris, yang membuat gadis-gadis desa (dan kota) di Indonesia menjadikannya sebagai destinasi impian mereka.

“Uh, aku pengin banget foto di depan Eiffel.” Kata mereka. Mereka yang belum tahu bahwa mungkin Paris tidak selalu secantik impian mereka.

Setelah mengambil koper dari rak di atas kepala, kami bergegas turun dari kereta dan segera menuju lobi stasiun, sebelum menyadari bahwa stasiun ini terlalu besar untuk kami, dengan beberapa lantai ke bawah lagi. Tidak secantik Antwerpen Centraal yang mendapat gelar sebagai salah satu dari ‘The Most Beautiful Train Station in The World’, juga tidak serapi dan sebersih Amsterdam Centraal, karena di sini saya menemukan beberapa sudut dengan sampah yang tergeletak, dengan banyaknya orang yang lalu lalang. Sebagian kulit putih, sebagian kulit hitam, dan sepasang orang Indonesia yang sedang berbulan madu, saya dan Neng yang kebingungan.

Perlu waktu beberapa saat sebelum kami akhirnya menemukan cara untuk menuju hotel yang telah kami pesan sebelumnya, termasuk sekali salah turun stasiun, dua kali bertanya kepada orang yang kami temui di perjalanan, dan beberapa kali mondar-mandir karena salah membaca peta. Ini adalah malam pertama kami di Paris, dan saya sudah merasa bahwa Paris sepertinya tidak seindah apa kata orang.

Selain langit kelabu yang menemani perjalanan winter kami di Paris, berikut ini adalah hal-hal menyebalkan yang mungkin akan kamu temukan juga di Paris.

1. Hotel dengan view Eiffel yang overpriced

Le Parisien

Siapa sih, yang tidak suka dengan pemandangan jendela kamar yang langsung mengarah ke Eiffel? Tentunya sebagai pasangan yang berbulan madu, kami sangat menginginkan hal itu. Berpelukan sambil begituan pada kamar gelap yang hanya disinari oleh cahaya lampu Eiffel, adalah life goal saya.

Categories: Foreign, France

Tagged: Eiffel, France, Paris

91 Comments

+Read more

Kaleidoskop 2015 – Tahun Penuh Kejutan

arievrahman

Posted on April 23, 2016

Sebenarnya, rencana untuk membuat sebuah artikel khusus tentang kaleidoskop perjalanan di tahun 2015 sudah saya rencanakan sejak awal tahun. Namun, berhubung banyak sekali kegiatan (baca: mengurus pernikahan yang seharusnya direncanakan pada tahun 2015 namun tertunda, hingga akhirnya menikah secara halal), maka artikel ini baru siap tayang beberapa bulan setelahnya.

Pada 2015, saya mendapat banyak sekali hal-hal yang tak terduga, kejutan-kejutan, yang sama mengejutkannya dengan informasi ayah kandung Marshanda yang terpaksa mengemis, kabar perceraian Risty Tagor yang pernikahannya baru seumur jagung, ataupun berita tertangkapnya Samadikun Hartono di China.

Berikut ini, adalah cuplikan kejutan demi kejutan yang saya alami selama tahun 2015.

Januari: Selamat Tahun Baru

Selamat Tahun Baru! Saya mengawali tahun 2015 dengan merayakan malam pergantian tahun, dan menonton kembang api, di balkon apartemen. Mengejutkan kan? Karena saya tidak ke mana-mana seperti tahun-tahun sebelumnya. Namun yang membuat tahun baru tersebut spesial adalah karena saya merayakannya bersama Mama dan keluarga yang menginap, pasca kepindahan saya dari kostan menyedihkan yang saya tempati dari awal kerja di Jakarta, tahun 2007 silam.

Happy New Year!

Happy New Year from Backpackstory!

Pada bulan ini juga, saya memberanikan diri untuk datang ke rumah Neng, yang saat itu masih menjadi pacar saya, dan berkenalan dengan orang tuanya. Selain itu, saya juga menyempatkan untuk berjalan-jalan ke Bali, dan mencoba mengendarai fin komodo ke air terjun di Munduk.

Februari: Mama Goes To Petak Sembilan

Pada bulan penuh cinta ini, saya sempat menyinggahi tiga kota besar di Pulau Jawa, yaitu Jakarta sendiri (you don’t say!), Bandung untuk merayakan hari kasih sayang bersama Neng dan keluarganya yang ternyata banyak yang berulang tahun pada Februari, juga Semarang untuk pulang kampung dan melihat Gereja Blendug.

Categories: Domestic, Foreign, Mamacation

Tagged: Kaleidoskop, Mamacation

37 Comments

+Read more

Sebuah Perjalanan Panjang Bernama Pernikahan (4) – Malam Pertama dan Sebuah Epilog

arievrahman

Posted on April 8, 2016

Dari balik kemudi, saya bersyukur bahwa semuanya akan segera berakhir. Perjalanan panjang bernama pernikahan ini akhirnya tiba pada sebuah akhir, atau tepatnya sebuah akhir pencarian, yang merupakan awal sebuah perjalanan baru lainnya.

Bagi kebanyakan orang, pernikahan merupakan sebuah tujuan agung untuk menyatukan dua insan manusia. Dalam agama Islam, pernikahan disebutkan sebagai sebuah ibadah yang sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad. Sebenarnya, ada beberapa alasan mengapa orang memutuskan untuk menikah, ada yang menikah karena cinta, ada yang menikah guna menghindari zina, ada yang menikah untuk memperoleh harta kekayaan Elly Sugigi, juga ada yang menikah untuk mendapatkan keturunan.

Kalau saya, menikah untuk mendapatkan Neng.

Klik untuk membaca cerita sebelumnya, juga tentang perjalanan saya di detik-detik pernikahan.

Saya membelokkan mobil memasuki sebuah hotel di Jalan Juanda Nomor 390; ini adalah kali pertama saya dan Neng kabur setelah sah menikah beberapa jam sebelumnya. Sehabis memarkir mobil pada tempat yang disediakan, saya langsung menuju reception desk dengan membawa print out bukti pemesanan yang telah saya lakukan sebelumnya. Sebuah bukti pemesanan via email yang bertajuk ‘Honeymoon Package’.

Seorang wanita menyambut kami di reception desk, yang langsung mengecek pemesanan saya pada sistem. Setelah memastikan bahwa data-data yang saya berikan sesuai dengan email pemesanan, juga bahwa saya bukan termasuk anggota kelompok Santoso, kami diantarkan ke sebuah kamar seluas 42m² bernama ‘Towers Room’.

“Selamat datang di Sheraton Bandung“.

Sheraton Bandung

Honeymoon In Sheraton

Perjalanan Malam Pertama

Saya langsung meletakkan barang bawaan pada lemari di samping kiri sewaktu kami memasuki kamar tersebut. Lega, nyaman, dan mewah, adalah kesan pertama yang didapat. Sebuah televisi layar datar berukuran besar tergantung di seberang tempat tidur, dengan sebuah sofa bed di antaranya.

Pada tempat tidur berukuran king size (kalau saya tidak salah ukur), tergeletak setangkai bunga mawar dan kelopak-kelopaknya yang disusun membentuk simbol hati. Simbol yang melambangkan cinta. Cinta sepasang suami istri baru yang sedang melangsungkan bulan madu.

Categories: Accommodation, Events, Jawa Barat

Tagged: Ngunduh Mantu, Pernikahan, Sheraton Bandung

136 Comments

+Read more

Sebuah Perjalanan Panjang Bernama Pernikahan (3) – Detik-detik Pernikahan

arievrahman

Posted on April 3, 2016

Pagi itu, tak biasanya Mama cemberut. Padahal, hari itu merupakan hari spesial untuk kami, atau khususnya untuk saya yang sedang berulang tahun dan akan melangsungkan pernikahan pada hari yang sama. Namun, bukannya ucapan selamat atau kecupan yang saya dapatkan dari Mama, melainkan…

“TADI MALAM DARI MANA?”

Aduh, gawat, sepertinya saya akan kena amuk sebentar lagi. Menghadapi seorang wanita yang sedang emosi, apalagi gemini, saya setuju dengan Slank yang bilang ‘ngebohong salah, jujur malah tambah salah’, namun berbekal pelajaran PMP yang saya dapatkan sewaktu kecil, saya memilih untuk jujur “Nganu…nganu, Mah. Semalam aku tidur sama Galang.”.

Jujur, bahwa saya tidur dengan pria lain di malam sebelum pernikahan saya.

“KAMU ITU…”

“Ganteng?” Saya berbisik.

“…BUKANNYA TIDUR SAMA MAMA, MALAH SAMA GALANG!”

Oh, ternyata Mama cemburu. Saya menunduk dan membatin, wajar bila Mama kesal, karena saya lebih memilih tidur bersama pria yang baru saya kenal tiga tahun dibanding bersamanya yang sudah membesarkan saya selama 3o tahun. Di hari terakhir saya melajang, mungkin Mama berpikir bahwa saya seharusnya meluangkan lebih banyak waktu bersamanya, bukan malah tidur dengan pria brengsek seperti Galang.

Klik untuk membaca cerita sebelumnya, juga tentang hal-hal yang harus disiapkan menjelang pernikahan.

“Maaf Ma, aku pikir semalam kamarnya ramai.” Saya beralasan, karena memang ada banyak saudara yang menginap di Hotel Wirton ini. “Jadi aku tidur sama Galang deh di bawah.”

“YA UDAH, BURUAN MANDI, TERUS DI-MAKE UP-IN!“

Perjalanan di Hari Pernikahan – 14 Februari 2016

06.20

Saya menyelesaikan mandi sunnah, tanpa sempat buang air besar karena diburu-buru keadaan. Berikutnya, saya berpakaian dengan segera. Setelan jas menjadi pilihan saya untuk akad, supaya terlihat rapi dan profesional. Bukan setelan jas yang dijahit custom sesuai ukuran badan, namun setelan jas yang dibeli di mal karena diskon.

“Ayo kalau sudah buruan dibedakin.”

“Aduh.”

06.30

Proses bedak-membedak ini ternyata berlangsung singkat, tidak sakit, dan tidak menimbulkan trauma masa kecil bagi saya. Setelah selesai, saya tampak seperti seorang eksekutif muda dengan wajah yang putih dan leher yang hitam muda.

“Sebentar, pakai lipstick dulu, Mas.”

Saya pasrah, ketika sebuah lipstick mendarat di bibir saya yang ranum. Tanpa peduli apakah itu lipstick 50.000 atau 500.000, saya menikmatinya.

Groom

Pesan, jodohnya satu, ya Allah.

Categories: Events, Jawa Barat

Tagged: Akad Nikah, Bandung, Nurul Jamil, Pernikahan

104 Comments

+Read more

« Older entries    Newer entries »


post title here

Banners for Blog Indonesia Terbaik 2019


Travel Blogs Award 2018

Travel Blog Awards 2017 – Winners

Top Posts & Pages

  • Langkah-langkah Mengurus Visa Amerika
  • Panduan Lengkap Membuat Visa Korea Selatan
  • Mengurus Sendiri Visa Inggris (UK)
  • Ini Rasanya Naik Pesawat Business Class!
  • Puncak 29 Rahtawu Gunung Muria: Kisah Pendakian Penuh Petilasan

Archives

Blog Stats

  • 5,485,709 serious hits

Donate to Backpackstory

Donate Button with Credit Cards

Enter your email address to become a serious reader and receive notifications of new posts by email.

Join 6,295 other subscribers
Follow backpackstory on WordPress.com

Recent Comments

aaa's avataraaa on Puncak 29 Rahtawu Gunung Muria…
Grass field's avatarGrass field on Langkah-langkah Mengurus Visa…
dutatrip's avatardutatrip on Ramadan di Singapura
Lombok Transport's avatarlombokwisata.toursan… on Terjebak di Museum of Sex…
lacasamaurilio1990's avatarlacasamaurilio1990 on Kejutan Demi Kejutan di G…

Twitter Updates

Tweets by arievrahman

Official Facebook Page

Official Facebook Page
  • View arievrahman’s profile on Facebook
  • View arievrahman’s profile on Twitter
  • View arievrahman’s profile on Instagram
  • View arievrahman’s profile on LinkedIn
  • View arievrahman’s profile on YouTube
  • View arievrahman’s profile on Google+
  • View arievrahman’s profile on Tumblr

Return to top

© Copyright Backpackstory 2012-2021

Website Powered by WordPress.com.

  • Subscribe Subscribed
    • backpackstory
    • Join 2,646 other subscribers
    • Already have a WordPress.com account? Log in now.
    • backpackstory
    • Subscribe Subscribed
    • Sign up
    • Log in
    • Report this content
    • View site in Reader
    • Manage subscriptions
    • Collapse this bar
 

Loading Comments...