Sebagai seorang pekerja kantoran yang suka jalan-jalan, dapat mengatur dan mengalokasikan jatah cuti untuk liburan dengan baik adalah sebuah kemampuan yang selayaknya dapat dimasukkan ke dalam CV — Curriculum Vitae, bukan Commanditaire Vennootschap. Saya, yang hanya memiliki jatah cuti dua belas hari dalam setahun, mau tidak mau harus mengirit cuti tersebut supaya benar-benarย worth, baik untuk cutinya, maupun perjalanannya. Bahkan untuk kepergian tahun depan, tidak jarang saya harus menabung cuti mulai dari tahun sebelumnya. Namun, ada kalanya sebuah rencana mengirit cuti menjadi berantakan akibat sebuah penawaran menarik, yang akhirnya membuat saya harus membiarkan jatah tabungan cuti tahun depan menjadi hangus. Seperti yang terjadi kepada saya di penghujung 2016, ketika sebuah penawaran media trip dari Turkish Airlines mengajak saya untuk mengunjungi Cappadocia, Turki. Kampret, seketika saya…