Pertanyaan menyebalkan yang kerap saya dapat dari netizen adalah “Kamu jalan-jalan terus, duitnya dari mana?” atau “Kerjanya di mana sih? Kok enak, jalan-jalan melulu.”. Inti dari kedua pertanyaan tersebut sama, netizen penasaran tentang dari mana saya mendapatkan penghasilan untuk membiayai kegiatan traveling saya. Padahal, menurut saya, perihal penghasilan ini adalah sebuah hal yang sifatnya personal dan tabu, kok bisa-bisanya ditanyakan juga? Jouska sempat mengatakan bahwa zaman sekarang, perihal penghasilan adalah sebuah hal yang tabu untuk dibahas, bahkan lebih tabu daripada seks. But hey, am not gonna talking about sex either. Entah apakah hal ini lazim ditanyakan di luar Indonesia, atau memang hanya terjadi di Indonesia ketika di mana pertanyaan kepo yang sifatnya personal ini dianggap adalah pertanyaan basa-basi yang bisa berguna untuk mencairkan suasana. “Sudah menikah?” “Anaknya berapa?” “Umurnya…