Salah satu tantangan ketika membeli tiket penerbangan di travel fair dengan prinsip ‘beli dan lupakan’ adalah kadang saya menjadi terlena dengan waktu keberangkatan. Hingga pada suatu hari saya terbangun tampan dan tiba-tiba teringat bahwa saya memiliki tiket penerbangan yang akan segera jatuh tempo, dan semua hal belum disiapkan, termasuk visa, celana dalam, dan berbagai keperluan lainnya.
Misalnya, ketika saya dan Neng membeli sepasang tiket ke Australia untuk keberangkatan tahun depannya, dan baru ingat belum mempersiapkan semuanya di tiga minggu sebelum keberangkatan. Padahal dari informasi yang saya dapatkan di sini, waktu pemrosesan visa kunjungan turis bisa mencapai 20 hari hingga 30 hari kerja, sementara kami hanya mempunyai waktu kurang dari itu.
Panik, adalah hal pertama yang saya lakukan, sementara melampiaskannya kepada Neng seperti adegan di film Fifty Shades Darker, adalah hal yang tidak saya lakukan. Praktis, dengan waktu yang mepet tersebut, kami tidak mungkin mengurus Visa Australia melalui agen perjalanan seperti yang pernah saya lakukan dulu, karena agen perjalanan menyarankan untuk menyiapkan waktu lebih dari 20 hari kerja.
Mau tidak mau, memang kami harus menyiapkan semuanya sendiri. Dengan tergesa, sambil mencari informasi online tentang mengurus Visa Australia ini, kami melakukan beberapa tahapan berikut untuk mengurus Visa Australia.
1. Membuat Jadwal Pertemuan di Australia Visa Application Centre (AVAC)
Tahapan pertama yang kami lakukan adalah membuat jadwal pertemuan dengan lembaga yang diberi kepercayaan olah pihak Kedutaan Besar Australia untuk mengurus permohonan visa, yaitu Australia Visa Application Centre (AVAC) yang terletak di Kuningan City, Jakarta.
Cara membuat jadwalnya cukup mudah, hanya dengan cara melakukan registrasi pada tautan yang terdapat di halaman ini. Nantinya, tautan tersebut akan membawamu ke halaman pendaftaran apabila kamu adalah pengguna baru (new user), atau halaman log in, apabila kamu sudah pernah melakukan registrasi. Untuk mendaftar pun cukup mudah, hanya diminta mengisi beberapa keterangan yang berkaitan dengan diri sendiri dan data paspor yang kamu miliki.
Setelah mendaftar/log in, kamu dapat mulai mengajukan jadwal dengan memilih ‘Schedule Appointment’ dan menunjuk tanggal dan jam yang tersedia pada kalender. Selain memilih jadwal, kamu juga dapat mengatur ulang jadwalnya, dan membatalkan jadwal yang sebelumnya pada halaman tersebut.
Setelah memilih, nantinya akan muncul pemberitahuan yang dikirimkan ke alamat email yang sudah kamu daftarkan sebelumnya, mengenai jadwal pertemuanmu dengan pihak AVAC. Ciye ciyeee.

CATATAN:
Untuk jadwal pertemuan, sebenarnya tidak wajib, namun akan diperlukan apabila sedang high season, supaya kamu tidak perlu mengantre lama di AVAC.
Satu pemohon diharuskan membuat satu akun pendaftaran, atau dengan kata lain satu akun hanya dapat digunakan untuk satu paspor.
2. Menyiapkan Kelengkapan Dokumen Permohonan Visa Australia
Setelah membuat jadwal pertemuan, langkah selanjutnya adalah menyiapkan dokumen yang dibutuhkan untuk mengurus Visa Australia. Dari hasil browsing di sini, terdapat beberapa jenis dokumen yang harus kami penuhi, yaitu meliputi:
A. Formulir Aplikasi Permohonan Visa Australia
Sebagai turis, yang tidak berniat untuk tinggal lama di Australia, jenis formulir yang kamu butuhkan adalah formulir 1419 atau yang disebut sebagai Visitor Tourist Form (Sub Class 600), yang dapat diunduh di sini. Formulir itu sendiri terdiri dari 17 halaman dan ribuan kata, namun jangan khawatir, untuk mengisinya tidaklah seseram yang dibayangkan.
Nanti akan Om ajari cara mengisi formulir 1419 pada bagian berikutnya, ya, dek.
B. Identitas Pribadi
Dokumen ini merupakan jenis dokumen yang akan menunjukkan tentang identitas diri kamu yang sebenar-benarnya kepada pihak Kedutaan Besar Australia, dengan beberapa lampiran dokumen yang sedikitnya meliputi:
a. Paspor Asli dan Fotokopi Paspor
Satu hal paling menarik dari mengurus Visa Australia ini adalah kamu tidak perlu menyerahkan paspor asli ke pihak AVAC, karena Visa Australia ini akan diurus secara online dan dikirimkan melalui email, tanpa perlu menempelkan stiker visa ke halaman paspor kamu. Memang, tidak akan membuat paspor kamu menjadi lebih cantik karena tidak adanya stiker visa tersebut, namun yang jelas akan membuat paspor kamu menjadi lebih bersih dan lowong, karena tidak adanya stiker tersebut.
Iya, yang barusan adalah pembenaran pribadi, sekaligus cara untuk menghibur diri karena tidak akan mendapat stiker untuk Visa Australia ini.
Walaupun paspor tidak diserahkan, namun kamu tetap perlu membawa paspor asli dan memfotokopi paspor tersebut, yang meliputi bagian dengan identitas diri termasuk foto diri dan masa berlaku paspor, juga yang ada stempel kunjungan dan visa ke negara-negara lain.
Tidak sempat memfotokopi? Tenang, di AVAC tersedia layanan fotokopi dengan biaya Rp500,- per lembar.
b. Foto Close-Up Terbaru
Untuk foto yang nantinya akan ditempel pada formulir aplikasi Visa Australia, ada beberapa kriteria yang dikehendaki oleh pihak AVAC dan harus kamu penuhi, yaitu:
- Berukuran 45 mm x 35 mm
- Diambil tidak lebih dari enam bulan terakhir
- Merupakan foto berwarna dengan background warna polos
- Diambil dengan pandangan menatap ke depan dan wajah terlihat jelas, tidak tersamarkan oleh kumis, cadar, jambang, maupun kacamata Stevie Wonder.
- Foto harus menunjukkan kepala dan pundak, tidak perlu sampai lutut kaki.
Bingung juga membuat fotonya? Tenang, pihak AVAC juga menyediakan layanan photo-box, dengan biaya Rp50.000,- untuk sekali jepret dengan jumlah foto yang akan kamu dapatkan sebanyak empat lembar.
Satu pesan saya, ketika kamu memasuki layanan photo box ini adalah berfotolah dengan serius, jangan malah berpose alay seperti yang kerap kamu lakukan dahulu bersama dengan teman-teman SMA yang masih sering menanyakan PIN BBM itu.
c. Fotokopi Akta Kelahiran
Dokumen lain yang tidak boleh ketinggalan adalah fotokopi akta kelahiran valid yang harus menunjukkan nama kedua orang tua kamu pada dokumen tersebut.
d. Fotokopi Dokumen Perubahan Nama (apabila ada)
Dokumen ini hanya diperlukan apabila kamu mempunyai kisah kehidupan dan mengalami pergantian nama seperti Yusuf Islam, yang dahulu bernama Steven Demetre Georgiou, atau Steven Adams, yang juga memiliki nama panggung Cat Stevens. Seseorang yang dahulu tenar dengan lagu ‘Father and Son’ di tahun 1970, sebuah lagu yang sempat dinyanyikan ulang oleh Power Slaves di Indonesia.
Tidak tahu siapa itu Cat Stevens? Sorry, we can’t be friend.
C. Dokumen yang Menunjukkan Bahwa Kamu Adalah ‘Visitor’
Ini adalah dokumen yang menunjukkan niatan kamu mengunjungi Australia hanya untuk berlibur, bukan untuk bekerja, menikah, maupun beternak kangguru dan hidup bahagia selamanya di Australia. Beberapa dokumen yang dapat kamu lampirkan adalah:
a. Dokumen Keuangan
Dokumen ini berguna untuk menunjukkan kondisi keuangan kamu di Indonesia, apakah mampu untuk berlibur ke Australia dan membiayai perjalanan kamu selama di sana. Dokumen ini bisa berupa rekening koran bank, slip gaji bulanan dari kantor, bukti pembayaran dan pelaporan pajak di Indonesia, juga limit tagihan kartu kredit. Tidak harus dilampirkan semuanya, namun akan sangat baik apabila kamu melampirkan selengkap mungkin.
Catatan: Banyak yang bertanya tentang minimal saldo rekening, dan juga ada beberapa pihak yang mengatakan bahwa saldo rekening minimal adalah Rp50 juta. Ketika kami mendaftar kemarin, saldo kami sdang di bawah Rp50 juta, namun visa tetap bisa didapatkan.
Intinya, asalkan saldo tersebut dapat menunjukkan bahwa kamu dapat membiayai perjalanan selama di Australia, saya rasa sih cukup.
b. Surat Undangan (apabila ada)
Apabila perjalananmu ke Australia atas dasar undangan kerabat, sahabat, atau mungkin teman bobok di Australia, maka lampirkanlah surat undangan tersebut. Dan apabila kerabat, sahabat, atau teman bobokmu yang membiayai seluruh perjalanan tersebut, maka berikanlah bukti bahwa mereka mempunyai cukup dana untuk membiayai perjalanan kamu ke Australia.
c. Itinerary
Apabila kamu berkunjung sebagai turis ke Australia, maka lampirkanlah itinerary, atau dalam bahasa Indonesia dikenal dengan rencana perjalanan. Apabila bingung, kamu juga dapat melampirkan dokumen pendukung seperti bukti pemesanan hotel di Australia.
Untuk contoh itinerary dapat dilihat dan diunduh di sini.
d. Informasi lainnya yang dapat menunjukkan kamu akan kembali ke Indonesia selepas kunjungan
Supaya lebih meyakinkan pihak kedutaan, berikan juga dokumen-dokumen yang dapat menunjukkan bahwa kamu memang akan kembali ke Indonesia selepas kunjungan wisata di Australia. Beberapa dokumen tersebut meliputi:
- Surat Pengantar dari kantor yang menyatakan tujuan kepergian kamu ke Australia juga menunjukkan bahwa kamu akan kembali lagi ke Indonesia setelah berlibur.
- Bukti pendukung bahwa kamu sedang mengikuti pendidikan di Indonesia, seperti misalnya surat pengantar dari sekolah atau kampus.
- Dokumen yang menunjukkan kepemilikan aset di Indonesia.
Catatan: Beberapa pertanyaan masuk tentang bagaimana apabila saya adalah seorang freelancer atau pekerja bebas? Ketika mengajukan Visa Australia, saya pun membuat surat keterangan bahwa saya bekerja lepas sebagai travel blogger.
Namun, surat tersebut sebaiknya harus didukung bukti yang kuat speerti screenshot halaman blog, halaman Instagram, juga kontrak pekerjaan lepas atau invoice yang pernah dibuat apabila ada.
3. Mengisi Formulir 1419 untuk Visa Turis Australia
Sebelum mengisi formulir 1419 ini, ada satu hal yang sebaiknya kamu lakukan, yaitu menarik napas panjang dan hembuskan perlahan, karena akan ada 17 halaman formulir dengan 53 macam kategori pertanyaan yang akan kamu hadapi. Saran saya, abaikan halaman 1-4 yang banyak berisi serba-serbi dan terms & conditions yang mungkin tidak terlalu kamu butuhkan, dan langsung mulai saja dari halaman 5.
Ready? Let’s get it on!
Keterangan: Formulir dapat diisi dengan diketik di Adobe Acrobat Reader sebelum dicetak, atau dapat dicetak terlebih dahulu dan diisi dengan tulisan tangan menggunakan pulpen. Waktu itu, kami memilih opsi kedua, walaupun kami tidak suka dijadikan yang kedua.
Isilah jawaban dengan menggunakan huruf kapital, dan centanglah box kosong apabila diperlukan.
Preface
Sebelum memulai mengisi bagian yang serius, kamu akan diminta untuk melengkapi bagian pembukaan atau mukadimah formulir 1419 ini yang hanya terdiri dari 6 pertanyaan.
1. Indicate if you are applying outside Australia or in Australia: Awalnya, kamu akan diminta untuk memilih lokasi pengajuan aplikasi visamu, apakah di dalam wilayah Australia (langsung ke pertanyaan ke-2), atau di luar Australia (langsung ke pertanyaan ke-5). Centang pilihanmu.
2. When do you wish to visit Australia? Masukkan tanggal rencana kedatanganmu di Australia, juga rencana kepulanganmu dengan format DD/MM/YYYY. Ingat, jangan sampai tidak pulang.
3. How long do you wish to stay in Australia? Pilih lagi, berapa lama kamu akan berencana tinggal di Australia, apakah sampai dengan 3 bulan, 6 bulan, atau bahkan hingga 12 bulan.
4. Do you intend to enter Australia on more than one occasion? Apakah kamu berencana ke Australia lebih dari sekali kunjungan? Apabila menjawab ‘Yes’ maka masukkan alasan kamu di kolom yang tersedia, sebelum melanjutkan ke pertanyaan nomor 7.
Contoh Alasan: As a travel blogger I want to explore more Australian territories, and write a story for my blog.
Applicants in Australia
Bagian ini hanya diisi apabila kamu mengajukan visa di dalam wilayah Australia.
5. Specify the date you wish to extend your stay to! Masukkan tanggal akhir rencana perpanjangan izin tinggalmu, dengan format DD/MM/YYYY.
6. Provide detailed reasons for requesting this further stay! Walaupun cinta tidak selamanya memerlukan alasan, namun kamu perlu mengisi alasan mengapa kamu memerlukan perpanjangan izin tinggal di Australia.
Part A – Your Details
Di sini, bagian yang serius dimulai, di mana kamu harus memberikan semua data-data kamu dengan benar, dan selengkap-lengkapnya, dimulai dari pertanyaan di bawah ini.
7. Give the following details exactly as they appear in your passport! Berikan data dan informasi detail seperti yang terdapat pada paspor kamu, yang meliputi.
Family name: Nama keluarga, atau kalau untuk kebanyakan orang Indonesia adalah kata terakhir pada nama kamu.
Given names: Nama depan, atau kata-kata sebelum kata terakhir pada nama kamu.
Sex: Hanya ada dua pilihan di sini, Male atau Female, tidak ada pilihan Expert.
Date of Birth: Masukkan tanggal lahir dengan format DD/MM/YYYY.
Passport Number: Nomor paspor yang terdapat pada bagian atas paspor kamu.
Country of Passport: Negara tempat paspormu berasal.
Nationality of Passport Holder: Kewarganegaraan kamu, yaitu Indonesia.
Date of Issue: Tanggal penerbitan paspor.
Date of Expiry: Batas akhir masa berlaku paspor.
Place of Issue/issuing authority: Isilah dengan kota/wilayah tempat paspormu dibuat, atau nama lembaga yang berwenang menerbitkan paspormu. Misal, Kantor Imigrasi Jakarta Timur.
8. Place of Birth: Masukkan informasi mengenai tempat kelahiranmu, yang meliputi.
Town/City: Kota kelahiran, misalkan Bojongkenyot
State/province: Negara bagian atau nama provinsi kalau di Indonesia.
Country: Negara tempatmu dilahirkan, baik normal maupun bedah sesar.
9. Relationship Status: Sebuah pertanyaan sulit bagi sebagian orang, karena diminta memberi tahu status asmaranya, pilih dengan mencentang kotak yang paling sesuai dengan kondisi kamu. Tenang, tidak ada jawaban ‘Ditinggal pas lagi sayang-sayangnya’ kok.
10. Are you or have you been known by any other name? Jawab dengan jujur, apakah kamu dikenal dengan nama lain, apabila iya, berikan detilnya pada kolom di bawahnya. Misalkan, nama Arif, tapi orang lebih mengenal saya sebagai Corey Taylor.
11. Do you currently hold an Australian visa? Berikan jawaban yang benar untuk pertanyaan ‘Apakah kamu saat ini memiliki Visa Australia yang masih berlaku?’.
12. Have you applied for a Parent (subclass 103) visa? Pernahkah kamu mengajukan visa 103 berjenis Visa Orangtua? Kalau saya sih belum pernah, gak tahu Mas Anang.
13. Do you currently hold, or have you applied for, an APEC Business Travel Card (ABTC)? Apakah kamu memiliki, atau pernahkah kamu mengajukan Business Travel Card untuk APEC? Saya juga belum pernah kalau ini.
14. Are you a citizen of any other country? Apakah kamu memiliki kewarganegaraan ganda? Saya sih tidak, hanya Indonesia saja, gak tahu kalau Edward Snowden.
15. Do you have other current passports? Apakah kamu memiliki paspor lain yang masih aktif, jika iya, tuliskan detilnya pada kolom di bawah.
16. Do you hold an identity card or identity number issued to you by your government (eg. National identity card) (if applicable)? Apakah kamu memiliki kartu identitas yang dikeluarkan oleh pemerintah negaramu, dalam hal ini adalah KTP, baik e-KTP maupun KTP lama yang sudah kumal itu. Apabila iya, berikan detilnya di bawah, yang meliputi:
Family name: Nama keluarga, atau kalau untuk kebanyakan orang Indonesia adalah kata terakhir pada nama kamu.
Given names: Nama depan, atau kata-kata sebelum kata terakhir pada nama kamu. Iya, ini copas dari jawaban bagian sebelumnya.
Type of document: Untuk pertanyaan ini, saya menjawab National Identity Card.
Identity number: Tuliskan nomor identitasmu di sini.
Country of issue: Tuliskan nama negara penerbit kartu identitas tersebut.
17. In what country are you currently located? Berada di negara manakah kamu saat ini? Kalau pada saat saya menulis ini, ya di Indonesia.
18. What is your legal status in your current location? Pilihlah status kependudukan yang paling tepat di negara tempatmu berdomisili, apakah ‘Citizen’ atau ‘Visitor’ atau mungkin ‘Student’. Apabila kamu adalah Sting, kamu bisa juga mengisi ‘Other’ dengan jawaban ‘I’m an alien, I’m a legal alien, I’m an Englishman in New York’.
19. What is the purpose of your stay in your current location and what is your visa status? Ini adalah salah satu pertanyaan yang sedikit membingungkan saya, namun paling tidak seperti inilah maksudnya: Kamu diminta menyebutkan tujuan tinggal di tempat saat ini, dan apakah status visa yang kamu punyai saat ini pada tempat tersebut (apabila ada).
Misalkan, saya pelajar dari Botswana, yang sedang mengikuti pendidikan di ITENAS Bandung Lautan Asmara, maka saya akan menjawab ‘I am a student from Botswana, holding a student visa from Indonesian government’. Ya kurang lebih seperti itu.
20. Your current residential address: Berikan alamat tempat tinggalmu saat ini.
21. Address for correspondence: Berikan alamat surat menyurat, walaupun kita tahu bahwa sekarang komunikasi seperti ini lebih banyak menggunakan surel, yang berarti email, surat elektronik.
22. Contact telephone numbers: Berikan pula nomor telepon yang dapat dihubungi, meliputi:
Home: Nomor telepon rumah
Office: Nomor telepon kantor
Mobile/cell: Nomor telepon genggam
Keterangan: Masukkan Kode Negara untuk menggantikan angka 0 di depan nomor telepon kamu. Untuk Indonesia, kodenya adalah 62. Misal, momor teleponmu adalah 0815 555 666, maka tulislah dengan 62815 555 666.
23. Do you agree to the Department communicating with you by email and/or fax? Apakah kamu setuju, unutk dihubungi oleh pihak terkait melalui email dan/atau faksimili, kalau iya, berikan datanya pada kolom yang disediakan.
Email address: Masukkan alamat email yang aktif, bukan email alay yang pernah kamu buat dan lupakan.
Fax number: Masukkan alamat fax, apabila kamu mempunyai mesinnya, atau apabila kamu tinggal di dekat Wartel.
Part B – Family Travelling to Australia With You
24. Are you travelling to, or are you currently in, Australia with any family members? Pada bagian ini, kamu diminta menjelaskan, dengan siapakah kamu akan bepergian ke Australia, apakah dengan anggota keluarga, atau tidak. Apabila iya, maka jelaskanlah detilnya pada tabel di bawahnya, yang meliputi:
Full name: Nama lengkap anggota keluarga kamu
Relationship to you: Hubungannya denganmu
Name of sponsor (if applicable): Apabila kepergianmu disponsori, maka tulislah nama sponsor kamu.
Part C – Family NOT Travelling to Australia with You
25. Do you have a partner, any children, or fiancé who will NOT be travelling, or has NOT travelled, to Australia with you? Apabila kamu mempunyai keluarga, yang meliputi teman hidup, anak, atau tunangan yang TIDAK bepergian ke Australia bersamamu, maka tulislah detilnya pada tabel di bawahnya, yang meliputi:
Full name: Nama lengkap
Date of Birth: Tanggal lahir
Relationship to you: Hubungannya denganmu
Their address while you are in Australia: Alamat tempat tinggal mereka, ketika kamu sedang berada di Australia.
Part D – Details of Your Visit to Australia
Bagian ini akan meminta detil kunjunganmu ke Australia, dan kamu diharuskan untuk menjawabnya selengkap dan sebenar mungkin.
26. Is it likely you will be travelling from Australia to any other country (eg. New Zealand, Singapore, Papua New Guinea) and back to Australia? Apakah kamu akan mengunjungi negara lain setelah tiba di Australia dan kembali lagi ke Australia selepas itu? Apabila jawabannya adalah ‘Yes’ maka lampirkanlah rencana perjalananmu.
27. Do you have any relatives in Australia? Apakah kamu mempunyi kerabat di Australia, apabila iya, tulislah detilnya pada tabel di bawah, yang meliputi:
Full name: Nama lengkap
Date of birth: Tanggal lahir
Relationship to you: Hubungannya denganmu
Address: Alamat mereka di Australia
Citizen or permanent resident of Australia: Status kependudukan mereka, apakah mereka citizen ataukah permanent resident di Australia, jawab dengan mencentang kolom ‘Yes’ atau ‘No’.
28. Do you have any friends or contacts in Australia? Apakah kamu mempunyai teman atau kenalan di Australia, apabila iya, seperti di atas tadi, masukkan detilnya pada tabel yang disediakan.
Full name: s.d.a, sama dengan di atas, bukan Suryadharma Ali.
Date of birth: s.d.a
Relationship to you: s.d.a
Address: s.d.a
Citizen or permanent resident of Australia: s.d.a
29. Why do you want to visit Australia? Berikan alasan mengapa kamu ingin mengunjungi Australia, termasuk berikan tanggal, apabila kamu ingin menghadiri sebuah event, atau mempunyai rencana khusus. Misal, mendatangi rumah Kylie Minogue di malam minggu.
30. Do you intend to do a course of study while in Australia? Apakah kamu ingin mengikuti kuliah dan menempuh pendidikan di Australia, apabila iya, masukkan jawabannya di bawah, yang meliputi:
Name of the course: Nama jenis kuliah yang diambil, misal kuliah memasak daging kangguru.
Name of the institution: Nama institusi yang menyelenggarakan kuliah/pendidikan tersebut.
How long will the course last? Berapa lama kuliah tersebut akan berlangsung, jangan bilang seumur hidup atau sampai pensiun, ya.
Part E – Health Details
Bagian ini, akan memintamu menjelaskan mengenai kondisi kesehatanmu, apakah kamu cukup sehat untuk berliburan di Australia, berpotensi membawa penyakit menular, ataukah justru kamu memiliki rencana untuk berobat di Australia.
31. In the last 5 years, have you visited or lived outside your country of passport for more than 3 consecutive months? Dalam lima tahun terakhir, apakah kamu pernah tinggal di negara lain (di luar negara tempat paspor kamu terdaftar) lebih dari tiga bulan berturut-turut. Apabila iya, sebutkan detilnya pada kolom yang tersedia, yang meliputi:
Country(s): Nama negaranya
Date: Periode tinggal di sana dalam format DDMMYYYY sampai DDMMYYYY.
32. Do you intend to enter a hospital or health care facility (including nursing homes) while in Australia? Apakah kamu berencana untuk berobat ke rumah sakit atau menggunakan fasilitas kesehatan ketika di Australia, apabila iya berikan detilnya di bawah.
33. Do you intend to work as, or study to be, a doctor, dentist, nurse or paramedic during your stay in Australia? Apakah kamu berencana untuk bekerja atau belajar menjadi dokter, dokter gigi, perawat, atau paramedis selama tinggal di Australia, apabila iya, berikan detilnya di bawah.
34. Have you: Apakah kamu:
-
ever had, or currently have, tuberculosis? pernah/sedang mempunyai gejala TBC?
-
been in close contact with a family member that has active tuberculosis? mempunyai hubungan dekat dengan anggota keluarga yang mempunyai TBC aktif?
-
ever had a chest x-ray which showed an abnormality? pernah melakukan rontgen dada dan mendapat hasil yang tidak normal?
Apabila sedikitnya satu jawaban kamu adalah iya, maka berikan detilnya di bawah.
35. During your proposed visit to Australia, do you expect to incur medical costs, or require treatment or medical follow up for: Selama kunjunganmu di Australia, apakah kamu berharap akan mengeluarkan biaya medis, atau membutuhkan tindakan medis untuk:
-
blood disorder; gejala kelainan darah
-
cancer; kanker, penyakit, bukan zodiak, atau kantong kering.
-
heart disease; penyakit jantung, heart di sini berarti jantung, bukan hati, ataupun band rock yang menyanyikan lagu ‘Alone’.
-
hepatitis B or C and/or liver disease; Hepatitis B atau C, dan/atau penyakit hati. Nah, kalau dalam bahasa medis, liver ini berarti hati.
-
HIV Infection, including AIDS; Infeksi virus HIV, termasuk AIDS.
-
kidney disease, including dialysis; Penyakit ginjal, termasuk yang membutuhkan tindakan cuci darah.
-
mental illness; Penyakit mental.
-
pregnancy; Hamil
-
respiratory disease that has required hospital admission or oxygen therapy; Gangguan pernapasan yang membutuhkan penanganan rumah sakit atau terapi oksigen
-
other? Lainnya, walaupun tidak termasuk falling in love with people we can not have.
Apabila sedikitnya satu jawaban kamu adalah iya, maka berikan detilnya di bawah.
36. Do you require assistance with mobility or care due to a medical condition? Apakah kamu membutuhkan bantuan untuk bergerak berkenaan dengan kondisi kesehatan kamu, apabila iya tulis detilnya di bawah.
37. Have you undertaken a health examination for an Australian visa in the last 12 months? Apakah kamu pernah melakukan pemeriksaan kesehatan untuk memperoleh Visa Australia dalam 12 bulan terakhir, apabila iya berikan detilnya.
Catatan: Apabila kamu mengajukan visa kunjungan jangka panjang atau apabila kamu berumur lebih dari 75 tahun, maka kamu harus menjalani tes kesehatan terlebih dahulu dan harus mempunyai asuransi kesehatan yang dapat meng-cover biaya medismu selama tinggal di Australia.
Part F – Character Details
Setelah sebelumnya bertanya tentang kondisi kesehatan, bagian ini akan bertanya mengenai kepribadian kamu. Tenang, tidak akan seribet John Robert Power kok. Mari kita mulai.
38. Have you ever: Apakah kamu pernah:
-
been charged with any offence that is currently awaiting legal action? didakwa karena pelanggaran yang saat ini sedang menunggu tindakan hukum berikutnya? Bukan, bukan pelanggaran di lapangan hijau, maksudnya.
-
been convicted of an offence in any country (including any conviction which is now removed from official records)? terbukti melakukan pelanggaran di negara manapun (termasuk pelanggaran yang sudah dihapus dari data resmi)?
-
been the subject of an arrest warrant or Interpol notice? menjadi subjek dalam surat perintah penagkapan atau pemberitahuan dari Interpol?
-
been found guilty of a sexually based offence involving a child (including where no conviction was recorded)? terbukti bersalah dalam kasus pelecehan seksual yang melibatkan anak kecil? (termasuk kasus yang tidak ada catatan pembuktiannya).
-
been named on a sex offender register? masuk dalam daftar pelaku pelecehan seksual?
-
been acquitted of any offence on the grounds of unsoundness of mind or insanity? dibebaskan dari dari tindak pelanggaran dengan alasan pikiran yang tidak jernih atau kegilaan?
-
been found by a court not fit to plead? terbukti oleh pengadilan tidak cocok untuk melakukan pembelaan?
-
been directly or indirectly involved in, or associated with, activities which would represent a risk to national security in Australia or any other country? secara langsung atau tidak langsung terlibat, atau berhubungan dengan, aktivitas yang dapat menimbulkan risiko keamanan nasional di Australia maupun negara lain?
-
been charged with, or indicted for: genocide, war crimes, crimes against humanity, torture, slavery, or any other crime that is otherwise of a serious international concern? didakwa atau ditusuh untuk: genosida, kejahatan perang, kejahatan melawan kemanusiaan, penganiayaan, perbudakan, atau tindakan kriminal lain yang dinyatakan sebagai masalah internasional yang serius?
-
been associated with a person, group or organisation that has been/is involved in criminal conduct? berhubungan dengan orang, grup, atau organisasi yang pernah atau sedng terlibat dalam tindakan kriminal?
- been associated with an organisation engaged in violence or engaged in acts of violence (including war, insurgency, freedom fighting, terrorism, protest) either overseas or in Australia? berhubungan dengan organisasi yang berkaitan dengan kekerasan atau tindakan kekerasan (termasuk perang, pemberontakan, perlawanan untuk pembebasan, terorisme, protes) baik di luar atau di dalam Australia.
-
served in a military force, police force, state sponsored/private militia or intelligence agency (including secret police)? bekerja di pasukan militer, polisi, milisi negara/swasta, atau agen intelijen (termasuk polisi rahasia)?
-
undergone any military/paramilitary training, been trained in weapons/explosives or in the manufacture of chemical/biological products? menjalani latihan militer/bersigat kepemilikan, mengikuti latihan dalam penggunaan senjata/peledak atau dalam prmbuatan produk (senjata) kimia atau biologis?
-
been involved in people smuggling or people trafficking offences? terlibat dalam pelanggaran berupa penyelundupan atau perdagangan manusia?
-
been removed, deported or excluded from any country (including Australia)? dihilangkan, dideportasi, atau dikeluarkan dari negara apa saja (termasuk Australia)?
-
overstayed a visa in any country (including Australia)? tinggal melebihi masa berlaku visa di negara mana saja (termasuk Australia)?
-
had any outstanding debts to the Australian Government or any public authority in Australia? punya tagihan jatuh tempo ke Pemerintah Australia atau lembaga publik manapun di Australia?
Apabila sedikitnya satu jawaban kamu untuk pertanyaan di atas adalah iya, maka berikan detilnya pada kolom yang tersedia.
Part G – Employment Status
Setelah bertanya tentang kondisi kesehatan dan kepribadian kamu, kali ini kamu akan ditanya mengenai status pekerjaan kamu.
39. What is your employment status? Apakah status pekerjaan kamu saat ini?
Employed/self-employed: Bekerja di kantor atau berbisnis sendiri
Employer/business name: Pemberi kerja/nama bisnis kamu
Address: Alamat kantor/bisnis yang kamu jalankan
Telephone number: Nomor telepon
Position you hold: Posisi kamu sekarang, apakah bos, atau masih cecunguk di kantor.
How long have you been employed by this employer/business? Berapa lama kamu sudah bekerja di kantor ataupun bisnis ini.
Retired: Pensiun
Year of retirement: Tahun di mana kamu pensiun
Student: Pelajar
Your current course: Jenis kuliah yang diambil saat ini
Name of educational institution: Nama institusi/kampus yang menyelenggarakan kuliahmu
How long have you been studying at this institution? Berapa lama kamu sudah menempuh kuliah tersebut? Apa, S-1 tujuh tahun?
Other: Lainnya
Give details: Berikan detil mengenai pekerjaan kamu
Unemployed: Tidak bekerja/pengangguran
Explain why you are unemployed and give details of your last employment (if applicable): Jelaskan alasan mengapa kamu tidak bekerja/menganggur, dan berikan data mengenai pekerjaan terakhir kamu sebelum menganggur (apabila ada)
Part H – Funding for Stay
Setelah bertanya mengenai status pekerjaan kamu, maka kali ini, kamu akan ditanya mengenai masalah pendanaan selama kamu berencana tinggal di Australia, karena setiap pengunjung yang datang ke Australia harus dapat menunjukkan bahwa mereka mempunyai dana yang cukup untuk membiayai perjalanan mereka.
40. Give details of how you will maintain yourself financially while you are in Australia! Di sini kamu akan diminta bercerita bagaimana kamu akan menghidupi diri secara finansial selama berada di Australia. Kalau contoh jawaban saya adalah dengan bercerita bahwa saya mempunyai pekerjaan tetap dan tabungan yang dapat digunakan untuk keperluan liburan.
41. Is your sponsor or someone else providing support for your visit to Australia? Apakah ada sponsor atau pihak lain yang memberikan bantuan untuk perjalanan kamu ke Australia, apabila iya, berikan detilnya pada tabel di bawah, yang meliputi:
Full name: Nama lengkap sponsor
Date of birth: Tanggal lahir
Relationship to you: Hubungannya denganmu
Their address while you are in Australia: Alamat tempat tinggal mereka ketika kamu berada di Australia
Type of support provided (Financial | Accommodation | Other): Jenis bantuan yang diberikan, apakah berupa finansial, akomodasi, atau jenis bantuan lainnya.
Part I – Previous Applications
Bagian ini akan bertanya mengenai aplikasi visa sebelumnya, yang mungkin pernah kamu ajukan.
42. Have you ever: Apakah kamu pernah
-
been in Australia and not complied with visa conditions or departed Australia outside your authorised period of stay? Berada di Australia dan tidak mematuhi kondisi visa yang kamu peroleh atau meninggalkan Australia di luar periode tinggal yang disetujui?
-
had an application for entry to or further stay in Australia refused, or had a visa for Australia cancelled? Mengalami penolakan untuk masuk atau memperpanjang izin tinggal di Australia, atau mengalami pembatalan Visa Australia yang dimiliki.
Apabila sedikitnya satu jawaban kamu untuk pertanyaan di atas adalah iya, maka berikan detilnya pada kolom yang tersedia.
Part J – Assistance with This Form
Bagian ini akan bertanya mengenai bantuan yang mungkin kamu terima dalam mengisi formulir aplikasi Visa Australia ini.
43. Did you receive assistance in completing this form? Apakah kamu mendapat bantuan dalam mengisi formulir ini, apabila tidak, langsung menuju Part K, namun apabila iya, maka jawab dahulu pertanyaan di bawah ini, dengan memberikan detil orang yang membantu kamu.
Title: Gelar/titel orang yang membantu kamu, terdiri dari ‘Mr’ untuk Pria, ‘Mrs’ untuk wanita yang sudah menikah, ‘Miss’ untuk wanita yang belum menikah, atau ‘Ms’ untuk wanita yang kamu tidak tahu statusnya dan sungkan untuk bertanya karena merasa kurang sopan. Sementara ‘Other’ dapat kamu gunakan apabila kamu tidak yakin akan jenis kelamin orang yang membantumu.
Family name: Nama keluarga, atau kalau untuk kebanyakan orang Indonesia adalah kata terakhir pada nama kamu.
Given names: Nama depan, atau kata-kata sebelum kata terakhir pada nama kamu.
Address: Alamat orang yang membantumu
Telephone number or daytime contact: Nomor telepon yang dapat dihubungi di siang hari. (Karena kalau malam hari namanya ganti?) yang meliputi:
Office hours: Nomor telepon kantor
Mobile/cell: Nomor telepon personal/handphone
44. Is the person an agent registered with the Office of the Migration Agents Registration Authority (Office of the MARA)? Apakah orang yang membantumu adalah agen yang sudah terdaftar resmi di MARA? Apabila iya, langsung menuju Part K.
45. Is the person/agent in Australia? Apakah orang/agen tersebut berada di Australia? Apabila tidak, langsung menuju Part K.
46. Did you pay the person/agent and/or give a gift for this assistance? Apakah kamu membayar orang/agen tersebut atau memberikan sesuatu sebagai imbalan atas kebaikan jasanya? Kalau iya, kamu baik sekali, ya.
Part K – Options for Receiving Written Communications
Merupakan bagian yang berisi opsi untuk menerima hasil komunikasi tertulis.
47. All written communications about this application should be sent to: Pilih salah satu jawaban dengan memberikan tanda centang, untuk pertanyaan bahwa semua jenis komunikasi tertulis mengenai aplikasi ini seharusnya dikirimkan ke: diri sendiri, penerima resmi, agen migrasi, atau orang yang dibebaskan.
Catatan: Walaupun saat itu saya mencentang 'Myself' namun sampai saat artikel ini ditulis saya tidak menerima dokumen tertulis apapun.
Part L – Payment Details
Bagian ini seharusnya akan bertanya mengenai detil pembayaran kamu, namun berhubung saat itu saya bingung akan bagian ini, maka saya pun mengosongkannya, dan membiarkan petugas di AVAC yang mengisinya.
48. You must refer to the Department’s website at http://www.border.gov.au/trav/visa/fees to complete this part of your application! Kamu harus merujuk kepada situs resmi departemen sebelum mengisi bagian ini, namun karena bingung, ya saya tidak mengisinya.
49. How will you pay your application charge? Bagaimana cara kamu membayar biaya permohonan visa ini? Bagian ini pun juga saya kosongkan karena bingung.
Part M – Application Checklist
Bagian ini adalah bagian yang berisi checklist mengenai kelengkapan dokumen permohonan visa kamu, di mana pada bagian inipun saya tidak mengisi apa-apa dan membiarkan petugas AVAC yang melakukan checklist sesuai dengan dokumen yang saya bawa.
50. With your completed and signed application form 1419, you must include: Bersama formulir aplikasi 1419 yang sudah diisi lengkap dan ditandatangani, kamu juga harus melampirkan dokumen di bawah ini. Maaf, saya tidak sempat menerjemahkan, supaya kamu belajar cara memakai Google Translate.
Part N – Signatures
Tanda tangan. Cukup jelas.
51. BIOMETRICS DECLARATION AND CONSENT: Poin ini sebenarnya berkaitan tentang pengambilan data biometrik yang kamu punyai, dan persetujuan kamu atas pengambilan data tersebut. Setelah membaca panjang, kalau sempat, maka tinggal tanda tangan pada kolom yang terdapat di bawahnya.
Signature of applicant: Tanda tangan
Date: Tanggal penandatanganan. Penandatanganan formulir aplikasi, bukan Proklamasi Kemerdekaan.
52. DECLARATION: Poin ini berisi deklarasi persetujuan bahwa data yang kamu berikan sudah benar dan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Hal ini didukung dengan.
Signature of applicant: Tanda tangan kamu
Date: Tanggal penandatanganan formulir aplikasi.
Catatan: Supaya kamu mempunyai arsip dokumen, pihak Kedutaan Besar Australia menyarankan supaya kamu menyimpan salinan aplikasi permohonan tersebut.
Part O – Additional Information
53. Additional information from question number? Dari 52 pertanyaan yang sudah kita lewati bersama, apabila kamu masih memiliki informasi atau data-data lain yang akan kamu berikan ke pihak AVAC, maka kamu dapat menuliskan informasi tersebut pada kolom yang tersedia.
Catatan: Walaupun terlihat banyak (dan memang banyak) saat itu saya mampu menyelesaikan semua pertanyaan dan mengisi formulir aplikasi 1419 hanya dalam waktu kurang dari 30 menit saja.
4. Menyerahkan Dokumen ke AVAC
Setelah semua persyaratan dokumen lengkap, maka langkah berikutnya adalah menyerahkan dokumen ke AVAC yang terletak di Kuningan City Lantai 2 No. L2-19, Jalan Prof. Dr.Satrio Kav.18, Setiabudi, Kuningan Jakarta – 12940 Indonesia atau apabila kamu berada di Bali, dapat menyerahkannya ke alamat Benoa Square Lantai. 3 No. 7-9.3/A Jalan Bypass I Gusti Ngurah Rai No. 21A Kedonganan, Kuta, Bali – 80361 Indonesia.
Untuk yang di Jakarta, AVAC ini berada satu ruangan dengan VFS Global yang menangani Visa UK dan Visa New Zealand, dengan penampakan seperti di bawah ini.
Saat itu, kami datang sesuai dengan jadwal yang sudah kami terima sebelumnya, ya walaupun ada terlambat 15 menit karena macet di Jakarta. But hey, ini Jakarta, bukan Banyuwangi yang bebas macet. Dengan menunjukkan tanda terima, kami dipersilakan untuk masuk, namun ketika kedapatan membawa laptop, saya diminta untuk menitipkannya di loker yang terdapat di bagian luar ruangan.
“Laptop, tidak boleh masuk.” Ucap petugas keamanan kepada saya, yang membuat saya harus mengeluarkan biaya ekstra Rp22.000,- untuk menitipkan laptop beserta tas punggung yang saya bawa.
Setelahnya, barulah kami masuk, dan sempat melengkapi beberapa dokumen yang kurang, seperti pas foto dan fotokopi paspor, di loket yang berada di sana. Semuanya tidak gratis, untuk sekali foto, kami dikenakan Rp50.000,- sementara untuk selembar halaman fotokopi, kami diminta untuk menebus Rp500,-.
Baru setelah itu, kami meminta nomor antrean dan masuk ke ruang tunggu. Untuk menunggu, bukan menyusui.
5. Membayar Biaya Pengajuan Visa Australia
Di dalam ruang tunggu, kami baru tahu bahwa ternyata pembuatan appointment tidak perlu dilakukan apabila AVAC tidak sedang ramai. Namun siapa yang dapat memastikan? Lebih baik membuat janji, daripada tidak mendapatkan jatah antre, bukan?
Setelah menunggu kurang dari lima menit –kerena ternyata tidak banyak antrean, kami dipanggil untuk maju ke loket guna menyerahkan formulir aplikasi dan mengecek kelengkapan dokumen tersebut.
“Sudah lengkap, Mas?” Saya bertanya kepada petugas yang menerima dokumen kami. Begitu sudah yakin bahwa semuanya lengkap, pria itu memberikan dua lembar dokumen untuk ditandatangani. Satu untuk saya, dan satu untuk Neng.
“Tolong tanda tangan di bagian ini.” Ujarnya, “Nanti pembayaran mau melalui apa?”
“Kartu kredit bisa?” Tanya saya, yang dijawabnya dengan anggukan. Namanya juga millennial, lebih suka gesek dahulu, bayar belakangan. Ya asalkan, tidak sampai terkena phishing kartu kredit seperti ini saja sih.
Untuk Visa Wisata Australia, biayanya adalah A$135, atau Rp1.410.000,- pada saat saya mengajukan di bulan Maret 2017. Itu belum ditambah Service Fee sebesar Rp158.000,- dan juga biaya SMS & Email Update (opsional) sebesar Rp25.000,-. Dengan menambahkan layanan SMS & Email Update, nantinya kamu akan mendapat notifikasi melalui SMS dan email mengenai proses pembuatan visa kamu.
“Kira-kira jadinya berapa lama ya, Mas?” Saya bertanya, meyakinkan diri sendiri karena waktu keberangkatan yang semakin dekat.
“Wah ya gak pasti, Mas, bisa sebulan…” Jawabnya,
ADUH, SEBULAN!
“…atau bisa juga sehari jadi.”
6. Menunggu
Setelah memasukkan berkas permohonan dan membayar biaya pengajuan Visa Australia, kami pun pulang dengan harap-harap cemas, apakah visa tersebut bisa selesai tepat waktu, atau malah bisa-bisa kami tidak jadi berangkat ke Australia karena visa belum selesai.
Sambil iseng, saya pun bertanya kepada salah seorang teman yang bekerja di Kedutaan Besar Australia, mengenai berapa lama periode pembuatan Visa Australia tersebut. Jawabannya standar, rata-rata 14 hari kerja, namun dia mengaku pernah mendapatkannya hanya dalam 3 hari kerja, karena mendapat surat pengantar dari kantornya sendiri.
Aduh.
“Tapi tenang saja, saat ini sedang low season, kok.” Ucapnya, sambil melegakan saya. “Semoga bisa cepat jadi ya.”.

Setelah mengajukan visa pada Jumat siang, kami baru mendapat email konfirmasi dari Do Not Reply di hari Senin, yang mengatakan bahwa permohonan visa kami sudah diterima oleh Kedutaan Australia, untuk diproses. Sungguh, saat itu, saya merasa seperti Padi, yang sedang Menanti Sebuah Jawaban.
7. Menerima Email Mengenai Status Permohonan Visa Australia
Penantian kami terjawab tiga hari kemudian, ketika menerima sebuah email dari Ibu Sylvia, di bagian Immigration Section, Department of Immigration and Border Protection Australian Embassy, Jakarta, dengan kalimat pertama yang berbunyi “Your visa application for Australia has been approved.”.
YAY!
Penasaran dan seakan tak percaya bahwa Visa Australia saya selesai dalam waktu kurang dari seminggu, maka saya pun membuka file yang terlampir pada email, sebuah file berjudul rahman.rtf. File yang lebih baik dibuka dengan WordPad atau NotePad dibandingkan Microsoft Word. Pada file yang terdiri dari tiga halaman ini, saya menemukan data-data ini pada halaman kedua.

Ya, file rtf sebesar 413 kb itulah yang biasa dinamakan sebagai Visa Australia. Bukan dengan stiker visa yang ditempel selayaknya Visa Amerika, namun hanya dengan pemberitahuan sederhana sebanyak tiga halaman. Pemberitahuan itulah yang menjadi dasar untuk menerima kamu masuk ke dalam wilayah Australia.
Kamu tidak perlu menempelkan pemberitahuan tersebut di paspor, karena semua data-datamu sudah terkoneksi secara online di database kantor imigrasi Australia. Cukup cetak saja pemberitahuan tersebut, dan simpan sebagai arsip, untuk jaga-jaga apabila diperlukan. Nantinya pun ketika masuk ke Australia, kamu cuma perlu menunjukkan paspor saja, tersenyum manis, sambil memberi salam “Assalamualaikum Australia, saya datang dengan damai.”.
Mudah dan ramah lingkungan bukan?
Catatan: Saya mengajukan permohonan Visa Australia ini pada hari Jumat tanggal 3 Maret 2017, diproses pada hari Senin tanggal 6 Maret 2017, dan selesai pada hari Kamis tanggal 9 Maret 2017. Tidak sampai seminggu! Tambahan: Regianalda Boleh nambahin aja ya bro, kalo untuk family pada saat bikin appointment, akun perjanjiannya cukup 1 saja, nama aplicant bisa di-add maks. sd 5 org. Pengalaman kemaren sempet bingung secara kiddos ga punya email, akhirnya telp cs nya, heheee… Kemudian untuk kiddos selain form 1419, harus dilengkapi dg form 1229 untuk guarantee kids under 18yo, 1 form bisa untuk sd 4 anak. Adietz Tambahan info lagi, anak saya umur 4 tahun dan tidak hadir pada saat apply, ternyata tidak perlu mengisi form 1229, karena berpergian bersama orangtua. Lalu untuk pembayaran ternyata Wajib Cash, (alesan mereka mesin EDC / debit rusak) dan tidak bisa menggunakan kartu kredit (mesti registrasi online yang membayar dengan CC). Adam AmeritSedikit masukan/tambahan, berdasarkan yang saya termukan/alami, ternyata fotokopi KK juga dibutuhkan sebagai kelengkapan. Lebih lanjut lagi, kalau sudah menikah, dibutuhkan juga fotokopi Buku Nikah, serta KTP dari Pasangan (Suami/Istri) kita. Selain itu, mengenai biaya, jika kita Walk-In langsung, ada biaya tambahan ternyata. Sementara kalau kita datang-nya sesuai/berdasarkan jadwal appointment yg ada di Aplikasi-nya, tidak ada biaya tambahan tersebut.
Tagged: Australia Visa Application Centre, AVAC, Visa, Visa Australia


Lengkap banget! hanya kurang video tutorial adegan fifty fifty nganu aja. #lha
Kalau yang di luar kota lebih praktis pake agen ya kayaknya, emang sih di sini gak semacet Jakarta, tapi tetap ongkos pesawatnya lumayan buat jajan (tanpa tanda petik). Bismillah, siapa tahu info ini ntar berguna, amiiin.
LikeLike
Wahahaha iya ooom! Susah cari videonya nih 😛 Betul kalau di luar kota enakan pakai agen, fee-nya sekitar 300-400 ribu per aplikasi, tapi gak capek ke Jakarta. Aamiin! Siapa tahu nanti menyusul jejak Koh Huang!
LikeLike
Gan,, ada nomor wa lah
LikeLike
langsung kontak agen travel saya aja gan Whatravel
LikeLike
cie cie yang mau jalan2 ke Australia. nitip oleh2 bumerang yak. jadi terkenang, dulu pernah punya tiga lembar visa australia juga, dan sempat kecewa karena bentuk visa-nya biasa saja -_-
LikeLike
Ahaahaha iyaaa! Emang gitu doang ya visanyaaa! Makasihhh 😀 mau boomerang yang beneran apa yang bisa nyanyi nih?
LikeLike
Pagi mas arif, kmrin anak saya kan urus visa, sdh ada sponsornya di australia, cuman visanya ditolak karena katanya melanggar uu 600.211 dan aplikasinya kurang lengkap. Untk pengajuan kembali bisa atau tdk? Kalo bisa caranya gimana kira2 ya mas? Trus kalo pake agen kira2 dimna saya bisa nyari ya? Saya asal dari bali mas. Terimakasi
LikeLike
Halo mbak, seharusnya ya bisa mengajukan kembali, asalkan sudah memenuhi syarat dan dengan dokumen yang dilengkapi. Untuk memakai agen, saya pernah menggunakan jasa dari DwidayaTour mbak:
LikeLike
Detail banget! *bintangin
LikeLike
Iyes! Biar gak pada bingung hehehe. Thanks!
LikeLike
Bookmark! pasti berguna ini suatu saat nanti. hatur nuhun mas aripppppp
LikeLike
Aamiin aamiin! Semoga bermanfaat di waktu yang akan datang! 😀
LikeLike
insyaAllah, kalau beasiswanya lolos…bakal ngerasain bikin visa Aussy. aminin yak ehehe
LikeLike
AAMIIN! Kalau beasiswa sih gak perlu pakai visa turis ini hahaha. Good luck kak!
LikeLike
Mas Arieeeeev! Pas banget aku mau apply Visa Oz. Terima kasihhhhhh banyak panduannya. Semoga VISA ku lolos ya aminnn 🙂
LikeLike
IHIIIYYYY!!!!! Siap, aamiin aamiin!
Berarti gak jadi nanya via WhatsApp nih? Hahaha.
LikeLike
nguuiihh!! tep mantep…ke Aussie lagi nih mas beroo. Kali ini beda yaa,, pergina sama mbak bojo . asoy geboyy lah yoo xixxiii
LikeLike
Wihihi yoiii kalau sama istri rasanya beda kalau liburan hahaha. Pokoke wuenaaak!
LikeLike
gagal fokus dengan frasa “terbangun tampan” di bagian awal artikel. :))
LikeLike
HAHAHAHAHA Harusnya apa doooong? :))))
LikeLike
sangat membantu infonya….
LikeLike
Alhamdulillah kalau terbantu 🙂
LikeLike
waah, ga terlalu ribet dan semenakutkan yang dibayangkan orang – orang ya, untuk buat visa Australia ini, thank you infonya Mas Ariev
LikeLike
Iyak betul! Easy kok sebenarnya, cuma banyak isian formulirnya mz!
Semoga membantu yaaa.
LikeLike
Hi mas Ariev, numpang izin ya saya tulis link artikel ini di blog saya di: http://www.blogegi.com/langkah-proses-mengurus-visa-australia-lewat-vfs-global-via-jne/
Thanks tulisan nya, membantu saya. Salam kenal.
LikeLike
Siap mas, semoga banyak yang terbantu juga dengan tulisannya mas 😀
LikeLike
Terima kasih, lengkap sekalii.
Kira2, gimana dengan traveller yang pergi tanpa orang tua?
(Umur saya udah 21, tapi belum punya slip gaji dll)
LikeLike
Halo mbak, kalau boleh tahu status pekerjaannya apa ya? Atau masih mahasiswikah? 🙂
LikeLike
Wah ini nih info yang lagi dibutuhin, makasih ya infonya.
Mas, kalau apply visa bisa diwakilkan engga ya? kebetulan temen saya domisili di SMG, dia mau nitip apply sama ya.
LikeLike
Halo mbak, Visa Australia bisa diwakilkan kok tapi ada surat lain yang harus diisi, kalau gak salah namanya formulir 956A. Atau bisa juga menggunakan jasa travel agent di Semarang.
LikeLike
*sama saya maksudnya
LikeLike
Masa berlaku paspor minimal berapa bulan untuk visa aussie?tks
LikeLike
Seharusnya sih di atas 6 bulan 🙂
LikeLike
Thank you kak
Btw kalau saya mau menguruskan visa untuk ibu dan kakak perempuan saya apakah prosesnya juga sama?
LikeLike
Halo, iya sama kok, tapi nanti ada halaman tambahan yang harus diisi, kalau gak salah namanya form 956a.
LikeLike
Terima kasih kang atas informasinya, sangat membantu sekali. Ada pertanyaan nich, semoga bisa di jawab. Bagaimana dengan anak berumur 5 tahun atau bayi berumur 6 bulan ? Apakah persyaratannya sama ?
LikeLike
Halo teh, kalau untuk anak sepertinya tetap mengutus menggunakan form sendiri dengan persyaratan yang disesuaikan.
Di aplikasinya tertulis keterangan “Each applicant, including dependent children, must apply on their own form. You must complete all questions in all sections. Failure to answer any question completely and accurately may result in the application being refused, or the visa may be cancelled at a later date.”
LikeLike
Kang, punten mau tanya lagi. Apakah anak anak juga harus ikut dan hadir saat daftar ke AVAC ? Atau boleh di wakilkan oleh saya sendirian ?
LikeLike
Halo mbak, untuk visa Australia bisa diwakilkan kok, tapi sepertinya harus mengisi dulu form ini https://www.border.gov.au/Forms/Documents/956a.pdf semoga membantu 🙂
LikeLike
Masnya apply visa untuk keberangkatan kapan? kalau saya mau apply skrg lalu berangkat masih sekitar september atau oktober bagaimana? tidak apa2?
LikeLike
Ini saya apply sebulan sebelum jalan. Sebaiknya sih maksimal tiga bulan sebelum jalan baru apply 🙂
LikeLike
mau tanya bro, sekarang saya stay di kuala lumpur, menurut bro bisa tidak ya kalau ngurusnya di embassy yg di malaysia?
LikeLike
kalau secara teori sih harusnya bisa, namun untuk persyaratan dokumennya pasti ada tambahan, dan beda apabila mengurus sendiri di negara asal.
LikeLike
huh kalau saya membaca blog ini dari awal mungkin visa australia yang saya ajukan bulan lalu tidak tertolak, saya mau tanya nih sebelumnya
1. apakah visa australia yang keluar itu hanya untuk satu kali perjalanan atau berulang kali perjalaan ?
2. saya bigung dalam membuat ittenary karena keberangkatan sy di australia itu diundang oleh keluarga saya disana dan belum memiliki yang pasti mau berkunjung kemana untuk informasi sy akan berkunjung ke kota sydney dan perth namun belum pasti untuk tempat kunjungannya , karena sy diundang ?
LikeLike
Halo halo mas, kalau boleh tahu tertolaknya kenapakah?
1. Visa Australia yang saya dapat adalah bersifat multiple jadi bisa digunakan berulang kali keluar masuk selama 3 tahun. Hasil mungkin berbeda di tiap aplikan.
2. Itinerary yang penting sebenarnya jelas mau ke mana dan menginap di mana, sebenarnya bisa juga dilampirkan surat undangan dari sananya supaya lebih meyakinkan.
LikeLike
eits hampir lupa nama saya adi dari bandar lampung, provinsi lampung hehe saya anggota couchsurfing
LikeLike
Wah salam kenal mas adi, keren ih jadi anggota couchsurfing 😀
LikeLike
Mas maaf mau tanya untuk jalur prioritas itu lihat/pemilihannya dimana ya?
LikeLike
Halo mbak, setahu saya untuk visa Australia gak ada jalur prioritas 🙂
LikeLike
Hai nama saya June. Saya baca di beberapa blog foto ukuran 4×6. Yang kamu tuliskan Berukuran 45 mm x 35 mm. Apakah skrg ada perubahan ukuran apa gmn yah? Terima kasih sblmnya.
LikeLike
Hi June,
Kalau kamu membaca artikelnya dengan baik dan meng-klik link yang saya tautkan di situ, pasti akan langsung terhubung dengan website resmi untuk informasi pembuatan visa yang mensyaratkan foto ukuran 3,5 cm x 4,5 cm.
Namun apabila sudah menyiapkan foto ukuran 4×6 maka dapat juga dipotong sendiri sesuai ukuran yang disyaratkan.
LikeLike
mas, tolong tanya, setelah masukin berkas/dokumen di AVAC, Passport Asli langusng di balikin ke kita? Jadi Visa nya itu hanya berupa email saja? thanks
LikeLike
Halo mas, iya betul, salah satu benefit membuat visa Australia ya itu, paspor kita gak ditahan, dan bisa dipakai langsung.
Nanti visanya berupa email pemberitahuan dengan dokumen yang ditautkan pada email.
LikeLike
Halo. Saya penasaran untuk pernyataan kalau pekerjaan kita freelance bentuk suratnya seperti apa ya mas? Saya perlu untuk apply visa Schengen nih. Boleh minta contohnya? Bisa langsung ke email saya paramisora@gmail.com. Thanks a lot!
LikeLike
Halo kak, untuk surat sponsor atau freelance, contohnya bisa dicek di artikel ini https://backpackstory.me/2015/06/21/mudahnya-mengurus-visa-australia-dengan-bantuan-dwidayatour/ biasanya sih hampir mirip seperti itu formatnya 😀
LikeLike
Mas Arif, bisakah bayar cash ditempat?
thanks ya
LikeLike
Seharusnya bisa kok 🙂
LikeLike
makasiih banyak infonya Mas Arief!
Semoga visa saya cepet selesai ..amiin
LikeLike
Aamiin!
Sekarang harusnya sudah selesai dong ya visanya? 😀
LikeLiked by 1 person
Ditunda dulu mas, baru minggu ini mau coba diurus lagi hehe
LikeLike
Cieee udah dapet yaaa? 😛
LikeLike
Yesss sudah diapproved mas Ariev…makasih ya panduannya 🙂
LikeLike
YESSS!!! CONGRATS!!!
LikeLike
Salam kenal! Saya merasa sangat terbantu sekali dengan panduan info step by stepnya. Saya berencana pergi ke Sydney bersama dengan orang tua pada Agustus nanti. Dari awal saya berniat untuk mengurus visa dengan orang lain, tetapi batal. Sehingga mengharuskan saya untuk mengurusnya sendiri dengan penuh kebingungan sampai saya menemukan website ini. Syukurlah kabar baiknya visa kami diterima dan dapat Multiple 3 tahun. Prosesnya cepat sekali, saya ke AVAC 7 Juli (hari Jumat) dan 11 Juli (hari Selasa) sudah diemail. Saya sangat berterima kasih sekali untuk Mas Arief yang dengan panjang lebar telah menuliskan segala detailnya di website ini. Semoga kedepannya website ini dapat bermanfaat dengan konten-konten yang semakin berkualitas. Thanks..
LikeLike
Salam kenal!
Alhamdulillah semuanya lancar, semoga perjalanannya pun juga lancar 🙂
LikeLike
Halo, saya mau tanya, untuk tiket pp perlu dilampirkan juga ga ya??
LikeLike
dan asuransi perjalanan dibutuhkan juga ga untuk membuat visanya?
LikeLike
Apabila berumur kurang dari 75 tahun dan tidak berencana tinggal dalam waktu lama, maka tidak menjadi syarat wajib juga.
LikeLike
Kalau ada ya dilampirkan, namun tidak menjadi syarat wajib.
LikeLike
bisa di fw contoh surat pernyataan/keterangan freelancer seperti contoh surat dgn kop backpackstory diatas gak mas? ane jg freelancer soalnya, desain grafis, ada nama tapi gak berbadan hukum
klo gak merepotkan mohon bantu disubmit email ane yak: sulistiansyah@gmail.com
makasih banyak
LikeLike
Halo mas, kalau contoh suratnya ada di sini https://backpackstory.me/2015/06/21/mudahnya-mengurus-visa-australia-dengan-bantuan-dwidayatour/ tapi gak ada filenya hehehe. Bisa dilihat imagenya.
LikeLike
Halo mas, saya berencana ke Australia nih bulan Oktober nanti. Tujuan kesana untuk mengunjungi pacar yang sedang kuliah di Unimel sekalian nonton moto GP… Hehe
Yang saya ingin tanyakan adalah soal pengurusan visa harus melalui agen atau tidak? (saya posisi di Jakarta-deket kalo cuma ke Kuningan City)
Lalu soal surat undangan, ada format bakunya atau tidak? (saya bermaksud meminta pacar saya membuatkan surat undangan)
Segini dulu pertanyaannya. Mohon dibantu. Terima kasih.
LikeLike
Halo mas,
Kalau untuk mengurus visa Australia, setahuku sekarang semuanya satu pintu melalui agen, kecuali memang ada alasan khusus di luar turisme. Surat undangan pun tidak ada format bakunya hehe.
Semoga lancar ya segala urusannya 😀
LikeLike
Halooo kalau proses untuk orang tua bisa ga ya kita yg datang dgn surat kuasa or lgs dtg aja Bawa dokumen komplit sekomplit2 nya?
LikeLike
Halo kak, kalau untuk membawa dokumen orang lain bisa kok, namun harus membawa surat kuasa dalam bentuk formulir, kalau gak salah formulirnya 956A.
LikeLike
form 956A apa perlu juga di isi ya? untuk pengajuan visa Aust.
LikeLike
Kalau mewakili/diwakili pengajuannya ya harus diisi formnya, kalau atas nama sendiri tidak perlu.
LikeLike
Halo Kak terima kasih banyak. tulisannya sangat membantu. apalagi ini kali pertama saya pergi sendiri ke oz. Hehe. Saya mau tanya yang dimaksudkan dengan “informasi lain untuk menunjukkan bahwa Anda mempunyai insentif dan izin untuk pulang ke negara kediaman Anda, misalnya harta atau aset penting
lain di negara kediaman Anda” itu apa ya kak? Apakah itu sejenis surat?
Saya rencananya mau kesana bulan desember. Sebaiknya kapan saya apply visa ini? Thank you very much 🙂
LikeLike
Halo kak, terima kasih sudah membaca tulisannya. Untuk informasi lain tersebut, mungkin bisa dilampirkan dokumen pendukung seperti Akta Pembelian Properti seperti apartemen/rumah, atau misal pembelian mobil di Indonesia yang atas nama sendiri.
Kemudian kalau mau ke sana bulan Desember, bisa apply di bulan Oktober-November 🙂
LikeLike
Salam mas , kalau slip gaji atau koran bank tidak lengkap apakah akan lulus ?
Sekarang smua melalui agent ya mas ?
Lebih mudah mana dibanding urus senditi ! Adakah melalui agent menjamin lulus ?
Mohon jowbannya mas .tq
LikeLike
halo mas, kalau untuk lulus gak lulus itu semua tergantung dari kedutaan, jadi saya tidak bisa menjawab pertanyaannya. Namun semakin lengkap, maka peluang lulusnya pun akan semakin besar.
Untuk agen yang dimaksud di sini adalah agen resmi pengurusan visa Australia, bukan travel agent. Agen ini fungsinya hanya meneruskan permohonan kita ke kedutaan.
Sementara mungkin agen yang mas maksud adalah travel agent yang juga bisa membantu menguruskan visa dengan tambahan biaya, namun ini juga tidak menjamin kelulusan tersebut.
Terima kasih.
LikeLike
Tks infonya ya Mas… Sangat membantu sekali.
Ada rencana mau ke Aussie sebenarnya. Tapi ada sedikit masalah di nama saya.
Nama di akte lahir masih pakai ejaan lama (maklum sy lahir di tahun 60-an yg masih
pakai nama ‘oe’ jadi ‘u’).
Nama di passport mengikuti nama di akte lahir.
Tapi di dokumen yg lain (selain passport & akte), sdh pakai ejaan baru.
Sy tdk tahu bagaimana dulu awalmulanya di pakai ejaan baru. Kalau begini jadi
bagaimana ya Ma kira2? Apakah nantinya bisa tdk di approve visanya?
Fyi, sat ini saya masih punya visa jepang yg masih berlaku, apakah bisa dijadikan
bahan pertimbangan oleh embassy?
Tolong infonya ya Mas. Terima kasih.
LikeLike
Halo Mbak Rina,
Kalau menurut saya, yang akan dipakai sebagai pertimbangan oleh kedutaan adalah paspor, sementara dokumen lain juga boleh dilampirkan. Sebaiknya memang Mbak membuat surat pernyataan mengenai perbedaan nama tersebut, nanti dilampirkan juga, supaya memperkuat kelengkapan permohonannya.
Untuk masalah diterima atau engga, itu adalah domain dari kedutaan, namun semakin lengkap dokumen maka akan semakin dipertimbangkan 😀
Semoga membantu.
LikeLike
Hai mas, untuk pengurusan visa sendiri apakah perlu untuk menyertakan booking hotel? Apakah harus dr Agoda/Booking.com? Karena saya booking melalui Airbnb. Selain itu, untuk itinerary apakah harus juga disertakan? Karena itinerary saya masih draft sih. Terima kasih untuk penjelasannya
LikeLike
Halo mbak, untuk airbnb juga tidak masalah kok yang penting kan booking-nya valid hehe.
Kalau based on artikel saya, sebenarnya yang wajibnya adalah itinerary, namun apabila tidak ada ya dapat digantikan dengan dokumen booking hotelnya.
Kira-kira demikian, semoga membantu 🙂
LikeLike
Mau tanya mas, kan saya ikut dgn ibu saya holoday ke sana, saya udah isi data yg di pertanyaan no 24.
Jd sya nga usah isi formulir lg yaa? Apa gimana?
LikeLike
Halo mbak, kalau untuk isian data, ya tiap orang satu permohonan.
Jadi kalau dua orang yang berangkat ya akan ada dua permohonan hehe.
LikeLike
Halo mas, wah ini artikelnya membantu sekali. saya rencana mau apply visa bulan depan. tapi dibagian kolom kerjaan bakalan saya centang “unemployment” nih, karena saya rencana resign akhir bulan ini. Saya ada surat dari sponsor yang tinggal disana. Kira-kira nih yaa menurut mas yang udah berpengalaman. Bakalan dapet gak yah visa saya? tar saya dicurigain gak balik Indonesia lagi gara-gara pengangguran. 😦 Trus kalo alasan dibagian bakal ngunjungin Aussie lagi kita tulis, ketemu pacar, bakalan di kasih multiple visa gak yah? hehe
Makasih ya penjelasannya.
LikeLike
Halo kak,
Mengenai diterima atau ditolaknya, itu nanti adalah hak prerogatif dari kedutaan, jadi saya tidak dapat memastikan hehe. Namun bisa juga dilampirkan dokumen pendukung yang dapat membuktikan bahwa kakak akan kembali ke Indonesia selepas liburan.
Kemudian, Visa Australia itu bersifat multiple kok mostly, tapi ya tergantung juga ke kedutaan akan dikasih yang tipe apa nanti. Hehehe.
LikeLike
Hai, Mas Ariev 😃 Mau ngucapin makasih banyaaak berkat info super lengkap ini, aku successfully applied visaku dan keluarga kamis lalu (10/08) dan udah granted hari selasa (15/08) hehehehe. You’re a big help, Mas! Sukses terus!
LikeLike
YAAYYYY! ALHAMDULILLAH!
Semoga lancar terus ya perjalanannyaaa~ Aamiin aamiin!
LikeLike
I’m reading this and giggling like a crazy person, especially at the part “asalamualaikum australia, saya datang dgn damai” hahahaha…
It helps me so much!!
You’re awesome and it’s helpful for travel beginner like me.
Thank you Ariv!
LikeLike
Ahahaha, you’re welcome Kak Cinca! 😀 😀 😀
Semoga lancar terus ya jalan-jalannyaaa!
LikeLike
Hallo Mas, sya rencana Desember 2017 akan ke australia dg 3 anak. Anak pertama freshgraduate yg baru bekerja, Utk dokumen keuangan dia ikut saya atau dia perlu melampirkan bukti keuangan (fotocopy slip gajinya).
Saat ke AVAC semua yg mengajukan paspor perlu hadir ya.
Tks atas bantuannya.
LikeLike
Halo mbak, untuk dokumen keuangan sebenarnya bisa dilihat siapa yang menjadi penanggung/sponsornya. Apabila masih orang tua, maka bisa juga dilampirkan bukti keuangan orang tuanya, plus, bisa ditambah slip gajinya dia nanti.
Apabila diwakilkan maka akan diminta mengisi form 956 a itu mbak 🙂 Semoga lancar yaa!
LikeLike
mas saya ngurus visa dari tanggal 5 bulan agust 2017. tapi sampe sekarang belum keluar juga visa nya ? gimana yah
LikeLike
Halo mas, kalau untuk menghubungi pihak AVAC apakah memungkinkan? Bisa jadi karena memang sedang high season, jadi visa akan sedikit lebih lama.
LikeLike
berapa yah kira2 buku tabungannya untuk saya yang rencana solo tour ? ada wa nya nggak ? mau nanya2
LikeLike
Kemarin sih saya mengajukan dengan saldo rekening sekitar belasan juta, dan diapprove.
Untuk pertanyaan seputar visa, hanya dilayani melalui blog ya mbak 🙂
LikeLike
Mas Ariev mau nanya” nih tapi agak panjang. Tentang nge-Lodge Visa ke AVAC pake kurir (eg. Pos Indonesia):
1. Apakah Dokumen yang di minta itu mesti di kasih juga yang ASLINYA ke mereka (Beserta Copy-an nya)? (Khawatir ei….)
2. Kita musti bayar biaya Visa+Logistik nya dulu (Masukin Buktinya ke Amplop) atao bisa belakangan ?
3.Kalau misal bayar duluan via Bank BNI bisa ??
LikeLike
Halo mas,
maaf baru membalas komennya. Untuk pertanyaannya terus terang saya tidak tahu jawabannya karena belum pernah melakukannya, mohon maaf sebelumnya 🙂
LikeLike
Mas Arif,apakah diperlukan reservasi tiket pesawat dan hotel untuk bikin visa Aust?
LikeLike
Tidak wajib, tapi kalau misalkan ada bisa dilampirkan juga 🙂
LikeLike
Wahhhh……. lengkap kap….. terima kasih ya gan…. gak adè kurangnya….. jadi PD ngisinya … mudah2an anè punya di terima…. untuk keberangkatan tgl 21 oktober 2017
LikeLike
Aamiin gan! Semoga lancar terus mengurus visanya ya! Update-update di sini ya kalau sudah berhasil atau ada kendala 🙂
LikeLike
lengkap bangettt, makasih banyak banyak
LikeLike
Sama samaaa! Semoga bermanfaat yaaa 🙂
LikeLike
Saya baru apply tanggal 4 september 2017 untuk keberangkatan tanggal 13 september 2017. Pekerjaan saya PNS. Setelah membaca blog ini kmrn saya pede sekali untuk apply visa. Tapi sampe sekarang saya blm ada kabar apakah visa saya diapprove atau ga. Deg degan..
LikeLike
Halo kak, untuk saat ini apakah sudah ada kabar lagi?
Semoga bisa selesai on time ya, harusnya saat ini kakak sedang berada di sana ya? 🙂
LikeLike