Saya sedang berjuang untuk menghabiskan sepiring buah segar ketika petugas The Secret Garden Hotel mendatangi restoran pagi itu, “Your walking tour guide is here.” Ucapnya, yang membuat saya dan Nugie segera bergegas untuk menyantap apa saja yang disajikan di atas meja makan, kecuali taplak meja dan piring kotor, tentu saja. Ini adalah hari terakhir kami di Tanzania, dan saat itu kami berpikir bahwa mengikuti walking tour seharga $25 untuk full day tour adalah sebuah pilihan yang tepat untuk menghabiskan hari di Moshi –kota yang juga menjadi rumah dari gunung tertinggi di Afrika, Kilimanjaro. “Hello, Arif.” Sosok hitam, besar, gagah, panjang, dan tidak berbulu, datang menyapa. “My name is Abubakar, your walking tour guide for today.” Widih, sahabat nabi nih, batin saya. Saya menyambut genggaman…