Saya melihat arloji yang terpasang di lengan kiri saya, walaupun bukan jam dinding, jarum-jarum jam yang menunjuk tiap angka dapat saya lihat dengan jelas dari mata telanjang saya. Jarum pendek di angka 5, dan jarum panjang di angka 1, pukul 17 lewat 5 menit. Sial, sudah lewat lima menit dari waktu berakhirnya seminar dari yang tertera di jadwal. Saya semakin cemas, menantikan kapan seminar ini akan berakhir, karena ingin segera menikmati suasana Manado di sore hari itu. Sejak hari pertama di Manado, saya telah terpesona dengan keindahan alam yang disajikan Tuhan di sana. Pada pagi hari, view inilah yang saya dapatkan melalui jendela kamar saya di Hotel Aryaduta. Awan putih berarak menuju gunung berwarna hijau di kejauhan yang terefleksikan dengan jernih melalui air di bawahnya, juga…